News "Dagelan buruh"

Metrotvnewsp[dot]com, Jakarta: Dewan Pengupahan menggelar rapat penetapan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta, Rabu (30/10). Namun, hanya satu dari empat perwakilan buruh yang hadir.

Alhasil, rapat pengupahan diskorsing. Hingga pukul 13.30 WIB, rapat diskorsing untuk ketiga kalinya.

“Ini skorsing ketiga kalinya, baru nanti bermusyawarah, rapat ini diapakan nih,” ujar Anggota Dewan Pengupahan dari unsur pengusaha, Asrial Chaniago, di Blok G Balaikota Jakarta, Rabu (30/10).

Menurut dia, anggota dewan yang lain (dari unsur pengusaha dan pemerintah) memaklumi jika perwakilan buruh tidak hadir. Mereka masih berada di tengah-tengah anggotanya untuk berdemonstrasi menuntut upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp3,7 juta.

“Tiap tahun kebiasaan begini. Mereka merasa tidak diakomodir, jadi mending kabur. Mending tidak ada ketimbang ada dan dihujat ketika UMP tidak sesuai tuntutan,” kata anggota Apindo itu.

Apindo sendiri menginginkan rekomendasi UMP untuk Gubernur DKI Jakarta diputuskan hari ini. Namun, kemungkinan besar, rapat hari ini ditunda dan dilaksanakan besok. Lalu bagaimana jika perwakilan buruh tetap tidak hadir?

Asrial mengatakan anggota dewan yang lain dapat langsung memutuskan dan itu sah. Sebab, lanjutnya, Gubernur DKI Jakarta harus memutuskan UMP pada 1 November 2013.

Selain itu, dewan telah mengundang perwakilan buruh sesuai prosedur. Dewan Pengupahan pun menunggu mereka datang dengan menskors rapat hingga tiga kali. “Kecuali kita cheating ya, tanpa undang mereka,” tukas dia.

Aksi buruh yang akhir2 ini minta digaji 3jt, membuat aku ketawa terbahak-bahak… HUUUUAHAHAHA…
waiting comment, dari member berprofesi buruh yang ikut berserikat!!

Yahh obrolan pinggir kal seh seperti ini :

Saya juga buruh dan rakyat jelata seperti orang kebanyakan…tapi saya tidak banyak menuntut kepada tuan saya dimana saya mengabdi sekarang ini.
Pekerjaan saya setiap hari melayani tuan saya beserta teman-teman sejawat lainnya dalam satu naungan payung yang besar, yaitu perusahaan tuan saya.
Kami semua tidak penah menuntut hak kami, karena tuan kami sudah menjalankan kewajibannya kepada kami sbg buruhnya.
Jika ada yang tidak berkenan antara tuan dan buruh…Maka kami memiliki budaya kekeluargaan untuk sharing pendapat mencari solusi yang win-win solution…Jadi ga pernah tuh kami bertengkar saling memperebutkan suatu
ego masing masing untuk menjadi yang super…No…!! / tIDAK…!!

jADI JIKA salah satu menuntut hak untuk diperhatikan…apakah sudah dipikirkan juga …apakah selama ini kwalitas buruh tsb sudah menghasilkan suatu produktifitas yang lebih maju dari sebelumnya…?? sehingga daya jualnya produk menjadi semangkin meningkat beberapa kali lipat…?? Nyatanya di negri kita ini si buruh kwalitas kerjanya jalan ditempat…apalagi etos kerjanya juga jalan ditempat …tapi mereka tidak koreksi diri sampai sekarang…hemm

Sebetulnya mental buruh di negeri ini sifatnya tidak kompetitif…namun konsumtif…sehingga sampai kapanpun tidak akan menjadi puas dan puas dng apa yang sudah diputuskan nilai UMP sekian…ehhh…ujug-ujug di gosok-gosok ama lsm-lsm…ya demo lagi minta kenaikan…Akhirnya investor kabur dan perusahaan gulung tikar dan tutup.
Si buruh melongo gigit jari…!! ITUlah yang dibawah serakah yang diatas korupsi …akhirnya semua jadi omong kosong.
Tapi bagi siapa yang mengikuti Tuhan Yesus Kristus ( seperti saya ini ) akan dicukupi segalanya…tidak perlu ikut demo…Amin

Salam…

Tanggapan yang bagus bro…

saya setuju, emang sifat kedagingan manusia yang tidak pernah puas dengan yang dimiliki.
ntar kalo para pengusaha pindahin pabrik keluar negeri. banyak penggangguran lagi. pemerintah lagi yang salah ;D

salam

Sebenere UMP buruh itu apa dah sebanding dgn beaya hidup yg terus naik ? Apalagi d jakarta

Gaji buruh dah diketok 2.4 di DKI.

