Monster sesungguhnya

Beberapa dari kita takut akan kegelapan ketika kita masih kecil. Mengapa kita dulu takut akan kegelapan? Mungkin beberapa mengatakan karena dulu dirinya percaya akan ada-nya sebuah monster yang tinggal di bawah kasurnya yang dapat keluar sewaktu-waktu ketika diri-nya sedang tidur. Namun, seiring bertambahnya umur, kita semua semakin sadar bahwa monster di bawah ranjang tersebut sesungguhnya tidaklah nyata. Tetapi hari ini, beberapa dari kita menemukan bahwa ternyata monster di bawah kasur tersebut telah berpindah tempat. Dia yang dulunya menghantui kita dari bawah ranjang kini memilih untuk menghantui kita dari dalam kepala kita.

Pada renungan hari ini, kita ingin membicarakan monster yang menakut-nakuti kita melalui pikiran-pikiran kita. Beberapa dari kita pasti mengerti betul akan monster yang saya bicarakan ini—kita sering kali takut akan sesuatu yang sesungguhnya hanyalah ada di pikiran kita. Mungkin takut akan pekerjaan di masa depan, kuatir akan kesetiaan pasangan, atau cemas akan kesehatan yang kelihatannya terus menurun. Pikiran-pikiran ini bukanlah sesuatu yang dapat dianggap remeh; karena seperti pikiran baik yang dapat membuat hidup kita menjadi lebih baik, pikiran buruk dapat terus membuat hidup kita menjadi lebih buruk.

Filipi 4:8-9 mengatakan: “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.”

Baca selengkapnya di:

Add line atau instagram kami untuk mendapatkan notifikasi update renungan terbaru dari website kami.
Official Line: @pkx3578b (pakai @)
Instagram: @gracedepth
Instagram penulis: @revyhalim

Semoga renungan-renungan kami bisa menjadi berkat.God Bless! :smiley:

Yes! :afro:

Boleh dicoba dipraktekkan:
Walau mata kupejamkan rapat2, dan telinga kusumbat ketat2
Tetep masih ada gbr2 kusut dan suara2 ribut dlm batok kepala
Seolah2 selalu ada orang yg bukan aku di dlm batok kepala ku

Oleh sebab itu, maka
Hendaklah selalu dipikirkan semua yg benar, semua yg mulia, semua yg adil, semua yg suci,
Semua yg manis, semua yg sedap didengar, semua yg disebut kebajikan dan yg patut dipuji
Dan apa yg telah kamu pelajari dan yg telah kamu terima, dan apa yg telah kamu dengar
Dan yg telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan
menyertai kamu
[Filipi 4:8-9]