Message of a Messenger - 3. Nubuatan Pulau Jawa dan Indonesia

Di penghujung tahun 2011 ini marilah kita mengevaluasi diri dari apa yang kita lakukan selama setahun ini… akhir2 ini bencana2 di Indonesia dan di dunia semakin menjadi2. Segala bencana yang terjadi tersebut tidak terlepas dari akumulasi perbuatan manusia yang sudah di luar kehendak TUHAN… Berikut petikan percakapan DWI seorang pilihan TUHAN dengan TUHAN sendiri…

Bagian I

Bulan Juli 2007
Aku :Tuhan, mengapa Engkau menciptakan bencana demi bencana, terlebih di tanah kami Indonesia?
Tuhan :Bencana perlu untuk memperingatkan kembali orang-orang yang lupa akan tugasnya di dunia

Aku :Apa tugasnya di dunia?
Tuhan :Membuat alam ini lebih indah dan damai.

Aku :Tuhan, Engkau tahu sekarang di media masa kami banyak diberitakan tentang pemanasan global, perubahan musim yang tidak teratur, gelombang laut mengganas. Apa Engkau bisa menjelaskan hal ini?
Tuhan :Tentu saja, mengapa tidak? Pemanasan global terjadi karena ketidak seimbangan kehidupan yang dilakukan manusia. Karena ambisinya manusia banyak melakukan kesalahan-kesalahan yang berakibat fatal. Tentang perubahan iklim dan keganasannya, itu semata-mata respon balik dari ketidak-sesuaian itu. Apapun bentuknya, tidak hanya bumi, jika berada dalam tatanan yang condong pada ketidak-seimbangan maka lambat laun ia akan hancur

Aku :Oh, mengerikan sekali, dampaknya
Tuhan :Ya, manusia harus segera mengambil tindakan

Aku :Seperti apa contoh konkretnya?
Tuhan :Menyadari tentang hidupnya, melakukan hanya yang disarankan Tuhan kepadanya. Menghindari tindakan-tindakan yang bisa mencelakakan kehidupan orang lain.

Aku :Kalau hanya melakukan apa yang disarankan oleh Tuhan, berarti manusia tidak punya pilihan dong dalam hidupnya?
Tuhan :Tuhan selalu memberikan alternatif yang bagus. Tuhan selalu mendekatkan pada kebaikan. Pilihan manusia kerap kali salah karena tidak dilalui dari pemikiran yang panjang.

Aku :Oh, begitu ya Tuhan, bila kenyataan di bumi sudah terjadi hal yang demikian, lalu apa langkah pertama yang harus kami lakukan?
Tuhan :Kembalilah kepada Tuhan kalian, dengarkanlah suara-Nya dengan hatimu. Dari sana, Ia akan membimbingmu untuk melakukan hal terbaik.

Aku :Bisakah Engkau menyampaikan kepada Tuhan kita bahwa kami memohon maaf atas tindakan yang berakibat salah?
Tuhan :Permohonan maaf yang keluar darimu bisa diterima, tetapi akan lebih baik jika permohonan maaf itu dilakukan oleh seluruh umat manusia di muka bumi ini. Sebab, bukan hanya kamu yang bertempat tinggal di bumi tapi juga mereka. Bukan hanya kamu yang menggunakan fasilitas Tuhan, tapi juga mereka

Aku :Oh Ya, aku baru ingat betapa kehadiran kami di sini dan memanfaatkan segala yang ada demi mempertahankan hidup ini, semata-mata kami hanya meminjam dari fasilitas yang Tuhan berikan di alam ini
Tuhan :Ya kamu benar, tapi tak banyak yang menyadarinya. Mereka pikir apa yang ia dapatkan adalah bagiannnya, miliknya. Tapi kalau kita boleh meneliti tak ada satu barang pun dari miliknya yang tak bercapkan atas Nama Tuhan.

Aku :YESUS, di tempatku ada musibah lumpur panas, dampaknya begitu mengerikan. Apa Engkau berkenan menjelaskan?
Tuhan :Itu sudah menjadi kemauan Tuhan. Itulah wujud dari Kuasa Tuhan yang tengah bekerja. Manusia perlu melihat itu. Bagi yang percaya, pasti akan berpikir insyaf. Bagi yang menganggapnya biasa, ia akan melihat Kuasa Tuhan yang lebih besar lagi.

