mohon saran

Dear all, Mohon saran dari semua nya… Saya pria umur 25 mempunyai tunangan yang juga dri keluarga kristen… Keluarga tunangan saya biarpun kristen masi percaya dengan adat istiadat cina. Nah masalahnya katanya taun dpn itu menurut dari mereka tahun kuda dimana kata mereka tjiong dengan shio saya Saya pribadi tidak pnh pcy dengan hal begituan…karena bagi saya Tuhan Yesus lah yang menjamin hdp saya. Masalahnya pihak orang tua tunangan saya atau calon mertua,telah mendaftarkan saya untuk ikut ritual tolak bala di klenteng… Saya ingin saran dari semua dimana saya agar dapat dgn halus menolak… Karena kemarin saya sudah menolak malah bertengkar dengan tunangan saya malah mengira saya tidajj menghormati… Please all Terima kasih

Dari pihak tunangan anda sendiri bagaimana?

Kalau pengalaman saya, tunangan saya mendukung saya.
(Kasusnya agak berbeda dan lebih ringan.)
Maka saya dan dia sama2 mendoakan hal ini dan Tuhan membawa saya lewat dengan baik.
Yang penting pertama kesehatian anda dan pasangan anda.

Salam bro Er

-Menolak dgn kasih kelemah lembutan demi kebenaran tapi dgn resiko tindakan,perbuatan kita akan di ukur menurut kebenaran itu.

-Ikut saja dengan doa dulu kepada Tuhan Yesus spy di lindungi dari si jahat,krn ikut tradisi bukan berarti penganut tradisi itu keseluruhan.
Di dlm kuil berdoalah selalu , jgn kasih kesempatan kepada dewa maupun setan buat masuk.

-Coba berunding dengan kel mamah or papah ttg hal ini.

Sy sih yakin kl berdoa meminta kepada Tuhan Yesus Kristus,pasti itu ritual tolak bala tidak akan jadi karena berbagai alasan,tp kalaupun jd Tuhan kita itu hebat dlm segala perencanaanNya.
Dalam ritual itu bro bakal belajar dimana kuasa Tuhan lebih hebat dari segalanya.

Ingatloh bahwa mereka mendaftarkan bukan karena jahat tapi karena niat mereka yg mengasihi bro cm caranya saja yg mereka tidak tau bahwa mendukakan Tuhan.

Saran saya, coba bicara baik-baik sama tunangan gimana kalau “ritual tolak balanya” diganti biston dirumah atau dirumah camer juga boleh supaya tahun depan (sesuai adat-istiadat Tionghoa) keluarga besar diberkati Tuhan, dilancarkan rejeki dan senantiasa dilindungi Tuhan dst. Siapa saja boleh diundang dalam acara tersebut namun dilaksanakan sesuai keyakinan kalian berdua sebagai pengikut Kristus.

Salam

Kalau menurut saya, sebaiknya anda mengadakan pertemuan dengan keluarga tunangan anda, ajak juga orang tua anda mendiskusikan hal ini. Sebelumnya, sebaiknya anda juga berdoa pagi-pagi saat hari pertemuan. Kalau terpaksa ikut ritual, saran saya, sebaiknya anda berdoa dalam hati minta perlindungan Tuhan Yesus Kristus sepanjang ritual (dari awal sampai akhir ritual).

Sekadar berbagi info (maaf kalau kurang nyambung). Mama saya dulu waktu ikut penguburan nenek saya (secara Budh*, padahal nenek saya sebelum meninggal sudah terima Tuhan Yesus Kristus. Namun karena belum sempat dibaptis & Kakaknya Mama saya masih Budh* maka ya akhirnya menggunakan ritual ala Budh*). Dan Mama saya suruh ikut. Kalau tidak ikut, nanti dikira tidak menghormati. Akhirnya ikut juga, namun Mama saya sudah minta ampun sebelumnya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Yang terpenting tetap fokus kepada Tuhan Yesus Kristus selama ritual (kalau terpaksa ikut).

Demikian, semoga bermanfaat. GBU.

Kok menolak? Ikutin saja…ga rugi kok mas bro. Hormati tunangan dan juga ortunya, tapi jangan percaya akan ritual itu… :slight_smile:

.
Setuju sama pendapat ini.

Saya pria umur 25 mempunyai tunangan yang juga dri keluarga Kristen..
Karena dia telah menjadi tunangan sdr, berarti dia bagian dr tubuh sdr sendiri , dia sampai kepada sdr adl diantar Allah sendiri ( spt Allah mengantar Hawa kpd Adam ) unt menjadi penolong yg sepadan sekaligus seseorang yg harus sdr lindungi ( sdr sbg imam ) . Seperti halnya Allah tidak membiarkan Yusuf mengambil tindakan secara diam2 unt menceraikan tunangannya Maria, demikian pula Allah pasti tdk membiarkan anda mengambil tindakan yg salah, keyakinan ini akan membawa sdr unt berfikir dan bertindak dlm pimpinanNya, seringkali suatu pandangan dari luar diri sdr bisa berakibat kontra produktif. Satu hal yang sdr pastikan bhw sdr mengerti adl: sdr tahu bahwa berhala itu tidak ada , dari sini tidak akan ada kuku maupun taji dr sijahat yg bisa mencelakai sdr. Selanjutnya sdr bisa menganggap bhw calon mertua sdr adl sbg orang yg sedang terselubungi matanya, dan perintahNya spy sdr menyampaikan Injil sampai ke ujung bumi bisa sdr artikan sbg diantaranya adl membuka selubung itu, dan cara membuka itu tentu tdk dg mengedepankan kekakuan dan suasana tegang, relax saja ( berhala itu tidak ada ) Gby.

Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: “tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.” (1 Korintus 8:4)

Banyak orang menganggap ada yang namanya berhala ini dan itu, sebenarnya tidak ada selain dari Allah YHWH yang esa. Sesembahan apapun juga bukan allah atau tuhan, walaupun disebut allah (dewa) atau tuhan. Mereka semua tidak ada dan tidak nyata, hanya kayalan manusia yang hati nuraninya lemah.

Didalam 1 Korintus 8 diatas, pada ayat 7 dan 8 dikatakan; Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya. “Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan.”

Artinya kita berada di kuil kepercayaan tradisi, atau memegang benda-benda dan bahkan memakan makanan yang didalam kuil tersebut, sebenarnya tidak berpengaruh apapun juga. Sebab yang namanya berhala atau dewa ini dan itu sebenarnya tidak ada (2 Tawarikh 32:19).

Namun dalam ayat 9-11, dikatakan tentang jangan menjadi batu sandungan. Sebab mungkin anda sekarang sadar tidak ada Allah selain YHWH, dan apa yang disembah orang sejak dari purba kala sampai hari ini bukanlah sosok seperti malaikat atau iblis yang disembah, tetapi hanya kayalan manusia, buatan manusia dan keberadaan dewa atau dewi (berhala) dengan nama-nama tersebut tidak ada. Tetapi banyak yang tidak memiliki pengetahuan itu dan menganggap dewa ini itu ada dan dewi itu disana atau disini (semua adalah tipu daya setan). Mereka yang lemah imannya akan menganggap ada dan menganggap ada apa-apanya saat kita bersinggungan dengan aktivitas mereka dianggap ikut ambil bagian dalam penyembahan berhala. Walau kita tahu kebenaran, jika kita ikutan terlibat dalam ritual agama lain dan dilihat saudara Kristen yang lemah imannya, kita telah menjadi batu sandungan baginya.

Masalahnya adalah pada hati manusia, jika hati kita lemah dan merasa ada apa-apanya dengan aktivitas di kelenteng atau kuil kepercayaan lain, maka kita sudah berdosa karena menganggap ada Allah lain selain YHWH. Tetapi kalau hati anda tidak merasa ada apa-apanya dan semua itu ritual ini sebenarnya adalah karena kelemahan hati manusia yang menganggap ada sosok yang mereka percaya sebagai allah atau tuhan walau hanya ada satu saja Allah dan Tuhan saja, yaitu Allah yang kamu sembah, maka untuk menghormati mereka silahkan saja anda turuti kemauan orang-orang tua tersebut.

Tetapi lebih baik lagi, jika anda memberi syarat-syarat kepada mereka. Agar saling timbal balik, dan injil bisa masuk kedalam mereka. Mungkin ada orang yang suka dengan cara keras dalam mengabarkan kabar baik dari Kristus, yaitu dengan menolak dan menyalahkan, memberitahuakan yang sebenarnya dengan resiko berkelahi kalau siap berkorban untuk batal tidak jadi nikah. Cara apa saja sebenarnya sama saja, tergantung kondisinya. Pernikahan itu adalah disatukannya pria dan wanita oleh Allah. Anda harus yakin bahwa pasangan yang akan anda nikahi ini adalah pasangan yang paling pas dan cocok buat anda. Jika anda yakin, maka TUHAN juga akan membukakan jalan, mungkin lewat semua kejadian ini injil dapat masuk dalam keluarga mereka.

Usul saya, berilah alternatif talak bala dengan ritual baru, ritual agama Kristen. Lakukan doa berkat oleh pendeta anda untuk anda berdua, untuk mertua anda dalam sebuah upacara resmi (adakan jika tidak ada di gereja anda khusus kali ini). Jika perlu gunakan perantara seperti salib atau alkitab atau minyak (walau tidak ada dampak tambahan dengan menambahkan benda-benda itu, tetapi memberi dampak bagi penganut kepercayaan tradisi yang untuk mengimani sesuatu butuh sesuatu yang kasat mata). Upacara alternatif ini sering kali berguna, untuk menolak halus ritual dalam kepercayaan lain. Saling menghormati kepercayaan, akan memberi banyak ruang bagi penginjilan.

Jika tetap bersikukuh harus dilakukan cara tradisi keluarganya, maka lakukanlah dua upacara dari dua agama tersebut biar adil. Tentang anda harus terlibat dalam kelenteng, anda sudah membaca tulisan saya diatas. Hati anda jika tahu semua itu kosong tidak ada apa-apanya, anda sudah memberi muka bagi keluarga mereka dan suatu kali kelak jika oleh karena doa-doamu, maka mertua anda jugapun akan didamaikan dengan Allah didalam Yesus Kritus.

Saya pribadi lebih suka dengan cara mereplace ritual sehingga mengenalkan kebenaran lewat apa yang mereka yakini. Cara dua upacara beda agama bukan cara yang terbaik, tetapi merupakan salah satu cara untuk melewati masa-masa ribut ini dengan arif. Tetapi melakukan ritual hanya dalam keyakinan tradisi saja, bukan alternatif yang baik.