NATAL!! VISION FROM GOD

Copas dari Grup di FB

‎20 Desember 2012 - Di bulan Desember ini, Tuhan Yesus memberikan vision yang menarik kepada PD Yoel, yaitu mengenai : Natal. Kita semua sudah tahu cerita detail mengenai hari Natal yang setiap tahun dirayakan yaitu hari kelahiran Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat umat manusia di kandang domba di Betlehem. Ketika vision diperlihatkan Tuhan Yesus, yang terjadi dua ribu tahun yang lalu ternyata jauh lebih mengagumkan daripada yang selama ini disampaikan dalam cerita-cerita Natal Sekolah Minggu.

Vision dimulai dari penglihatan bangsa Israel yang berada di bawah penjajahan kekaisaran Romawi. Sekalipun mereka bebas melakukan kegiatan sehari-hari dan beribadah di Bait Suci maupun sinagoga-sinagoga, namun bangsa Israel berada di dalam tekanan karena berbagai aturan pajak dan politik yang membelenggu mereka.

Selain berada di bawah penjajahan fisik, ternyata mereka juga dibelenggu oleh roh-roh setan penguasa-penguasa udara. Setan tahu, bahwa penggenapan nubuatan akan terjadi di tanah Israel, karena itu secara khusus mereka memusatkan bala tentaranya untuk mencengkeram kehidupan seluruh bangsa Israel supaya mereka tidak menerima dan menolak keselamatan. Itulah sebabnya maka dalam masa pelayanan Tuhan Yesus, banyak dijumpai orang Israel yang menderita sakit penyakit, kerasukan, bahkan kegilaan karena ulah roh setan.

Pada masa yang telah ditentukan oleh Allah Bapa, maka dari surga turun ribuan bahkan banyak sekali tentara malaikat Allah menghancurkan benteng-benteng yang dibangun oleh roh setan di tanah Israel. Sebuah balatentara yang banyak sekali bekerja dengan dahsyat mempersiapkan turunnya sang Kristus dari surga. Setan terkejut tapi mereka tidak berdaya melawan pasukan tentara Allah ini.

Peperangan dan pembersihan Roh inilah yang dibubuatkan oleh nabi Yesaya dan diulangi lagi oleh Yohanes Pembaptis : “Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.” (Yesaya 40:4,5).

Yohanes Pembaptis

Ketika semuanya sudah siap, maka malaikat Tuhan turun ke bumi menemui imam Zakharia untuk menyatakan bahwa Elizabet istrinya yang mandul akan mengandung. Tuhan menjadikan Elizabet mengandung Yohanes Pembaptis. Tuhan juga memberikan urapan Elia dari surga kepada Yohanes Pembaptis.

Urapan ini seperti yang diterima oleh nabi Elisa pada saat dia menyaksikan nabi Elia diangkat ke surga mengendarai kereta berapi. Dengan urapan ini nabi Elisa bisa membelah sungai Yordan dan melakukan berbagai mujizat yang ajaib selama hidupnya. Bahkan setelah meninggal pun, tulang belulangnya memiliki kuasa untuk menghidupkan orang mati.

Nabi Elia sudah diangkat ke surga 900 tahun sebelumnya dan tinggal di surga. Ketika Tuhan Yesus menyebut Elia sudah datang, bukan roh Elia turun dari surga masuk ke dalam rahim Elizabet dan lahir sebagai Yohanes Pembaptis, tetapi urapan kenabian Elia yang turun dan berkuasa atas Yohanes Pembaptis.

Dengan urapan ini, Yohanes Pembaptis mempunyai kuasa untuk menjadi pembuka jalan bagi kedatangan Kristus dan membuat orang-orang bertobat dan dibaptis. Orang-orang yang mendengar suaranya tergetar hatinya dan mau menyediakan diri bertobat dan dibaptis, baik itu rakyat biasa, para pemungut cukai, para prajurit, orang Farisi maupun orang Saduki.

Ia (Yohanes Pembaptis) akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya. (Lukas 1:17)

Urapan Elia ini juga disampaikan oleh Tuhan Yesus ketika menyebut Yohanes Pembaptis, “Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka.“ … Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. (Matius 17:12,13).

Maria

Kemudian Tuhan Yesus menunjukkan vision mengenai Maria. Di antara semua keturunan Daud di Israel pada masa itu, Maria seorang perawan di Nazaret yang bertunangan dengan Yusuf, adalah wanita yang memiliki hati yang paling lembut dan taat di hadapan Tuhan, seperti Musa yang memiliki hati yang paling lembut di masanya. Karena itulah Allah Bapa memilih Maria untuk menjadi bunda Yesus di dunia, karena dia akan mengalami dan melihat hal-hal yang ajaib dan juga memilukan hati sebagai seorang ibu.

Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi. (Bilangan 12:3)

Malaikat Gabriel kemudian menjumpai Maria untuk mengatakan bahwa dia akan mengandung dari Roh Kudus dan akan melahirkan seorang anak laki-laki yang harus dinamai Yesus. Dengan penuh ketaatan dan kelembutan hatinya, perawan Maria menjawab, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.“

Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. (Lukas 1:21)

Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Lukas 1:38)

Ketika mengetahui bahwa Maria hamil, maka Yusuf berniat memutuskan memutuskan pertunangan dengan diam-diam. Malaikat Tuhan kemudian menjumpai Yusuf dan meminta supaya tetap menikahi Maria, karena anak yang dikandungnya dari Roh Kudus.

Mesias Lahir Di Betlehem

Untuk menggenapi FirmanNya bahwa Mesias harus dilahirkan di Betlehem, maka Tuhan menggerakkan hati kaisar Agustus untuk melakukan sensus terhadap semua rakyat dengan datang ke kota tempat asalnya. Atas perintah ini, maka Yusuf membawa Maria yang tengah mengandung untuk datang pergi ke Betlehem, kota asal keturunan Daud.

Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. (Mika 5:1)

Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, --karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud (Lukas 2:4)

Pada masa itu, Tuhan mengutus para malaikatNya ke seluruh penjuru bumi untuk memberitakan bahwa Anak Allah akan lahir di dunia, dengan membuat satu bintang yang bercahaya terang yang akan menuntun jalan kepada Tuhan Yesus. Para ilmuwan dan bahkan ahli Alkitab dewasa ini menyatakan bahwa keberadaan Bintang Natal itu adalah dongeng, atau mengaitkan dengan bintang Timur dan sebagainya. Tetapi bagi Tuhan, membuat sebuah bintang khsus sebagai tanda kelahiran Mesiasa adalah hal yang sangat mudah, semudah Tuhan membuat tiang awan dan tiang api bagi umat Israel di padang gurun selama 40 tahun! Bintang itu ada dan nyata. Semua orang melihat tanda ajaib ini, tetapi manusia mau peduli karena mereka sibuk dengan urusan kehidupan masing-masing.

Orang Majus

Ternyata ada juga bangsa yang mau menerima tanda keselamatan dari Tuhan, yaitu ahli perbintangan di wilayah kerajaan daerah Mongol, kerajaan di India dan kerajaan Afrika. Para ahli perbintangan ini adalah penasihat utama kepercayaan raja, seperti Daniel. Mereka berbicara kepada rajanya masing-masing dan diutus untuk menemui Raja Agung dengan membawa persembahan yang terbaik.

Raja dari daerah Mongol memberikan dua peti emas, raja dari Afrika memberikan lima tempayan (guci) berisi kemenyan dan raja dari India memberikan mur di dalam enam tempayan. Itu adalah persembahan terbaik dari para raja untuk diberikan kepada Mesias, Raja Agung yang akan lahir. Para ahli perbintangan ini berangkat dengan dikawal oleh ratusan pahlawan bersenjata lengkap baik berjalan kaki maupun mengendarai kuda.
Untuk mengarahkan jalannya, malaikat sendiri yang menuntun para ahli perbintangan dari negri masing-masing. Tuhan juga mengutus bala tentara surga untuk melindungi mereka selama dalam perjalanan menuju ke Betlehem. Perjalanan itu memakan waktu berbulan-bulan sebelum tiba di Israel, sehingga mereka juga membawa bekal makanan yang sangat banyak, selain tenda-tenda yang dimuat di kuda beban dan keledai. Sebuah rombongan utusan kerajaan yang sangat agung.

Dengan waktu yang diatur oleh Allah sangat tepat melalui para malaikat pengiring, rombongan para ahli bintang utusan kerajaan ini tiba di Yerusalem dalam waktu yang bersamaan, sekalipun mereka berasal dari negri yang berjauhan ribuan kilometer. Dan waktu kedatangan mereka ke Yerusalem tepat pada saat kelahiran sang Mesias, Yesus Kristus!

Raja Herodes yang sombong dan angkuh, sangat terkejut menerima rombongan dari kerajaan-kerajaan yang sangat jauh. Rombongan kerajaan yang sangat mulia, sehingga Raja Herodes mau menerima di istananya. Bahkan ketika mereka bertanya, “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” (Matius 2:2) – raja Herodes mau mengumpulkan semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi yang ada di Yerusalem, lalu dimintanya keterangan di mana Mesias akan dilahirkan. Para ahli perbintangan ini menanyakan kepada Herodes secara langsung mengenai Mesias, karena para malaikat sudah memberitahukan kepada mereka bahwa yang lahir adalah Mesias Sang Juru Selamat dunia.

Para ahli Taurat membuka gulungan kitab Taurat yang besar untuk meneliti tulisan para nabi mengenai Mesias. Ketika diberitahukan oleh para ahli Taurat bahwa Mesis lahir di Betlehem, raja Herodes dengan kecemburuannya tidak berani bertindak gegabah di depan tiga rombongan agung dari kerajaan-kerajaan yang jauh itu. Dia sangat menghormatinya, dan berkata dengan licik, “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.” Kemudian ketika ketiga rombongan berangkat dari istana Herodes di Yerusalem atas menuju ke Betlehem yang berjarak 9 kilometer dari sana.

Kelahiran Mesias di Betlehem

Sementara rombongan orang majus dari tiga kerajaan dengan ratusan para pahlawan bersenjata yang mengiringi berada di istana Herodes di Yerusalem, Maria yang tengah hamil tua duduk di atas keledai dituntun Yusuf mencari tempat bermalam di betlehem. Yusuf mengetuk pintu rumah-rumah yang ditemui, tetapi si pemilik rumah menolak untuk menerima mereka masuk karena melihat keadaan Maria yang hamil tua. Semuanya berpikir, akan sangat repot jika tiba saatnya melahirkan di rumahnya.

Sementara itu kandungan Maria sudah berkontraksi dengan kuat dan tiba saatnya untuk melahirkan. Dalam keadaan darurat ini Yusuf melihat gubuk kandang domba yang ada di antara rumah-rumah penduduk di Betlehem. Kemudian mereka masuk ke sana dan pada saat itu tiba saatnya Maria melahirkan …

Sekalipun di kota kecil Betlehem, semua orang menolak Maria dan kota itu sangat sunyi sepi di malam hari, namun ada sebuah peristiwa lain yang sangat meriah terjadi di surga. Dari surga ribuan malaikat banyak sekali turun mengawal Tuhan Yesus turun ke bumi. Sebuah peristiwa yang sangat indah, Raja Surga turun ke bumi diiringi bala tentara surgawi dengan segala kemuliaannya.

Tuhan Yesus turun ke dunia menjadi bayi manusia yang dilahirkan oleh perawan Maria. Bayi mungil itu dibungkus dengan kain, dan diletakkan di dalam palungan kecil, tempat makan minum domba dari kayu. Jerami kering diletakkan di bawahnya supaya Bayi Kudus itu bisa berbaring dengan nyaman dan tidak kedinginan.

Perayaan Natal Pertama

Sementara itu di dekat Betlehem di padang rumput ada para gembala yang sedang menjaga domba-dombanya. Satu malaikat dengan cahaya kemuliaan surgawi menjumpai mereka dan berkata, “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” (Lukas 2:12)

Setelah mendengar berita itu, Tuhan Allah membuka mata para gembala sehingga mereka bisa melihat ribuan bahkan banyak sekali malaikat balatentara surga di langit yang menyertai Tuhan Yesus turun dari surga, memuji karya keselamatan Allah yang tidak terselami oleh akal pikiran manusia, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Ketika para malaikat bala tentara Allah kembali ke surga, para gembala itu bergegas berjalan menuju ke kota kecil Betlehem di sebelah selatan Yerusalem. Malaikat Tuhan menuntun mereka sehingga bisa menjumpai kandang domba yang gelap di antara pemukiman penduduk.

Para gembala dengan mudah menjumpai sebuah kandang domba yang tengah malam dihuni Keluarga Kudus ini, karena ada kuasa Allah yang turun menyelimuti dan memberikan kehangatan di tengah malam yang dingin. Para gembala bersukacita ketika melihat, sang Mesias dilahirkan di gubug yang sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari mereka yaitu : kandang domba!

Para gembala dengan bersemangat menceritakan semua penglihatan surgawi yang dilihat dan semua peristiwa terjadi tepat seperti yang dikatakan oleh Malaikat Tuhan. Semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. (Lukas 2:18,19)

Rombongan pasukan ahli perbintangan, dengan dituntun oleh Bintang Natal cahanya berhenti tepat di atas kandang domba. Sekalipun merasa agak aneh tetapi mereka merasakan kuasa surgawi melingkupi tempat itu. Para ahli perbintangan menjumpai bayi Yesus yang memancarkan kuasa dari surga. Mereka bersujud dan satu persatu memberikan persembahannya bagi Sang Raja Agung yang baru saja lahir. Persembahannya: dua peti emas tua, lima tempayan kemenyan terbaik dan enam tempayan mur terbaik – sebuah persembahan yang layak diberikan dari para raja yang mengutus mereka untuk sang Raja Agung Juru Selamat Dunia.

Malam itu rombongan kerajaan itu bersukacita bersama para gembala karena perjalanan mereka sudah diberkati Tuhan dan bisa bertemu dengan Raja Agung yang baru dilahirkan. Di surga para malaikat dan orang kudus juga merayakan kelahiran Tuhan Yesus sebagai bayi perawan Maria. Malam itu malam perayaan penuh sukacita yang terjadi baik di bumi maupun di surga.

Jika di jaman moderen ini ada gereja-gereja yang menolak untuk merayakan Natal dan menyatakan perayaan itu “sesat“, mungkin ada baiknya jika mereka melihat sendiri bagaimana para penghuni surga bersukacita menyambut kelahiran sang Mesias. Bagaimana rombongan utusan agung dari tiga kerajaan bersukacita bertemu dengan bayi yang dinubuatkan. Bagaimana para gembala memuji-muji Allah setelah melihat sendiri Bayi Kudus tepat seperti yang disampaikan oleh malaikat yang menemui mereka.

Apa yang terjadi di malam itu adalah sebuah perayaan Natal yang sangat meriah dan Kudus baik di bumi maupun di surga. Ketika umat pilihanNya menolak menerima kedatangan sang Mesias, maka Allah sendiri yang memanggil orang-orang dari ujung dunia untuk datang menyambut dan merayakan Natal bersama dengan para malaikat balatentara Allah dan semua orang kudus di surga.

Bayi Natal Diselamatkan Allah

Ketika tidur malam harinya, malaikat Tuhan menemui para ahli perbintangan supaya tidak pulang melalui Yerusalem dan menemui Herodes. Mereka semua adalah orang-orang asing yang berbulan-bulan taat kepada kepada tuntunan malaikat Tuhan sehingga sampai di Betlehem - sehingga terhadap perintah yang satu ini, mereka juga mau tunduk dan taat. Bandingkan dengan orang-orang Yahudi bangsa pilihan Allah, yang justru menolak Maria bermalam di rumah mereka.

Pagi harinya, rombongan orang majus dari tiga kerajaan yang jauh dengan diiringi ratusan pahlawan pengiring meninggalkan gubug kandang domba di Betelehem, mereka pulang melalui jalan lain tidak melalui jalan utama Yerusalem.

Setelah rombongan kerajaan ahli perbintangan pulang, pada malam harinya malaikat Tuhan membangunkan Yusuf supaya saat itu juga pergi ke Mesir membawa Maria dan bayi Yesus. Malam itu Yusuf menjual (menukarkan) sebagaian persembahan orang majus untuk membeli keledai, bahan makanan dan semua perbekalan yang dibutuhkan. Sisanya dibawa untuk bekal selama hidup di Mesir.

Ketika semuanya sudah terkumpul, malam itu juga Yusuf dan Maria yang menggendong bayi Yesus mengendarai kedelai masing-masing, dan diiringi empat keledai penuh dengan perbekalan dan persediaan selama di jalan dan selama tinggal di Mesir.

Sementara itu Herodes di istananya sangat gelisah hatinya, karena menunggu rombongan tiga kerajaan menemuinya di Yerusalem. Keesokan harinya, pada hari kedua Herodes mendapat kabar bahwa ratusan pahlawan dari tiga kerajaan dari Timur sudah tidak ada lagi di Betlehem yang berjarak 3 jam berjalan kaki dari Yerusalem. Dia begitu murka, dan memerintahkan panglima tentaranya untuk pagi itu juga membawa pasukan khususnya bergegas menuju ke Betlehem dan sekitarnya untuk membunuh semua bayi berumur dua tahun ke bawah.

Beberapa jam kemudian di seluruh Betlehem dan daerah sekitarnya terdengar tangisan dari ibu-ibu yang kelihangan bayinya. “Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.”

Sementara itu menuju ke Mesir ada suami istri dengan bayinya menunggang keledai menuntun empat keledai sarat dengan bahan makanan dan semua perbekalan yang dibutuhkan. Para malaikat balatentara Allah berjaga di sekelilingnya, memastikan bahwa mereka selamat untuk tinggal di daerah pinggiran kerajaan Mesir.

Pada peristiwa ini, Allah Bapa melindungi Yusuf, Maria dan bayi Yesus dengan sempurna, bahkan menyiapkan semua yang dibutuhkan sehungga mereka bisa hidup di Mesir dengan tidak berkekurangan. Apa yang dilakukan oleh Allah Bapa, tepat seperti yang dinubuatkan oleh nabi Hosea.

Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.” (Matius 2:14,15)

… Dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. (Hosea 11:1)

Menyambut Mesias

Setelah itu, Tuhan Yesus memperlihatkan apa yang terjadi di jaman moderen ini. Seperti halnya 2000 tahun yang lalu, sekarang ini Tuhan juga memperingatkan semua orang di seluruh dunia mengenai kedatangan Kristus kedua, tetapi orang-orang Kristen tidak mau peduli. Semuanya sibuk dengan urusan masing-masing, sekalipun para hamba Tuhan di seluruh dunia gencar menyampaikan kabar kedatanganNya.

Para hamba Tuhan memperingatkan supaya semua orang Kristen mempersiapkan diri menjadi mempelai yang bijaksana, dengan menjaga kekudusan hidup dan melakukan Firman dengan setia. Tetapi lebih banyak orang Kristen yang mengabaikan dan mencemooh, dan hanya sedikit yang mau mempersiapkan diri.

Tuhan sendiri mengetuk satu-persatu pintu hati manusia supaya masuk dan tinggal di dalamnya, tetapi mereka menolak – ini sama seperti peristiwa dua ribu tahun silam ketika Yusuf mengetuk satu persatu pintu rumah di Betlehem, supaya Maria bisa bermalam dan Tuhan Yesus lahir di rumah itu.

Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. (Wahyu 3:20)

Tetapi ketika orang-orang Kristen di masa modern ini menolak Tuhan Yesus untuk bertahta di hati dan menguasai kehidupannya, maka mereka akan menghadapi pembantaian oleh antikristus pada saat mereka tertinggal (left behind) tidak terangkat dalam Rapture. Pembantaian yang dilakukan oleh roh jahat yang sama dua ribu tahun yang lalu, yang membantai bayi-bayi di Betlehem …

Tuhan Yesus juga memperlihatkan bagaimana para malaikat, ribuan bahkan banyak sekali malaikat balatentara surga bersukacita, bersorak sorai, memuji Tuhan, ketika Tuhan Yesus turun ke bumi sebagai seorang bayi kudus di kandang domba Betlehem. Peristiwa yang sama juga sebentar lagi akan terjadi ketika anak-anak Tuhan dan Roh Kudus diangkat dari bumi masuk ke surga. Para malaikat balatentara surga bersorak sorai dan memuji Tuhan ketika anak-anak Tuhan yang mempersiapkan diri satu persatu diubahkan dalam sekejap mata dengan tubuh surgawi, diangkat ke awan-awan bertemu dengan Tuhan Yesus untuk masuk ke dalam Perjamuan Anak Domba Allah di surga.

Jangan Pergi Membeli Minyak

Ada satu pesan dari Tuhan Yesus terhadap masa yang semakin singkat ini, yaitu: “Jangan menjadi gadis yang bodoh”. Tuhan Yesus menyatakan gadis itu bodoh bukan hanya karena mereka tidak membawa minyak untuk pelitanya, tetapi yang terutama adalah ketika mereka “pergi membeli minyak.”

Mereka pergi meninggalkan tempatnya, padahal pelitanya masih menyala. Mereka pergi karena kekuatirannya minyak habis dan pelita akan padam, padahal pelita itu masih menyala sampai mereka bisa pergi ke penjual minyak. Pada saat itu mempelai datang dan para gadis bodoh itu tidak ada di tempatnya, padahal pelitanya masih menyala.

Ketika kita tanya kepada Tuhan Yesus, “Bagaimana jika seandainya pelitanya saat itu padam?” Tuhan Yesus menjawab, “Jika mereka masih ada di tempatnya dan tidak pergi membeli minyak, maka mereka akan tetap diijinkan masuk ke Pesta.”

Teriakan Peringatan

Terhadap perumpamaan ini Tuhan Yesus memperlihatkan satu hal yang jarang dibahas yaitu, teriakan di tengah malam suara orang berseru: “Mempelai datang! Songsonglah dia!” (Matius 25:6). Pada saat teriakan itu terdengar, ternyata mempelai BELUM DATANG! Teriakan itu untuk membangunkan para gadis yang tertidur. Mereka bangun dan masih ada waktu untuk mempersiapkan dirinya, untuk menyambut mempelai yang datang kemudian.

Sekarang ini, teriakan itu juga sudah terdengar! Para hamba Tuhan di seluruh dunia menyampaikan mengenai waktu kedatangan Kristus yang sudah di ambang pintu. Bahkan Tuhan Yesus sendiri menemui anak-anak Tuhan termasuk orang non Kristen di seluruh dunia, untuk membangunkan hati mereka yang tertidur. Sekarang inilah saatnya untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan Kristus sebagai raja. Jangan pergi membeli minyak! Jangan kehilangan fokus iman untuk menjadi gadis yang bijaksana dengan terus berkomitmen hidup dalam kekudusan dan menjadi pelaku Firman Tuhan yang setia.

Sekarang ini setan sedang bekerja keras untuk mengubah arah hidup orang-orang Kristen terhadap berbagai berkat duniawi dan kemakmuran hidup, dan tidak lagi membangun hubungan yang intim dengan Tuhan setiap hari. Terhadap semua umat manusia, Tuhan sudah menyerukan sebuah peringatan untuk bersiap-siap, “Mempelai datang! Songsonglah dia!”

Sekarang ini waktunya bagi kita semua untuk memperbaharui komitmen iman kita dengan fokus kepada kemenangan iman, dengan menjadi “gadis yang bijaksana”. Kita tetap berada di tempat penantian kita, tidak “pergi membeli minyak” yaitu memenuhi semua “kekuatiran hidup” tetapi selalu mengarahkan hidup kepada kasih Kristus saja. Tuhan Yesus mengingatkan sebuah pesan yang berulang-ulang ditegaskan yaitu, “Kerjakanlah kesemalatanmu sendiri!”

Hari Lahir Sang Mesias

Di akhir vision kita bertanya satu hal yang agak menyimpang, “Apakah Tuhan Yesus lahir tanggal 25 bulan Desember?”

Ternyata Tuhan langsung memperlihatkan satu nama bulan di luar bulan Desember.

Melihat kenyataan itu ada sebuah pertanyaan lanjutan, “Bagaimana dengan orang Kristen yang merayakan Natal di bulan Desember, bahkan sekarang timbul berbagai polemik terhadapnya?”

Terhadap pertanyaan yang cukup sensitif ini Tuhan menjawab, “Tidak masalah, itu hanyalah perayaan. Yang penting AKU lahir di hatimu setiap hari.”

Ternyata Tuhan Yesus sudah mengetahui apa yang akan diperdebatkan oleh gereja-gereja di akhir jaman, mengenai perayaan Natal yang dirayakan oleh umat Allah di bulan Desember selama puluhan abad ini. Seperti para malaikat balatenatara surga merayakan kelahiran bayi Natal, Tuhan Yesus mengijinkan gereja-gereja bersukacita merayakan Natal di bulan Desember atau Januari seperti yang dilakukan selama ini.

Terhadap hari dan tanggal perayaan, secara sederhana Tuhan Yesus memberikan petunjuk di kitab Lukas 2:11 – “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” Inilah yang sebenaranya dinantikan oleh Tuhan Yesus sampai sekarang, yaitu HARI INI ijinkan DIA lahir dan bertahta di dalam hati kita.

Selamat Natal 2012 dan Tahun Baru 2013. Tuhan Yesus memberkati kita senantiasa.

Tetap semangat di dalam Firman Tuhan dan Langkah Iman.

Maranatha!
(PD Yoel)