Mohon didoakan oleh para Kudus ternyata sudah ada sejak jaman Musa!

Mohon didoakan oleh leluhur dalam Taurat Lisan agama Yahudi

Raba said: It teaches that Caleb held aloof from the plan of the spies and went and prostrated himself upon the graves of the patriarchs, saying to them, ‘My fathers, pray on my behalf that I may be delivered from the plan of the spies’. (As for Joshua, Moses had already prayed on his behalf; as it is said: And Moses called Hoshea the son of Nun Joshua,17 [meaning], May Jah save thee [yoshi’aka] from the plan of the spies.) That is the intention of what is written: But My servant Caleb, because he had another spirit with him.18

Kitab Talmud Soṭah 34b

The Talmud (/ˈtɑːlmʊd, -məd, ˈtæl-/; Hebrew: תַּלְמוּד talmūd “instruction, learning”, from a root lmd “teach, study”) is a central text of Rabbinic Judaism.

Talmud dikenal sebagai Oral Torah, atau Taurat secara lisan, umurnya lebih tua dari Taurat dalam bentuk tulisan, walaupun demikian, pada tahun 1342 SM (1342 tahun sebelum kelahiran Yesus Kristus) Talmud telah ada dalam bentuk tulisan.

Ini mirip dengan Tradisi Suci dalam Gereja Katolik, dan juga ternyata doa perantara para Kudus sudah ada sejak jaman Musa.

Salam

apa itu doa ? doa adalah pembicaraan pribadi dengan TUHAN . doa tidak perlu perantara supaya sampai kepada TUHAN karena TUHAN MAHA TAHU . TUHAN tahu semua doa manusia . TUHAN tahu apa yang dikatakan semua manusia . TUHAN tahu apa yang dipikirkan semua manusia . TUHAN tahu apa yang dilakukan semua manusia . TUHAN tahu apa yang sudah terjadi . TUHAN tahu apa yang sedang terjadi . TUHAN tahu apa yang akan terjadi .

ada yg mengimani Talmud ???

ada yg mengimani doa kepada ARWAH ORANG MATI yang telah dikuburkan ?

dikirannya Tuhan itu tidak mampu mendengar doa manusia, kaliiiiiiii

Kepercayaan purba diseluruh dunia, bukan hanya berharap kepada orang mati, bahkan kepada pohon yang ganjil, batu yang aneh dan binatang mereka memanjatkan permohonan agar didoakan dan memohon perlindungan.

Bukan saja dalam tradisi Yahudi, dalam tradisi Jawa, China, India dan belahan dunia lainnya juga ada keyakinan seperti ini, yaitu berharap orang mati bisa menolong.

Semua tradisi itu berbaur dengan keyakinan masyarakatnya, terkadang diwarnai oleh keyakinan baru dan terkadang dibaharui oleh pengalaman spiritual baru. Seperti tradisi Hindu di Bali, lebih banyak diwarnai tradisi china (konghucu dan tao) sehingga banyak berbeda dengan tradisi Hindu di India. Demikian juga Islam di Jawa, lebih banyak dipengaruhi Hindu Majapahit, dengan beberapa tradisi Islam yang kehinduan. Yahudi juga tidak luput dari pengaruh penyembahan dewa-dewa negari sekitarnya. Alkitab mencatat berkali-kali orang Israel mengadopsi tradisi dan kepercayaan bangsa-bangsa disekitarnya, karena itu gereja Kristus tidak menerima Telmud sebagai kitab suci.

Jika anda Katolik, maka anda juga tidak beribadah mengikuti Telmud Yahudi, tetapi memakai nilai-nilai yang diajarkan oleh gereja Katolik seperti yang diimani umat katolik yang lainnya.

Perlu dipahami bahwa mohon didoakan =/= menyembah.

Perlu diketahui bahwa PL sebagain berasal dari Talmud.

Salam

Perlu anda sadari bahwa Telmud itu berbeda dengan Tanakh.

Alkitab Perjanjian Lama kita berasal dari Tanakh, bukan Telmud.

Telmud terdiri dari dua bagian, Mishnah dan Gemara. Mishnah adalah kumpulan hukum lisan agama Yahudi yang Yesus katakan sebagai peraturan manusia yang lebih mereka taati dari pada perintah TUHAN. Gemara adalah penjelasan, uraian dan diskusi mengenai baik Mishnah maupun Tanakh.

Tanakh terdiri dari tiga bagian, yaitu Taurat, Nevi’im dan Ketuvim. Sama seperti Alkitab Perjanjian Lama kita, termasuk juga pembagiannya. Taurat, sejarah dan nasihat-nasihat.

Referensi:

???

Alkitab Perjanjian Lama kita berasal dari Tanakh, bukan Telmud.
Bukan Tanakh, tetapi Septuaginta, banyak ayat didalam PB tidak sesuai dengan PL Tanakh, tetapi sesuai dengan PL Septuaginta

Salam

Lima Kitab pertama didalam PL disebut Taurat (Taurat Musa).

