Monergism

Sepanjang yg saya ketahui, Lutheran itu Synergism, wilef.

Monergism (often associated with Reformed theology or Calvinism) teaches salvation is the work of God alone Monergism vs. synergism? Which side is correct?

Sebagai illustrasi :

Nenek Moyang saya adalah ateis yg tinggal di daerah pedalaman.
Disekelilingnya yaitu didaerah pesisir/ pantai masyarakat sdh memeluk agama Islam.

Secara perbuatan, tdk ada lasan bagi Allah untuk menyelamatkan etnis saya yg ateis,
karena saat itu mereka hidup dlm “kegelapan” ( didramatisir sebagai cannibal)

Ini membingungkan buat saya, wilef. Karena berdasarkan ilustrasi diatas, jadinya kesimpulan yang berupa [Allah sempet gak perduli].

Akan tetapi, tanpa diminta, Allah mengirimkan missionaris dari eropa untuk mewartakan Kabar keselamatan kepada Nenek Moyang saya.
Nah itu. Setelah etnis atheist di gak perdulikan oleh Allah sekian lama, barulah blakangan biru.

Ibarat Mr. X punya 10 anak anak nakal.
Setelah 3 dari 10 anak2 nakal tsb modar karena kenakalannya, barulah tanpa diminta Mr.X memberikan petuah2/nasehat2 ke sisanya yang 7.

ini benar2 cuma-cuma, tanpa syarat, murni adalah kasih karunia berdasarkan otoritas mutlak Allah untuk menetapkan demikian
Ya. Mr.X menetapkan demikian : NANTI setelah 3 anak gue modar, baru dah gue bilangin sisanya yang 7 itu utk jangan nakal supaya gak modar. :D
[b]Tahapan kedua : Proses interaksi Allah dan ciptaan dlam proses pemberian keselamatan[/b]

Pada tahapan ini peranan, tindakan/ perbuatan manusia menentukan akan berhasil tidaknya proses interaksi ini.

Peranan manusia ada dalam2 jenis yaitu :

  1. sebagai pewarta: Roma 10 : 14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

Berdasarkan nats ini, maka secara logikanya, keselamatan yg dirancangkan Allah membutuhkan kerja manusia agar dapat terjadi.

Maap… saya rada bingung dengan kalimat2 di quote, karena saya mesti ngerobah dulu pov saya secara Synergism/Lutheran - sementara pov saya lagi berfokus di versi Monergism/Calvinist, wilef.

Yg saya tangkep thdp pov Monergism : nggak ada itu perihal bold, wilef.
Adam Hawa silahkan jumpalitan ngajarin anak2nya mengenai Allah, namun itu sia sia karena toh nantinya Allah sendiri yang bekerja. So, begimana pula itu jadinya bisa ada [“Allah membutuhkan kerja manusia”] sementara di pov Monergism : [Allah ALONE yang bekerja] ?

Kriterianya sdh jelas adalah berdasarkan pda hasil Proses Tahapan Kedua, yaitu bagaiman manusia itu [b]merspon [/b]keselamatan tsbt.
So.... bold = Synergism. Please CMIIW.

Bold = synergy. Please CMIIW.

Sekarang ke Synergism.
Menurut saya, kalo pov Synergism itu berupa :
iman semacem “tool” yg adalah “default” anugerah Allah berikan kepada setiap manusia.

(11) Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak,
aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak.

Sekarang sesudah aku menjadi dewasa,
aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

(12) Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar,
tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka.

Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna,
tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.

(13) Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih,
dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

And now these three remain : faith, hope and love.
But the greatest of these is love.

Sejak kanak kanak, those three already there.
Aplikasinya : how one put his/her faith, how one put his/her hope, how one put his/her love.
So, ini synergy.

Kalo Monergism, awalnya tidak punya faith.
Blakangan, orang yang Dia pilih di regenerate lalu dikasih iman olehNya.

@odading

anda:Pertanyaannya utk pihak Monergism:
SEBELUM Lydia dibukakan hatinya oleh Allah, menurut Monergism, Lydia di pov Allah itu Believer ataukah NON-Believer ?

saya: jawaban dari pihak bukan monergism:

SEBELUM Lydia dibukakan hatinya oleh Allah (sebelum Lydia mendengar perkataan rasul), menurut saya, Lydia di pov Allah itu Believer karena Lydia taat menjalankan perintah Tuhan sebelumnya yaitu taurat

jika setelah mendengar perkataan rasul Lydia tidak percaya maka menurut saya Lydia di pov Allah itu NON-Believer

Iya. yg saya tulis TUHAN (huruf besar semua) itu maksudnya ke Yahweh bro.