Kalo gaji fresh graduate s1 brp ya?

kalo masalah cukup atau tidak tergantung yang mengelola…
di Jakarta kan juga banyak tenaga honorer atau sukwan yang gajinya jauh dibawah UMR. tapi mereka biasa aja…

bukankah udah tahu kalo mau daftar jadi buruh, gajinya ‘dikit’ tapi kenapa ikut aja kerja buruh??

nah itu dia, aku juga gak tahu… :smiley:

Gaji buruh 2.4jt, gaji sarjana 4.2 jt. :smiley:

GBU

Ohh, masih fair lah kalau bgt :slight_smile:

Sekalian tambahan

Selain Bedak dan Pulsa, Buruh Minta Jaket dan Kipas Angin Wiji Nurhayat - detikfinance Sabtu, 02/11/2013 11:08 WIB

Jakarta -Perwakilan serikat buruh menolak keputusan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang menetapkan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta sebesar Rp 2.441.301,74/bulan untuk tahun depan. Buruh tetap menginginkan kenaikan upah 50% atau naik menjadi Rp 3.700.000/bulan.

“Buat kami, kenapa kami menuntut kenaikan upah 50% secara nasional atau untuk DKI Jakarta sebesar Rp 3.700.000, itu berdasarkan hasil riset kita dan penetapan nilai formal. Selama ini item survei komponen hidup layak (KHL) tidak sesuai dengan kebutuhan nyata pekerja,” ungkap Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi dalam diskusi ‘Polemik’ soal Upah Minimum Provinsi (UMP) di rumah makan kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (2/11/2013).

Salah satu yang dituntut buruh adalah adanya penambahan nilai baru item KHL berupa jaket dan kipas angin. Sebelumnya buruh juga telah meminta kosmetik, bedak, dan pulsa handphone.

“Ada minus di sana. Item biaya transportasi pekerja buruh seharusnya Rp 600.000 seharusnya, tetapi faktanya hanya Rp 200.000/bulan. KHL juga harus ada jaket, tetapi tak dipenuhi. Ada juga kipas angin, televisi, bedak, minyak wangi, pulsa handpone, item itu nggak ada,” tuturnya.

“Jaket ini perlu untuk buruh karena kita itu negara tropis. Pakaian juga masuk dan yang dihitung itu kebutuhan nyata di lapangan,” imbuhnya.

Karena itu, keputusan Pemprov DKI Jakarta yang telah memutuskan nilai UMP 2014 ditolak oleh para buruh. Ketetapan UMP DKI Jakarta 2014 dinilai cacat hukum karena ketidakhadiran para buruh.

“Ketika menghitung regresi, nilai KHL seharusnya Rp 2.600.000 juta sekian dari buruh sedangkan pemerintah dan Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) hanya Rp 2.290.000/bulan. Putusan Rp 2.441.000 itu cacat moril dan catat hukum karena buruh nggak datang,” cetusnya.

Buruh buruh … aya aya wae :ashamed0004:

haha… kalo kosmetik tiap bulan abis. masak mau beli jaket tiap bulan?
memang berbeda sekali kalo yang nuntut upah itu ‘berpendidikan’

iya itu dia, ajib nya.

Btw kalo ane jadi pihak pabrik juga gak rela kasih duit kosmetik, bedak, pulsa hape tiap bulan … spg bukan, sales juga bukan :mad0261:

Napa ga langsung minta 10 juta lebih aja.
Klo mereka dapat gaji 3 juta itu tanpa perkembangan kualitas, para pabrik milik asing pasti keluar dari Indo. Maka akan ada lebih banyak lagi pengangguran.
Gaji 3 juta tanpa kualitas itu pun akan bikin harga barang naik karena pengluaran naik.
Seperti selalu, ekonomi Indonesia akan bobrok lebih parah lagi.

ya kita liat aja seberapa kuat jokowi bertahan dengan ump yang sudah disetujui sekarang :slight_smile:

Itu buruh yang ikut demo btw ada yang Kristen ga ya?? pnasaran
malu2in :cheesy:

ada-ada saja kelakuannya, mereka menurunkan tuntutan… dari 3,7jt. turun menjadi 3,2jt… hahaha…

Liputan6.com, Jakarta : Buruh siap menurunkan tuntutan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2014 dari Rp 3,7 juta menjadi Rp 3,2 juta. Jika tuntutan tersebut dipenuhi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, kalangan buruh berjanji akan berhenti melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur DKI Jakarta.

“Jika hari ini Ahok maupun Jokowi memberikan angka Rp 3,2 juta untuk UMP DKI 2014 buruh siap meninggalkan Balaikota,” kata
Ketua Forum Buruh DKI Jakarta Muhammad Toha dalam keterangan tertulis, Jumat (8/11/2013).

Menurut dia, buruh akan setuju bila Jokowi memberikan angka UMP 2014 di kisaran Rp 3,2 juta.
karena ini merupakan angka negosiasi hasil pendekatan nilai kebutuhan hidup layak (KHL) 2014, yang direkomendasikan dewan pengupahan unsur buruh sebesar Rp 2,76 juta ditambah dengan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan produktivitas.

