minyak urapan

minta tolong penjelasannya ya broth’n sis…!!!
mengapa di aliran karismatik begitu digemari minyak urapan sementara di alirang lutheran hampir jarang ditemui? sebenarnya apa seh makna urapan itu dan apa esensinya? please ya?

Sepertinya yg suka begituan cuma gereja tiberias aja deh, yg lainnya enggak.

Biar ada gregetnya!

Mengapa doa harus menutup mata? Biar bisa konsentrasi.
Mengapa pendeta harus pakai jas atau jubah? Biar terlihat beda dengan jemaatnya.
Mengapa mendoakan orang pakai tangan diangkat? Biar terlihat mendoakan orang bukan doa sendiri.
Mengapa ada mimbar, mengapa pakai dupa, mengapa perjamuan suci harus mengangat tinggi tangan, mengapa ada air suci, mengapa ada gambar salib, patung orang kudus, doa bahasa roh pakai diiringi drum dll. Semua soal greget aja sis… Alat bantu kita untuk bisa lebih bagaimana gitu deh sama Tuhan.

Iman setiap orang tidak sama, demikian juga pengertian tiap orang tidak sama. Beberapa merasa punya iman sebenarnya imannya lemah, beberapa merasa mengerti segalanya sebenarnya ia tidak mengerti apa-apa. Karena itu dibutuhkan sesuatu sebagai alat bantu. Minyak urapan itu salah satunya di kharismatik dan air suci di Katolik.

Kalo pengen lebih detil bisa diliat di sini atau di sini.

Itu menurut ajarannya Yesaya Pariadji saja.
Di kharismatik lainnya tidak ada model gituan.

Esensinya supaya untung dan tidak buntung.

Sebenernya itu Alkitabiah banget,
hanya saja dlm penggunaannya sering melenceng dan berlebihan shg tdk sakral lagi sesuai dgn FT
Yakobus 5
:14 Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.

Gak semua kharismatik le…

Minyak urapan itu media saja, media yang alkitabiah, namun tak seharusnya diperjual belikan untuk keuntungan apapun

Saya pikir mengenai kata/istilah saja. Tapi memang harus diakui, kata/istilah yang salah akan menimbulkan kesalahan yang berlanjut. Bahkan bisa menimbulkan multi tafsir. Bagaimana kalau kita semua di sini kembali menggunakan istilah/kata pada tempatnya, yaitu membedakan antara minyak dengan minyak urapan.

Salam

Sakramen Krisma.

Salam

Alkitab juga diperjual belikan koq. Masa gak inget harganya?
Kalo kagak untung, darimana LAI menggaji semua karyawannya?
Udah pernah ke percetakannya yang di Bogor belum?
;D

Setahu saya yang gratis itu yang dari The Gideons aja. Yang dari Watchtower juga gratis.
:azn:

Gereja saya gak jual alkitab tuh

Kalau LAI ya jelas mereka harus dapat keuntungan, dan wajar mereka mendapat keuntungan

Firman Tuhan saja diperjualbelikan, kok minyak urapan tidak boleh, dasarnya apa?

Yang jual memang LAI dan LBI, emang ada Gereja yang jual Alkitab? Seinget saya toko lah yang jual Alkitab.

Salam

Minyak urapan itu Alkitabiah.
Jaman PL dulu para hamba Tuhan tmsk raja-raja diurapi dg minyak.
Di jaman PB pun dikenal pengurapan bagi orang sakit.

Namun memang ada denominasi Gereja tertentu yg mlihat media minyak urapan terlalu ekstrim seolah itu adalah jawaban bagi semua persoalan umat manusia di bawah kolong matahari (lebay mode=on).

IMHO

Firman Tuhan diperjualbelikan karena memang ada cost disana untuk mencetak dan mendistribusikan, , mau dapat Alkitab gratis? gampang bro tinggal download dan print sendiri, lalu jilid sendiri jadi sebuah buku, kan gratis tuh, costnya adalah tinta printer dan kertas dan mesin jilid :smiley: namun kalau mau gampang ya tinggal beli aja

Soal minyak urapan itu toh biasanya yang lazim dipakai adalah baby oil atau olive oil, kalau ternyata setelah didoakan lalu dijual dengan harga yang lebih mahal (mengambil keuntungan) maka menurut saya itu seperti “menjual” kuasa Tuhan

Menurut saya kalau mau memberikan minyak urapan, lebih baik gratis saja, toh apa yang didapat dari Tuhan itu juga kita gak bayar

Memang ada bro gereja yang menjual Alkitab
Saya pribadi sih tidak mempermasalahkannya

Mau tanya dong, bahan baku untuk ‘minyak urapan’ itu apa ya?
Apakah ada kriteria khusus ?

Ini tanya beneran…

Thanks untuk yang bersedia menjawab…

Kalau mau nurut jaman Musa bro

  1. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
  2. "Ambillah rempah-rempah pilihan, mur tetesan lima ratus syikal, dan kayu manis yang harum setengah dari itu, yakni dua ratus lima puluh syikal, dan tebu yang baik dua ratus lima puluh syikal,
  3. dan kayu teja lima ratus syikal, ditimbang menurut syikal kudus, dan minyak zaitun satu hin.
  4. Haruslah kaubuat semuanya itu menjadi minyak urapan yang kudus, suatu campuran rempah-rempah yang dicampur dengan cermat seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah; itulah yang harus menjadi minyak urapan yang kudus.

Tuh ingredient-nya bro, konon di Israel bisa dibeli, namun sy ga tau pasti ya

xi xi xi

Saking keseringan becanda

Apa sekarang masih pakai ingerdients seperti tertulis di PL itu, bro?

Ada yang memang sengaja beli dari Israel lalu digunakan

Ada yang pakai baby oil dan yang paling umum adalah olive oil (salah satu ingredientnya)

Ehhhmm, karena dulu pernah diskusi dengan seorang member (lupa di forum mana) yang sangat tergantung pada minyak urapan, dan katanya yang dipergunakan adalah minyak yang biasa dipakai untuk menggoreng.

Entah dia asal ngablak, atau alirannya yang ngawur, atau apa…

:mad0261:

Sepertinya karena ada permasalahan kata/istilah. Oleh karena itulah, saya sekarang lebih suka mengembalikan kata/istilah pada tempatnya. Minyak urapan dan minyak. Di jaman sekarang, yang kita oleskan adalah minyak, bukan minyak urapan dengan ketentuan khusus yang disebutkan HenHen tersebut.