Non-Debat/Diskusi : bagaimana penjabaran/pengertian YESUS Anak Allah ?

Kalo anak Lurah : Si Lurah kawin sama istrinya, lalu mendapatkan seorang putra —> Nah… putra ini disebut anak Lurah. :slight_smile:

Kalo anak monyet : si monyet betina dibuahi si jantan lalu lahir seekor monyet lucu —>Nah… monyet lucu ini disebut anak monyet. :char11:

Kalo anak anakan = boneka. :cheesy:

Kalo Anak Allah ?
(menurut pengertian sendiri berdasarkan Alkitab tentunya).

Kalo boleh memohon :

  • respond nggak di saling komen (debat) antar temen2 yg rela nge-post.
  • saya cuma mau nampung segala masukan.
  • sayapun gak akan banyak tanya ini-itu kalo gak bener2 ingin saya tau.

Mungkin ada yang bisa bantu ? :slight_smile:

=====EDIT=====
maap… ada yang saya lupa,
fokus saya hanya pada YESUS yg di Alkitab ditulis sebagai Anak Allah…dan tentunya saya TIDAK sedang ber"prinsip" : perlu suatu pembuahan utk menghasilkan anak. :smiley:

salam.

Apakah boleh pertanyaannya saya ganti Bro?

Bagaimana Yesus dikatakan sebagai “Anak Allah” sedangkan DIA sendiri adalah salah satu dari Pribadi yang setara dengan “DUA PERSONA” yang lain dalam Tritunggal?

Menurut saya, ‘kekisruhan’ tentang pengertian Anak ALLAH adalah oleh karena kita hanya memfokuskan diri kepada pengertian YESUS KRISTUS sebagai Anak ALLAH; Padahal –maksud kehendak ALLAH dalam menyatakan atau memberikan YESUS KRISTUS– adalah agar kita dapat menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya itu –YESUS KRISTUS– sehingga kita juga dapat menjadi dan disebut sebagai anak-anak ALLAH.

Salam,

@sizxbn

agar kita dapat menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya itu --Yesus Kristus–

sehingga kita juga dapat menjadi dan disebut sebagai anak-anak Allah

Pemahaman saya dari konsep Anda adalah bahwa status anak-anak Allah hanya bisa dicapai dengan menjadi serupa dengan gambaran Yesus Kristus.

Apa yang dimaksud dengan gambaran anak-Nya ini, apakah itu berarti kualitas manusia yang sempurna? Pertanyaan saya selanjutnya apakah ketika manusia dijadikan serupa dengan gambaran Yesus Kristus maka orang itu = Yesus Kristus? Saya rasa hakikat dan entitas manusia =/= Yesus Kristus, Anak Allah.

Kenapa Allah memberikan Anak-Nya supaya manusia dijadikan serupa dengan-Nya, bukannya serupa dengan Allah Bapa? Apakah Yesus Kristus adalah gambaran sejati dari kualitas manusia sempurna yang sesuai dengan tujuan penciptaan Allah (seperti manusia sempurna yang saya sebut di atas)?

Terima kasih :slight_smile:

Halo sword… :slight_smile:

Begini…
kalo pertanyaan saya menggunakan argumen spt yg saya ungu-in diatas, maka pertanyaan saya sudah “berprasangka” —> shg apabila saya dapet respond yg ada kemungkinan berbeda dari “prasangka” tsb, tentu saya akan mempertahankannya —> (terjadi diskusi “komedi puter”)… :slight_smile:

Hal ini-lah yang lagi saya ingin hindari, karena yg saya ingin tau adl “bentuk dasar” penjabaran YESUS Anak Allah dari pengertian pribadi bagi orang2 yang membaca di Alkitab.

begitu sword … :).

Nah… menurut sword sendiri begimana ? ., bagi bagi jawaban donk swooord… :slight_smile:

salam.

Anak Allah = Anak yang berasal dari Allah. ( mis. anak Jkt = anak y g berasal dari jkt )

Nah… yang saya bold itu-lah inti dari pertanyaan thread saya vbn…

seperti apakah :
pengertian YESUS KRISTUS sebagai Anak ALLAH; ??

--[b]MAKSUD[/b] kehendak ALLAH dalam menyatakan atau memberikan YESUS KRISTUS-- adalah agar kita dapat menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya itu
vbn.... disini saya-pun menghindari "prasangka" yang mendahului pengertian dasar (warna ungu) tsb.

(spt pada awal thread pada contoh anak lurah, anak monyet … tentu kita tidak akan melandasi dulu “maksud” lurah/monyet mempunyai anak utk menjelaskan pengertian “anak lurah /anak monyet”…:)).

agar kita dapat menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya itu [color=red][i]--YESUS KRISTUS--[/i]
Dari quote ini, bolehkah saya menyimpulkan penjelasan vbn adalah sbb : ?

VBN :
penjabaran/pengertian YESUS Anak Allah :
MANUSIA yang merefleksikan/mencerminkan kesempurnaan Allah.

mohon dijawab YA ato TIDAK yaaa.
Kalo jawabannya TIDAK, mohon di koreksi… :slight_smile:

makasih vbn atas masukannya.

salam.

Halo paul… makasih atas masukannya.