In rabbinic literature the word “Torah” denotes both the five books, Torah Shebichtav (תורה שבכתב, “Torah that is written”), and an Oral Torah, Torah Shebe’al Peh (תורה שבעל פה, “Torah that is spoken”). The Oral Torah consists of interpretations and amplifications which according to rabbinic tradition have been handed down from generation to generation and now embodied in the Talmud and Midrash.

According to rabbinic tradition, all of the teachings found in the Torah, both written and oral, were given by God to Moses, some of them at Mount Sinai and others at the Tabernacle, and all the teachings were written down by Moses, which resulted in the Torah we have today.

The Talmud (Gittin 60a), brings two opinions as to when the Torah was written by Moses. One opinion holds that it was written by Moses gradually over many years as it was dictated to him, and finished close to his death, and the other opinion holds that Moses wrote the complete Torah in one writing close to his death, based on what was dictated to him over the years.

The Talmud (Minachot 30a) says that the last eight verses of the Torah that discuss the death and burial of Moses could not have been written by Moses, as writing it would have been a lie, and that they were written after his death by Joshua.

Rabbinic tradition holds that Moses learned the whole Torah while he lived on Mount Sinai for 40 days and nights and both the oral and the written Torah were transmitted in parallel with each other. Where the Torah leaves words and concepts undefined, and mentions procedures without explanation or instructions, the reader is required to seek out the missing details from supplemental sources known as the oral law or oral Torah. Some of the Torah’s most prominent commandments needing further explanation are:

Tefillin: As indicated in Deuteronomy 6:8 among other places, tefillin are to be placed on the arm and on the head between the eyes. However, there are no details provided regarding what tefillin are or how they are to be constructed.

Kashrut: As indicated in Exodus 23:19 among other places, a kid may not be boiled in its mother’s milk. [A kid being a young goat.] In addition to numerous other problems with understanding the ambiguous nature of this law, there are no vowelization characters in the Torah; they are provided by the oral tradition. This is particularly relevant to this law, as the Hebrew word for milk (חלב) is identical to the word for animal fat when vowels are absent. Without the oral tradition, it is not known whether the violation is in mixing meat with milk or with fat.

Shabbat laws: With the severity of Sabbath violation, namely the death penalty, one would assume that direction would be provided as to how exactly such a serious and core commandment should be upheld. However, most information regarding the rules and traditions of Shabbat are dictated in the Talmud and other books deriving from Jewish oral law.

According to classical rabbinic texts this parallel set of material was originally transmitted to Moses at Sinai, and then from Moses to Israel. At that time it was forbidden to write and publish the oral law, as any writing would be incomplete and subject to misinterpretation and abuse.

However, after exile, dispersion and persecution, this tradition was lifted when it became apparent that in writing was the only way to ensure that the Oral Law could be preserved. After many years of effort by a great number of tannaim, the oral tradition was written down around 200 CE by Rabbi Judah haNasi, who took up the compilation of a nominally written version of the Oral Law, the Mishnah (Hebrew: משנה). Other oral traditions from the same time period not entered into the Mishnah were recorded as “Baraitot” (external teaching), and the Tosefta. Other traditions were written down as Midrashim.

Tradisi rabbinik menyatakan bahwa Taurat tertulis disampaikan bersama-sama dengan tradisi lisan. Di mana Taurat membiarkan kata-kata atau konsep tanpa definisi jelas, dan menyebutkan tatacara tanpa penjelasan atau instruksi, pembaca perlu mencari detail yang hilang dari sumber-sumber suplemental yang dikenal sebagai “hukum lisan” atau “Taurat lisan”.

Sumber Alkitab itu sebagian berasal dari Talmud, “Taurat Lisan”.

Banyak ayat dalam PB mengenai PL tetapi tidak ada ayatnya didalam PL, itu diambil dari Taurat Lisan.

Salam

Anda orang yang aneh???

Septuaginta adalah terjemahan Tanakh (bahasa Ibrani huruf kuno) kedalam bahasa Yunani (Koine). Silahkan di buka ensikolopedia umum http://id.wikipedia.org/wiki/Septuaginta

Tanakh itu bukan Telmud, beda barang. Jadi Septuaginta tidak ada kaitannya dengan Telmud dan tidak diterjemahkan berdasarkan Telmud Yahudi ataupun teks Mosareti.

Saat ini didunia kita menerima dan mengakui ada 3 sumber penterjemahan Perjanjian Lama.

