Musik Gereja

Syalom para FK-ers…
Kembali lagi dalam channel saya yang sama, yang terkesan kurang ajar dan bodoh…
Saya mengamati perkembangan musik gereja dari abad pertengahan hingga sekarang.

Musik gereja abad pertengahan (khususnya zaman Baroque) itu bener-bener mendetaiiillll sampe ke nadanya itu bernada Teologis. Saya kutip dari perkataan Pak Tong :
Lagu George Frederich Handel “Joy To The World”
Pembahasan Pak Tong begini : :onion-head83:
Joy To the World, The Lord is come
*kalo saudara perhatiin nadanya turun, melambangkan Tuhan turun ke bumi. dari do tinggi sampe do rendah. Do tinggi melambangkan surga, do rendah melambangkan bumi. Arti teologisnya lagi, Allah itu tinggi, manusia itu sangat rendah.
Let earth recieve her King
*kalau saudara perhatiin nadanya naik, melambangkan pujian pada Allah di tempat Tertinggi
Let every heart, prepare Him room…
* Dia Turun, Dia Turun… (nada 2 kalimat ini sama, dinyanyikan dengan nada turun)
And heaven and nature sing… And heaven and nature sing…
* 3333345 (itu nadanya), sifatnya naik lagi, melambangkan pujian dari makhluk hina pada Allah…
And heaven and heaven and nature sing…
* (menyambung terjemahan sebelumnya) melambangkan alasan pujian ini, yaitu KRISTUS yang turun ke dalam dunia.

Wow, dalem banget ya makna teologisnya…
Tapi saya compare lagi dengan musik-musik gereja sekarang kok lebih ke musik dunia ya?
Kita kan mau memberi yang terbaik pada Tuhan (walaupun sebaik apapun tidak akan memenuhi standard baiknya Tuhan, tapi tetep Tuhan terima pujian kita), tapi kenapa musik Rock yang diawali dengan pemberontakan dan kecaman terhadap pemerintah dan Musik-musik yang mengandalkan eksistensi diri (improvisasi yang berlebihan, show-off para musisi dan pemain instrumennya) malah masuk ke gereja ya? Nada-nada berbau teologis dan seindah zaman hymns dan lagu-lagu medieval age tadi kok tidak ditemukan lagi ya?
Gimana tanggapan para FK-ers ?
Thanks ya…
:afro: :afro: :afro: :afro:

wow keren…
musikgereja/musik rohani seperti musik dunia?
tapi tidak mengubah tujuannya untuk menyembah, memuji, memuliakan Tuhan kan?
tidak mengurangi kuasa Tuhan bekerja atas kita kan?
tidak menghalangi kita mengalami hadirat Tuhan kan?
tidak membuat kita menyimpang dariNya kan?
lagu sedalam itu akan terasa “biasa” saja kalau dinyanyikan tanpa Roh dan kebenaran, tanpa hati yg benar2 rindu Tuhan.
mereka-penggarang lagu rohani banyak yg dapat visi dr Tuhan ko… ga asal2an…

my opinion…
thx

Musik adalah ekspresi. Nada dan melodi musik tergantung preferensi orang menyukainya. Saya lebih melihat makna kata-kata dibandingkan nada dan melodi. Sebab yang membedakan musik Kristiani dan musik duniawi adalah SYAIR LAGU…^0^

Salam

well, stuju ama pendapat bro santo n sis cicil, yg penting tidak mengurangi kuasa Tuhan kok…

gw aj baru ngeh kl joy to the world melodinya punya arti spt itu…

dan stiap org beda2 selera musiknya, ada yg suka himne, rock, dangdut,pop rock, dll…gw jujur kl smua lagu gereja hymne, gw bisa tertidur di gereja.hehe… jadi gereja ga mgkn slalu bawa lagu hymne utk menjangkau setiap org krn kl pake hymne saja pasti ada org yg ga terjaring…

jujur dengan lagu gereja yg bnyk alternatifnya bikin gw ga dengerin/koleksi lagu dunia…

saya sangat setuju sama FK-ers…
Tapi yang jadi pertanyaan saya, musik-musik dengan latar belakang kecaman atas pemerintah apakah layak diberikan pada Tuhan?
Khan musik-musik tersebut dipelopori oleh orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, miras, narkoba, dll.
(satu-satunya rocker yang saya tahu tidak pake narkoba itu Jon Bon Jovi)
“Musik kafir” istilahnya…
Manakah yang lebih baik :