Iya juga, karena si Lydia percaya bahwa Yesus itu Yahweh yang menjadi manusia.

:afro:

begitulah yg saya baca di Alkitab

benar bro

Yesus mati untuk memerdekakan kita

salam

saya bukan Synergism juga bukan monergism

oda kurang memperhatikan :

IMHO
monergism dan synergism timbul karena ketidak utuhan dlm memandang karya keselamatan

wilef, kalo menurut pov Lutheran itu sendiri - doktrin keselamatannya kayak apa ya ?

Mungkin wilef tau ?

Jadi kira kira begini maksud saya :
Doktrin keselamatan versi Lutheran adalah berupa a, b, c, d dan e.

Namun karena wilef tidak membelenggu diri wilef, maka (entah di point yg mana) pov versi wilef tidak blekplek sama dengan a, b, c, d dan e tsb.

Nah, rather than saya menanyakan perbedaannya dgn wilef - yg saya ingin tanyakan adalah isi dari a, b, c, d dan e tsb. So… apakah wilef tau isi dari Doktrin keselamatan versi Lutheran ?

Makasih.

Secara bold, saya juga berpendapat oranye, rama.

Tapiiii…
yg saya tangkep dari versi rama, versi rama kayak begini :
SETELAH Lydia menanggapi/merespond perkataan Rasul,
maka barulah Lydia di pov Allah itu a believer.

jika setelah mendengar perkataan rasul Lydia tidak percaya maka menurut saya Lydia di pov Allah itu NON-Believer

logic (versi rama yg saya tangkep) :
KARENA Lydia menanggapi/merespond perkataan Rasul
MAKA Lydia a believer di pov Allah.

KALO Lydia TIDAK menanggapi/merespond perkataan Rasul,
MAKA Lydia BUKAN a believer di pov Allah

Sedangkan versi saya kayak begini :
Lydia adalah a believer di pov Allah SEBELUM mendengar perkataan2 Rasul tsb.

Berangkat dari coklat diatas, KALO saya memformulasikannya secara runutan logika spt sbb :
KARENA Lydia a believer di pov Allah
MAKA Tuhan membukakan hatinya

Maka runutan logika ijo menimbulkan pertanyaan ketika dimasukin aplikasinya ke pov Monergism.
Karena (dari yg saya tangkep) pov Monergism itu runutannya : (mirip kayak rama)
As soon as after Allah membukakan hati seseorang
maka barulah orang terkait itu a believer di pov Allah.

Taroh kata pink saya itu = correct di pov Monergism,
otomatis coklat saya = not correct di pov Monergism…dengan kata lain, di pov Monergism :
Lydia is not a believer di pov Allah sebelum mendengarkan perkataan Rasul

  1. Terbaca bhw Allah membukakan hati Lydia ketika mendengar perkataan Rasul.
  2. Terbaca Lydia dibaptis.
  3. bisa diduga pula bhw perkataan Rasul tsb tentunya about Jesus historically.

Akibatnya menimbulkan pertanyaan terkait Nuh ataupun Ayub :
KAPAN Allah membukakan hati Nuh/Ayub dan mendengar perkataan dari manusia siapa Nuh/Ayub ?

Kalo itu BUKAN Nuh/Ayub, melainkan Lydia - jawabannya ada :
Allah membukakan hati Lydia diketika kondisi sbb terpenuhi :
Lydia merespond perkataan Rasul yakni manifestasinya berupa Lydia dibaptis menjadi Kristen

Berangkat dari contoh Lydia, maka secara konklusi logikanya sbb :
Diketika seseorang merespond informasi Yesus historis yg dia terima/ketahui (sumbernya informasi ini bisa dari APA/SIAPA aja) dimana manifestasinya orang terkait dibaptis Kristen —> maka preceding point-nya adalah Allah membukakan hati orang ybs.

Kelanjutan logikanya : (muter balik)
KALO tidak ada manifestasi event orang dibaptis
[sub](orang terkait ini sudah tau informasi Yesus historis)[/sub]
MAKA ini artinya Allah, entah tidak - entah belum membukakan hati orang terkait.

KARENA Allah tidak/belum membukakan hati orang terkait
(diketahui melalui tdk terjadi manifestasi event pembaptisan menjadi Kristen),
MAKA orang ybs ini BUKAN/belum a believer di pov Allah.