  1. Septuaginta (Yunani) —> diterjemahkan dari Tanakh Ibrani-Aram, dipakai Ortodoks
  2. Teks Mosareti (Ibrani) —> disalin ulang dari Tanakh Ibrani-Aram, dipakai Yahudi
  3. Vulgata (Latin) —> diterjemahkan dari Septuaginta dan Teks Mosareti, dipakai Katolik Roma

Pada saat Yesus hidup, kitab suci yang dipakai menggunakan bahasa Yunani, artinya mereka pakai Septuaginta. Karena Septuaginta berbahasa Yunani kuno, maka perlu diterjemahkan ke bahasa Latin, munculah Vetus Latina, dan karena bahasanya kurang baik, maka disempurnakan menjadi Vulgata yang memakai sumber teks Mosareti yang dibandingkan dengan Septuaginta. Alkitab terjemahan Inggris rata-rata memakai teks Mosareti dibandingkan dengan Septuaginta untuk menterjemahkan Perjanjian Lama, demikian juga dengan bahasa-bahasa lainnya. Selain itu masih ada sumber-sumber lainnya yang dipakai selain ketiga sumber tesebut.

Naskah orisinil dari Perjanjian Lama sudah tidak ada lagi, dunia memakai 3 salinan yang dipercaya berasal dari kitab Ibrani yang orisinil. Dari ketiganya hampir dikatakan identik dan berbeda hanya pada hal-hal yang bersifat penggunaan bahasa dalam menterjemahkan. Septuaginta yang banyak dipakai Yesus dan murid-muridNya yang ditulis dalam Alkitab Perjanjian Baru, tidak berbeda dengan teks Mosareti yang dipakai Tanakh Yahudi saat ini ataupun Perjanjian Lama yang kita miliki. Beberapa perbedaan ada dalam kitab Yeremia yang bukan hal yang mendasar. Keakuratan penterjemahan ketiga sumber ini diperkuat dengan codex-codex yang ditemukan.

Telmud dan Tanakh itu adalah dua hal yang berbeda, jika kita bicara Kitab Perjanjian Lama, maka kita bandingkan dengan Tanakh, tetapi jika kita bicara soal Hadist dan Alquran, kita bisa bandingkan dengan Telmud dan Tanakh. Kekristenan tidak memiliki kitab sekelas Hadist atau Telmud.

Ada Tanak (yang didalamnya memuat Taurat) dan ada Telmud.
Ada Taurat tertulis (dalam Tenakh) dan ada penjelasannya (dalam Telmud)

Telmud bukan dimaksudkan untuk mengantikan Tanakh, sebab hanya berfungsi untuk menjadi judlak alis tradisi leluhur atau perintah nenek moyang.

Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia." Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. (Markus 7:7-9)

Ini adalah sindirian Yesus terhadap Telmud, dengan mengabaikan Taurat mereka memengan Telmud seakan kitab suci itu sendiri yang diberikan YHWH kepada mereka.

Septuaginta, Vulgata dan teks Mosareti bukanlah Telmud, tetapi Tanakh, inilah yang mendasari terjemahaan Alkitab Perjanjian Lama.

Hahahaha… ;D

Saya kasi tanda tanya karena kamu aneh, jelas-jelas talmud itu bukan tanakh, tetapi sebagian tanakh plus PB ambil dari Talmud.

Alkitab dikanonkan bukan berdasarkan Tanakh, tetapi Septuaginta.

Pelajari dulu aja gih, ketimbang kamu mulai aneh sendiri…

Salam

Pelajari link yang saya berikan, nanti kalau sudah paham, nanti saya berikan ayat2 PL yang tidak diketahui sumbernya, termasuk ayat-ayat PB yang mengacu kepada jaman sebelum Yesus (jaman PL) tetapi tidak ada ayatnya di PL.

Nah, itu diambil dari Oral Torah, alias Talmud.

Kamu belajar dulu gih…

Salam

Coba kita bicara lebih detil… Silahkan di share ayat yang dimaksud dan referensi Telmud yang menyebutkan hal serupa sebagai sumbernya.

Diskusi seperti ini lebih sehat dari pada bicara tidak jelas mengatakan sumber Alkitab dari Telmud padahal tidak paham apa-apa tentang agama Yahudi dan tradisinya.

< Reply > Terhadap quote @ malaikat suci, :slight_smile:
Tolong kalau anda menuliskan atau mengambil bagian dari web lain / Link lain atau informasi lain dalam bahasa Inggris atau misalkan juga buat siapa saja menggunakan bahasa asing lain selain bahasa inggris, dan selain bahasa Indonesia. — Tolong diterjemahkan juga dibagian berikutnya, supaya semua pembaca tidak perlu repot menterjemahkan sendiri. — Mengimngat tidak semua pembaca ahli berbahasa Ingris dengan teramata amat fasih, atau bahasa-bahasa lain selain bahasa Indoensia.

Demi kepentingan semua pembaca dan berarti: semua pembaca diLink Forum kristen ini.
Terima Kasih. :slight_smile:

Anda tidak paham bahwa tidak ada Tanakh yang asli, semua adalah terjemahan atau salinan.