PAUL :
penjabaran/pengertian YESUS Anak Allah :
Anak yang berasal dari Allah (Most High Divine being / Ilahi) —> Most High Divine being (baca : KRISTUS) berasal dari Most High Divine being (baca : Allah).

Kalo saya salah mohon di koreksi ya paul.

salam.

Halo velmar,

kalo menurut velmar sendiri bagaimana penjabaran/penjelasannya dari velmar pribadi dalam mengertikan Yesus Anak Allah ?

salam,

maaf bro oda, ini kalimat :“Divine being (baca : KRISTUS) berasal dari Divine being (baca : Allah).” menggelitik saya, jadi saya ingin monta pandangan anda :

apakah sesuatu yang berasal dari Divine being bisa bukan Divine being ?

@angelo,

ya nggak tau juga saya atas pertanyaan kamu … :slight_smile:
saya kan cuma “mengulang” apa yg paul nyatakan.

saya gunakan “devine being” itu utk menghindari penggunaan yg akan keliatan kasar yaitu misalnya dari contoh awal thread saya pada monyet… tapi baiklah, saya gunakan monyet akhirnya :

anak yang berasal dari monyet —> jadi monyet (baca : anak monyet) berasal dari monyet (baca : bapak si anak monyet). anak monyet ya pasti monyet.

BUKAN : anak yang berasal dari lurah … dimana lurah berasal dari lurah.

anak lurah bukan lurah.
anak monyet ya pasti monyet. (monyet berasal dari monyet)
Anak Allah ya pasti Allah. (devine being berasal dari devine being).

Nah., masukan dari angelo gimana donk ? bagi bagi atuh "pemikiran"nya… :slight_smile:

salam.

kalau menurut saya harus dilihat objek dan subjeknya.

anak lurah =/= lurah, karena lurah bermakna apa ?
anak adam =/= adam, karena adam bermakna apa ?
anak manusia = manusia, karena manusia bermakna apa ?
anak domba = domba, karena domba bermakna apa ?
anak Allah = Allah ? cari tahu dulu apa makna Allah itu, apakah sama

Allah adalah roh, jadi anak Allah = roh sepertinya lebih klop.

bagaimana pendapat bro oda ?

@Oda

Saya masih belajar :slight_smile:

Ya, betul… Yesus adalah gambaran Manusia yang sejati dan sempurna.
1Kor. 15:45 Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.

Perbedaannya adalah bahwa Yesus tidak berdosa dan tidak pernah berbuat dosa, sedangkan manusia2 yang lain sudah berdosa dari sejak dalam kandungan; hanya itu perbedaannya ketika manusia dijadikan serupa dengan gambaran Anak-Nya.

Lebih lanjut rasul Paulus menjelaskan:
1Kor. 15:47 Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.
1Kor. 15:48 Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.
1Kor. 15:49 Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

Ya, betul…!!
Bahwa Yesus Kristus itu adalah Manusia sejati yang serupa dengan gambaran ALLAH; Dan oleh sebab itu maksud dan kehendak Bapa dalam memberikan Anak-Nya itu adalah agar supaya semua orang yang percaya kepada-Nya dapat melakukan kehendak-Nya sesuai dengan Gambaran Anak-Nya itu.

Salam,

Saya tahu :smiley:

Ya, saya paham maksud sodara…
Tetapi masalahnya adalah bahwa alam pikir manusia itu begitu liar sehingga fakta yang ada justru mengarahkan pengertian manusia ke arah itu –fakta itulah yang saya maksud kisruh– :smiley:

Ya, betul! :smiley:

Salam,

Setuju cuuu…
Oe telingat akan ayat di kitab Iblani pasal 2 ayat 11 cuu

" Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara. "

Bukankah anak-anak sekolah menyapa guru mereka dengan Bapak/Ibu guru? Apakah para Bapak/Ibu guru tersebut yang melahirkan semua siswa-siswa yang mereka ajar? jawabannya jelas. Maka, demikian pula halnya dengan panggilan Bapak kepada Allah. Meskipun Allah bukan orangtua biologis kita, Ia adalah Pencipta kita (Wahyu 4:11; Mazmur 36:9 Terjemahan Dunia Baru), maka tentu relevan jika Ia disapa sebagai Bapak. Sama seperti orangtua biologis kita, tanpa Tuhan yang menciptakan, kita tidak akan ada. Selain itu, sapaan “Bapak” memperakrab hubungan manusia dengan Pencipta mereka, ini selaras dengan apa yang dianjurkan dalam Kitab Para Nabi, dalam Yakobus 4:8 “Mendekatlah kepada Allah maka Ia akan mendekat kepadamu.”

Nah… justru saya “nggak lagi mao cari tahu apa makna Allah” … hehehe… :char11: — soalnya nanti ujung2nya ada ber-“laksa laksa” makna … :slight_smile:

Allah adalah roh, jadi anak Allah = roh sepertinya lebih klop. bagaimana pendapat bro oda ?
saya terima terima aja pendapat angel .... kan saya emang lagi "survey" ceritanya ... :)

Jadi,
ANGELO :
penjabaran/pengertian YESUS Anak Allah :
Roh yang “keluar” dari roh.

makasi atas masukannya angel.

salam.

ENGKONG :
penjabaran/pengertian YESUS Anak Allah :
idem dengan paul

:slight_smile:
salam.

halo witness,

maksud saya disini fokusnya Yesus, bukan “kita” … :slight_smile:

salam.