@Moderator dan rekan2 FKers

Perjamuan terakhir yang dilakukan Yesus (Yoh 6) jelas BUKAN dan TIDAK SAMA dengan penyembahan umat katolik kepada sakramen Ekaristi.

“Harafiah sebatas yang dikatakan oleh YESUS, yaitu dari institusi Ekaristi” adalah kata-kata Fantioz yg menyebabkan saya menyarankan agar diluruskan terlebih dulu beberapa hal mendasar.

Yang dikatakan Yesus dan Institusi Ekaristi/ Paus saja sudah merupakan dua hal yang berbeda. Tidak mungkin hal yang sangat berbeda ini kemudian menjadi SATU/ SAMA hanya karena kata yunani Ekaristo. Atau Kristus dan Vicar Kristus itu SAMA karena ada kata Kristus.

Fantioz mungkin masih ingat saran saya pada moderator forum ini, agar hal-hal yang sudah disetujui bersama itu agar di sticky biar tidak timbul pengertian berbeda di tengah-tengah diskusi seperti ini.

@Moderator dan rekan FKers sekalian, minta tolong tanggapan atas usul saya ini.

Terima kasih.

Syalom

Lho siapa yang bilang sama dengan penyembahan?. Yang saya katakan sama adalah istilah Ekaristi. Perjamuan paskah Yahudi adalah ucapan syukur atas penyelamatan dari Mesir. Demikian juga YESUS merayakan juga tapi maknanya diubah. Di dalam perjamuan itu yang terutama bagi kita adalah ucapan syukurnya atas penebusan YESUS. Oleh sebab itu gereja awal menamainya Ekaristi.

Kemudian karena di dalam institusi Ekaristi itu YESUS memberikan Tubuh dan Darahnya secara nyata, maka umat katolik menyembahNya, jadi begitulah alurnya. Para rasul mempercayai ini. Ayatnya sudah saya berikan (1Kor 11:27 - 29).

Institusinnya sama, produknya sama, pelakunya berbeda (YESUS dan Imam Gereja Katolik).

Yang saya maksud sama adalah ini :

Mat 26:26 Dan ketika mereka sedang makan, YESUS mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.”

Roti, diberkati, lalu YESUS mengatakan : inilah Tubuh-Ku.

Tentu imam Gereja katolik tidak bisa melakukan hal itu, karena bukan Yesus sendiri, jadi harus berdoa kepada Tuhan. Kita lihat pada liturgi paling kuno (Liturgi Markus penulis Injil).

Send down upon us also and upon this bread and upon these chalices Thy Holy Spirit, that by His all-powerful and divine influence [b]He may sanctify and consecrate them, and make this bread the body[/b]. [b]And this cup the blood of the new testament,[/b] of the very Lord, and God, and Saviour, and universal King CHRIST JESUS.

Turunkan ROH KUDUS-Mu kepada kami atas roti dan piala ini, bahwa dengan kuasa-Nya yang ilahi akan menguduskannya, dan membuat roti ini menjadi Tubuh, dan piala ini menjadi darah perjanjian baru, darah Tuhan dan Juruselamat, YESUS KRISTUS raja semesta.

Dan di liturgi Yakobus saudara Tuhan :

That coming, by His holy and good and glorious appearing, H[b]e may sanctify this bread, and make it the holy body of Thy CHRIST.[/b] [b]And this cup the precious blood of Thy CHRIST. [/b]

Inilah doa konsekrasi yang sudah ada sejak liturgi menurut para rasul sendiri. Sehingga di 1Kor 11:27 dikatakan berdosa terhadap Tubuh dan Darah. Tidak dikatakan (langsung) berdosa terhadap Tuhan.

Mungkin Anda mnginginkan format seperti debat di FFI / IFF, kemungkinan kurang resource di sini bro. Kalau mau ya mengajak teman untuk memoderasi misalnya terhadap satu thread yang disepakati gitu.

Shalom Aleikhem