Mohon Saran Pernikahan (di umur 3 bln) Kritis

Pertama2 salam kenal untuk teman2 semuanya…
Saya mempunyai masalah yang sangat berat dalam kehidupan berumah tangga yang baru berjalan 3 bulan ini.

Kami berpacaran 2 th sampai akhirnya memutuskan menikah di bulan novmber 2010. kami berdua hidup di dalam lingkungan gereja yg baik (bahkan istri saya pelayanan sbg singer). hanya minusnya background keluarga istri saya “broken home”. ayahnya memiliki wil dan tidak pernah plg ke rumah lagi, efeknya ibu istri saya sakit2an dan akhirnya meninggal (kanker rahim). Pada saat kami menikahpun Beliau tidak hadir. faktor itu yg sdikit byk mempengaruhi karakternya.

Awalnya semua baik2 saja, br bbrpa bln ini konflik mulai terjadi. sejak istri saya menagih perubahan dlm diri saya yang seorang perokok. sbnrnya saya sdh mengurangi kebiasaan buruk saya. tp memang istri saya sangat keras. setelah menikah sifatnya jadi semakin spt batu.

Yg saya rasakan, semakin hari saya merasa semakin tertekan, sehingga pelarian saya selalu ke rokok. Sy sangat ingin di percaya, tp istri selalu curiga. sampe akhrnya sudah 2 x istri kasar, mungkin emosinya sdh memuncak sehingga membuat dia main tangan memukul saya.

Puncaknya kemarin, saat kami sedang diskusi masalah kerjaan. ada somting beda pendapat. pasangan saya spontan terucap kalimat “bego bgt km!!” kpd saya. membuat emosi sy memuncak dan membalas berkata dgn nada keras jg. sesampainya didepan mall, saat itu jg istri saya usir sy keluar mobil. sy panik karena smua mata org dijalan melihat kami, smakin panik saat istri mengancam akan membuat malu teriak di jalan. saya spontan mendorong istri sy keluar mobil. yg akhrnya d terjatuh. dan sy pergi meninggalkan dia.

Setelah kejadian itu, sudah 1mgg kami td bertemu. istri saya pulang kerumahnya dgn adiknya.
yang saya tanyakan apa yang harus saya lakukan? sepertinya pernikahan kami sudah tidak harmonis lg. sempat terucap saya meminta cerai. apa yang baiknya saya lakukan?

Terima kasih Jbu

Rumah tangga baru sering terjadi semacam itu. Dengan perginya istri selama seminggu ini saya rasa merupakan waktu untuk saling evaluasi.

Saya yakin kalau kita mau dengan serius berdoa, maka Tuhan akan mempimpin kita apa yang harus kita lakukan. Tuhan tahu waktu yang tepat bagi kita untuk menghubungi kembali Istri.

Minta maaf atas kekhilafan masing2 dan pertengkaran ini bisa dipakai Tuhan untuk sebaliknya jadi bahan perekat untuk kehidupan lebih harmonis dimasa datang.

Thanks dah memberi saran kepada saya. Saya akui saya sudah salah dengan mendorong hingga jatuh keluar kendaaan, lalu apa yang harus saya lakukan untuk merubah sikap istri saya?
Saya butuh saran kembali, terus terang saya tertekan dgn istri yg temperament n ngomel kasar (omelan perempuan menyakitkan di telinga). takut terpancing emosi. Saat ini saya tidak peduli apakah mau bercerai atau tidak, yg saya pikirkan adalah ortu saya…

Sebagai seorang yang mengalami berumah tangga, saya mempunyai gambaran bagaimana perasaan bro sekarang. Menurut pengalaman saya dalam mengalami hal2 seperti itu waktu sedang bertengkar dengan istri, memang hati menjadi tertekan. Dulu saya pernah mendengar ceramah tentang rumah tangga yang pembicaranya adalah seorang ahli ilmu jiwa dan juga seorang pengkotbah radio.

Dia mengatakan penyatuan dua pribadi tidak terlalu mudah. Semua orang punya kelemahan masing2.
Kelemahan2 itu sulit dirubah.

