Message of a Messenger - 20. Kartini dan Peran Wanita

Sehubungan dengan hari Kartini, ada beberapa pesan yang harus diingat oleh para perempuan mengenai perannya dalam hidup ini…………. Untuk itu kita simak percakapan DWI berikut ini…………

Aku :Yesus, Engkau tahu dulu bangsaku adalah bangsa yang besar. Aku mengagumi salah satu tokoh wanita bangsa ini yaitu R.A. Kartini. Dalam keterbatasan ruang dan waktu yang dimilikinya, itu tidak membuatnya kerdil. Bahkan dengan keterbatasan itu ia mampu menuangkan semua yang ia pikirkan melalui tulisan. Walaupun ia tidak sempat menikmati buah dari karyanya, namun kami para kaumnya, menganggap moment itu sebagai moment yang bersejarah dalam pembentukan karakter perempuan Indonesia yang lebih kuat. Bagaimana menurut-Mu?
Tuhan :Ya, R.A Kartini adalah sosok wanita yang sangat mandiri, cerdas dan mempunyai keinginan yang kuat terhadap apa yang menjadi cita-citanya. Tulisan-tulisannya bisa menembus waktu, karena ia menulis dengan hati dan bukan rekayasanya. Menulis dari hati lebih besar kemungkinan merupakan karya Tuhan. Tuhan selalu mempunyai rencana, saat itu Indonesia membutuhkan itu. Tuhan berkehendak memajukan pola pikir wanita Indonesia dengan mengutus Kartini menuliskan kesaksiannya. Keluh kesahnya, tentang hidup, tentang lingkungan, tentang masyarakatnya, tentang baik- buruk bentuk penjajahan yang dilakukan oleh Belanda. Semua ditulis dengan baik oleh Kartini. Kartini mampu membuat tulisannya dalam formulasi yang seimbang. Itulah yang tidak membuat penjajah (Belanda) itu marah kepadanya. Sebagai wanita, Kartini menerima kodratnya sebagai wanita. Lahir, berkembang, menikah, melahirkan dan akhirnya meninggal. Dalam fase perkembangan itulah, kematangan kepribadian Kartini terbentuk dengan baik, kepekaan sosialnya tinggi, dan itu jarang dimiliki anak-anak seusianya pada saat itu. Dalam kepasrahanya, Suara Tuhan bebas bekerja lewat tulisan-tulisan yang dihasilkannnya. Apakah kamu menyukai Kartini?

Aku :Amat sangat. Aku mengaguminya sebagai perempuan sejati Indonesia. Bukan hanya dia pintar dan dapat menghasilkan tulisan-tulisan yang mengagumkan seperti itu, tapi lebih jauh aku mengagumi sikapnya, yang sadar akan posisinya sebagai perempuan dan menerima setiap Kehendak Tuhan yang diberikan kepadanya. Itulah yang jarang aku lihat dengan perempuan Indonesia di jaman sekarang. Sekalipun ia memiliki posisi yang tinggi, namun mereka jarang yang sadar posisi, dalam arti bahwa secara kodrati mereka adalah perempuan yang secara harfiah memiliki peran dan fungsinya sendiri yang khas dalam kehidupan ini. Dan Kartini mempunyai itu, sedang perempuan Indonesia sekarang tidak punya itu. Sehingga kerap kali dalam perjalanan hidupnya, overlaping, menabrak wilayah laki-laki, atau justru merasa superior, pemberontak dan mau menangnya sendiri. Banyak di antara mereka yang melupakan kodratnya.

Tuhan :Ya, pengamatanmu memang benar. Itulah yang terjadi, manusia menjadi manja dengan derita. Dia tak bisa menderita sedikit saja. Ketika ia terantuk, ia akan meratapi itu lama-lama dan menghabiskan banyak waktunya untuk pekerjaan yang sebenarnya sudah tidak perlu. Berdiri, nikmati, jalani. Itu alternatif yang baik yang bisa dilakukan.

Aku :Apa pendapat-Mu tentang kesetaraan atau gender?
Tuhan :Kesetaraan lebih terletak pada sikap. Bagaimana perempuan bisa menempatkan diri dalam posisi apapun secara baik dan benar.

