Namun untuk apa?

Perlu dicatat bahwa Tuhan memberikan Hukum Taurat kepada manusia dengan tujuan utk membuat umatNya mengetahui mana yang baik dan mana yang jahat.

Roma 2:17 Tetapi, jika kamu menyebut dirimu orang Yahudi dan bersandar kepada hukum Taurat, bermegah dalam Allah, 2:18 dan tahu akan kehendak-Nya, dan oleh karena diajar dalam hukum Taurat, dapat tahu mana yang baik dan mana yang tidak.

Tetapi sebenarnya Tuhan tahu bahwa manusia tidak mungkin bisa mentaati Taurat secara sempurna. Tapi Ia memberikan hukum Taurat juga.

Namun untuk apa?

Dengan tahu, langkah berikut adl mengukur dirinya apakah dia termasuk benar menurut standart Allah itu ?.
Kalau manusia itu jujur maka dia akan mengatakan bhw dirinya adl jahat ( tdk dpt memenuhi ketentuan taurat ), walau telah berupaya tetap saja kenyataannya manusia itu gagal.
Dari perjalanan hidup manusia dan dari anugerah terangNya, sampailah manusia itu pada pengertian : bagaimana mungkin manusia yang telah mati secara rohani itu dg upayanya sendiri bisa memenuhi taurat Allah yg sepuluh itu , sedang manusia pertama yg mulia saja tidak dapat memenuhi laranganNya yg hanya satu.

Namun untuk apa?

Maka dia dg rendah hati akan mengatakan: Ya Allah, bagaimana mungkin kami manusia bisa memenuhi ketentuanMu yg sepuluh itu, sedang manusia mulia segambar dan serupa dg Engkau saja tdk dapat memenuhi satu laranganMu.
Seandainya tauratNya hanya berisi satu saja,maka proses pengajaran kpd manusia itu tdk sejelas kalau sepuluh ( padahal satu pun manusia itu tdk dpt memenuhinya juga ).
Dan oleh anugerah terangNya lewat alkitab, mengertilah manusia itu bahwa selamat/memenuhi ketentuan Allah adl anugerah , sesuatu yg tdk bergantung pada perbuatan manusia ( tdk ada kontribusi dr manusia ,taurat diberikan bukan dimaksudkan spy manusia melakukan tetapi spy manusia mengakui ketidak mampuannya), dan itu murni harus dilakukan Allah sendiri dan manusia tinggal menerimanya dg cuma2 ( telah dilakukanNya sejak sebelum dunia dijadikan ), mk pengertian inilah inti dari mengerti bahwa " apa itu anugerah " , dari sini barulah manusia milikNya itu diajar untuk sampai pada " kemuliaan itu hanya untuk Allah saja ".Gby

Supaya bangsa Israel tahu bahwa tidak mungkin mereka dapat taat dan melakukan dengan sempurna kepada hukum-hukum Allah.

Sebaliknya hukum Taurat akan menunjukkan betapa bejatnya dan berdosanya mereka.

Roma 3:19 Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah. 3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

Roma 4:15 Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.

Roma 5:13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.

Roma 5:20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah.

Roma 7:7 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: “Jangan mengingini!”

Namun untuk apa?

Jadi pemberian hukum Taurat kepada manusia seumpama sebuah cermin. Cermin berfungsi utk memperlihatkan kotoran pada wajah seseorang tapi utk membersihkan kotorannya tidak bisa memakai cermin melainkan air.

Demikian Hukum Taurat diberikan seperti cermin yang memperlihatkan dosa kita tetapi kita diselamatkan bukan dengan Hukum Taurat itu tetapi dengan iman kepada Yesus Kristus.

Tentang hukum Taurat bagaimana, dan untuk apa???

Pakarnya taurat itu tulisan2 PAULUS.

jelas diilustrasikan bahwa seorang anak raja akan dibawah bimbingan seorang pengasuh sampai dia dewasa. Dituliskan dengan tegas bahwa hukum Taurat itu adalah pengantar / pembimbing sampai digenapinya misi penebusan dosa. Setelah kegenapan itu maka pengantar / pengasuh itu tidak berguna lagi.

coba baca deh tulisan2 PAULUS akan lebih antusias untuk belajar kenapa hukum TAURAT.

baca kitab2 galatia, efesus, filipi, roma, korintus, dll yang tulisannya PAULUS. jangan lupa baca juga kitab ibrani.