Dia beri contoh. Istrinya punya karakter tidak bisa bersih dan menaruh barang asal2an, sedang dia mengatur barang2 dengan rapi. Kelemahan orang lain mudah terlihat dan kelemahan kita sendiri agak susah terlihat oleh diri sendiri.

Pada mulanya sulit sekali untuk mengatasi hal ini dan terjadi pertengkaran2. Lama2 dia mengambil sikap untuk menerima keadaan dan belajar untuk lebih bisa mengalah.

Hal ini sulit sekali dan hanya mungkin kalau kita meminta bantuan sama Tuhan.
Saya rasa pengalaman ini juga terjadi pada saya. Saya bisa melihat kelemahan istri saya, namun saya sulit melihat kelemahan saya sendiri.
Pada saat saya mencoba sekuat tenaga untuk mengerti bahwa saya juga banyak kelemahan, maka akan lebih mudah bagi saya untuk mengampuni kesalahan orang lain.

Tuhan Yesus juga mengatakan kalau kita tidak bisa mengampuni kesalahan orang lain, Tuhan tidak akan mengampuni kita juga.

Orang lainnya kadang2 orng yang dekat dengan kita yaitu istri sendiri.

Jadi sebenarnya posisi kita sama bro, sama2 belum mampu mengampuni dan sama2 ingin bisa mengampuni. Dan sama2 berdoa supaya Tuhan memberi kekuatan.

Cerai bukanlah kehendak Tuhan, karena alkitab mengatakan bahwa Tuhan membenci perceraian.

Katakan kita cerai lalu cari lagi, apa ada garansi istri baru akan membuat kita bahagia? Rasanya malah lebih membuat situasi jadi parah karena kita sudah melanggar kehendak Tuhan.

Mengambil langkah yang sesuai dengan kehendak Tuhan kelihatan sakit untuk sementara tapi akan berakhir dengan kebahagiaan.

Jalan lurus itu sempit tapi Indah, banyak liku2, naik turun berbatu2, dan tetesan air mata, tapi akan diakhiri dengan suka cita.

Barangsiapa menabur dengan tetesan air mata akan menuai dengan suka cita.

Bertekad minta kekuatan Tuhan untuk bertahan dengan iman tetap pada jalanNya.

karakter istri anda sangat keras dikarenakan masa lalunya yg membuat demikian.
sebenarnya istri anda tidak ingin anda menjadi seperti papanya, dan rasa traumatis itu membuat dia sangat keras terhadap pasangan hidupnya dan rumah tangganya.
istri anda perlu dilepaskan dari ketakutan akan masa lalunya. istri anda sangat takut kalau kejadian yg dialami ibunya akan menimpa kehidupan pernikahannya. sehingga ia menjadi sosok batu bagi rumah tangganya yg tanpa ia sadari sebenarnya ia malah menghancurkan hati pasangannya.

dan ketika kalian sudah memutuskan untuk menikah artinya kalian masing2 harusnya sudah siap untuk menerima pasangan masing2. bersyukurlah bahwa Tuhan telah membukakan hal ini secepatnya, bagaimana jika baru kelihatan setelah beberapa tahun.

memang berhenti merokok dalam waktu singkat tidaklah mudah, tetapi berusahalan karena berhenti merokok itu baik buat anda dan baik untuk rumah tangga, karena istri anda tidak menyukai hal itu.
saya juga sarankan anda menjemput istri anda dan meminta maaf.

di kitab amsal mengatakan jawaban ygy lemah lembut meredakan kegeraman dan amarah.

dan saya sarankan agar kalian konseling ke gembala ditempat istri anda melayani.

