MVP - SANI EMMANUEL!

Striker Golden Eaglets, Sani Emmanuel mengawali kisahnya dari keterpurukannya, dari seseorang yang bukan siapa2 dan bahkan tidak pernah dipandang sebelah mata hingga kini menjadi sosok yang terkenal di seluruh dunia berkat prestasinya mencetak lima gold an dalam usaha membantu timnya hingga menempati posisi kedua dalam Piala Dunia U-17.

Dalam interviewnya, Emmanuel menceritakan kisahnya dari seorang gembel yang menempati flat satu-kamar hingga kisahnya tinggal di sebuah gereja di Nigeria yang dikenal dengan nama The Synagogue Church Of All Nations yang dipimpin oleh seorang nabi terkenal di Nigeria, TB Joshua yang membawanya pada terobosannya sebagai seorang pemain bola professional.

Ia sungguh menyesali kepergian ibunda tercintanya tetapi tetao bersyukur dengan keberadaannya di gereja ia telah menemukan apa yang bisa ia sebut sebagai rumah dan sungguh tergeraj untuk mengentas anak-anak lain dari kemiskinan segera setelah ia menjadi besar dalam karir yang telah dipilihnya.

Selamat atas kemengan Anda atas penghargaan MVP dan Silver Shoe. Bagaimana persaan Anda bisa memasuki tahap ini?
Saya sungguh bahagia karena saya selalu berharap dan bermimpi agar Tuhan dapat memahkotai saya dengan sukses sekalipun saya tidak bahagia telah kehilangan piala.

Beritahukan pada kami mengenai latar belakang Anda.
Saya dari Edo (sebuah kota di Nigeria), tepatnya dari Auchi. Saya lahir dan dibesarkan di Kano (sebuah kota di Nigeria) tetapi orang tua saya pindah ke Abuja (sebuah kota di Nigeria) pada tahun 2003. Ayah saya seorang Muslim tetapi saya seorang Kristen karena saya sekarang terlahir dalam sebuah keluarga Kristen.

Apa maksud Anda dengan Anda kini terlahir dalam sebuah keluarga Kristen?
Nabi TB Joshua telah memelihara seluruh keluarga saya.

Bagaimana Anda masuk dalam tim nasional U-17?
Saya bermain bagi tim gereja saya, Synagogue yang bernama My People Football Club ketika saya diundang oleh tim nasional U-17 yang mengadakan pemilihan pemain U-17 setelah pertandingan persahabatan dengan tim U-17. Tetapi sebelum sekarang saya bermain bagi tim local di Abuja yang dari sanalah saya bergabung dengan YSFON Tim Abuja. Pada tahun yang sama saya memenangkan beasiswa masuk Naval YSFON Academy di Calabar tetapi saya tidak dapat melanjutkan ujian Sekolah Lanjutan Tingkat Akhir (SLTA) saya. Saya terpaksa dikeluarkan pada tahun terakhir saya.

Bagaimana kehidupan Anda di Calabar?
Cukup singkat dan saya kembali ke gereja Synagogue. Saya seorang anak Altar. Nabi TB Joshua menolong saya.
Ceritakan pada saya mengenai keluarga Anda.
Ayah-Ibu saya berpisah ketika saya masih sangat kecil tetapipahitnya ibu saya telah meninggal saat ini. Ia meninggal dalam usia yang sangat muda. Saya sembilan bersaudara dan saya adalah anak ketujuh dalam keluarga yang terdiri dari lima laki-laki dan empat perempuan.

Berapa dari saudara laki-laki Anda yang bermain sepak bola?
Kami semua, kecuali saudara tertua saya yang atas sponsor Nabi TB Joshua melanjutkan sekolahnya. Sekalipun tidak ada dari mereka yang telah mencapai level yang mana Tuhan telah mengangkat saya, saya masih mempunya salah satu dari saudara saya yang merupakan seorang goalkeeper dan saat ini ia tergabung dalam My People FV dan saudara saya lainnya tinggal bersama ayah saya di Abuja.