"Sebenarnya memang angka 3,7 juta adalah kebutuhan real buruh, tapi bila Gubernur memberikan angka Rp 3,2 buruh akan terima.

Namun, lanjut Toha, jika hari ini tidak juga ada kepastian dari Jokowi, buruh akan tetap melakukan aksi berikutnya. " Bahkan puncaknya akan ada. Mogok Daerah pada tanggal 14-15 November," terang dia.

Presiden Federasi Serikat Buruh Indonesia (FSBI) Bayu meminta agar Jokowi tidak keras kepala dengan tak mau mengubah keputusan UMP 2014. Menurut dia, bila Jokowi tidak mau merubah seharusnya Jokowi blusukan ke tempat buruh.

“Bukan blusukan ke rakyat miskin cari muka di media massa. Jangan sampai menyakiti hati buruh. Sebab, buruh siap menjebol pagar Balaikota bila Jokowi bertahan dengan arogansinya tidak mengubah keputusan UMP 2014,” ancam Bayu.

Permisi…
mau numpang belain buruh…
:slight_smile:

Ini agan kepala ayam kok terkesan merendahkan sesama ya? Menertawakan sesama manusia yang sedang memperjuangkan apa yang dianggapnya benar…
:slight_smile:

Beberapa komen lain juga menganggap buruh tidak berpendidikan…
Menyedihkan rasanya kalo komentar-komentar seperti ini keluar dari mulut kita yang notabene dilihat orang sebagai pengikut kristus…

Buruh juga manusia…butuh bedak… butuh handphone… butuh jaket… :slight_smile:

Tapiiiiiii…
yang paling aneh adalah… kok rasanya temen-temen yang komentar “merendahkan buruh” ini tidak memahami apa sih UMR/UMP itu?

ini ane bantu kasih definisinya…

Upah Minimum Regional adalah suatu standar minimum yang digunakan oleh para pengusaha atau pelaku industri untuk memberikan upah kepada pegawai, karyawan atau buruh di dalam lingkungan usaha atau kerjanya. Pemerintah mengatur pengupahan melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 05/Men/1989 tanggal 29 Mei 1989 tentang Upah Minimum.

Penetapan upah dilaksanakan setiap tahun melalui proses yang panjang. Mula-mula Dewan Pengupahan Daerah (DPD) yang terdiri dari birokrat, akademisi, buruh dan pengusaha mengadakan rapat, membentuk tim survei dan turun ke lapangan mencari tahu harga sejumlah kebutuhan yang dibutuhkan oleh pegawai, karyawan dan buruh. Setelah survei di sejumlah kota dalam provinsi tersebut yang dianggap representatif, diperoleh angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) - dulu disebut Kebutuhan Hidup Minimum (KHM). Berdasarkan KHL, DPD mengusulkan upah minimum regional (UMR) kepada Gubernur untuk disahkan. Komponen kebutuhan hidup layak digunakan sebagai dasar penentuan upah minimum berdasarkan kebutuhan hidup pekerja lajang (belum menikah).

Saat ini UMR juga dienal dengan istilah Upah Minimum Provinsi (UMP) karena ruang cakupnya biasanya hanya meliputi suatu provinsi. Selain itu setelah otonomi daerah berlaku penuh, dikenal juga istilah Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Source:http://id.wikipedia.org/wiki/Upah_minimum_regional

Jadii…
Buruh pabrik dan teman-temannya sesama pekerja kasar juga sama derajatnya dengan karyawan bank, pegawai negeri sipil dan teman-teman pekerja halus…
Sehingga kebutuhan hidup layak (KHL) pekerja kasar pun tidak jauh berbeda dengan pekerja halus…

:slight_smile:

Yang sedang diperjuangkan oleh demo buruh ini adalah UMR/UMP yang bisa mencukupi KHL…jadi saya rasa tidak masalah jika mereka terus memperjuangkannya…

Perkara nanti ada yang menunggangi atau apalah itu istilahnya, itu soal lain dan harus dilihat dari sudut pandang yang berbeda…

Terima kasih… :slight_smile:

@ chanonejc

Sudah anda pertimbangkan dari sisi perusahaan?

Loh kirain sama… ? beda to ?! wqwq kirain teh “buruh (asosiasi)” yang bersemangat sekali dengan tiada lupa merengut ketika “berdemo” ialah (para) sarjana-berjiwa & bermental-buruh ?.. atau sebaliknya (para) buruh berjiwa & bermental sarjana ?.. :rolleye0014:
#Whuupz!JustAsking :happy0025:

`Kolose 3:22-24
Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya…

Bukannya awal2 demo 3,7juta = harga mati???
kok bisa turun y? Jadi pasnya berapa ini wkwkwk

Sepertinya sih keinginan minoritas buruh, bukan mayoritas. Lha wong kebanyakan yg ogah demo, sampai d sweping segala. Jangan2 kelompok2 tertentu lagi test case menjelang pemilu 2014 melalui segala instrumen sosial termasuk d antaranya isu2 buruh spt upah, outsource dsbnya.