Non Kristen : Jangan percaya ajaran Perpuluhan, Tuhan tidak pernah minta uang

Saat ini tersebar luas diseluruh dunia bahwa ajaran Kristen itu meminta uang perpuluhan untuk diberikan kepada gereja, dimana sebagai warga negara, kita punya kewajiban membayar pajak PPH, PPN 10%, PPNBM, dan ini ada lagi dari Gereja yakni PPH10%/PERPULUHAN.

Ini adalah ajaran yang tidak Alkitabiah dan menyesatkan seluruh dunia, dan merupakan HOAX terhadap ajaran Yesus Kristus, dan menjadi batu sandungan bagi ratusan juta orang2 sederhana yang ingin belajar ajaran Kristen.

Perpuluhan itu disabdakan Tuhan utk suku Lewi dari bani Israel.

Bilangan 18:21. Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan.

Perpuluhan juga bukan uang tetapi hasil ternak dan hasil panen, Tuhan tidak pernah minta uang meskipun di zaman itu sudah ada uang.
.
Imamat 27:32. Mengenai segala persembahan persepuluhan dari lembu sapi atau kambing domba, maka dari segala yang lewat dari bawah tongkat gembala waktu dihitung, setiap yang kesepuluh harus menjadi persembahan kudus bagi TUHAN.
30. Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.

Abraham memberikan perpuluhan dari hasil jarahan perang goyim, itupun cuma sekali dan itu tidak sesuai dengan kaidah perpuluhan spt yg disyaratkan oleh kitab Imamat ! Itupun diberikan kpd imam Melkisedek yg
merupakan perwujudan Tuhan. Jgn mengambil milik Tuhan.

Waspadalah terhadap para penyesat yang berTuhankan perut mereka sendiri.

Gereja yg mula2 di jaman para Rasul di Yerusalem tdk pernah minta perpuluhan karena jika demikian mereka akan diseret oleh seluruh orang Yahudi di Yerusalem kepada Imam2 suku Lewi di Bait Allah utk dihakimi dan mereka akan tamat disana.

Ide yg tidak Alkitabiah ini diduga mula2 diperkenalkan oleh sebuah gereja di AS pd abad ke 18 yg mencoba meniru konsep perpuluhan dari kitab Taurat dan menggantinya dengan uang utk kantong mereka sendiri. Kemudian hal ini diikuti gereja2 lain diseluruh dunia dengan sembrono

Ada lagi yang mengatakan bahwa kita harus mengembalikan milik Tuhan dalam bentuk perpuluhan (uang)
Tidak ada ayatnya Tuhan Yesus minta uang kembalian.

Jika ingin menyumbang lakukanlah dengan kerelaan dan gembira walau cuma seribu rupiah.

2 Korintus 9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Tuhan berfirman
Jangan engkau berdusta (perpuluhan adalah hasil ternak dan hasil bumi, bukan uang)
Jangan engkau mencuri (mencuri hak suku Lewi Israel, mencuri hak Imam Melkisedek)

Jangan percaya kata2 perpuluhan bukan paksaan, karena perpuluhan memang tidak Alkitabiah dan merupakan HOAX terhadap ajaran Yesus Kristus yang sejati.

Jangan menyandung keluarga2 pra sejahtera yg masih memerlukan bantuan sembako daripada berita Keselamatan dgn doktrin perpuluhan.

Kematian Yesus di kayu salib telah merobek2 tirai suci di Bait Allah di Yerusalem, Tuhan tidak lagi berkenan terhadap segala ibadah2 Taurat tersebut dan telah diganti dengan Perjanjian Baharu yakni kebangkitan Kristus dari antara orang mati.

Janda miskin yg menaruh dua peser tidak menyumbang perpuluhan tetapi sumbangan sukarela di kotak2 sumbangan yang tersedia di Bait Allah atau Sinagog2 karena perpuluhan bukan berupa uang.

HalleluYah Amin.