Akibatnya kembali ke pertanyaan :
Begimana itu dengan Nuh ataupun Ayub ?
KAPAN Allah membukakan hati Nuh/Ayub dan mendengar perkataan dari manusia siapa Nuh/Ayub ?

Dengan demikian ada dua :
yang satu Yesus (sesuatu-X, yg menjadi manusia)
yg satu lagi Yahweh (sesuatu-X tsb yg tidak menjadi manusia)

Dengan demikian,
kan mungkin2 aja diketika Yesus berujar dgn vocab “bapa”, ini maksudnya ngerujuk ke Yahweh (sesuatu-X tsb yg tidak menjadi manusia) kan vbn ?

Dan maksud saya, kalimat wilef (dimana wilef sendiri bilang spt di quote atas) yang berupa :

Tahapan kedua : Proses interaksi Allah dan ciptaan dlam proses pemberian keselamatan

Pada tahapan ini peranan, tindakan/ perbuatan manusia menentukan akan berhasil tidaknya proses interaksi ini.

Kriterianya sdh jelas adalah berdasarkan pda hasil Proses Tahapan Kedua, yaitu bagaiman manusia itu merspon keselamatan tsbt.

Dgn terbacanya kalimat di quote atas, itu = Synergism kan wilef ?

Sementara kalo pov Monergism :
Tidak ada itu perihal Respond dari pihak manusia, melainkan Allah itu sendiri yang merespond BUKAN manusia-nya yang merespond.

Ilustrasi dari italic :
Mr.X membuat robot yang tidak bisa mengolah perintah “matikan lampu”.
So… robot2 eksis dimana robot2 ini semua tidak bisa mengolah perintah “matikan lampu”.
Agar ada robot (yg sudah eksis tsb) yg bisa mengolah perintah tsb, Mr.X mengutak-ngatik robot terkait.

Allah itu sendiri yang merespond = Mr.X mengutak-ngatik robot.

Lucunya, sepertinya pihak Monergism tidak akan terima kalo diajukan ilustrasi robot spt diatas.
Sementara padahal, pov versi Monergism itu sendiri jelas2 menempatkan manusia itu = benda mati.
Kalimat “manusia tidak bisa memilih” ini sikonnya lebih berupa : KARENA ya memang tidak ada pilihan.
AWAL dari eksis-nya robot2 tsb ya karena tidak ada program utk mengolah perintah [matikan lampu].
Setelah dikutak-kutik (dimasukin programnya), ya so pasti robot itu nge"respond" (dgn tanda petik) wong programnya yg blakangan dimasukin itu emang ditujukan agar robot itu bisa nge"respond" (dgn tanda petik) koook :D.

Menindak lanjuti yg bold.

Ezekiel 18:30-32
Therefore, you Israelites, I will judge each of you according to your own ways, declares the Sovereign LORD.

Repent! Turn away from all your offenses;
then sin will not be your downfall.

Rid yourselves of all the offenses you have committed,
and get a new heart and a new spirit.

Why will you die, people of Israel?
For I take no pleasure in the death of anyone, declares the Sovereign LORD.

Repent and live!

Oleh pihak Monergism, kalimat bold urutannya berubah menjadi :
Live (Regenerate)
then AUTOMATICALLY org ybs repent

Mr.X mengkutak-katik robot yg sudah ada dgn memasuki program baru
which of course then automatically robot tsb nangkep perintah yang ada


Acts 11:18
When they heard this, they had no further objections and praised God, saying,
“So then, God has granted even the Gentiles repentance unto life.”

Oleh pihak Monergism, kalimat bold urutannya berubah menjadi :
Life (Regenerate)
then AUTOMATICALLY org ybs unto repentance

Mr.X mengkutak-katik robot yg sudah ada dgn memasuki program baru
which of course then automatically robot tsb nangkep perintah yang ada


Nah… apa iya bisa dikatakan bahwa [Regenerate precede Faith] alkitabiah ? :rolleye0014:

@odading

menurut saya Nuh, Ayub, ataupun orang-orang lainnya yang hidup sebelum zaman Yesus jika mereka menjalankan perintah Allah yang berlaku pada saat itu maka orang itu adalah believer

Apakah maksud rama disini, orang yg tadinya sudah believer di pov Allah, mendadak di masa Yesus hidup dan kesudahannya menjadi non-believer karena nggak Allah bukakan hatinya agar menerima kisah Yesus historis dan lalu dibaptis menjadi Kristen ? :rolleye0014:

ya

Apakah maksud rama disini, orang yg tadinya sudah believer di pov Allah, mendadak di masa Yesus hidup dan kesudahannya menjadi non-believer karena [u][b]nggak [/b]Allah bukakan hatinya[/u] agar menerima kisah Yesus historis dan lalu dibaptis menjadi Kristen ? [quote="rama noor post:35, topic:189847"] ya [/quote]
lah, kalo semisalnya belon gimana ? :char11:

Mksd saya, yang sudah a believer di pov Allah ini belon Allah bukakan hatinya.