Aku :Tapi mengapa terjadi di Indonesia?
Tuhan :Indonesia membutuhkan banyak peringatan dari Tuhan

Aku :Mengapa begitu?
Tuhan :Engkau bisa saksikan sendiri di televisi, media masa, betapa ketidak-adilan, kekerasan menjadi hal yang sangat biasa. Itu menyedihkan.

Aku :Mungkinkah itu sebuah proses menuju ke peradaban yang lebih baik?
Tuhan :Peradaban yang lebih baik akan tercapai jika ada kesadaran total dari seluruh elemen bangsa. Baru tatanan peri-kehidupan baru akan terwujud. Sepanjang segala tindakan masih mengatas-namakan pribadi, tak mungkin itu akan terwujud.

Aku :Mengapa Eropa bisa semaju itu?
Tuhan :Karena tatanan kehidupan mereka sudah mapan. Kesadaran terhadap pentingnya ke-Tuhan-an sudah menjadi kebutuhan. Itulah yang menjadikan kehidupan atau peradaban mereka lebih maju. Roh Illahi bisa lebih leluasa bekerja dalam wilayah yang damai dan tentram.

Topik sebelumnya :

  1. Natal : Message of a Messenger - 1. Natal - NonTrinitarian - ForumKristen.com
  2. Doa Pelepasan : Message of a Messenger - 2. Doa Pelepasan - NonTrinitarian - ForumKristen.com

[b]Bagian II

Pebruari 2008[/b]
Aku :Saya siap Tuhan, apa yang harus aku tulis?
Tuhan :Tentang bencana alam

Aku :Bencana alam apa?
Tuhan :Aku telah siapkan banjir yang sangat besar, sangat besar akan menenggelamkan 2/3 pulau Jawa

Aku :Tuhan, mengapa Engkau berkata seperti itu? Apakah Engkau sudah tidak sayang lagi dengan umat-Mu? Mengapa Engkau tidak memaklumi kesalahan manusia? Tuhan, kenapa maaf-Mu tidak tercurah seperti biasanya?
Tuhan :Dwi, Aku sudah kehabisan cara; Aku sudah terlalu bersabar. Aku tidak bisa lagi diam. Aku harus melaksanakan tugas-Ku. Yang kotor harus disapu, yang baik harus ditumbuhkan, yang kurang subur harus dipupuk, yang telah tua harus dipanen. Itulah tugas-Ku

Aku :Bukankah itu sudah menjadi siklus dan tanda kehidupan secara normal yang memang demikian?
Tuhan :Keadaan normal akan berjalan sesuai rencana biasa saja, namun jika keadilan Tuhan berbicara pastilah di luar kebiasaan, dan itu bisa jadi sangat mengerikan

Aku :Mengapa Engkau tak mencegahnya?
Tuhan :Dwi, ketika tangan tak lagi kuat menjinjing pastilah barang bawaan akan diletakkan atau dijatuhkan. Kesabaran-Ku sudah habis Dwi, Aku telah lelah menunggu, sementara kebaikan itu tak jua muncul, Aku perlu membuat tindakan

Aku :Tuhan, kemarin Jawa Tengah dan Jawa Timur dilanda banjir hebat. Sebenarnya Engkau telah kirimkan bencana itu. Apakah itu yang Engkau maksudkan dengan banjir besar itu?
Tuhan :Banjir yang Aku kirimkan kemarin belum 1/3 nya Dwi. Akan hebat dan dashyat kehancurannya

Aku :Kapan itu akan Engkau lakukan Tuhan?
Tuhan :Aku tinggal menunggu saatnya yang paling tepat

Aku :Tuhan, apa rencana-Mu sehingga Engkau harus menghadirkan bencana yang lebih besar lagi? Adakah yang belum tercapai dari keinginan-Mu?
Tuhan :Dwi, bagaimana perasaanmu, jika engkau mengharap dari anakmu berbuat yang baik dan yang paling mudah saja mereka tak bisa bahkan tak mau. Apa yang kamu harapkan dari keadaan itu?

