Militan Pakistan Paksa Gadis 9 Tahun Pakai Rompi Bom

Dikala keriangan dan kegembiraan para anak-anak disekeliling kita yang bulan ini sedang memasuki masa liburan panjang sekolah, di negara lain yang sedang berkecamuk nasib para anak-anak tersebut sungguh jauh berbeda dari apa yang kita bayangkan. Di Pakistan seorang gadis 9 tahun diculik dan dipaksa memakai rompi bom bunuh diri.

Bercerita pada sebuah konferensi pers yang digelar polisi di Peshawar, Pakistan Senin (20/6) Sohana Jawed, nama gadis itu diculik saat akan berangkat ke sekolah di Peshawar. Oleh kelompok militan yang menculiknya, Sohana dipaksa mengenakan rompi berisi bom lalu menyuruhnya mendekati sebuah pos paramiliter.

Sohana yang duduk di kelas 3 sekolah dasar itu dibekap dua perempuan dalam perjalanan ke sekolah lalu dia dimasukkan ke dalam sebuah mobil pada Sabtu. Salah seorang penculiknya membekapnya dengan sebuah saputangan dan itu membuatnya pingsan. Usai terbangun dirinya dipaksa memakai rompi yang berisi sekitar 9 kilogram bahan peledak. “Pagi tadi, mereka memaksa saya memakai jaket yang berat lalu membawa saya ke mobil lagi,” ujar Sohana.

Para penculik itu akhirnya membawanya ke sebuah pos pemeriksaan yang diawasi paramiliter Frontier Corps sekitar 10 kilometer dari Timergarah, kota utama di Distrik Lower Dir. Beruntung, Sohana dapat meloloskan diri ketika para penculik keluar dari mobil, Sohana berlari ke arah para tentara itu seraya menunjukkan rompinya. “Saya mendapat kesempatan melepas tangan dari perempuan itu lalu lari,” kata Sohana.

Ketika tentara paramiliter menyadari yang terjadi, para penculik sudah kabur dan pihaknya menggelar operasi untuk mencari mereka. “Diperkirakan, bom itu akan diledakkan dari jarak jauh karena yang membawanya anak kecil,” ujar Salim Marwat, kepala polisi Lower Dir.

Adalah sebuah kriminalitas tingkat tinggi mempergunakan manusia terlebih anak dibawah umur sebagai pembom untuk kepentingan satu golongan. Berita ini mengajarkan kita untuk senantiasa bersyukur terhadap anak disekeliling kita dan lebih memperhatikan keamanan mereka ketimbang kita sendiri. Karena membiarkan mereka lepas dari perhatian kita sama saja membuka pintu untuk hal yang tidak kita inginkan.

Source : AP