Kan kalo yang sebelonnya emang bukan a believer di pov Allah - dimana selanjutnya Allah belon bukakan hatinya, maka ybs itu ya tetep aja a non-believer di pov Allah.

Ilustrasi kita pakai si Lydia.
Taroh kata Lydia sebelum mendengar perkataan2 Rasul mengenai Yesus historis di time-frame T adalah a believer di pov Allah. Di time-frame T tsb disaat Lydia mendengar perkataan2 Paulus, Allah nggak membukakan hati Lydia… belon.

IMO, problem-nya kan kalo secara pov manusia - apa yang orang ketahui [“nggak” di time-frame T] —> ini kan nggak sertamerta artinya pasti [“nggak” di time-frame T+n] :D.

Belon lagi kalo dilibatkan perihal yang berlawanan : bukannya [Allah membukakan hati Lydia] malah sebaliknya, yakni [Allah mengeraskan hati Lydia (seorang believer di pov Dia)] di time-frame T tsb.

Tapi maap, ini saya sudah OOT :char11:
Point yg saya ajukan disini sebenernya lagi di seputaran pov Monergism.

Yang saya duga, di pov Monergism :
sampai sesaat sebelum Lydia mendengar perkataan Rasul mengenai kisah Yesus historis, Lydia itu a non-believer di pov Allah.

Tapi karena sampai saat ini gak ada jawaban dari pihak Monergism mengenai Lydia itu a believer ato non-believer di pov Allah sampai sesaat sebelum Lydia mendengar perkataan Rasul (mendengar perkataan Rasul = time-frame T), saya asumsikan dugaan ungu saya tsb correct di pov Monergism. Selanjutnya berangkat dari sini akibatnya timbul kesimpulan :

  1. Lydia sebelum time-frame T belon di regenerate Allah.
  2. Otomatis, karena [Monergism = regeneration precedes faith] maka [sebelum time-frame T, beribadah-nya Lydia kepada Allah] tanpa iman.

Kedua point diatas adalah konsekwensi logis kelanjutan berangkat dari ungu.

Problemnya, informasi terbaca tidak ada melibatkan kosakata “iman” di ayat KPR 16:14.
So, tidak bisa diketahui itu [si Lydia beribadah kepada Allah sebelum time-frame T] dengan iman ataukah tanpa iman.

Yang saya duga, (masih pada asumsi bhw ungu = correct di pov Monergism)
kesimpulan bahwa [Lydia a non-believer di pov Allah sblm time-frame T] ini didapet dari terbacanya informasi “Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus” —> time-frame T.

So, di pov Monergism :
Dari terbacanya kalimat Tuhan membuka hatinya —> ini = Tuhan regenerate Lydia, dimana selanjutnya otomatis setelah itu Tuhan kasih iman ke Lydia. Hence, kedua point diatas dulu - barulah selanjutnya nyampe ke ungu.

Q : WHAT kind of information yang Lydia dengar dari perkataan Rasul di time-frame T ?
oda : kisah Yesus historis.

Berdasarkan jawaban oda diatas, akibatnya timbul pertanyaan :
WHAT kind of information yang Nuh/Ayub dengar dari suatu sumber di time-frame T dimana sesaat sebelumnya Allah regenerate mereka lalu memberikan iman kepada mereka dimana selanjutnya menyebabkan mereka percaya thdp informasi tsb ?

Tahu dan bisa hafal ayat di Alkitab belum bisa dipastikan sebagai Believer sejati…sebab ada yang punya mata tetapi tidak bisa melihat…ada yang punya telinga tetapi tidak bisa mendengar…Artinya sudah membaca dan mendengar tapi karena belum mengerti jadi bisa “Belum Percaya”…Hanya DIA lah yang bisa membuat kita jadi “Mengerti lalu Percaya”…tetapi itu harus didahului dengan menghilangkan sifat Tegar Tengkuk/Kesombongan manusia akan kepandaiannya (merendahkan hati di hadapan-Nya dan siap berserah diri untuk diberi Hikmat dari Yesus sehingga kita bisa dapat “Mengerti”)