Aku :Aku akan membimbing dia sampai dia mengerti Tuhan
Tuhan :Ok, jawabanmu benar. Tapi bagaimana jika telah bertahun-tahun bahkan puluhan hingga ribuan tahun semua itu tak juga terwujud, apa yang kamu lakukan?

Aku :Jika umurku bisa mencakup rentang waktu selama itu aku akan tetap menunggu dan bersabar hingga melihat dia berubah dan melakukan
Tuhan :Dwi, bagaimana tindakanmu jika waktu itu tak banyak lagi, sementara tak banyak yang berubah, bahkan lebih parah, lebih berat? Apakah engkau tetap diam menunggu? Apakah engkau mau membuat semua anakmu mati tanpa ada satu pun yang mendapatkan karunia untuk berubah dan menata hidupnya? Itulah Dwi, yang akan Aku lakukan; Aku akan membuang buah-buah yang busuk dan dimakan ulat untuk mengambil buah yang sedikit yang sehat dan terbebas dari ulat sebelum segalanya menjadi terlambat. Apakah yang seperti ini pun kamu akan bilang bahwa Tuhan jahat, Tuhan kejam, Tuhan tak mengenal batas kemanusiaan? Siapa yang paling tepat menurutmu?

Aku :Tuhan, aku hanya melihat kemungkinan, jika masih ada kebaikan yang tidak ditimbulkan dari malapetaka, sehingga banyak jiwa yang terselamatkan dari dosa
Tuhan :Tak ada lagi yang akan mau melakukan, Dwi. Segalanya sudah demikian rusak dan mengerikan

Aku :Apanya yang rusak dan mengerikan? Manusianya, infrastrukturnya atau sistemnya?
Tuhan :Semua saling kait-mengait, namun dari semua itu tak ada yang berdiri dalam kondisi sehat betul. Ketika kekuatan2 yang tidak baik itu bersinergi menjadi satu maka menjelmakan diri menjadi monster perusak. Apapun akan dilibas. Aku akan menghentikan monster itu, Aku akan menyelamatkan orang2 dari serangan monster itu

Aku :Tuhan, apakah semua sudah menjamin akan baik jika Tuhan menciptakan bencana?
Tuhan :Bencana adalah tindakan Tuhan yang bersifat phisically, dari itulah akan ada manusia bahkan banyak yang melihat. Orang yang melihat akan dapat berpikir; itulah yang Aku harapkan, perubahan itulah yang Aku tunggu tapi waktu-Ku tak banyak lagi Dwi, kamu harus membantu-Ku

Aku :Tuhan, jika mungkin aku bisa menebus kesalahan dan Engkau urungkan bencana itu maka kutukan itu padaku
Tuhan :Ah, Dwi, kamu tak perlu lakukan itu. Semuanya tidaklah mudah Dwi, tidak semudah yang kau perkirakan. Cukup dengan begini kamu membantu-Ku

[b]Bagian III

Januari 2009
[/b]
Tuhan :Terima kasih Dwi. Dwi, benar-benar Aku tak bisa menahan Diri lagi untuk memberikan keadilan itu. Jangan lagi kengerian-kengerian yang kemarin ia lihat terlihat lagi. Keadilan Tuhan akan datang untuk membuat bumi ini menjadi damai. Bagi mereka yang mau mengerti segeralah mengambil sikap untuk memperbaiki diri dan melakukan perubahan di dalam hidupnya. Jika tidak, maka ia tinggal menunggu pesta dari tari-tarian tanah, api, air dan udara. Mereka akan menari hingga dunia menjadi seperti yang dikehendaki Tuhan.

Maret 2009
Aku :Tuhan, kemarin di langit ada tanda-tanda dari Kuasa-Mu. Ada huruf Y dan segitiga yang aku lihat di langit. Awan putih itu membentuk huruf dan tanda segitiga itu. Adakah Engkau berkenan menjelaskan?
Tuhan :Tak perlu Aku jelaskan, sebab nalarmu sudah mampu untuk menguraikannya. Y adalah Nama-Ku, kapal adalah kendaraan-Ku. Mereka yang di dekat pantai harus waspada, sebab ini tahun-Ku. Aku membuat perhitungan dengan mereka melalui air, sebagai sarana-Ku.

