natal

kenapa sebagian besar orang Kristen merayakan natal ? padahal natal tdk pernah disebutkan dalam alkitab, apakah ini termasuk ajaran yg menyesatkan ?

Untuk memperingati kelahiran-Nya

“Natal” itu artinya lahir. Di Alkitab ada ayatnya kok.

Luk 2:11
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Sesat tidak sesat tergantung siapa yang berpendapat. Yang tidak paham sejarahnya bisa saja menuduh Natal sebagai ajaran pagan, ajaran sesat.

Kalau Anda ingin mengetahui yang benar, silakan dengarkan audio

Sumber: Unduh MP3 Bambang Noorsena - Musik & Lagu Rohani - ForumKristen.com

Salam

Tapi bukti sejarah menjelaskan Peringatan Natal baru tercetus antara tahun 325-354 oleh Paus Liberius, yang ditetapkan tanggal 25 Desember, sekaligus menjadi momentum penyembahan Dewa Matahari, yang kadang juga diperingati pada tanggal 6 Januari, 18 Oktober, 28 April atau 18 Mei. Oleh Kaisar Konstantin, tanggal 25 Desember tersebut akhirnya disahkan sebagai kelahiran Yesus (Natal).

Jadi, menuru Bibel, Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu yang sedang melaksanakan sensus penduduk (7M=579 Romawi).

Lukas 2:1-8:
”Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.
Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galelilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud- supaya didaftarkan bersama dengan Maria, tunangannya yang sedang mengandung.
Ketika mereka disitu tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lapin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka dirumah penginapan.
Didaerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjanga kawanan ternak mereka pada waktu malam.”

Jadi, menurut ayat diatas, Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu yang sedang melaksanakan sensus penduduk (7M=579 Romawi). Yusuf, tunangan Maryam ibu Yesus berasaldari Betlehem, maka mereka bertiga ke sana, dan lahirlah Yesus di Betlehem, anak sulung Maria. Maria membungkusnya dengan kain lampan dan membaringkannya dalam palungan (tempat makan sapi, domba yang terbuat dari kayu). Peristiwa itu terjadi pada malam hari dimana gembala sedang menjaga kawanan ternak mereka di padang rumput.

Menurut Matius 2:1, 10, 11
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Herodus, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersuka citalah mereka. Maka masukalah mereka kedalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibunya.

Jadi menurut Matius, Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodus yang disebut Herodus Agung yang memerintah tahun 37 SM- 4 M (749 Romawi), ditandai dengan bintang-bintang yang terlihat oleh orang-orang Majusi dari Timur.

Cukup jelas pertentangan kedua Injil tersebut (Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1, 10, 11) dalam menjelaskan kelahiran Yesus. Namun begitu keduanya bertentangan dgn kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Penggambaran kelahiran yang ditandai dengn bintang-bintang di langit dan gembala yang sedang menjaga kawanan domba yang dilepas bebas di padang rumput beratapkan langit dengan bintang-bintangnya yang gemerlapan, menunjukkan kondisi musim panas sehingga gembala berdiam di padang rumput dengan domba-domba mereka pada malam hari untuk menghindari sengatan matahari. Sebab jelas 25 Desember adalah musim dingin. Sedang suhu udara di kawasan Palestina pada bulan Desember itu sangat rendah sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil.

Makanya dengarkan dulu audio yang link-nya sudah saya berikan di atas.
Di situ ada penjelasan bahwa peringatan Natal sudah dilakukan oleh gereja mula-mula. Orthodoks Timur dan Barat (Katolik) mempunyai tanggal yang berbeda, karena beda kalender.

Tips untuk mempermudah dalam belajar: Lebih banyak bertanya dan mempelajari referensi ketimbang memberikan pernyataan.

Salam

Saya masih bingung, Penggambaran kelahiran Yesus yang ditandai dengan bintang-bintang di langit dan gembala yang sedang menjaga kawanan domba yang dilepas bebas di padang rumput beratapkan langit dengan bintang-bintangnya yang gemerlapan, menunjukkan kondisi musim panas sehingga gembala berdiam di padang rumput dengan domba-domba mereka pada malam hari. 25 Desember adalah musim dingin dgn begitu jelas Yesus lahir bukan pd tanggal 25 Desember

Sudah dengar audionya belum?

Salam

Ya sudah ga usah ngerayain Natal pada tanggal 25 Desember… Rayakanlah Natal sesuai tanggal yang Anda pikir pas.

Saya tidak peduli Kelahiran Yesus mau diterapkan tanggal berapa. Itu cuma masalah “fisik”…
Yang penting di dalam hati kita merayakan Kelahiran Yesus sebagai moment Kelahiran Sang Juru Selamat ke dunia, kasih karunia TUHAN yang mengaruniakan Anak Tunggal-Nya kepada manusia.
Memahami Arti Kelahiran lebih penting (jauh lebih penting berkali2 lipat) daripada masalah penerapan tanggal yang sesuai.
Dan saya tidak menganggap Paus Liberius sudah kasih ajaran sesat gara-gara menetapkan tanggal 25 Desember, sekalipun itu bertepatan dengan perayaan Dewa Matahari.

saya sudah dengar audionya, kesimpulan saya: natal itu tidk penting tgl berapa, karena saya jg tdk merayakan natal

Gal 4:9 Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?
Gal 4:10 Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun.
Gal 4:11 Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia.

Kalau tidak merayakan ya kenapa membuat thread ini? Saya juga merayakan natal, saya tidak peduli tanggal berapa, ada di Bible atau nggak. Sing penting merayakan kelahiran Juruselamat saya.

Sama seperti paskah dan jumat agung. Itu cuma hari raya umat beragama, anda pikir itu doktrin untuk ke surga?

Salam… :slight_smile:

menurut Galatia 4:10, lebih baik jika tidak mengagungkan hari2 tertentu, menganggap satu hari lebih penting dari hari yg lainya, memelihara hari-hari tertentu merupakan kebudayaan turun-temurun

Alkitab tidak bisa bercampur dengan kebudayaan/ adat istiadat

Lha Om ngapain ngurusin orang yang ngerayain Natal klo Om sendiri gak ngerayain…

Biasa… pertamanya memang “nanya-nanya” …lalu “menanamkan doktrin” … :slight_smile:

seperti itu kenyataan yg ada dalam Alkitab, tidak baik memelihara hari2 tertentu

Berarti pertanyaannya terjawab kan? :slight_smile:
Yang penting sekarang Anda sudah tahu bahwa asal-usul hari Natal bukan ajaran pagan.

Hati-hati dalam mengutip ayat ya. Kalau menurut Anda ayat itu relevan untuk Natal, berarti bisa juga diterapkan untuk perayaan yang lain: Hari Kemerdekaan, Hari Pendidikan, Hari Kartini, Hari ulang tahun, Hari Pahlawan, Hari Pancasila, dll.

Daripada membuat kesimpulan terburu-buru seperti itu, alangkah baiknya jika Anda meluangkan sedikit waktu untuk memahami konteks yang hendak disampaikan ayat tersebut.

Salam

Hati-hati dalam mengutip ayat ya. Kalau menurut Anda ayat itu relevan untuk Natal, berarti bisa juga diterapkan untuk perayaan yang lain: Hari Kemerdekaan, Hari Pendidikan, Hari Kartini, Hari ulang tahun, Hari Pahlawan, Hari Pancasila, dll.

Ya, anda benar. Perayaan yang lain seperti Hari Kemerdekaan, Hari Pendidikan, Hari Kartini, Hari ulang tahun, Hari Pahlawan, Hari Pancasila, dll, semua itu adalah buatan manusia dan diwariskan turun-temurun, jd lebih baik tdk dirayakan

Ya kalau ada yang mau merayakan biarkan lah om, jangan terlalu memaksakan pemikiran om disini…gitu loh om…

Lebih baik lagi kalau Anda meluangkan sedikit waktu untuk memahami konteks yang hendak disampaikan ayat tersebut.

Salam

Lebih baik lagi kalau Anda meluangkan sedikit waktu untuk memahami konteks yang hendak disampaikan ayat tersebut.

Gal 4:10 Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun.

maksud ayat 10:

-) bulan2 suci seperti bulan pertama, abib, bulan jelai (kel13.4), bulan ziw, bulan bunga (1 Raj. 6:1,37), etanim, bulan mengarungi sungai (1 Raj. 8:2), bulan hujan (1 Raj. 6:38)
-) hari2 raya seperti hari raya roti tdk beragi, hari raya tujuh minggu dan hari raya pondok daun ( 2 Taw. 8:13)
-) tahun-tahun sabat (Imamat 25:4)

Gal 4:11 Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia.

maksud ayat 11:
-) Rasul Paulus sudah berjerilelah atas orang2 Galatia untuk membawa mereka ke dalam Kristus, namun mereka berbalik kepada adat istiadat/ kebudayaan, ini membuat jeri payah Rasul Paulus atas orang2 Galatia menjadi sia-sia

Ini menjelaskan bahwa adat istiadat tidak bisa bercampur dgn Firman Allah

Penjelasan Anda di atas sekaligus menjelaskan bahwa ayat tersebut tidak berbicara tentang Natal, Hari Kemerdekaan, Hari Pendidikan, Hari Kartini, Hari ulang tahun, Hari Pahlawan, Hari Pancasila, dll.

Salam

Natal, Hari Kemerdekaan, Hari Pendidikan, Hari Kartini, Hari ulang tahun, Hari Pahlawan, Hari Pancasila, dll itu buatan manusia, dan yg terus dilakukan secara teratur, seiring berjalannya waktu kemudian menjadi adat istiadat dan kebiasaan, diwariskan sampai kepada kita

Ayat dalam Kitab Galatia menjelaskan kita tidak boleh memelihara hari2, menganggap satu hari lebih penting dari pada hari yg lainnya