MUSIC HYMNE VS CONTEMPORARY

Salam kenal, Saya baru aja bergabung… ;D

:angel: :angel: :angel: :angel: :angel:

Menurut teman2, bagaimana musik hymne dengan kotemporer??
Terkadang ada pro and kontra loh…

Saya pernah mendengarkan suatu statement seseorang yang mengatakan bahwa musik kotemporer seperti rock, rock metal, R&B,dll bukan merupakan musik gerejawi.
Bagaimana menurut teman2?

Kenapa harus dipertentangkan?
Mereka yang mempertentangkan pasti tidak sadar bahwa Tuhan bertahta diatas pujian.

dan perlu diperhatikan bahwa itu semua adalah jenis music… apa itu music… kata mereka yang lebih senior, musik berkata dasar muse yang artinya jiwa. nah kalo kita menyanyi pake jiwa yang pasti… jangan cuma lagunya bagus syairnya indah nadanya keren tapi ga ada perasaan waktu nyanyi… ;D

So menyanyilah dengan caramu dengan segenap hatimu.

:afro: :afro: :afro:
Thanks bro…
Ada lagi mungkin yang memberikan pendapat?

Kalau aku… :smiley: jujur ya, ketika melihat musik2x rohani kontemporer yg sekarang ini, malah jadinya kurang kehikmad-tan :mad0261:…yg aku ngerti bahwa sebaiknya kita memberi yang terbaik untuk Tuhan, termasuk ketika menciptakan pujian untuk Dia. tidak semua lho, ada jga yg bagus, tetapi kalau dibandingkan dgn musik hymne…jujur saya lebih memilih yang terakhir. musik kontemporer kadang2 dinyanyikan dengan jingkrak-jingkrak, berkesan hura-hura, sehingga kehikmatannya jd berkurang. yang ada hanya enjoy…memang kelihatannya menyenangkan, tetapi jujur lebih banyak bahayanya, krn kita jadi terfokus pada musiknya, bukan pada Tuhan! lagu2x hymne mengajarkan saya untuk bernyanyi dengan hormat dan takut kpd Tuhan, krn ketika kita bernyanyi, kita berdiri menghadap takhtaNya. dan juga, banyak gereja skrng ini tidak selektif dalam memakai lagu2x untuk ibadah raya yang dihadiri banyak orang. kadang2x ada lagu yang cocok untuk dinyanyikan solo karena notnya agak berliku2x, malah dinyanyikan bersama2x jadi kedengarannya kurang harmonis, karena kemampuan bernyanyi setiap orang tidak sama…perhatikan lagu hymn, notnya tidak terlalu berliku, makanya cocok dinyanyikan untuk banyak orang…(ini dlu ya…nanti dsambung lagi…) :wink:

musik rock atau rnb atau yang lainnya bisa dinilai dari liriknya, kalo liriknya rohani ya bisa disebut lagu rohani…

Lagu Pujian Rohani sebenarnya untuk menyembah Tuhan bukan hanya untuk menyenangkan diri sendiri saja.
Dengan demikian bila gagal menyembah Tuhan, maka pujian itu gagal total sekalipun kita semangat melakukannya.

Pujian yang benar berasal dari hati, dimana hati ikut menyembah Tuhan.

Daud pernah bermazmur:
*Mazmur 40:3 (40-4) Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.
*Mazmur 144:9. Ya Allah, aku hendak menyanyikan nyanyian baru bagi-Mu, dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur bagi-Mu,
Di sini Daud memberikan nyanyian baru dan juga menciptakan alat musik baru yang digunakan untuk pujian dan penyembahannya. Adakah ini suatu hal yang salah? Tentu tidak.

Hymne pada umumnya telah ada sejak dua abad yang lalu. Para pencipta lagu seperti Ira D Sankey, Fanny J Crosby, bahkan George F Handel sebagian besar hidup lebih dari dua abad yang lalu. Lagu mereka memang tidak kuno, tapi karya Allah tetap ada sampai hari ini dan untuk itulah ada lagu-lagu pujian baru. Walau demikian bukan berarti kita bebas sebebas-bebasnya dengan lagu-lagu Rock yang bertema “Rohani”.

Salam.

well, mnrt gw gak salah kok lagu kontemporer gt… lagu kontemporer rohani pun bisa rasakan hadirat Tuhan… itu artinya Tuhan bekerja di semua lagu rohani… jgn batas2in aja…

dan setau gw zaman dulu itu bukan lagu himne deh tp lagu dengan irama padang pasir loh…hehe

Daud aja menari-nari di hadapan Tuhan

2 Samuel 6:14-15
Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan. Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala.

Ada beberapa lagu rohani kontemporer yang ngaco walau ada kata Tuhan, doa, dsb. Beda sama lagu hymne yg udah teruji dari segi doktrinalnya.