Yahudi memakai Tanakh salinan teks Mosareti sebagai kitab suci yang dikanonkan.
Saptuaginta adalah salinan dari Tanakh, tetapi bukan salinan teks Mosareti (kitab Tanakh orang Yahudi jaman ini yang dikanonkan mereka). Sumber Septuaginta dipercaya sama tuanya seperti sumber teks Mosareti.

Lain-lainnya sebenarnya jelas jika anda menyimak penjelasan saya di posting sebelumnya tentang 3 sumber lengkap yang dipakai dalam menterjemahkan Alkitab Perjanjian Baru dalam berbagai bahasa.

Tentang Canon Alkitab silahkan pelajari http://en.wikipedia.org/wiki/Biblical_canon atau http://en.wikipedia.org/wiki/Christian_biblical_canons lebih spesifik ke Alkitab Kristen saja.

Contoh perbedaan antara Septuaginta, Vulgata dan teks Mosareti bisa dilihat disini http://en.wikipedia.org/wiki/Septuagint#Differences_with_the_Latin_Vulgate_and_the_Masoretic_text

Canon adalah istilah untuk set kitab, dan ada banyak canon yang ada. Vulgata juga Alkitab yang dicanonkan versi Katolik Roma, Septuaginta dipakai Ortodoks sampai hari ini dan Protestan memiliki canon sendiri, listnya ada dalam link yang disertakan. Tiap Alkitab dalam berbagai bahasa memiliki sumber dan metode dalam menterjemahkan dan mengacu pada set kitab (canon) masing-masing denominasi.

Kursi Musa.

Melkisedek tidak mempunyai orang tua.

Rujukan tentang Henokh dari Surat Yudas.

Mayat Musa diperebutkan.

Dll

Banyak, males list satu persatu, silahkan 3 dulu aja.

Salam

Dasar Telmudnya?

Sok tahu dengan menuduh yang lain tidak paham!

Yahudi memakai Tanakh [b]salinan teks Mosareti[/b] sebagai kitab suci yang dikanonkan.
Tidak ada kanon Yahudi, dari dulu tidak ada kanon Yahudi, pernah ada Meeting Jamnia, beberapa Rabbi menyatakan semua kitab berbahasa bukan Ibrani bukan kitab suci Yahudi, tanpa menyebutkan nama-nama kitab.
Saptuaginta adalah salinan dari Tanakh, tetapi bukan salinan teks Mosareti (kitab Tanakh orang Yahudi jaman ini yang dikanonkan mereka). Sumber Septuaginta dipercaya sama seperti sumber teks Mosareti.
Septuaginta ada dua, Vaticanus (Katolik Roma) dan Sinaiticus (Katolik Orthodox), jauh lebih lengkap dari Tanakh Yahudi, benar sumbernya sama dengan sumber Tanakh Yahudi
Lain-lainnya sebenarnya jelas jika anda menyimak penjelasan saya di posting sebelumnya tentang 3 sumber lengkap yang dipakai dalam menterjemahkan Alkitab Perjanjian Baru dalam berbagai bahasa.
Sudah tahu, tidak perlu anda jelaskan
Tentang Canon Alkitab silahkan pelajari http://en.wikipedia.org/wiki/Biblical_canon atau http://en.wikipedia.org/wiki/Christian_biblical_canons lebih spesifik ke Alkitab Kristen saja.
Sudah tahu
Contoh perbedaan antara Septuaginta, Vulgata dan teks Mosareti bisa dilihat disini http://en.wikipedia.org/wiki/Septuagint#Differences_with_the_Latin_Vulgate_and_the_Masoretic_text
Sudah tahu
Canon adalah istilah untuk set kitab, dan ada banyak canon yang ada. Vulgata juga Alkitab yang dicanonkan versi Katolik Roma, Septuaginta dipakai Ortodoks sampai hari ini dan Protestan memiliki canon sendiri, listnya ada dalam link yang disertakan. Tiap Alkitab dalam berbagai bahasa memiliki sumber dan metode dalam menterjemahkan dan mengacu pada set kitab (canon) masing-masing denominasi. Jadi tidak semua mengacu kepada Septuaginta, jika anda beli terbitan LAI TB 1974, itu bukan terjemahan Septuaginta.
Vulgata bukan kanon, tetapi terjemahan Septuaginta plus PB.

LAI pakai WH, itu salinan dari Septuaginta+PB.

Coba kamu pelajari dulu WH, TR dll ya…

Salam

Bagaimana dengan Kursi Musa? Kita bahas itu saja saat ini dari pada berujung pada debat kusir hanya memberi komentar semacam, “sudah tahu”, “belajar lagi”, “sok tahu” dan sejenisnya yang tidak menjawab maupun menjelaskan.