sebagai orang yang berkeluarga saya juga bisa merasakan keadaan bro
dalam pernikahan sering kita egois bro, dimana kita menginginkan perubahan pasangan kita dengan instan dan kita stagnasi dalam keadaan kita

perkara berubah memang harus lahir dari hati kita masing2, dan nasehat memang diperlukan untuk itu
sebenarnya perubahan dalam diri kita sendiri bisa memicu perubahan pasangan kita, artinya sama2 berubah dan semakin mengasihi

dan hal2 spt yang bro lakukan adalah sesuatu yang sring terjadi dalam pasutri, hanya saran saya jangan sampai lalu tangan terhadap istri bro

kerendahan hati diperlukan untuk langkah awal rekonsiliasi pernikahan bro
dan sebagai laki2 bro sebaiknya yang memulai untuk memenyelamatkan pernikahan bro, karena bro telah memilihnya sebagai pasangan

sambil tetap berdoa, dan berharap kepada Tuhan
dan tetap memiliki komikt untuk pasangan kita…so jangan ada kamus perceraian bro

Tuhan Yesus memberkati… :slight_smile:

Wah bro, gw turut prihati dengan keadaan bro sekarang ini. Gw juga waktu awal pernikahan emang gak gampang menyatukan 2 perbedaan. Emang sih waktu pacaran semuanya kayanya fine-fine aja, tapi ketika sudah jadi satu, keliatan deh semua belang-belangnya…

Saran gw sih, emang dari bro sendiri yang harus berubah. Gw juga gitu, harus dari gw sendiri yang barubah. Kita gak bisa maksa istri kita berubah, sedangkan kita gak jadi contoh kalo kita berubah. Ibaratnya kita nahkodanya, kita yang ngendaliin jalannya perahu kehidupan keluarga kita. Kalo kita aja asal-asalan, ya jangan marah kalo keluarga jadi berantakan. Dan jangan takut untuk bilang “maaf” kalau memang kita salah. Disitulah istri kita akan lihat kita gentle mengakui kesalahan kita, dan berjuang untuk menjadi lebih baik.

Jangan lupa untuk doain dan bisa juga minta doain ke Pendeta atau bagian yang mengurusi Pelayanan Keluarga di Gereja bro.

Gw doain masalah bro cepet selesai dan cepet damai bro sampe kakek-nenek. Jangan ada kata cerai bro…

GBU

isteri begitu karena ada “trauma”/ ketakutan masa lalu
takut anda menyeleweng seperti ayahnya…

Kejadian itu semakin parah dengan adanya, “main tangan” ketika bertengkar.

saran:

  • berdoa supaya isteri “berubah” menjadi lebih baik.
  • minta maaf kepada isteri anda (sebelum semua menjadi lebih rumit)
  • kalau ada waktu ajak isteri anda refreshing/ kalau bisa ikut retret rumah tangga. :slight_smile:
  • minta saran2/ masukkan2 rohani dari Romo/Surter/ Pendeta, supaya setiap permasalahan cepat terselesaikan dan tidak berlarut2

salam

Terima kasih untuk jackson123, beruang_madu, murukh murhing & good.noe

saya akan memberanikan diri datang ke rumahnya… terimakasih bgt supportnya. tp jujur masih terngiang ngiang kata2 istri saya yg kasar kmrn. Untuk memukul istri itu jauh dari karakter saya, saya lebih baik diam. kmrn sy dlm keadaan terpojok apalagi itu di tpt umum (ugh…sangat parah kejadian kemarin. pusing!)

Efeknya skrg sy jadi males bekerja, ga bs konsen. bingung…
Saya kecewa dengan diri saya…saya bahkan malu datang ke gereja (apalagi ko2 sy salah satu gembala di gereja cabang di jawa) krn merasa tak pantas menjadi seorang kepala rumah tangga. malu skali!!