  1. Selera kita yang membuat kita risen up kita pakai untuk mempersembahkannya pada Tuhan (whether itu baik ato nggak)
  2. Kita menyesuaikan diri dengan segala yang terbaik dalam setiap bidang (bukan hanya musik) baru kita persembahkan pada Tuhan?
    (Contoh saja Kain dan Habel, tidak ada tulisan Kain tidak ikhlas loh…)
    Kain aja (Kejadian 3:3 “Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada Tuhan sebagai korban persembahan.” ) mempersembahkan sebagian dari hasilnya (tentu saja itu tetap dari hasil jerih lelahnya) tidak Tuhan indahkan persembahannya (ay 5). Saya takut jika kita melakukan hal yang sama dengan alasan Tuhan Maha Kasih.

@Bro Steavan : wah bagus dong dengerinnya banyakan lagu gereja :afro:
Tapi apa itu karena nadanya seasik musik dunia (tapi syairnya bersifat rohani)…?

@Para FK-ers :
Bagaimana dengan musik-musik Gereja abad pertengahan yang mulai ditinggalkan karena dianggap “boring”?
saya juga jujur ga benci lagu duniawi kok…
Saya denger musik Rock. saya denger Jazz. Saya penggemar Michael Buble dan The All American-Rejects :char11:
tapi perasaan saya janggal kalo lagu-lagu begitu dipersembahkan pada Tuhan.
Terus saya liat di kalangan remaja (terutama girls) jadi banyak yang nge-fans sama pemain musik yang ada di Gereja n lebih merhatiin mereka daripada pujiannya…
(Kan kalo rock sama jazz kan pemainnya keren-keren, skillnya tinggi-tinggi.)
Istilah rohaninya : lebih terkesima sama talenta dan pemegang talenta musik itu daripada Pemberi Talentanya…

ada ada aja ah.

jangan memberi makna yg aneh aneh kayak gitu. Ini namanya mistis.

Namanya musik itu y nadanya naik turun naik turun.

musik dunia nadanya juga sama. Naik dan turun.

yg wajar ajalah.

Bukan begitu… Maksud saya dulu musisi juga ngerti Teologi…
Bukan nada mistis yang kalo dinyanyikan maka Tuhan akan turun…
Tetep aja ini expresi musisi dengan menyisipkan makna Teologis dalam karya beliau.
Justru seharusnya kita pandang dengan gentar, karena ada orang saking Cinta Tuhan biki lagu sampe separah itu. Baca dulu biografi George Frederich Handel bro, khususnya waktu dia lagi bikin Oratorio Messiah, :slight_smile: :afro

@bro Jz10 : coba bro perhatiin lagi musik sekarang… cari nadanya. nadanya ada yang seteratur lagu itu nggak?

Contoh lagu lain :
Holy Holy Holy (yang medieval Age, bukan yang sekarang)
1 1 3 3 5 5
(naik lagi… melambangkan pujian dari manusia ke Tuhan. Holy 3x sama seperti di Alkitab melambangkan Trinitas: perhatiin deh tiap malaikat memuji Tuhan, Suci, Suci, Suci)
Kalo lagu Holy yang sekarang :

  1. ada berapa kali Holy?
  2. nadanya apakah se-Rohani itu?
    Kalau nada dan beat dikesampingkan (apalagi buat Tuhan) itu gimana bro?
    Tuhan tuntut kita kalo kasih persembahan itu perfeksionis lho…
    Coba liat korban2 yang ada di PL…
    Belon lagi Janda yang ngasi 2 peser (semua uangnya)…
    Kalo kita sudah Kristen, sudah diselamatkan, apa berani ngasih yang tidak “di-edit” dengan tujuan memberikan yang terbaik pada Tuhan ?

