Mujizat Itu Gak Bisa Dipesan!!

Ada yang berpikir bahwa iman dibuktikan hanya dengan meminta mukjizat? itu salah. Justru tepat kebalikannya
Jika seorang menghendaki suatu mukjizat untuk dapat percaya, itu berarti bahwa tanpa bukti nyata mukjizat, dia tidak akan percaya. Barangsiapa yang sebaliknya berkata: ‘Aku percaya’ pada perkataan orang lain, menunjukkan iman yang paling besar."

Seperti kasus Thomas, dia bahkan tidak percaya oleh kesaksian para rasul sebelum dia melihat langsung Tuhan yg bangkit. Oleh karenanya Tuhan menegor Thomas dengan berfirman:“Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Sebagai orang kristen kita katakan kita orang yang percaya. Mereka yang percaya tidak memerlukan bukti. Hanya mereka yang tidak percaya membutuhkan bukti. Ada pada kita kesaksian Injil dan itu lebih dari cukup, kita tidak perlu meminta Tuhan harus menampakkan Diri-Nya kepada kita untuk kita percaya.

Masih risih rasanya, bw
Iman yg “paling” besar ialah
percaya pd “perkataan org lain”

Seperti kasus Thomas, dia bahkan tidak percaya oleh kesaksian para rasul sebelum dia melihat langsung Tuhan yg bangkit. Oleh karenanya Tuhan menegor Thomas dengan berfirman:“Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Menurutku itu bukan “perkataan org lain”
Itu “perkataan Yesus” kpd yg bertelinga dan mendengar
“Perkataan2-Nya” bisa datang via Pastor, Pdt, atau “org lain”, dll

Sebagai orang Kristen kita katakan kita orang yang percaya.
Ya,
Org Kristen telah beriman lebih dulu utk percaya
Mereka beriman ("mendengar perkataan2-Nya) utk percaya
Beda dgn mereka yg percaya dulu hendak beriman (lihat dulu utk beriman)
Spt yg kerap kukatakan: “Seeing is believing beda dgn believing makes you see”

Thomas sudah mendengar tapi belum melihat, dia degil, maka gelisah
Yg telinganya tidak degil mudah beriman, mudah percaya kpd-Nya
Sebab itu Kristen berbahagia, walau tidak melihat, namun percaya

Iman adalah jaminan atas segala sesuatu yg kita harapkan,
dan bukti dari segala sesuatu yg tidak kelihatan.[Ib 11:1]

Mereka yang percaya tidak memerlukan bukti.
Yes!
Iman itulah bukti,
Jamina dr segala sesuatu

Hanya mereka yang tidak percaya membutuhkan bukti.
Yes!
Mereka inilah yg selalu gelisah
Tidak mudah berbahagia, cari2 mujizat terus, spt Yahudi

Ada pada kita kesaksian Injil dan itu lebih dari cukup,
kita tidak perlu meminta Tuhan harus menampakkan
Diri-Nya kepada kita untuk kita percaya.
Amin, Bro!
Perkataan2-Nya adalah roh dan hidup
Suara-Nya lah yg hrs didengarkan/diperdengarkan selalu

Salam Berbahagia!

Firman Allahlah yang dapat menyelamatkan manusia melalui iman. Tanda tanda ajaib dan mujijat tidak dapat menyelamatkan (Rom.10:17)

Iman yang sejati bukanlah soal tercengang atau terpesona oleh fenomena fenomena mujijat atau tanda melalui pancaindera kita,melainkan respon kita didalam hati yang terdalam terhadap Firman Kebenaran Allah.

Kalau kita sudah memiliki Yesus,kita tidak butuh akan segala mujijat atau tanda lagi. Iman bukanlah perkara mendapatkan apa yang kita tuntut dari Tuhan melainkan apa yang kita terima berdasarkan anugerah Tuhan .

Kata “jelas sekali” dengan mengutip hanya satu ayat riskan kesalahan untuk menggiring pada satu opini. Padahal, ada ayat-ayat lain yang menyatakan hal tentang mujizat dan kalau ayat itu dikutip, maka bunyinya akan demikian “Jelas sekali bahwa yang menjadi fokus para Rasul adalah pemberitaan Injil yang diteguhkan dengan mujizat.”

Ibrani 2:3-4 : “bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.”

