Mohon sarannya ..

saya sementara ini tinggal bersama mertua saya, karena memang diminta sama mertua saya, anak saya (perempuan) merupakan cucu pertama mereka waktu itu, sekarang sudah berjalan hampir 4 tahun sejak saya pindah ke rumah mertua saya, dan mereka sudah mempunyai cucu ke dua (laki-laki) dari adik ipar saya (adik istri saya). Yang agak saya sesalkan selama 4 tahun ini saya tidak pernah merasa damai di rumah mertua saya, ada saja ketidak cocokan dengan mereka, apakah itu cara mendidik anak, cara berprilaku di rumah, atau yang lainnya. saya sudah membeli rumah meskipun kecil (tipe 36) tetapi mertua saya merasa tidak puas, mereka bilang jauhlah, rumahmu kok kecil banget, (mertua saya merupakan termasuk orang yang sangat berkecukupan) dan jujur saja perkataan itu sangat menyinggung saya. Saya mau kontrak rumah supaya dekat juga tidak boleh. dan akhirnya rumah saya itu saya jual, karena desakan mertua dan istri saya.
mobil pun demikian saya punya mobil lama tahun 81 toyota gak pernah rewel, dan mertua saya tidak pernah mau kalu menumpang dengan mobil saya, apa itu ke gereja atau ke mana pun. saya tidak tau apa saya yang merasa diremehkan atau dianggap tidak berguna. apa yang harus saya lakukan ? terima kasih atas sarannya. GBU

Tetap bersikap hormat krn bgm pun juga mertua adl orang tua isteri nota bene orang tua luciano80

kalo memang sudah ngga tahan … dan menyimpan akar pahit lebih baik pindah , spy fungsi sbg kepala keluarga nyata .

Krn kalo saya baca diatas … fungsi tersebut sudah hilang … dlm kehidupan luciano80 , terlihat dr ketika mertua mendesak untuk menjual rumah … luciano80 tidak bisa mempertahankannya …

Klao masalah mobil … mertua ngga pernah tumpang… ngga perlu diambil hati… ambil positifnya aja… malah irit bahan bakar & sparepart :smiley:

RT yang sehat itu bisa tercipta salah satunya tidak ada campur tangan pihak ke 3

Tuhan memberkati :slight_smile:

terima kasih banyak atas sarannya…

Tetap bersikap hormat krn bgm pun juga mertua adl orang tua isteri nota bene orang tua luciano80
saya akan selalu dan tetap berusaha, tetapi terkadang terasa berat, jika segala yang kita lakukan, segala hasil jerih payah kita terasa tidak berguna bagi mereka.
menyimpan akar pahit lebih baik pindah
itu dia punya rumah sendiri aja sepertinya tidak direstui, mau kontrak juga gak boleh, membawa istri anak berlibur dan nginap di villa 2 hari aja udah ratusan kali istri ditelp suruh pulang.

Masalah mobil, sampek papa saya, mau nukerin sama yang baru, tapi ini mobil hasil keringet ane. I love my car.

RT yang sehat itu bisa tercipta salah satunya tidak ada campur tangan pihak ke 3
Mungkin campur tangan dan memberi nasehat bolehlah, asalkan masih wajar. Tapi kalau semua diatur itu yang mungkin tidak wajar.

Mungkin benar kata beberapa temen saya, mertua mu sangat sayang ama istrimu dan anakmu. dan cobalah untuk menerima dan bersyukur. Meskipun mungkin amaaaaaat teraaaaasa beeeeeerrraaat. :slight_smile:

Bawa dalam doa saja bro.
Wajar bahwa dimana2 orang yang berkecukupan itu agak memandang rendah orang yang secara ekonomi dibawahnya. Ini sudah menjadi adat istiadat yang terjadi dimana2.
Yang penting jangan minta atau hutang sama mertua, lama2 dia akan mikir sendiri. Kan walaupun tidak berkecukupan seperti dia tapi tidak juga minta. Uang makan dll dibayar saja sendiri atau ikut sama2 menanggung.

Hidup satu atap dng mertua memang lebih banyak tidak enaknya. Banyak kebiasaan2 kita yg harus disesuaikan dng mertua. Coba pandang mertua Anda
dr sudut pandang berbeda, jangan jadikan mertua sbg enemy. Coba ditelaah lagi apa alasan sebenarnya mertua meminta Anda tinggal satu atap di rumahnya. Mungkin dia sgt sayang dng istrimu, atau mungkin dia takut kesepian ditinggal anak2nya setelah pada menikah. Krn rumahnya cukup besar maka ada alasan bagi mertua Anda utk bisa tetap close dng istrimu sbg anaknya. Bukankah kita juga nantinya saat sudah tua dan jompo tetap ingin berada dekat dng anak2 kita krn selain menjadi tdk kesepian, juga akan merasa lebih secure dlm menjalani sisa kehidupan kita. Jauhkan pikiran2 negatif yg disusupkan iblis utk memecah keharmonisan hubungan rumah tangga Anda dng istri dan mertua.