Saya turut berbahagia, topik ini diangkat sendiri dari pihak Protestan…seiring dengan berjalannya waktu proses iman sudah bergeser menuju kepada Iman yg orisinil (PB)…Sebaiknya kita belajar untuk Fokus terhadap ajaran Yesus (PB)…
Mereka yg masih berpedoman teguh terhadap PL (Taurat), wajar saja akan mengalami kebingungan dan bisa disesatkan (Lihat tetangga sebelah yg tanpa sadar masih berkiprah kepada Hukum Taurat)…
Alkitab selain berisi Ajaran Tuhan, juga berisi cerita Sejarah (terutama banyak di PL)…PL banyak menceritakan sejarah kehidupan sebelum kedatangan Yesus…Kedatangan Yesus adalah untuk menjelaskan secara detail “Inti/Isi” yang sebenarnya dari Kehendak Allah…DIA juga menjelaskan dengan gamblang melalui teladan hidup-Nya agar kita betul" bisa mengerti dan memahami…Saya yakin, pada akhirnya semua akan menuju pada Satu Tuhan, Satu Iman dan Satu Baptisan…

Salam Damai Temans…
Tuhan Memberkati…

setuju om, cuma masih ada denominasi yg mewajibkan penganut denominasinya utk memberi persepuluhan. namun pada prakteknya ya gereja tersebut juga gak berani menagih juga sih.

kata2 saja itu “mewajibkan”
pada akhirnya mau kasih atau tidak gak bakalan di tagih atau diusir dari gereja

kalo beneran ada yang diusir gara2 perpuluhan maka bersyukurlah, udah bener cari gereja lain

sebab perpuluhan kalo gak dengan hati yang sukarela juga percuma

di gerejaku sebetulnya mewajibkan persepuluhan dan ak melihat dan mendengar sendiri di gerejaku sewaktu pembaptisan dibacakan salah satu kewajiban seorang kristen adalah memberi persepuluhan. namun ak bersikap masa bodoh, ak duluuu sekali sih rajin kasih persepuluhan (benar2 dipatok 10%, gak kurang gak lebih) kalo sekarang ak uda cukup lama ‘murtad’, ak gak lagi memberi sepersepuluh dari penghasilanku tapi kalo ada acara2 yg membutuhkan donasi biasanya aku ikut partisipasi.

menurut aku ajaran ini tidak benar dan tidak ‘waras’, kalo dikasih sepersepuluh nanti dikira paling alim, nanti gak kasih dikira orang pelit, orang yg mau dilayani saja tidak mau berkorban dll.

menurut aku gereja cukup menunggu orang2 kasih uang saja, gak perlu sampai mewajibkan.

ya sperti yg saya bilang, namanya aja “kewajiban”
pada prakteknya ga ada yang maksa dan gak bisa dipaksa

tapi boleh gak gereja bikin aturan begitu?
hemat saya sih boleh2 aja kalau dia yakin aturan itu bisa mempercepat penginjilan

sama sperti ada gereja di timur tengah yang mewajibkan jemaatnya berkerudung
tp mereka juga ga akan menolak misal ada orang baru datang tanpa kerudung

tapi jangan sampai dibacakan kewajiban itu dengan sangat jelas seperti di gereja aku. aku sebenarnya malu dengarnya.

Tak ada masalah itu, selama semua jelas kemana uang persembahan itu pergi.
Bagiku 10 % seperti sebuah batas, sebuah garis saja untuk memudahkan menghitung , namun tentu itu bukan kewajiban. Memberi itu sukarela. Dan Tuhan juga menghitung yang sukarela, percuma memberi banyak, namun hatimu susah.

Kita di gereja selalu tiap minggu diberikan total uang masuk, uang keluar, sisa uang dll.
Jadi kita pada prinsipnya tau keuangan gereja kita.

Kesalahan kita yang sering terjadi adalah mengira uang yang kita miliki itu adalah uang milik kita.
Hasil kerja keras kita. Pokoknya milik kita, genggam yang erat, tak bisa dikasihkan ke gereja, tak bisa dikasihkan ke sesama.