Perhatikan bahwa kata “mereka” tidak merujuk hanya pada “para rasul” tetapi orang-orang yang telah mendengarnya dan orang-orang yang telah mendengar itu lebih dari para rasul. Dan "tujuan’ mujizat diadakan adalah untuk meneguhkan kesaksian mereka.

Tolong diberikan ayatnya bahwa tujuan mujizat adalah untuk meneguhkan jabatan Nabi dan Rasul. Yang saya tahu, tujuan karunia mengadakan mujizat itu diberikan oleh Tuhan menurut kehendakNya dan tidak ada penjelasan dalam Alkitab bahwa kehendak Tuhan untuk memberikan karunia itu hanya untuk meneguhkan jabatan Nabi dan RASUL.

Justru 1 Korintus 14:1 mengatakan demikian :"1 Korintus 14:1. Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat. " Penjelasan di 1 Korintus 14 ini adalah merupakan satu kesatuan dari keseluruhan surat 1 Korintus, dan didahului oleh 1 Korintus 12 yang menjelaskan mengenai karunia-karunia (termasuk di dalamnya karunia untuk mengadakan mujizat dan karunia bernubuat). Kata usahakan dalam bahasa aslinya adalah “zeloo” yang memiliki arti to burn with zeal (bergelora dengan semangat), to desire earnestly (menginginkan dengan sungguh-sungguh). Paulus tidak sedang menulis surat ini kepada para rasul, tetapi kepada jemaat di Korintus.

Sepertinya penjelasan “untuk meneguhkan jabatan . . . dan Rasul” diarahkan hanya kepada 12 rasul plus Paulus (Roma 1:1) dan Matias (Kisah 1:26), padahal gelar atau jabatan “rasul” di luar dari jumlah ini, diberikan kepada orang-orang lain juga. Contoh : Barnabas (Kisah 14:3-4); Andronikus (Rom. 16:7); Yunias (Rom. 16:7); dan lainnya. Penyebutan gelar atau jabatan di luar dari kelompok awal, menandakan adanya perkembangan penyebutan gelar atau jabatan di antara orang-orang percaya saat itu.

Sepertinya penjelasan “untuk meneguhkan jabatan Nabi dan . . .” diarahkan hanya kepada nabi dalam Perjanjian Lama (mohon maaf jika salah), padahal gelar atau jabatan “nabi” disandang oleh orang-orang dalam Perjanjian Baru, Yudas dan Silas (Kisah 15:32), Barnabas (Kisah 13:1), dll.

pengadaan karunia-karunia roh (termasuk pengadaan mujizat dan nubuat) tidak ada hubungannya dengan peneguhan jabatan kelompok tertentu, seperti nabi dan rasul.

Kisa Para Rasul 21:8-9 :“Pada keesokan harinya kami berangkat dari situ dan tiba di Kaisarea. Kami masuk ke rumah Filipus, pemberita Injil itu, yaitu satu dari ketujuh orang yang dipilih di yerusalem, dan kami tinggal di rumahnya, Filipus mempunya empat anak dara yang beroleh karunia untuk bernbuat.”

Perhatikan bahwa kata “mereka” tidak merujuk hanya pada “para rasul” tetapi orang-orang yang telah mendengarnya dan orang-orang yang telah mendengar itu lebih dari para rasul. Dan "tujuan’ mujizat diadakan adalah untuk meneguhkan kesaksian mereka bukan untuk meneguhkan jabatan mereka.

Sangat setuju dengan topik karena kalau ada manusia berani menjanjikan mujizat itu pasti sudah mencobai Tuhan dengan melanggar perintah Tuhan sendiri !

Setuju, bw mukjizat itu hrs dimohon

Setuju, bw mukjizat itu mem-by-pass kuasa alam pun kuasa dunia
Hanyalah kuasa roh, Roh Allah dan roh2 jahat yg dpt mengabaikan kuasa2 itu
Maka semua mukjizat yg berasal dr Allah pasti terjelaskan maksud dan tujuan-Nya
Hanya mukjizat kuasa kegelapan yg diem2 membetuk hati manusia ber-bunga2 duniawi

Sebab Mesias2 palsu dan nabi2 palsu akan muncul dan mereka
akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dgn maksud,
sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan. [Mrk 13:22]

Maka kita hrs hati2 kpd hal2 yg ajaib, hal yg mengabaikan kaidah2
Sebab iman bukan muncul dr mata yg men-cari2 dan menemukan
Melainkan iman datang dari telinga yg mendengarkan suara-Nya

Salam Damai!