Aku :Apa maksud dari menempatan posisi secara baik dan benar?
Tuhan :Artinya, perempuan harus mengerti tugas, peran dan fungsinya dengan baik. Baru dari situlah ia akan dapat berpikir untuk menata sikapnya dengan baik. Pemahaman yang baik tentang ketiga hal itu akan mendekatkan wanita pada kebaikan dan kebijaksanaan. Wanita yang kurang memahami itu hidupnya akan hampa dan sia-sia. Lihat dan buktikan sendiri. Engkau pasti akan membenarkan perkataan-Ku.

Dari percakapan diatas ada suatu pesan yang harus kita mengerti khususnya para perempuan yaitu mengerti akan tugas, peran, dan fungsinya dengan baik………. Pintar2lah menempatkan diri dalam posisi apapun secara baik dan benar………… sebab kesusksesan dalam hidup, rumah tangga, keluarga, sosial masyarakat bergantung juga pada peran kalian sebagai perempuan sebagai penolong yang sepadan……… ingatlah kembali akan kodrat masing2……. Sebab mengerti dan menjalankan peran kita masing2 adalah salah satu bentuk pelayanan kita kepada TUHAN……………

Topik Sebelumnya :

  1. Natal : Message of a Messenger - 1. Natal - NonTrinitarian - ForumKristen.com
  2. Doa Pelepasan : Message of a Messenger - 2. Doa Pelepasan - NonTrinitarian - ForumKristen.com
  3. Nubuatan Pulau Jawa dan Indonesia : Message of a Messenger - 3. Nubuatan Pulau Jawa dan Indonesia - NonTrinitarian - ForumKristen.com
  4. Tentang Ramalan 2012 : Message of a Messenger - 4. Tentang Ramalan 2012 - NonTrinitarian - ForumKristen.com
  5. Sikap yang berkenan dihadapan TUHAN : Message of a Messenger - 5. Sikap yang berkenan di hadapan TUHAN - NonTrinitarian - ForumKristen.com
  6. Cara Mengenal Tuhan : Message of a Messenger - 6. Cara Mengenal TUHAN - NonTrinitarian - ForumKristen.com
  7. Apa Yang Harus Diperbuat Dalam Hidup : Message of a Messenger - 7. Apa yang Harus Diperbuat Dalam Hidup....??? - NonTrinitarian - ForumKristen.com
  8. Cara Berada dalam jalan TUHAN - Message of a Messenger - 8. Cara Berada dalam jalan TUHAN - NonTrinitarian - ForumKristen.com
  9. Kasih TUHAN - Message of a Messenger - 9. Kasih TUHAN - NonTrinitarian - ForumKristen.com
  10. Melayani - Message of a Messenger - 10. Melayani - NonTrinitarian - ForumKristen.com
  11. Ego Vs Kehendak TUHAN - Message of a Messenger - 11. Ego Vs Kehendak TUHAN - NonTrinitarian - ForumKristen.com
  12. Surga di atas Bumi - Message of a Messenger - 12. Surga diatas Bumi - NonTrinitarian - ForumKristen.com
  13. Jalan, Kebenaran, dan Hidup - Message of a Messenger - 13. Jalan, Kebenaran dan Hidup - NonTrinitarian - ForumKristen.com
  14. Kesulitan Hidup - Message of a Messenger - 14. Kesulitan Hidup - NonTrinitarian - ForumKristen.com
  15. Bersabar - Message of a Messenger - 15. Bersabar - NonTrinitarian - ForumKristen.com
  16. Pengenalan agama jaman sekarang - Message of a Messenger - 16. Pengenalan agama jaman sekarang - NonTrinitarian - ForumKristen.com
  17. Cinta - Message of a Messenger - 17. Cinta - NonTrinitarian - ForumKristen.com
  18. Paskah - Message of a Messenger - 18. Paskah - NonTrinitarian - ForumKristen.com
  19. Tuhan seperti sahabat - Message of a Messenger - 19. TUHAN seperti sahabat - NonTrinitarian - ForumKristen.com