Salam Damai Temans…
Tuhan memberkati…

@odading

jika belum mendengar dan belum mengikuti ajaran yesus maka menurut saya lydia termasuk orang beriman
jika belum mendengar tetapi sudah mengikuti ajaran yesus maka menurut saya lydia termasuk orang beriman
jika sudah mendengar tetapi belum mengikuti ajaran yesus maka menurut saya lydia termasuk orang tidak beriman
jika sudah mendengar dan sudah mengikuti ajaran yesus maka menurut saya lydia termasuk orang beriman

maksud saya bukan di perihal [belum mendengar atopun belum mengikuti ajaran Yesus], rama.
Melainkan [belum dibukakan hati oleh Allah].

jika belum mendengar tetapi sudah mengikuti ajaran yesus maka menurut saya lydia termasuk orang beriman
Diatas itu tidak mungkin donk rama. Karena kan ajaran Yesus-nya itu adalah [percaya Yesus historis] ---> sementara ungu itu sendiri tidak mungkin terwujud apabila tidak ada event [Allah membukakan hati org ybs] ---> sementara event oranye eksis itu karena orang ybs itu mendengar kisah Yesus historis.

So, pabila org ybs belum mendengar kisah Yesus historis , ya nggak ada itu [Allah membukakan hati org ybs] apalagi orang ybs mengikuti ajaran [percaya Yesus historis]

jika sudah mendengar tetapi [b]belum mengikuti ajaran yesus[/b] maka menurut saya lydia termasuk orang tidak beriman
Sekali lagi, maksud saya bukan di perihal bold ... melainkan [belum dibukakan hatinya oleh Allah], rama.

So… perihal Kalo__Maka__ nya kayak begini :

Asumsi duluan :
Lydia adalah a believer di pov Allah SEBELUM mendengar perkataan2 Paulus mengenai kisah Yesus historis.
Lydia lagi duduk2 dgn perempuan2 laen dimana para Rasul belon dateng, duduk dan berbicara kepada perempuan2 tsb —> time-frame-1.

Next, Paulus dateng dan berbicara kepada perempuan2 tsb —> time-frame-2.

KALO Allah membukakan hati Lydia saat itu,
MAKA saat itu Lydia akan merespond perkataan2 Paulus.

KALO Allah nggak membukakan hati Lydia saat itu,
MAKA saat itu Lydia tidak akan merespond perkataan2 Paulus.

Selanjutnya rama jawab YA atas pertanyaan saya sbb ini :

Apakah maksud rama disini, orang yg tadinya sudah believer di pov Allah, mendadak di masa Yesus hidup dan kesudahannya [u]menjadi non-believer karena [b]nggak [/b]Allah bukakan hatinya[/u] agar menerima kisah Yesus historis dan lalu dibaptis menjadi Kristen ?

Terkait Lydia, jadinya sbb :
Lydia di time-frame-1 adalah a believer di pov Allah.
Di time-frame-2, Allah nggak membukakan hati Lydia.
So, Lydia (seturut jawaban rama) mendadak menjadi a non-believer di pov Allah.

Nah… pertanyaan saya :
bagaimana kalo itu BELON ?
—> Di time-frame-2, Allah belon membukakan hati Lydia.

Dengan kata lain :
KALO Allah belon membukakan hati Lydia saat itu
MAKA Lydia a believer atokah non-believer di pov Allah saat itu ?

Makanya saya tanya :
Nuh/Ayub itu membaca apa dan mendengar perkataan manusia siapa, ron ?

Di jaman now kan orang bisa bilang : si anu (non-K)

  1. membaca kisah Yesus historis dari internet ataupun dari Alkitab dan
  2. mendengar kisah Yesus historis dari seseorang yg Kristen.
Hanya DIA lah yang bisa membuat kita jadi "Mengerti lalu Percaya"
Ya. Dimana selanjutnya setelah salah satu point dari kedua point diatas terpenuhi : KALO si anu dibukakan hatinya oleh Allah MAKA maka si anu akan merespond kisah yg dia dapet tsb

KALO si anu nggak dibukakan hatinya oleh Allah
MAKA si anu nggak akan merespond kisah yg dia dapet tsb

Di kisah Lydia, point-2 terpenuhi.
However, pertanyaannya bukan di time-frame point-2, melainkan sebelum time-frame point-2.
So, sebelum Lydia diberitakan kisah Yesus historis oleh Rasul, sewaktu Lydia duduk dgn perempuan2 lain (Rasul lagi berjalan menuju ke mereka) —> Lydia itu a believer ataukah a non-believer di pov Allah menurut Monergism ?

(14) Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah