Neon Trees, Band 'Anak Gereja' Sambangi Jakarta Sabtu Ini

Nama Band Neon Trees di Indonesia mungkin belum seterkenal di negara asalnya Amerika, namun single mereka yang berjudul Animal laris manis diputar di berbagai radio tanah air selama setahun terakhir. Bagaimana tidak, single ini menjadi salah satu lagu yang dinyanyikan di serial televise popular Glee dalam episode berjudul “Sexy” di season 2 dan memenangkan penghargaan Alternative song of The Year di Billboard Music Awards 2011.

Band rock alternatif asal Provo, Utah, California ini digawangi oleh Tyler Glenn (vokal), Chris Allen (gitar), Branden Campbell (bass), dan drummer perempuan Elaine Bradley. Didirikan sejak tahun 2005 sebagai band indie, peruntungan mulai datang di tahun 2008 ketika mereka diminta oleh drummer band The Killers, Ronnie Vannucci Jr., menjadi band pembuka di konser The Killers. Penampilan spektakuler itu membuat band ini dikontrak Mercury Records dan album perdana mereka yang dirilis tahun 2010 langsung dikenal di seantero Amerika.

Dan untuk pertama kalinya Neon Trees akan menyambangi Asia, dan Indonesia menjadi salah satu negara tujuan mereka. Neon Trees dijadwalkan tampil di Java Rockin Land di Simpati Stage, hari Sabtu (23/7) pukul 21.45.

Salah satu hal yang menarik, anggota band ini terkenal sangat relijius dan aktif di gereja Mormon, The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints, dan hal ini sangat mempengaruhi kehidupan mereka sebagai anak band. Dibesarkan dalam lingkungan yang taat beragama tentu saja mempengaruhi cara mereka dalam menulis lagu, mempengaruhi gaya saat tampil di atas panggung, dan mempengaruhi perilaku mereka secara keseluruhan. Ingin menjadi orang yang bertanggung jawab dan tidak menjadi contoh buruk bagi para penggemar membuat anggota band ini selalu berpikir ulang dalam menyikapi segala tindakan mereka.

Apalagi dunia musik rock identik dengan keliaran, pemberontakan dan kebebasan berekspresi. Namun Neon Trees mengakui bahwa agama menjaga mereka agar tetap rendah hati. Apapun yang mereka lakukan dalam hidup ini, mereka tetap berusaha untuk selalu menjadi manusia yang normal, apa adanya, dan menjalani kehidupan yang sehat. Diakui agama jugalah yang telah menyelamatkan mereka dari hal-hal buruk seperti obat-obatan dan alkohol. Dengan tidak terlibat hal-hal negatif seperti itu membuat mereka lebih berfokus pada musik.

Sekilas mengenai ajaran Mormon, ajaran ini menolak doktrin Trinitas. Meskipun mengakui keberadaan Allah, Yesus, dan Roh Kudus, namun ajaran ini melihatnya sebagai pribadi yang terpisah dan berdiri sendiri. Manusia sendiri tidak diciptakan atau dibuat karena sebelum masuk ke dunia, manusia tinggal bersama Allah dan anak-Nya di dalam dunia roh. Sehingga pada akhirnya manusia bisa menjadi Allah, sama dengan “Allah-allah” lainnya. Secara ajaran, terdapat beberapa penyimpangan lainnya yang dianut dan diyakini aliran Mormon yang tidak sejalan dengan esensi Kekristenan yang sebenarnya.

Sebagai orang Kristen mungkin kita perlu menyikapi hal ini dengan lebih bijaksana. Meskipun perilaku mereka terlihat lurus dan tanpa cacat secara dunia, dengan mengetahui latar belakang ajarannya, mungkin kita perlu mewaspadai lirik yang diusung melalui musik mereka. Karena apa yang kita yakini seringkali tersalurkan melalui ekspresi hasil karya kita.

Source : Berbagai Sumber