Apa pekerjaan ayah Anda?
Ayah saya adalah seorang penjahit dan kami berjuang untuk hidup. Anda tidak akan percaya bahwa sungguh sulit kehidupan kami hingga sulit juga bagi kami untuk makan setiap hari. Kami tinggal di sebuah kawasan kumuh di Maraba – Abuja. Ayah saya hanya seorang penjahit kecil yang harus mengeluarkan mesin jahit setiap harinya ke depan rumah. Dalam hidup, saya tidak pernah masuk Sekolah Dasar dan ketika saya pergi ke Calabar-lah, mereka menyekolahkan saya. Jadi, saya tidak pernah menikmati pendidikan dasar seperti rekan-rekan saya yang beruntung. Naabi TB Joshua-lah yang saat ini menolong keluarga saya.
Anda digolongkan sebagai ‘pengganti super’, bagaimana perasaan Anda akan hal ini?
Tuhan sungguh telah sangat setia pada saya dan setiap kali saya diperkenalkan dalam suatu permainan, saya selalu memiliki keyakinan bahwa saya akan mencetak gol.

Lawan Anda, pemain Golden Eaglets 2007 memenangkan piala dunia FIFA U-17 di Korea dan memenangkan hadiah rumah dan penghargaan-penghargaan nasional. Penghargaan apa yang Anda harapkan, sekalipun Anda hanya memenangkan silver?
Saya tidak dapat mulai menyebutkannya. Sebelum saya bergabung dalam tim nasional seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, saya berasal dari keluarga yang sungguh miskin. Tetapi syukur kepada Tuhan, hari ini Tuhan telah menggunakan Nigeria untuk memberkati saya. Saya akan terus bersyukur telah mendapatkan kesempatan unutk bermain bagi tim nasional U-17.

Jika Anda diberi penghargaan dengan 100 juta Naira (sekitar 1 juta dolar) atas kemenangan Anda dalam Piala Dunia U017, apa yang akan Anda lakukan dengan uang tersebut?
Pertama-tama, saya akan pergi ke rumah yatim piatu dan menyumbangkan sejumlah uang karena saya telah melalui masa-masa sulit dalam masa pertumbuhan saya. Saya tidak dapat makan dan bersekolah karena orang tua saya tidak sanggup membiayai uang sekolah saya dan saya telah terus berdoa dan berharap agar suatu hari saya dapat menjangkau kehidupan mereka yang kurang beruntung.

Apakah Anda telah dikontak oleh agen-agen untuk kerjasama luar negeri?
Nabi TB Joshua telah mensponsori saya ke Eropa untuk percobaan. Saya tinggal di Sweden selama empat bulan sebelum saya kembali bergabung dengan tim nasional U-17. Saya selalu berharap memiliki karir sepak bola di Eropa dan saya bercaya bahwa keberadaan saya di tim nasional U-17 telah membuka peluang untuk memulai karir sepak bola saya di Eropa.

Pelatih mana yang telah memberikan pengaruh terbesar dalam karir sepak bola Anda?
Semua pelatih yang di bawahnya saya bermain.
Apa penyesalan terbesar Anda dan siapa orang paling Anda inginkan untuk dengannya Anda berbagi momen yang sangat berbahagia ini?

Penyesalan saya adalah ibu saya sudah tidak dapat menyaksikan perubahan dalam hidup saya.
Apa makanan favorit Anda?
Nasi dan sambal

Apa mobil favorit Anda?
Saya bukan orang yang gila mobil dan ini tidak pernah terbersit dalam pikiran saya.

Terima kasih telah meluangkan waktu Anda.
Sungguhlah ini merupakan kepuasan saya.

Setelah meraih Most Valuable Player (MVP) FIFA Piala Dunia U-17. Sani Emmanuel, yang juga pemenang Silver Shoe dipertanyakan keberadaannya? Akankah dia beristirahat di sebuah resort atau pulang kampung? Hari ini telah terjawab di manakah sang bintang pasca Piala Dunia U-17, ia ditemukan menghadiri kebaktian di Gereja The Synagogue Church Of All Nations, di Lagos, Nigeria hari ini bersama rekan satu timnya, Ogenyi Onazi untuk acara syukuran atas prestasinya.

Emmanuel, yang mencetak 5 gol hanya dalam waktu 221 menit permainana, adalah seorang anak gereja, di gereja yang dikenal dengan nama Synagogue, sebelum ia bergabung dalam Golden Eaglet. Ia dibesarkan di gereja oleh pendeta gereja tersebut yang bernama, TB Joshua. Ia menyampaikan bahwa prestasinya tersebut adalah semata-mata oleh karena kasih karunia Tuhan, dan ia berjanji untuk mendedikasikan karirnya bagi Yang Maha Kuasa, yang untuknya, ia akan mendirikan badan non organisassi Nigeria demi menolong sesamanya yang kurang beruntung. Keduanya, Emmanuel dan Onazi adalah anggota dari My People FC, klub sepakbola yang didirikan oleh Nabi TB Joshua untuk menolong dan menemukan talenta para pesepakbola muda.