Aku :Tapi kenapa Namu-Mu, bukankah Engkau Sang Maha Kasih?
Tuhan :Benar, itu hanya symbol bahwa Tuhan mempunyai rencana. Nama-Ku adalah symbol tentang Tuhan. Hendaknya yang punya mata melihat, punya telinga mendengar.

Aku :Di wilayah mana bencana itu akan dilaksanakan?
Tuhan :Di wilayah Indonesia.

Aku :Di bagian mana?
Tuhan :Di semua perairan Indonesia.

Aku :Berwujud apa?
Tuhan :Badai, gempa bumi dan tsunami.

Aku :Tuhan, mengapa Engkau melakukan itu?
Tuhan :Sebab Aku membutuhkannnya demi keadilan yang akan Aku tegakkan.

Aku :Tidakkah Engkau mencintai umat-Mu di Indonesia?
Tuhan :Justru karena cintalah Aku melaksanakan Kehendak-Ku.

Aku :Tuhan, mengapa tanda itu Engkau perlihatkan padaku?
Tuhan :Sebab engkau yang bisa menangkap dan mengartikan.

Aku :Apa yang harus aku lakukan?
Tuhan :Wartakan tentang kebaikan selagi kamu bisa

Aku :Tuhan, kapan waktunya Engkau laksanakan?
Tuhan :Aku tinggal melihat.

Aku :Dulu Engkau meramalkan banjir, apakah itu sudah Engkau laksanakan?
Tuhan :Sebagian, tapi yang terbesar dan terhebat belum, tinggal tunggu waktu.

Aku :Tuhan, tolong janganlah kejam. Tolong jangan Engkau lakukan itu.
Tuhan :Seperti aliran air yang melewati daratan, akankah ada satu batu pun yang mampu menghindar? Semua harus terjadi dan tak ada yang bisa menghindar.

Aku :Tuhan, lihatlah kami, bangsa kami, masyarakat kami, saudara-saudara kami yang hidup di desa, penuh dengan kesederhanaan dan kejujuran. Akankah Engkau tak melihat itu semua?
Tuhan :Air hanya menurut tangan, dimana ia akan ditumpahkan. Tangan menerima komando dari pikiran, dimana ia harus menjatuhkan. Mata Tuhan yang terang selalu bisa memilih dimana Ia akan laksanakan rencana-Nya. Don’t worry.

Aku :Tuhan, terjadilah atas Kehendak-Mu, namun berjanjilah padaku bahwa Engkau tak akan binasakan yang lemah.
Tuhan :Jangan khawatir, Aku belum buta untuk melihat semua. Mata-Ku adalah Kasih, dan ia tak pernah salah memilih.

Aku :Ok, Tuhan, sampai nanti
Tuhan :Ok, sampai nanti juga, tapi sebelum itu cukup bagimu memberitahukan rencana-Ku pada saudara-saudaramu yang dekat dan engkau sayangi, agar mereka dapat beroleh keselamatan. Aku akan datang pada saatnya yang tak terduga, dimana manusia bisa berada dalam kelengahannya. Untuk itu biarkan jiwa dan pikiranmu selalu terjaga. Aku menyukai mereka yang terjaga daripada mereka yang tidur. Ok, Dwi, lakukan sebatas kamu bisa, Daa…
Aku :Ok, Tuhan, Daaa……

Aku :Tuhan, bencana itu sudah datang di daerah Situ Gintung, Banten. Tuhan, apakah ini yang Engkau maksudkan dengan tanda perahu itu?
Tuhan :Dwi, Aku sudah tetapkan banyak rencana, itu salah satunya. Apa yang kamu lihat masih akan berlanjut Dwi, bahkan bisa lebih besar. Jauhi pantai, bisa saja semua berawal dari sana.

Aku :Banyak korban dan dasyat sekali, apakah Engkau tak menaruh kasihan?
Tuhan :Kamu tak lihat Dwi, didaerah itu kemaksiatan tumbuh subur, kekayaan melimpah, ada kesenjangan yang mencolok. Manusia banyak yang lupa, bukan Aku kejam jika Aku jatuhkan pilihan di daerah itu. Untuk itu bertobatlah selagi masih bisa, Kasih Tuhan tiada pernah habis, siapa yang mau berserah dan menyadari kekeliruannya ia akan berolah keselamatan.