Take a look at the bright sides by living with parents in law. Jarak tempuh ke tempat kerja bisa jadi lebih singkat dan tidak melelahkan, bisa ngumpulin uang utk bisa beli rumah yg lebih besar, anak ada yg jagain, dan sebagainya…Memang hidup terpisah dari mertua adalah cara ideal utk menghindari konflik, namun bila saat ini tdk dpt dipaksakan, maka sebaiknya Anda bersikap live with that. Alihkan cara pandang Anda thd mertua for your own good sake.

@ jackson123

Bawa dalam doa saja bro.
Tentu bro, mungkin ini cara terbaik :afro:
Yang penting jangan minta atau hutang sama mertua
kalau ane sebisa mungkin gak akan, cuma istri ane yang kadang kadang dikasih duit. untuk ini lah untuk itu lah. mungkin karena istri ane skrg lagi kuliah S2.

@ TQLA

mungkin dia takut kesepian ditinggal anak2nya setelah pada menikah
Mungkin juga soalnya dulu setelah nikah kami sempat pisah dengan mertua 1,5 thn sampai istri saya mengandung umur 7 bln.
Jauhkan pikiran2 negatif yg disusupkan iblis utk memecah keharmonisan hubungan rumah tangga Anda dng istri dan mertua.
ok saya akan berusaha yang terbaik, cuma terkadang ada saja hal hal kecil atau besar yang sering membikin saya marah. karena memang di satu rumah tidak bisa ada 2 pemimpin.

Sampai sekarang akibatnya malah saya agak malas pulang, sehabis kerja, pulang dulu ke rumah nenek saya yang juga tinggal sekota, sampai jam 7 malam baru pulang ke rumah mertua. Saya gak tau apakah cara saya ini salah atau gimana ? yang terpenting saya tidak mau ribut dengan mertua saya, bayangkan 4 tahun ribut dengan mertua serumah, bisa pecah nich kelapa eh kepala. Karena saya tidak mau abis kerja udah capek, di rumah ribut lagi…
… ya Bapa ampuni anakMu ini jika sampai detik ini masih belum bisa menerima dan bersyukur.

Memang tidak bisa ada 2 kapten yg ingin memerintah secara bersamaan dalam satu kapal. Tapi bila kedua kapten memakai pola kerja saling melengkapi, saling mempercayai, saling membantu bahu membahu dlm mengarungi lautan kehidupan dan menghadapi badai, maka kapal tdk akan karam, bahkan sampai tujuan dng selamat safe & sound. Kondisi spt ini memang sulit utk dicapai, tapi bukan tdk mungkin dng bantuanNYA.
Bila mertua bukan orang yg otoriter dan masih bisa diajak berbicara terbuka dan baik2, so berbicaralah dng mertua. Namun yg dah pasti, sbg menantu yah harus lebiiiih sabar dlm berbicara. Maklumlah mertua yg umurnya sudah lansia punya pola pikir yg jauh berbeda/kolot, tapi sebenarnya punya tujuan akhir yg sama.

Hangout di rumah nenek dulu sebelum pulang bukan suatu tindakan salah. Akan lebih salah bila langsung pulang trus ketemu mertua dng muka sepet, kecut, muram. Kasihan dng istri dan anak. Namun ada baiknya istri diberitahu juga ttg strategi Anda tidak langsung pulang spy dia tdk berpikiran yg aneh2 ttg Anda. Good Luck.

Mertua saya yang laki adalah dosen S3 sebuah perguruan tinggi negeri. dan memang beliau sangat keras dalam mendidik anak anaknya. sampai saat ini.

Kalau istri saya sudah tau alasan kenapa saya pulang malam tipa hari, dan ia memahami itu. Cuma saya terkadang merasa bersalah sama anak saya, karena jam 7 atau jam 8 malam dia sudah tidur. Dan besoknya mesti bertanya “Papa kmarin ke mana ? Ri*** tungguin.” Kalau anak saya tanya begitu saya jadi sedih :’(

Masalah bro memang tidak ringan. Dua kapten membuat kapal tak menentu arahnya. Kapten yang satu ingin ke barat, kapten yang lain ingin ke timur.

Barangkali yang paling tepat adalah minta Jendral yaitu Kristus ambil alih kendali kapal.

Bagaimana caranya minta Jendral? tidak lain dengan doa. Dia akan mengatur pada waktunya.

Thanks sob, mungkin selain menghindar dulu, juga diserahkan dalam doa, ini mungkin yang sering lupa gua lakuin, Semoga Tuhan Memberkati, Memberi Kekuatan dan Jalan bagi Kita Semua :slight_smile: :afro: GBU All