Martin Luther (1483-1546) bisa jadi banyak dikenal orang sebagai teolog abad pertengahan, namun mungkin sedikit yang menyadari pengaruhnya sebagai musikus terhadap sejarah musik gerejawi. Sebagai musikus,ia bukan hanya menggubah hymne seperti : " A Migthy fortress Is Our God", melainkan juga membantu menciptakan jenis musik gerejawi yang baru.
Berabad-abad sebelum Martin Luther, bahkan orang-orang yang paling rajin dan setia beribadah di gereja pun hanya memahami sedikit dari lagu-lagu yang dinyanyikan di dalam misa-misa berbahasa Latin yang mereka ikuti. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan, mengingat jemaat hanya menyanyi sekadar menyanyi tanpa mengetahui isi pujian yang mereka haturkan kepada Tuhan .
Salah satu keyakinan Martin Luther yang sangat mendasar adalah “keimaman semua orang percaya”, artinya setiap jemaat - baik laki-laki maupun perempuan, baik tua,muda ,maupun anak-anak-dapat terlibat secara langsung dalam ibadah.Keyakinan ini tentu saja hanya mungkin dapat tercapai apabila Jemaat memahami makna lagu-lagu yang mereka nyanyikan sebagai pujian bagi Tuhan. Itulah sebabnya ia lalu melakukan penggantian lagu-lagu Latin dengan himne-himne serta paduan suara berbahasa setempat yang sering diselaraskan dengan nada dan irama dari lagu-lagu rakyat yang sudah dikenal luas oleh jemaat.

Dampaknya adalah sebuah revolusi musik gerejawi, yang bahkan mengakar kuat hingga saat ini. Ribuan himne agung dikumandangkan di gereja-gereja di seluruh dunia dan di sepanjang zaman . Semua itu bisa terjadi karena ada satu orang yang tidak menaruh batas-batas pada apa yang Tuhan mau dan mampu lakukan melalui musik. Martin Luther yakin bahwa :" setelah Firman Tuhan, musik layak mendapat pujian tertinggi."

Contoh lagu hymne:
KJ 002 – Suci, Suci, Suci

Syair: Holy, Holy, Holy, Reginald Heber, 1826
Terjemahan: Yamuger, 1978
Lagu: John Bacchus Dykes, 1861

Suci, suci, suci Tuhan Mahakuasa
Dikau kami puji di pagi yang teduh.
Suci, suci, suci, murah dan perkasa,
Allah Tritunggal, agung namaMu!

Suci, suci, suci! Kaum kudus tersungkur
di depan takhtaMu memb’ri mahkotanya.
Segenap malaikat sujud menyembahMu,
Tuhan, Yang Ada s’lama-lamanya.

Suci, suci, suci! Walau tersembunyi,
walau yang berdosa tak nampak wajahMu,
Kau tetap Yang Suci, tiada terimbangi,
Kau Mahakuasa, murni kasihMu.

Suci, suci, suci! Tuhan Mahakuasa!
Patut Kau dipuji seluruh karyaMu.
Suci, suci, suci, murah dan perkasa,
Allah Tritunggal, agung namaMu!

Filed Under: Kidung Jemaat (KJ)
Tagged With: Kidung Jemaat (KJ), KJ 002, suci

Seandainya musik hymn saat ini di nyanyikan di zaman Yesus Kristus atau zaman raja Daud apa gak dikatakan bahwa musik tersebut aneh? Karena pada saat zamana Yesus belum ada tuh biola, piano sama orkestra2 yang ada suling, gendang, rebana (mirip musik tradisional timteng atau dangdut malah). Jadi bukan aransemennya tapi untuk siapa musik itu dibuat. Bahkan jika ada yang menyanyikan lagu hymn dengan khidmat tapi kalu yang menyanyikan tadi malam nonton film porno dan belum mengaku dosa maka itu kekejian bagi Tuhan.

kalo saya boleh menggolongkan 2 tipe musik Kristiani:

  1. musik liturgi
  2. musik rohani non-liturgi

jenis 1, musik liturgi, adalah musik yg wajib digunakan dalam ibadah jemaat… karena dalam ibadah jemaat harus ada ikatan persekutuan antara gereja, pelayan jemaat, dan para jemaat itu sendiri… sehingga musik liturgi diciptakan tidak dgn asal-asalan, tetapi dgn musik yg sesuai dgn pola liturgis, penanggalan liturgis, dan lirik liturgis yg tidak bertentangan dgn iman Kristiani dan cerminan dari pengajaran firman Tuhan…

lagu2 liturgis bisa ditemukan dalam buku2 nyanyian Kidung Jemaat, Pelengkap Kidung Jemaat, Nyanyikanlah Kidung Baru, Gita Bakti (GPIB), Buku Ende (HKBP), Haleluya (GKPS), Kitap Ende-Enden (GBKP), Kidung Pasamuan Kristen (GKJ, GKJW)…

lagu2 dalam buku itu dibuat oleh musisi2 klasik Eropa bukan semalam dua malam, tapi membutuhkan waktu yg cukup lama dgn komposisi yg sesuai kaidah liturgi… kemudian lirik yg digunakan pun harus selaras dgn ajaran firman Tuhan… penulis lirik2 lagu, misalnya di buku KJ & PKJ, adalah tim Yamuger yg menerjemahkan lagu2 liturgis agar sesuai dgn kaidah liturgi…

jenis 2, yaitu musik rohani non-liturgis, ini diciptakan perseorangan ataupun per kelompok… kebanyakan isi liriknya adalah curahan hati pribadi seseorang terhadap Tuhan, sehingga belum tentu sesuai dgn kaidah liturgis dan tidak cocok dinyanyikan dalam ibadah, tetapi dipersilakan untuk dinyanyikan atau didengarkan dalam kelompok doa atau persekutuan sendiri, ataupun dalam kehidupan sehari-hari…