Aku :Tuhan, mengapa Engkau memilih subuh, ketika bencana itu datang, itu sama dengan diri-Mu ketika bangkit menuju Surga. Saat subuh pula.
Tuhan :Dwi, awali hari dengan perasaan syukur, sebab pagi adalah hal baru bagi Tuhan. Aku memilih pagi sebab hanya orang-orang yang terjagalah yang akan selamat, sedang yang tidur kemungkinan selamat kecil.

Aku :Tuhan, jangan kejam, saya mohon.
Tuhan :Dwi, apa yang kamu lakukan ketika bumimu menangis, karena ia tak lagi tahan melihat tingkah manusia yang rakus, tamak, tak berbelas kasih, dan buta akan penderitaan sesama?

Aku :Tapi kenapa Indonesia?
Tuhan :Sudah Aku katakan berulang kali kepadamu, Indonesia butuh banyak peringatan untuk mengembalikan manusia pada rel. Banyak dari mereka yang sudah tak mengenal Tuhannya. Itu menyedihkan Dwi.

Aku :Apakah kecenderungan itu hanya terjadi di Indonesia saja Tuhan?
Tuhan :Tidak, tapi Indonesia lebih parah. Indonesia memiliki kearifan yang luar biasa, namun kini hilang karena pemahaman manusia yang rendah. Tak banyak yang mau belajar dari leluhurnya. Aku mengenal leluhur mereka dengan baik, namun kini hanya segelintir orang saja yang Aku kenal. Itu menyedihkan. Satu belanga susu akan rusak hanya dengan tingkah jahat seseorang, namun satu daerah akan binasa jika hanya ada satu orang saja yang baik.

Aku :Mengapa Engkau tak menyelamatkan?
Tuhan :Aku sudah lakukan, dengan ini Aku banyak melakukan penyelamatan jiwa.

Aku :Oh, Tuhan, akan apa lagi yang akan Engkau turunkan di negeriku Indonesia?
Tuhan :Ini tahun air bagi Tuhan. Aku akan banyak membuat keadilan melalui air. Air-Ku akan mengalir ke tempat-tempat yang sudah banyak ditinggalkan manusia baik.

Aku :Mengapa Engkau menetapkan tahun air, bukankah Tuhan memiliki unsur alam yang lain?
Tuhan :Air akan Aku pergunakan untuk membuat perhitungan. Ia memiliki daya rusak yang luar biasa. Kamu tak perlu cemas Dwi.

Aku :Tuhan, adakah rencana-Mu yang lebih besar lagi dari banjir bandang ini?
Tuhan :Hmmm, Aku akan lihat, ada perubahan apa yang dilakukan manusia. Jika orang baik meningkat maka bisa saja rencana itu Aku tangguhkan. Namun jika sama saja, maka Aku akan buat rencana yang lebih besar lagi.

Aku :Apakah seperti banjir nabi Nuh?
Tuhan :Ah, Dwi, …itu wewenang Tuhan, kamu tinggal tunggu dan lihat saja.

Aku :Tuhan, Tuhan …Oh, Sosok yang Agung, berikanlah Belas Kasih-Mu kepada bangsa kami.
Tuhan :Belas Kasih-Ku ada untuk orang-orang yang memohonkannya.

Aku :Tuhan, terjadilah atas Kehendak-Mu, di bumi seperti didalam Surga.
Tuhan :Ya, itulah yang Aku inginkan.

Aku :Baiklah Tuhan, sampai nanti
Tuhan :Ok, sampai nanti juga.

