Minta Saran & Pandangan bagi sahabat Kristus

Saya seorang gadis berumur 24 tahun saya berpacaran dengan seorang laki laki tahun 2010 & kami sudah berpacaran 6 tahun. Ditahun keenam ini tanpa sepengetahuan saya dia punya pacar yang agamanya berbeda. Artinya dia selingkuh selama 3 Bulan terakhir. Kondisi kami berbeda tempat karena saya bekerja Beda pulau dengan dia. Malam ketika saya mengetahui kabar itu saya sangat terpukul, saya mencoba membujuk dia agar kembali pada saya namun dia berkata tidak mau bertanggung jawab & memilih gadis itu. Selain karena cinta Ada faktor yg membuat saya tidak bisa melepaskan dia begitu saja. Dia yang merusak saya ditahun keempat kami pacaran, pada saat kejadian dia merenggut kesucian saya, saya menangis. Namun dia berjanji untuk tetap tenang karena akan setia pada saya. Kejadian itu membuat saya cukup depresi selama sebulan namun yesus masih menolong. saya hanya ingin kami datang bersama sama kepada Tuhan mengakui kesalahan kami Dan bertobat. Namun sampai saat ini dia tidak pernah merespon saya. Apakah saya salah jika masih berharap padanya, meskipun saya sakit namun sampai saat ini saya menutup kisah ini rapat rapat dari Org sekitar saya. Haruskah saya ceritakan kejadian ini pada keluarganya?

Pertama-tama, saya turut bersedih untuk hal-hal yang Anda alami saat ini. Saya sendiri cukup memahami situasi Anda karena beberapa teman dan kerabat juga mengalami hal yang sama. Ada yang akhirnya bersatu dalam pernikahan namun ada juga yang tidak.

SANGAT TERAMAT HARUS TETAPI…

Apa yang saya share ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi :

1. Mencari penolong yang tepat

Dalam Alkitab, ketika anak-anak Tuhan berada dalam masalah, mereka akan segera mencari dan meminta petunjuk dari para nabi, para hakim atau para rasul. Mulailah memilah-milah dan mencari-cari, siapa kira-kira orang yang tepat untuk dimintai tolong. Tentunya orang ini, Anda yakini, akan selalu berpihak kepada Anda. Jika ada, carilah orang yang memiliki pengaruh yang kuat. Dan jika mungkin, dikenal baik oleh keluarga Anda dan keluarga pacar Anda.

Jika memang sudah waktunya, orang inilah yang akan maju untuk membela Anda di hadapan keluarga pacar Anda. Saya juga menyarankan orang ini jugalah yang akan menyampaikan apa yang Anda alami kepada orang tua dan keluarga Anda. Ingat, jangan Anda sendiri yang cerita karena Anda saat ini sedang berada dalam kondisi emosi yang tidak stabil.

2. Mencari sekutu yang tepat

Anda bilang bahwa Anda sudah 6 tahun berpacaran dengannya. Asumsi saya adalah bahwa Anda sudah kenal baik dengan keluarga pacar Anda. Oleh karena itu, coba pilah-pilah dari keluarga pacar Anda, siapa kira-kira orang yang tepat untuk dijadikan sekutu Anda. Berdasarkan pengalaman pribadi, ketika teman wanita saya melaporkan yang dialaminy kepada keluarga pacarnya, malah jadi senjata makan tuan. Dia dimaki-maki, dibilang wanita murahan yang coba memanfaatkan situasi. Waktu itu memang emosinya sedang tidak stabil karena sedang hamil dan pacarnya tidak bisa dihubungi sama sekali. Saya sangat yakin Anda tidak mau ini terjadi pada Anda.

Jadi orang ini adalah orang yang dari semula memang tahu bahwa kalian memang berpacaran, mempercayai Anda dan tahu bahwa Anda berasal dari keluarga baik-baik yang tidak akan mengarang-ngarang cerita palsu.

3. Mengambil langkah hukum

Saya berdoa Anda tidak perlu melakukan ini tetapi Anda tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Silahkan Anda klik di SINI untuk mendapatkan penjelasan lebih detil. Langkah terakhir ini memang sangat panjang dan melelahkan. Jika Anda terpaksa harus melakukannya, persiapkan betul jiwa raga Anda karena ini akan menjadi perjuangan yang berat.

Last but not least…

Kuatkan hati Anda untuk menerima segala konsekuensi yang mungkin akan Anda terima terutama dari orang tua dan keluarga Anda. JANGAN SEKALI-KALI MELAWAN ATAU MEMBANTAH PERKATAAN MEREKA karena saat ini Anda memang berada dalam POSISI YANG SALAH. Tahan amarah Anda dan kendalikan emosi Anda. Ingatlah Daud dalam pengungsiannya, ingatlah Ayub dalam penderitaannya dan Ingatlah Yesus dalam penyaliban-Nya.

Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi Anda dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman Anda, supaya oleh kekuatan Roh Kudus Anda berlimpah-limpah dalam pengharapan.

Terima kasih atas sarannya, semoga Tuhan Yesus selalu menguatkan saya. Yang mau saya tanyakan lagi apakah baik adanya Jika saya lebih baik menutup rapat rapat kisah ini sampai akhir kehidupan saya? Apakah salah jika saya masih mengharapkan dia?

salah mungkin gak…kl mnrtku sih wajar mengharapkan seseorang yg kt syg untuk jadi yg trkhr…
hy apa sudah yakin dan siap dengan semua resikonya??
soalnya ada kemungkinan kejadian berulang…
menurut saya sih yang penting perbaiki dl hubungan kk sama TUHAN br sisanya diatur…
bagaimanapun it slah bkn hy ybs tp kk jg ambil bagian…
jadi kl salah artinya hrs siap jg dapat hukuman… hkm sebab akibat.