Sulit dipercaya tetapi inilah yang sebenarnya terjadi. Sani Emmanuel, peraih MVP (Most Valuable Player) FIFA Piala Dunia U-17 serta pemenang Silver Shoe hadir dalam kebaktian yang diselenggarakan oleh The Synagogue Church Of All Nations, dalam rangka ucapan syukur. Layaknya seorang anak yang pulang kampung, begitulah bisa digambarkan kisah hari ini. Sani Emmanuel yang dibesarkan dari orang yang sebelumnya boleh dikata terbuang, hingga kini menjadi dikenal secara mendunia berkat bantuan dari pendeta setempat, Nabi TB Joshua yang disebutnya sebagai ayah rohaninya.

Dengan lantang dikatakannya dalam pidatonya bahwa sekalipun ia tidak memenangkan piala dalam piala dunia (Golden Shoe), ia percaya bahwa Tuhan masih menyampaikan sesuatu – Tuhan memiliki maksud tersendiri baginya. Ia bahkan menyatakan sungguh tidak layaklah ia mendapat penghargaan sebagai pemain U-17 terbaik di seluruh dunia, seraya mengangkat Golden Ball dan Silver Shoe dari FIFA.

Ia bahkan tidak segan-segan menyatakan bahwa ia pernah menjadi orang miskin. Dan inilah alasan mengapa hari ini ia ingin mendedikasikan penghargaannya bagi mereka yang kekurangan dan berjanji akan memulai suatu badan untuk memberikan beasiswa bagi mereka yang layak dengan segala cara sebagaimana dari sanalah ia datang dan ditemukan serta dibesarkan oleh TB Joshua.

Dalam film dokumennya, ditunjukkan bahwa ayahnya adalah seorang duda yang sangat miskin hingga menerima bantuan finansial dari The Synagogue Church Of All Nations.

Atas prestasinya ini, ia ingin menyampaikan pada semua rekan mudanya bahwa Yesus adalah harapan. Ia mengakhiri pidatonya dengan sebuah kata-kata mutiara yang sungguh memberikan harapan, “Lebih baik itu tidak cukup baik; yang terbaik masih akan datang!”

Pada kesempatan yang sama, Onazi Ogenyi, Pemain Tengah dengan nomor punggung 4 juga hadir dan menyampaikan pidatonya di hadapan jemaat The Synagogue Church Of All Nations yang hari itu dipenuhi sesak oleh orang-orang yang juga telah menduga bahwa kedua bintang lapangan hijau itu akan datang.

Dalam rangka menyambut kedua bintang ini, telah disiapkan dua cake dengan ukuran besar untuk merayakan prestasi mereka.

Selain kedatangan dua bintang dunia dari Piala Dunia U-17, hari ini The Synagogue Church Of All Nations juga dihadiri oleh seorang tamu penting. Beliau adalah mantan Presiden Zambia, Frederick Jacob Titus Chiluba. Pada tahun 2000, ia datang ke gereja Syangogue, dalam pidatonya beliau menyampaikan bahwa setelah masa pengabdiannya pada negaranya, Zambia berakhir, ia berjanji akan datang ke Synagogue untuk mempelajari Alkitab di bawah tuntunan Nabi TB Joshua, pendiri serta pendeta dari The Synagogue Church Of All Nations.

Kehadiran orang-orang top hari ini sungguh pas dengan judul khotbah hari ini oleh Nabi TB Joshua, “The Best Man By The Grace Of God”. Benarlah, mereka yang hadir hari itu, mereka yang terbaik di dunia.

Bahkan hari itu gereja juga dihadiri oleh Pemain Fluit Internasional yang juga merupakan seorang composer, Tee-Mac Omatshola Iseli, sahabat karib Marlon Jackson, saudara almarhum King of Pop, Michael Jackson. Ia menyampaikan rasa bangganya mendengar pencapaian bintang bola Sani Emmanuel dan Onazi dan untuknya ia juga mempersembahkan sebuah permainan fluitnya di hadapan jemaat gereja yang hadir hari itu yang juga disiarkan di seluruh dunia melalui Emmanuel TV, stasiun televisi milik The Synagogue, Church Of All Nations. Well, di sinilah kita menyaksikan kebesaran Tuhan.