Masih ada waktu untuk kembali ke jalan TUHAN… mulailah menyebarkan kasih yang dari TUHAN kepada sesama manusia, alam, dan mahluk hidup lainnya… buatlah itu menjadi PR yang harus kita laksanakan di tahun 2012…
TUHAN YESUS memberkati…

Bro Ib, apakah ini benar2 tanya jawab antara Dwi dengan Tuhan?

hmmmm… apakah bro sudah membaca dari 1 - 3…??? lalu apakah jawaban dari hati bro…???
Yang saya tahu roh di dalamku mengakuinya… dan atas bimbingan TUHAN juga saya akhirnya bisa berkirim email dengan BU DWI tersebut… saya sendiri sudah meminta ijin untuk menampilkan dalam thread di forum ini… rencana saya sih tiap minggu saya akan memposkan topik baru… bagiku setiap orang yang mengenal TUHAN pasti akan mengakuinya… bagaimana dengan anda…???

Saya pribadi tidak terlalu peka dalam mendengar suara Tuhan, jadi saya belum berani memberikan komentar sebelum saya baca dengan lebih teliti.

Namun saya percaya bahwa nubuat itu masih ada sampai sekarang.

Rencana bro untuk mempostingkan setiap minggu tidak ada salahnya, selama bro percaya itu adalah dorongan dari Roh Kudus.

Terima kasih bro jackson… kiranya semakin banyak topik yang tersampaikan akan semakin membuat bro mengerti akan TUHAN… Sebab TUHAN itu baik, maka segala yang baik adalah berasal dariNYA…

TUHAN YESUS memberkati…

yap bro ibmagi

saya setuju , karena hati saya peka selagi membaca nya

ROH KUDUS menerimanya dalam hati

THX , ATAS SHARENYA

TUHAN , memberkati :angel:

Ikut pantau ah

Ayo siapa yang peka lagi silahkan dikonfirmasi :slight_smile:

Saya ga peka nih

Ikuti saja dulu…
Manusia memang bisa berkomunikasi 2 arah langsung dengan Tuhan Yesus, apabila DIA sendiri berkenan…

Selamat Hari Natal…

Terimakasih buat teman2 yang sudah mampir dan memberikan pendapatnya… mungkin ada sesuatu yang bisa saya sampaikan… sebenarnya dalam berbagai forum yang saya lihat… saya paling jarang mengirimkan komentar2… apalagi posting topik… namun mulai desember ini ada suatu dorongan yang mengharuskan saya untuk melakukannya di forum ini… saya menilai bila segala sesuatu yang saya lakukan ini menghasilkan buah yang baik tentunya dorongan itu berasal dari TUHAN… dan saya merasakan bahwa tugas saya hanya untuk membantu mengabarkan saja dan tidak untuk memaksakan… bairlah kabar ini dibaca oleh teman2 sekalian dan sisanya biarlah teman2 sendiri yang menentukan… dan yang terpenting bagi yang mempercayainya segeralah melakukan kehendak TUHAN yaitu menyebarkan kasih TUHAN dengan mengasihi sesama tanpa membeda2kan (seruan ini sudah ditulis di seri ke -1 tentang Natal)… itulah yang TUHAN inginkan…

TUHAN YESUS memberkati

mungkin sebaiknya dijelaskan dulu identitas bu DWI ini

siapa nama lengkapnya?? track record nya gmn? pelayanan dimana??

kita perlu tahu sbg dasar mengetahui apakah kesaksian ini layak dipercaya atau tdk

pertanyaan yang bagus dan kritis bro all4Him… ini sudah disiapkan pula oleh TUHAN… namun tentang hal secara lengkap kisah dari semasa kecilnya belum waktunya untuk disebarkan… namun untuk mengetahui pengalaman bagaimana bisa sampai TUHAN berkenan dan memakai dia bisa saya kirimkan melalui email… bolehkah saya mengetahui email anda…???

Percakapan antara Tuhan dengan bu Dwi ini berlangsung Maret 2009, berarti sampai sekarang sudah lebih dari 2 tahun. Masih berlakukah nubuat itu?
Kalau kita lihat, kota2 besar di pulau Jawa ini letaknya semua di pinggir pantai: Jakarta,Semarang, Surabaya. Dan setiap kali hujan lebat, selalu yg mengalami banjir paling parah ya ketiga kota itu. Surabaya masih mendingan. Jakarta paling parah, karena saat ini letak Jakarta itu sebenarnya sudah dibawah permukaan laut. Mestinya Pemprov DKI punya bendungan raksasa seperti yg dimiliki Belanda. Ta[i duit buat membangun itu yg nggak ada.
Saya kok punya feeling nggak enak : Banjir besar itu bentuknya tsunami yg diawali dari Ring of Fire Pacific entah dimana gempa dahsyat itu akan terjadi, yg jelas efek tsunaminya akan menyapu habis kota2 besar di sepanjang pesisir pantai utara Jawa! Moga2 ini cuma perasaan saya saja.