Ingat ini. Semua milik kita itu milik TUHAN. itu saja intinya. Kita cuma menjaganya sementara.
Dimana hartamu berada, disitu hatimu berada. Jangan memilih harta diatas Tuhan.

Salam Mikir dan Hidup hanya sementara. Mati gak bawa harta. Geto.

Heran…aneh tapi nyata…masih ada ya orang yang tiap hari melayani Tuhan masih khawatir terhadap Berkat…sampai" memaksa orang lain untuk menyumbang kepada mereka, saya rasa faktor penyebabnya bisa jadi karena kurang Percaya bahwa Tuhan Maha Pengasih dan Pemurah atau serakah/ga pernah puas/jadi hamba uang ?..Apakah Yesus pernah mengajar mengemis/memaksa kepada manusia ?

Salam Damai Temans…
Tuhan Memberkati…

Bagaimana bisa mempercepat penginjilan kepada keluarga2 pra sejahtera di dunia dgn menyebarkan HOAX Pph 10%? bukannya menjadi batu sandungan belaka ?

cobalah renungkan dampak ajaran hoax ini kepada dunia. Tidak semua orang hidup berkecukupan, kata Ahok keluarga2 berpenghasilan dibawah 5 juta itu belum sejahtera, anda mau membuat hidup mereka tambah susah ? mereka juga tahu bahwa gereja minta Pph 10% sudah bukan rahasia lagi, akibatnya yang ingin megikut Kristus akan tersandung, padahal Tuhan Yesus tidak pernah minta uang.

Bukan soal perpuluhan tidak dipaksakan, masalahnya ini adalah HOAX thd ajaran Kristus yg sejati.

Saya pernah buat thread tentang fakta sejarah bahwa orang2 non Yahudi dilarang masuk ke Bait Allah di Yerusalem, mereka cuma boleh jalan2 di luar, yang menerima persembahan2 dari bani Israel hanya suku Lewi di Bait Allah, tetapi gereja2 sekarang malah tidak malu minta perpuluhan.

Anda benar, jangan memilih harta diatas Tuhan, itu sebabnya Paulus berkata agar umat memberi berdasarkan kerelaan hatinya, Paulus tidak pernah memilih harta diatas Tuhan :

2 Korintus 9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Jika menurut anda hidup hanya sementara mati gak bawa harta, anda bisa pertimbangkan kata2 Bro.Ronny :

Heran...aneh tapi nyata...masih ada ya orang yang tiap hari melayani Tuhan masih khawatir terhadap Berkat...sampai" memaksa orang lain untuk menyumbang kepada mereka, saya rasa faktor penyebabnya bisa jadi karena kurang Percaya bahwa Tuhan Maha Pengasih dan Pemurah atau serakah/ga pernah puas/jadi hamba uang ?...Apakah Yesus pernah mengajar mengemis/memaksa kepada manusia ?

Salam Damai Temans…
Tuhan Memberkati…

yang percaya per puluhan: silahkan
yang tidak percaya per puluhan: silahkan

Bro Rama…hal ini ga boleh diremehkan…
Karena jika kita masa bodoh, polos, cuek, maka kita bisa terjerat, karena ini bisa berkaitan dengan jualan/melintir ayat FT untuk memperkaya diri sendiri (Bisnis tipu di ladang Tuhan ?)
Mungkin orang" seperti inilah yang pada hari" akhir ditolak Yesus, tapi mereka ngotot merasa tidak melakukan kejahatan…

Salam Damai Bro Rama…
Tuhan Memberkati…

Mereka lupa bahwa…mereka bisa menipu manusia…tetapi tidak bisa menipu Yesus…

Salam Damai Temans…
Tuhan Memberkati…

Saya nonK.
Walopun saya sendiri nggak ngalamin di"kena"in perpuluhan karena saya sendiri toh emang nggak ber"gereja", tapi kok saya nggak merasa bahwa adanya Gereja yg njalanin perpuluhan itu penipu/pencuri ya ? :rolleye0014:

Itu kan masih mending, ketimbang kalo ada Gereja yg menerapkan :
“tinggalkan semua harta benda, ortu dan anak istrimu”

:char11:

wkwkwkwk

lah, penginjilan dalam bentuk apapun ya butuh duit bro ;D

jangankan penginjilan dah
tiap minggu gerejamu menyelenggarakan ibadah itu juga pake duit

itu realita kok

tidak semua orang hidup berkecukupan bener
tapi Firman Tuhan mengajar kita untuk memberi dari kekurangan loh, bukan dari kelebihan
pahami nih : memberi dari KEKURANGAN, bukan dari KECUKUPAN atau KELEBIHAN
so udah jelas, kalo ada orang dari hidup pas2an aja gak pernah memberi jangan mimpi nanti kalo udah kaya dia bakal memberi
jangan dipikir tar nominalnya, liat Yesus menilai persembahan 2 peser perak lebih besar dari manapun jg

so biarlah itu jadi iman mereka masing2
dan selama aturan itu gak dipaksakan mah fine2 aja

yang jelas orang Kristen PASTI memberi

saya meragukan Kekristenan orang itu kalau dia tidak pernah memberi
orang Kristen itu gak boleh terikat sama mamon
tanda nyata paling gampang seseorang tidak terikat mamon adalah memberi
gw gak terikat oyyy sama duit, tapi gak pernah memberi = bodong ;D

yang dimaksudkan oleh om ashes to ashes adalah membayar uang pajak MINIMAL 10% ke gereja. aku cuma klarifikasi aja. aku sangat pro dengan om ashes. angka 10% terlihat konyol. tapi bukan karena konyol itu yg jadi masalah. masalah utama adalah seperti om hen pernah bilang “apa adanya di alkitab”. di alkitab apa adanya adalah bukan uang yg menjadi perpuluhan. jadi kalo mau back to basic ya berarti harus poll dung ikutan semua tata acaranya, perpuluhan itu harus ternak, gak boleh uang walaupun pada zaman dahulu pun (mungkin) uda ada uang. dan itupun kalo ga salah ada masanya “free perpuluhan” gak setiap bulan juga.

nah kalo back to basic jelas bukan uang. nah atas dasar apa atau sejak kapan menjadi uang? kan kita harus lihat apa adanya di alkitab. bukan pelit sih cuma melihat apa adanya. alkitab minta apa? apa minta uang? Jadi sudah tentu minta perpuluhan itu salah. karena minta perpuluhan uang sudah menyalahi alkitab, perpuluhan ternak = benar tapi SANGAT merepotkan DAN lagi kita di indonesia gak ada yg suku lewi, gak ada bait suci, gak ada LAGI korban bakaran, dll.

cukuplah kasih kolekte dengan kerelaan hati aja di ibadah, tidak perlu mengajarkan dan menyarankan atau paling parahnya mewajibkan perpuluhan BERUPA UANG PAJAK 10%.

Sebenarnya untuk apa Yesus datang kalo tata acara sistem pembakaran korban dan perpuluhan ternak (SEKARANG MENJADI UANG??) masih tetap berlaku?

Menurut aku ya, selama Yesus belum berkorban di kayu salib ya oklah semua itu berlaku, tapi setelah Yesus bangkit otomatis beban tata acara sistem pembakaran korban dan perpuluhan itu uda dibebaskan dari kita. Sekarang kita memberi dari hati.

Jadi jelas kalo mau memberi perpuluhan uang itu jangan dibilang atau ditulis ini “PERPULUHAN”, tulis/bilang aja ini PERSEMBAHAN. Anda dapat memberi berapa berilah itu. Pokoknya kerelaan hati itu kuncinya dalam memberi. Dan memberi kepada orang2 yg sangat membutuhkan juga sangat baik.