Shalom bro, thankz post nya, thankz jg utk pesan2nya, diinget2 deh. :happy0025:
Emang jadi wanita itu ternyata lebih dari hanya sekedar kebanggaan semu, karena benar kenyataannya bahwa wanita ‘istimewa’ dimata Tuhan Allah, jg ‘istimewa’ di mata manusia adam :wink:… hayoo ngaku iya apa iya :azn: ;D
Tuntutan & harapan thd wanita lebih ketimbang thd bukan wanita hehee… kiddink
Wanita harus seimbang, dg berbagai konsekuensi logisnya, tetap menyadari ‘misi kehadirannya’ di dunia adalah semata utk Adam; so harus komit menjalani "natural blessing fate"nya sembari jg berperan sbg apapun yg kami mampu perankuen demi kebahagiaan orang2 terkasih, yg kami 'lahir’keun. :slight_smile:

Thank u for concerning women. Tetaplah berdoa utk kami :angel:
JBUs

TUHAN YESUS memberkati…
Ammmennn…

setuju…tetap semangat!!!

Tidak terasa hari ini 21 april 2013… hari Ibu kita kartini…
Kali ini diingatkan kembali akan peran sorang putri… seorang perempuan… seorang ibu… dimana jaman semakin modern ini … kekerasan banyak terjadi… dan kemungkinan besar itu terjadi karena tiadanya kasih dalam keluarga masing2… untuk itu sebagai renungan setiap hari kartini… bahwa pentingnya peran sosok seorang pendidik di rumah … sosok pemberi kasih… sosok seorang ibu… sosok seorang perempuan… yang memberikan kedamaian… ketentraman dalam rumah tangga… kelembutan… dalam keluarga… untuk mendamaikan hati yang menjerit kehausan dan kelaparan akan kasih… kembalilah pada perannya masing2… agar keseimbangan itu kembali seperti semula… Indonesia yang damai tentram seperti yang TUHAN kenal dahulu kala…

ada satu kutipan yang berhubungan dengan kejadian sekarang ini, mari kita simak…

Dwi…

"Ketika kekerasan terjadi, kejahatan merajalela, manusia mulai mempertanyakan keberadaan moralitas dan keluhuran budi.

Hal itu mengindikasikan ada “yang hilang” dari kehidupan manusia.Jika manusia selalu menjaga moralitasnya, mengusahakan budi pekerti yang baik, maka ia tidak akan kehilangan Moralitas dan budi pekerti yang baik.

Kini kekerasan dan kejahatan menjadi keseharian manusia, hal itu tak lagi bisa di hindari. Seperti membersihakan pecahan gelas diatas lantai, jika tak hati2 serpihan kecil kacanya akan melukai kita. Itulah gambaran orang yang berusaha memperbaiki keadaan, betapa berat dan sulit hal itu di lakukan.

Mulai perbaikan itu dari diri sendiri,biarlah kebenaran, kebaikan memantul dengan sendirinya kepada orang lain, tanpa kita harus memaksanya. Dan orang akan mulai merasakan pengaruh dari energi baik dari perubahan itu."

ya… itu bisa dimulai dari dalam rumah kita… dari diri kita masing2… khususnya dari seorang pendamping… seorang istri… seorang ibu… seorang penolong yang sepadan… agar energi baik itu bisa berpengaruh dalam keluarga masing sehingga segala sesuatunya kembali menjadi baik adanya…

Selamat hari kartini…
TUHAN YESUS memberkati…

Dwi said :

Buah pikiranmu membebaskan kaummu
Buah renunganmu, membangkitkan sukmamu
senyuman mengembang bukti kemenangan
Perempuan Indonesia tegar dalam setiap pilihan.
Selamat hari Kartini, bagi seluruh kaum wanita Indonesia
Kemenangan benar-benar di tangan

Selamat hari kartini 2014 … gunakanlah momen ini sebagai kebangkitan kaum perempuan untuk menjadi pendamping, ibu, kakak dan teman yang penuh kasih…

TUHAN YESUS memberkati…