Bro Lion… perasaan bro tidaklah salah… tidak hanya bro Lion… saya juga sama… saya berdoa tiap hari agar TUHAN melindungi umatNYA… Sekarang saya kasi gambaran… bbrp hari ini saya lihat berita… banjir di kabupaten bandung sudah beberapa hari ini tidak surut padahal hari kemarin tidak turun hujan malah banjirnya tambah tinggi… mengapa bisa demikian…??? koran hari ini kawasan pantura subang sudah terkena banjir… perkiraan bulan januari curah hujan bakal tinggi dan akan menggenangi dari daerah indramayu sampai brebes… belum daerah lain di jawa yang saya sudah lupa beritanya… belum daerah makasar… dan banjir lahar dingin di merapi dan gamalama… TUHAN tidak akan menetapkan tanggal untuk melaksanakan kehendakNYA… TUHAN selalu menunggu akan adanya secercah harapan perubahan dari umat manusia… namun apa yang terjadi di mesuji, jambi, dan bima… bila sudah tidak bisa ditampung lagi TUHAN akan melaksanakan per daerah bukan secara keseluruhan dan bila dijumlahkan akan mencapai 2/3 pulau jawa…

Sekarang sudah mulai lagi di bulan januari 2013… ketika kita melihat kebelakang selama tahun 2012… sudahkah kita memberikan yang terbaik dari hidup kita untuk TUHAN…??? panggilan TUHAN melalui topik ini… akan terus berlaku sampai manusia sadar… namun yang terpenting adalah dari diri sendiri dahulu… memang bagi saya sendiri belumlah banyak yang saya lakukan… namun yang pasti saya berusaha terus melakukan peningkatan pembelajaran untuk lebih dekat dengan TUHAN dengan cara melakukan kehendakNYA… janganlah pernah berhenti…lakukanlah dan tingkatkanlah… biarlah orang2 di sekitar kita turut merasakan KASIH yang dari TUHAN itu… dengan begitu maka benih2 KASIH akan tersemai di hati mereka…

Semoga Indonesia akan menjadi lebih baik lagi di tahun ini…
TUHAN YESUS memberkati…

aneh nih, hamba TUHAN yg satu ini NAMA bu DEWI tdk pernah disebutkan, nubuatan disebar tp diam2 juga orgnya, tdk diketahui asal usul pelayanannya…

bagaimana kelanjutan nya bro? saya mengikuti terus , kita harus siap siap terus nih, tetap melakukan kehendakNya

Yup dg kata lain tidak jelas dan diragukan semua message2nya dan bahasa2nya bukan seperti orang yang berdialog karna urapan Roh Kudus tapi seperti orang yang berhalusinasi :slight_smile:

Kalau saya lebih menduga bukan berhalusinasi tapi ini sandiwara dari golongan tertentu untuk mengajarkan bahwa Tuhan Yesus itu mengajarkan adanya inkarnasi seperti agama Hindu dan budha, Tuhan menerima semua orang walaupun beragama apapun untuk masuk surga. Dll.

barangkali antikris dibalik ini semua, karena untuk membentuk New World Order. Satu pemerintahan dunia yang dibagi jadi sepuluh negara/region dibawah pimpinan antikrist, perlu system keuangan tunggal, system politik tunggal dan system agama tunggal.

Selain itu sulit untuk menyatukan seluruh dunia.

Dulu teman saya karena sudah tua dan pikun lalu sering berhalusinasi katanya dia didatangi pembantunya yang di indonesia.

Sekali tempo dia merasa didatangi macan dll.

Jadi tidak punya suatu ajaran tertentu dan tidak aturan.

Sedang Bu Dwi ini punya sasaran tertentu dan bisa terlihat, Mirip ajaran yang diajarkan katolik setelah konsili vatican II tahun 1964.