Jalan lurus itu sempit tapi Indah, banyak liku2, naik turun berbatu2, dan tetesan air mata, tapi akan diakhiri dengan suka cita.
Barangsiapa menabur dengan tetesan air mata akan menuai dengan suka cita.

thanks brader… kalimatnya indah bgt. Jbu

jangan pernah kecewa pd diri sendiri bro, itu akan membuat keadaan akan semakin runyam, dan spt yang bro katakan dengan sendirinya akan menjadi malas

dan jangan pernah berpikir jika pendeta tidak pernah mengalami hal yang sama
tetap aja mereka akan mengalami masa2 sulit dengan pasangannya, tidak peduli siapapun mereka

klo kita tengkar dan orang2 tahu, adalah sebuah kewajaran dari kehidupan pasutri
dan orang2 akan lumrah akan hal itu

tapi jika karena tengkar tsb kehidupan kita semakin berantakan karena kekerasan hati masing2, maka jelas saja orang2 akan sedikit mencemooh kita

dan tidak ada seorang laki2 yang tammat untuk menjadi kepala rumah tangga bro, selagi masih hidup, yang sdh kakek2 dan nenek2 aja masih bisa tengkar :slight_smile:

so, yang perlu niatkan dalam hati untuk tetap mempertahankah pernikahan dan mulai sedikit merendahkan hati

saya yakin istri kamu juga akan fair menilai kehidupanmu bro

Tuhan Yesus memberkati… :slight_smile:

@Tian
saya hanya melengkapi saran temen2 diatas…

@Tian
saya hanya melengkapi saran temen2 diatas…
=mintalah maaf…biasakan meminta maaf tidak peduli siapa yang memulai pertengkaran, tetapi sebaiknya saling meminta maaf.
dari posisi Anda, mungkin bro tian merasa di satu sisi memang sudah berusaha, tetapi tindakan di akhirnyalah yang membuat posisi Anda sulit dan tidak bisa dibenarkan, jadi mintalah maaf.

=Biasakan persoalan jika terjadi, selesaikanlah dalam satu hari itu, jangan menunggu berganti hari…selain ada ayatnya …memang baiknya begitu kan ? tidak menunda2 sehingga masalah TIDAK akan melebar kemana2 dan berlarut2 menjadi komplicated dengan masalah yang baru.

=Kembali kepada sumpah kalian di depan Tuhan, setiap kata yang terucap di depan Tuhan tidak bisa dianggap main-main.
Itulah komitment, sekali terucap ya selamanya…Jadi lupakan yang namanya exit door masing2…cerai ga masalah asal jangan ortu dsb…buanglah semuanya itu dan balik ke komitmen kalian, karena kalian bersumpah BUKAN didepan manusia.

=Ingatkan kembali setiap pertengkaran komitmen kalian berdua di depan Tuhan, selalu libatkan TUHAN dalam setiap masalah yang ada, jangan pernah andalkan kehebatan manusia atau jasa manusia dalam pernikahan/merit kalian.

=Ingatkan bahwa komitmen dalam pernikahan artinya kedua belah pihak TELAH setuju menanggung setiap kelemahan masing2. dan yang namanya kelemahan itu TIDAK BISA DIRUBAH oleh usaha manusia tapi hanya dengan keterlibatan TUHAN, dan itupun tidak bisa sekaligus.

=Ingat bahwa penikahan adalah komitmen untuk SALING MELAYANI, artinya kedua belah pihak adalah HAMBA bukan TUAN.

=Ingat bahwa PRIA -lah sebagai kepala bukan leher, artinya setiap keputusan dari kepala lah mempunyai andil yang besar dalam tanggung jawab.

=Diperlukan keterbukaan masing2 pihak, kalo istri Anda begitu keras dan tidak terbuka, Anda harus memulai inisiatif dulu.

=Tutup semua relationship dengan mantan2 yang ada akan membantu Anda membangun kepercayaan dengan istri.

=Bangun kepercayaan dengan istri dengan menunjukkan komitmen Anda yang keras dalam usaha mengurangi rokok, tunjukkan bahwa Anda itu bisa.

=Selalu sadari bahwa istri Anda itu rapuh, dan perlu dipulihkan…istri Anda adalah orang yang butuh di kasihani butuh yang namanya perlindungan, so pulihkan dengan kelembutan dan bangun kepercayaannya perlahan2,kalo istri Anda sangat temperamen…ya Andalah yang harus mengalah…jangan gampang terpancing dengan marahnya dia, salah satu harus mengalah…semua masalah besar BUATLAH menjadi kecil, semua masalah kecil tolong jangan diperbesar…butuh yang namanya pengertian satu sama lain.