Lagu himne memang bagus. Tapi kalau lagu itu terus menerus dinyanyikan selama bertahun2, yang itu itu saja, yah bosan juga.

makanya ada lagu baru.

lagu baru juga bagus kok isi katanya2.

satu lagi pertanyaan buat FK-ers, terutama soal lirik :
lagu-lagu yang menceritakan Salib Yesus sekarang kemana?
Hampir tidak saya temui lagi…
:’( :’( :’( :’(

roma 12:1-2 sepertinya cukup untuk jelaskan mana yg seharusnya kita pilih.
ku sendiri dah ga nikmati lagi lagu sekuler.
pernah tau Kidung Jemaat? Nyanyian Kidung Baru? Puji Syukur? Madah Bakti?
dalam bukubuku itu banyak lagu klasiknya dan masih digunakan untuk ibadah sampai sekarang.

kalau mau pakai lagi lagu klasik ya tugas kita, kamu, mengenalkan lagi lagu2 tersebut pada jemaat.

Tuh… itu dia…
Kenapa kita bisa bosan thd musik-musik agung spt itu Bro?
Dianggap kolot dan tidak sesuai zaman…
Saya lebih baik menyanyi musik-musik yang menurut manusia “membosankan”…
Kualitas dan rating itu berbeda bro…
Kualitas tinggi, rating turun tetep aja ada…
Tapi daripada kualitas kurang, rating tinggi, mendingan memberi Tuhan kualitas tinggi, tapi rating rendah.
Musik juga sama Bro, sekali dibuat, kualitas musik itu tidak akan menurun karena musik itu sendiri tidak berubah (kecuali diaransemen).
Hanya rating aja turun (dianggap bosen)

@sis cicil…
Bener banger Sis… Roma 12:1-2… saya juga dengan ayat ini makin ga berani lagi mempersembahkan lagu dengan warna dunia pada Tuhan yang Maha Agung…
Tapi kenapa musik Gereja sepertinya makin serupa dengan dunia? (tinggal beda lirik aja)

@Sis cicil : tapi kok lagu-lagu itu seperti yang dikatakan bro Jz10 ditinggalkan hanya karena rating turun ya? kualitasnya ttetap Extraordinary loh…

Bukannya tidak boleh pakai lagu himne. Lagu himne memang bagus.

coba bayangkan. Kalau semua berpikir, hanya lagu himne saja, tak perlu lagu baru lagi. Maka bayangkan, gereja 1 indonesia, selama 50 tahun, menyanyikan lagu himnes saja, dan tidak boleh memakai/membuat lagu baru, bisa bayangkan sendiri,.

mungkin bagi penggemar lagu himne sih tidak masalah.

Tapi, tidak harus begitu kan.

Fungsi lagu pujian adalah untuk memuji Tuhan. Itu fungsi utama. Tidak perlu terlalu mendewakan lagu lagu tertentu saja.

Tidak ada yg salah dgn lagu baru, selama lagu itu fokus pada pujian kpd Tuhan.

loh ada yg diambil dari lagu rock ya ? masa sih. kayaknya saya gak pernah denger.

lagu yg mana ya ?

baca lagi posting saya di atas bro…

tidak ada yg abadi kecuali Tuhan sendiri.

kl mau bisa dikenalkan lagi ke jemaat…

Well, emang saya tidak melarang penciptaan lagu baru kok… :afro:
Tapi himne juga banyak… ga cuma itu-itu aja…
dan lagu baru apakah sesuai dengan Roma 12 :1-2 yang tadi Sis Cicil bilang?
Lagu baru boleh, asal sesuai dengan ayat itu,
Kalau lagu baru pake latar belakang musik yang sekuler, apakah layak bagi Tuhan?
Saya mungkin mendewakan lagu2 aliran tersebut tapi dengan alasan penilaian saya terhadap lagu2 tersebut dibandingkan dengan lagu2 sekarang sangat jauh…
Kembali ke konteks saya dong bro…
reply saya yang tadi ga berkaitan dengan reply bro…

bukan diambil dari lagu Rock, tapi sealiran dengan Rock

@Sis Cicil : malaikat juga kekal lho… cuma tetep ciptaan. setan pun kekal. karena roh. yang fana itu cuma ciptaan dalam alam semesta yang ga kekal…
Di luar semesta ini, yang abadi2…
Musik itu juga ada di Surga, waktu malaikat memuji Tuhan. so, musik juga bersifat kekal…
dapat dibuktikan juga di dunia… musik2 khususnya yang berkualitas tinggi (Classic, Hymns, dll) masih ada aja pendengarnya setelah beratus-ratus tahun…
saya ga tau ntar sampe akhir zaman masih ada yg denger ato ngga (bgitu juga dengan musik rock)