[quote author=brigetta712 link=topic=59732.msg1183026#msg1183026 date=1471790438]
hy apa sudah yakin dan siap dengan semua resikonya??
soalnya ada kemungkinan kejadian berulang…

Kejadian apa mksdnya? Saat ini saya uda memperbaiki hubungan sama Tuhan, kejadian nya dua tahun lalu, itulah sebabnya saya memilih Beda pulau berkerja agar kejadian tersebut tidak berulang, saya hanya mau dia juga datang pada Tuhan mengakui semua perbuatan nya. Terakhir kali dia hanya bilang agak kejadian itu dipendam.saja. Di satu sisi itu jadi keuntungan baginya bagi kaum saya tidak. Karena secara fisik saya sudah tidak utuh. Jujur saya bingung antara mau menceritakan kejadian ini.pada keluarganya atau merelakan kejadian itu Dan memendam.sendiri.

Amin. Tuhan beserta Anda selalu, percayalah itu.

Sebenarnya saya sudah menduga-duga Anda akan bertanya hal ini. Karena ini juga yang ditanyakan teman-teman wanita saya ketika mengalami hal yang serupa dengan Anda.

Saya cuma mau bilang bahwa dari pertanyaan ini, saya bisa menarik kesimpulan bahwa Anda sangat mencintai pria (maaf) “bajingan” tersebut.

Kembali ke pertanyaan Anda, IMHO, Anda maupun saya tidak bisa berkata bahwa itu baik atau tidak, untuk saat ini. Kenyataan bahwa pria (maaf) “bajingan” itu meninggalkan Anda setelah merenggut “harga diri” Anda adalah bukti bahwa sekarang di hatinya tidak ada Anda. Belum lagi bahwa saat ini dia sudah berpacaran lagi dan “parahnya” dengan wanita yang berbeda keyakinan pula. Saya rasa tidak perlu alasan lain untuk Anda segera melupakan dan meninggakannya. TAPI itu kata saya, entah dengan kata hati Anda.

Tidak salah. Itu bukti bahwa Anda masih mencintainya. Masa 6 tahun pacaran bukanlah waktu yang singkat untuk Anda bisa dengan otomatis membencinya.

*tidak salah jika masih berharap
*untuk apa cerita ke keluarganya? agar keluarganya memaksa dia bertanggung jawab? kalau si pria mau, tp saya rasa si pria tidak akan mau, tetapi anda boleh mencobanya ttp harus siap dg kemungkinan yg ada…bicara kepada mamanya saja kalau mau mencoba, krn mamanya akan lebih memahami anda krn sesama wanita…

jika akhirnya si pria tidak kembali ke anda,anda masih bisa mendapatkan pria lain yg bs membahagiakan anda kok, tetap semangat ya

Sis, saya turut bersedih atas kejadian yg Sis alami dan saya berdoa agar Tuhan memulihkan hati Sis seutuhnya serta membawa Sis pada pria bertanggungjawab yang mencintai Sis sepenuhnya.

Amin.

…dan saya sangat mragukan bhw laki-laki itu adalah si penyelingkuh ini.
Sis sudah melihat kualitas dirinya.
Please menyingkirlah dari laki-laki ini, bebaskanlah dirimu dari masalah di kemudian hari krn laki-laki ini tabiatnya tidak baik.

Seiring berjalannya waktu dan terus berharap pd Tuhan, maka Tuhan bisa membawa Sis ke masa depan yg penuh harapan.

Terimakasih untuk semua masukannya, semoga Tuhan memberi jalan terbaik buat saya. Dipikiran saya saat ini Jika saya memilih bungkam Dan tidak menceritakan hal ini pada keluarganya saya takut dia Akan melakukan hal yang sama pada wanita wanita lain. Saya memang mengasihinya, Dan saya pun tidak memaksakan agar kembali pada saya, saya sanggup berserah pada Yesus, agar saya dikuatkan Dan menatap hari ke depan lebih baik. Saya hanya ingin dia juga menjadi pribadi yang lebih baik. Bagaimana pun dia kami pernah saling mengasihi.

Amin.

Betul, Anda boleh dan dapat mengasihinya TETAPI Anda TIDAK BERTANGGUNGJAWAB untuk hal-hal jahat YANG MUNGKIN AKAN DIULANGINYA.

Anda bisa mengirim SMS untuk menasihatinya setiap hari atau membawanya dalam doa syafaat TAPI untuk hal-hal di luar kuasa Anda, please, serahkan kepada-Nya.

Baiklah. Jika Anda memang mengasihinya sekaligus nothing to lose dengan apa yang akan terjadi, toh Anda sudah bilang tidak memaksakan agar dia kembali kepada Anda, bagaimana jika Anda melaporkan apa yang sudah dia lakukan terhadap Anda kepada orang tuanya?

Atau jika memang Anda sungguh-sunguh ingin dia menjadi pribadi yang lebih baik, sebagaimana saran saya sebelumnya, segera laporkan kepada pihak Kepolisian. Karena menurut situs yang saya berikan, apa yang sudah dilakukannya termasuk kategori PMH (Perbuatan Melawan Hukum) dan bisa dipidanakan.

Toh, suara Anda sudah tidak dipedulikannya lagi. Kenapa tidak mencoba “suara-suara” lain?

Kalau masih berpacaran saja sudah selingkuh sebaiknya diputuskan saja hubungannya sebelum terlambat.