=percayalah Tuhan BENCI dengan yang namanya perceraian, dan sangat suka dengan yang namanya kerukunan.Blessing yang kuat akan turun ke RT kalian jika ada namanya kerukunan.

=minta didoakan ke otoritas rohani di atas kalian berdua.

=putus semua kutuk perzinahan, kekerasan, sakit kanker, jika memungkinkan Anda sendiri sebagai kepala punya otoritas kalo belum yakin minta didoakan juga sama otoritas diatas kalian.

=Berdoa setiap hari supaya proses di istri dipercepat kesembuhannya, doakan dan tumpangi tangan kalo perlu setiap hari.

=Ingat bahwa pernikahan kalian baru 3 bulan, artinya masih dalam taraf kewajaran kalo belum stabil, masa ketidak stabilan yang kedua akan timbul lagi ketika proses punya anak, lebih baik ditunda dulu perencanaan mempunyai anak, kecuali Tuhan yang mau.

GBU

jemput dan minta maaf …

Sedikit melengkapi teman2.

Pada waktu bro nanti memberanikan diri dan minta maaf, berdoa dulu dengan sungguh2. Saya kuatir kalau Istri bro tidak menerima permintaan maaf bro dan malah bro jadi emosi.

Siap untuk tidak diterima dan minta kekuatan Tuhan untuk tidak emosi.

Kalau sampai emosi dan berakibat fatal akan menyesal seumur hidup.

Merawat bayi itu harus hati2 sekali, salah memberi makan atau salah mengendong, jatuh dan cacat akan menyesal selamanya.

Pernikahan yang baru itu bagaikan bayi. Harus dirawat dengan hati2 sekali. Tidak begitu mudah tapi jangan kuatir, karena kita punya Tuhan yang mendampingi kita.

Menurut pendapat saya kita tidak usah malu dengan teman2 gereja. Kalau perlu pindah gereja juga tidak masalah.Itu lebih baik daripada tidak ke gereja.

Dengan doa.

Sy punya pandangan berbeda dalam hal ini dng teman2 diatas. Bertengkar dalam rumah tangga adalah wajar. Tapi sy sgt tdk dpt mentolerir seorang wanita, entah itu pacar atau istri, yg ringan mulut
dan ringan tangan. Menurut sy, apa yg Anda lakukan thd istri adalah sgt wajar sbg luapan rasa kesal yg telah memuncak. Tuhan menciptakan seorang wanita sbg pendamping pria, bukan perongrong atau rival tinju atau bos Anda yg jadi tinggal serumah. Tidak sepatutnya seorang istri yg baik mempermalukan suaminya di depan umum, apalagi mengatakan suaminya b*** Maaf sebelumnya, sy merasa sptnya istri Anda mengidap trauma berat / luka batin parah yg menjurus psychotic. Pertanyaan sy, bila istri Anda msh berlaku spt itu apakah Anda akan bisa sabar dan mengalah ?

bro TQLA memang betul bro bilang begitu…
wanita harus menghormati pria dsb dsb…ayatnya pun ada kok di alkitab, Paulus yang ngomong.
tapi bro juga harus ingat lho bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk seorang pria, bukan tulang kaki.
artinya wanita sebagai pendamping adalah wanita fungsinya sebagai leher yang fungsinya mengingatkan, mengarahkan kepala, tapi pengambilan keputusan tetap saja ada di kepala. jadi wanita sebagai pendamping sangat layak untuk dekat dengan ‘hati’ sang pria, bukan dekat kaki untuk di injek.

satu lagi kalo kita menuntut teman hidup kita hormat dengan kita,sesuai fungsinya …apakah kita sudah menjalankan fungsi kita sebagai kemuliaan Allah ?
kalo kita sudah berfungsi dengan benar posisi kita di hadapan Tuhan, percayalah sang istri akan berfungsi dengan benar sendirinya posisinya terhadap kita.

ini ada ayatnya :

Mzm. 128:3 Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!

