Nilai-Nilai yang salah yang ditanamkan pada Kehidupan Kristen

[Inilah kalimat2 yang paling menyebalkan dan sangat mengusik waktu ku dengar:

  1. Surga ditelapak kaki Ibu
    klo kamu percaya pada Alkitab, tidak ada stu ayatpun dalam Alkitab yang menyatakn hal ini!!
    Keselamatan hanya ada pada Yesus Kristus!
  2. anak yang tidak/belum berdosa
    Pada dasarnya manusia itu bejat,bahkan sejak dikandungsan ibu. Kita bedosa karena leluhur kita berbuat dosa(Adam). (ayatnya menyusul,klo bisa ada yang bantuin yah)
  3. Tidak seharusnya semua ayat di Alkitab dipelajari dan diikuti
    yang ini no comment deh(adakah yang bisa membantu menjelaskannya?)

renungan atawa diskusi yag??

salah masuk bu

ok dengan demikian thread akan dipindahkan ke board Diskusi Umum Kristen

  1. Tidak seharusnya semua ayat di Alkitab dipelajari dan diikuti
    yang ini no comment deh(adakah yang bisa membantu menjelaskannya?)

harus dipelajari dooonk, dan kalo yg dipelajari itu mengenai contoh yang salah ya jangan diikuti :slight_smile:

gw sich percaya tiap nama, tempat, istilah, bahkan bilangan2 angka/jumlah yang tertulis di Alkitab itu ada maksudnya, they’re there not for nothing gitu… betul tak? XD

nambahin

bertingkahlaku baik masuk surga…
kebenaran itu relatif…

sangat manipulatif kan? kelihatanya benar tapi ;p

untuk yg no 1 surga di telapak kaki ibu memang kata kata itu tidak tepat, tapi mungkin maksudnya agar kita lebih menghormati ortu kita, karena dari 10 perintah Allah hanya perintah yang ke 4 (" Hormatilah Ibu Bapa Mu agar lanjut hidupmu di dunia") yang langsung di sertai oleh akibatnya (mungkin lebih disebut hadiah kalau kita menaatinya)

setuju…

yg no 2 , saya cenderung mengacu pada kelakuan dan kondisi serta kejiwaan si ibu waktu ia mengandung .
jika si ibu saat ia mengandung itu , mensucikan diri , misalnya dengan berpuasa atau hal-hal yang baik , mungkin si anak akan lahir sebagaimana kondisi itu .( tapi karena umumnya semua ibu adalah manusia normal maka kondisi si ibu pada saat hamil yang sebagaimana sifat-sifat manusia pada umumnya " banyak dosa " , tetapi apakah pernyataan " bejat " itu tidak terlalu extreem ?)

sedangkan untuk no 3 , saya setuju jika alkitab memang baik untuk dibaca dan direnungkan , bukan untuk dipelajari apalagi untuk dicari logika - logikanya ( dilogikan ) , karena Tuhan adalah sangat jauh dari nalar manusia .

Yang pertama - Sorga ada di telapak kaki Ibu.
Ada yang mau sorga, berarti siap di tendang ibu masing-masing. :2funny:
Mau sorga lebih banyak, berarti siap di tendang rame-rame sama ibu-ibu sekampung :2funny:
Sampe sorga… belum tentu,… kalau bonyok pasti ;D :onion-head23:

Yang kedua baru mulai serius. Benarkah semua manusia berdosa, termasuk juga anak bayi telah memiliki dosa.

Yang ketiga - Ini menyangkut kewibawaan dan fungsi dari Alkitab. Semuanya diperlukan atau hanya ambil yang perlu saja.

Ayo mulai diskusi… :onion-head83:

ikut diskusian ah. Untuk no2. tentang dosa warisan Adam memang sudah nasib manusia bahwa manusia memang berdosa dan tidak mempunyai hak untuk memperoleh kehidupan kekal, karena dia dilahirkan dari daging, timbul pertanyaan apakah bisa dosa warisan ini di hapuskan? Jawabannya : Bisa. Untuk menghapuskan dosa keturunan ini, manusia harus dilahirkan kembali, dilahirkan melalui suatu Baptisan dengan Air dan dengan Roh. Karena apa yang dilahirkan dari daging adalah daging dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh.

Untuk ke 3. memang Alkitab harus dipelajari, direnungkan dan dijalankan. Kita mempelajari Alkitab untuk menambah pengetahuan kita tentang Firman Allah. (karena itu ada sekolah teologi, atau sekolah alkitab) supaya kita tidak secara sembarang menafsirkan Firman Allah tersebut.

  1. Secara doktrin tidak pernah ada. Ajaran ini ada dan berkembang dalam budaya Islam. Dalam agama timur setahu saya tidak ada.

  2. Secara doktrin hal ini juga salah. Konsep itu ada dalam ajaran Islam. Ajaran agama timur lebih melihat siklus perputaran manusia.

  3. Ini adalah pandangan dari kelompok yang mengatakan “Alkitab mengandung Firman Tuhan” sehingga mereka merasa tidak semua tulisan itu adalah Firman Tuhan. Hal ini dilengkapi dengan ketidaktahuan jurang pemisah yang terjadi. Ilmu tafsir perlu dipelajari dengan hati-hati sebab ada beberapa perbedaan:

a. Waktu, perubahan makna kata dapat terjadi dalam rentang waktu tertentu.

b. Budaya, pemahaman makna kata dalam satu budaya dengan budaya yang lain berbeda.

c. Geografi, mengakibatkan sulitnya memahami konteks lokasi yang tentunya mendukung makna kisah.

Semoga bermanfaat.