sebelum ayat 3 ini terjadi apa yang harus terjadi duluan ?

ini ayat 1 harus terjadi dulu terkait dengan posisi kita dalam RT :

128:1 Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!

jadi posisi kita harus dibenarkan dulu :

  1. takut akan Tuhan
  2. hidup menurut jalanNya

coba di intros apakah kita sudah melakukan itu dalam posisi kita PRIA sebagai kepala rumah tangga ?
=seberapa hormat kita kepada Tuhan kita pencipta kita dan Tuan kita ?
=apakah nahkoda RT kita di kemudikan manusia, kita sendiri atau Tuhan yang menjadi nahkoda ??

GBU

Tidak ada orang yang sempurna. Sebagai suami saya juga mengalami dan melihat ketidak sempurnaan saya. Waktu terjadi perselisihan dengan istri sering saya bersikap setengah2 karena disatu pihak saya ingin pendapat sayalah yang dijalankan, dilain pihak saya ingat saya tidak sempurna dan banyak kesalahan jadi ada kemungkinan saya lah yang salah.

Dalam hal2 tertentu yang kita tahu dan yakin kita benar dan alkitabiah, tapi istri protes maka sebaiknya kita minta tolong sama Tuhan, Dia pasti menyelesaikan demi KemuliaanNya.

Beberapa kali hal ini saya alami sendiri. Tangan Tuhan akhirnya yang menolong kita. KekuasaanNya tidak bisa disangkal.

Maaf saya ikutan ngasih saran, saya masih lajang jadi belum begitu mengetahui sepenuhnya kehidupan berumah tangga…

cuma sebagai suami anda memiliki otoritas yang sangat besar sebagai imam, dari sini kita tahu untuk bisa menghentikan kekacauan harus dimulai dari anda dulu. mungkin anda harus introspeksi diri selama ini apa masalah sebenarnya yang terjadi, kalau saya benar mungkin ini cuma masalah kecil (trauma atau apalah itu), ada masalah yang lebih besar lagi yang mungkin anda tidak sadar tetapi istri anda masih mengingatnya…perlu diketahui kalau kita sebagai pria selalu berpikir menggunakan pikiran alias otak, sedangkan wanita menggunakan perasaannya untuk berpikir.

cobalah untuk mengambil waktu sejenak daripada merusak tubuh dengan rokok lebih baik introspeksi diri, minta ROH KUDUS mengingatkan kita kembali akan hal yang luput dari ingatan kita karena ROH KUDUS diberikan sebagai penolong.

Satu hal lagi yang anda perlu tahu, sehebat-hebatnya kita tidak akan bisa mengubahkan hati seseorang, hanya Tuhan yang bisa, karena saya sudah pernah merasakannya. sesama daging kita bisa berbohong tapi Roh tidak akan pernah berbohong…

Maaf kalau saya salah berpendapat…

@jakson123
betul bro…saya juga mengalami sendiri …jadi saya yakin firman Tuhan itu sangat BERLAKU dalam hidup kita

GBU

Sabar ya Bro,dalam situsi ini Bro perlu support bukan penghakiman,karena istri sudah jadi hakim di rumah ya…?Dalam rumah tangga jauhi situasi seperti ini:Polisi vs maling,hakim vs terdakwa,bos vs pelayan.Cepat2 cari konselor yg kalian sepakati jangan cari pmbenaran dengan orang yg tidak tahu masalah sebenarnya.Bro perlu berusaha ngerti keinginan istri dan isteri perlu tahu efek nikotin pada otak,jadi ga semudah yg dia pikir berhenti merokok.Apapun masalahnya kalau masing ada kemauan untuk berusaha pasti ada jalan keluarnya.Kalau cuma salah satu doang yaaahh bisa sih cuma perlu extra sabar.Repotnya kalau sudah jadi lingkaran setan,karena kalau Bro tertekan bisa mengganggu aktivitas seksual Bro dan timbul masalah baru lagi.Cepat Bro selesaikan jangan berlarut-larut,jangan gengsi karena istri sudah jadi bagian hidup Bro.