NON YAHUDI, adalah kaum yang terbuang dan tidak pantas untuk diselamatkan.

Setuju gak sih kalau ada perkataan atau bahkan sekarang ini masih berlaku dibeberapa pribadi orang Yahudi: "bahwa non yahudi adalah kaum yang tidak pantas untuk diselamatkan?

dengan alibi; "sebab janji itu hanya bagi kaum mereka?

Ef 2:12
bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

pendapat scara opini juga diperbolehkan. monggo

anu mas tamaz…

imo…

Salah satu sebab mengapa Yesus dkk akhirnya memilih Melepaskan diri dari Organisasi Keagamaan Yahudi,
dan akhirnya membentuk organisasi baru…

adalah karena niatan yesus untuk meng-ekspansi ajaran agama tersebut kurang disetujui oleh para ulama yang sudah established waktu itu…
karena kondisi status quo yg sudah sekian ratus tahun itu bahwa Ajaran Yudaism ya cuma untuk orang Yahudi…

demikian mnrt pendapat saya…

Memang Kebijakan Ekspansionisme ini sudah di mulai sejak jaman Buddhisme menginvasi Cina, diikuti Kekristenan meng-invasi Afrika Utara dan Eropa, dan dilanjut dengan Islamisme menginvasi gurun Arabia, Persia, dan sekitarnya…

untung sekarang orang udah pada pinter-pinter…
kaga mau lagi di jajah model gituan…

demikian imho mas…

Mereka punya kitab yang sama dengan Alkitab Perjanjian Lama.

Kitah Yesaya banyak memuat tentang keselamatan bagi bangsa-bangsa lain selain bangsa Israel.

Justru kebalikan, saat ini sebagain (bukan semua) Israel akan percaya pada Yesus pada saat kloter yang terakhir…saat ini mereka masih belum percaya Yesus atau masih tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk, artinya orang-orang dari bangsa lain ini cepat masuk (semakin bertobat dan percaya kepada Yesus) maka Israel akan cepat bertobat.

Sebaliknya klo orang-orang pilihan Allah dari bangsa lain ini lambat masuk (tidak bertobat), maka pertobatan Israel pun akan lambat (lih. Roma 11:25).

Jadi jelas pertobatan Israel tergantung pada kepercayaan orang-orang pilihan Allah dari bangsa lain

makanya kalo ngutip ayat jangan sepotong2, jadi bingung sendiri
Efesus 2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.

bingungnya saya dimana mas bela? koq lebih tauan mas bela akan diri saya ketimbang diri saya sendiri?

Lha itu judul Tritnya?

Kalau menurut saya punya pendapat;
Semua manusia adalah ciptaan Tuhan, tentu saja Tuhan sangat sayang dan mencintai hasil ciptaanNya.
Sejak jatuhnya manusia didalam dosa, manusia berkembang biak menjadi banyak dengan berbagai suku.
Tuhan ingin menyelamatkan semua manusia, kembali sebagai semula hidup didalam roh bersama-sama didalam kemuliaan Tuhan.

Tuhan membuat suatu rencana, bagaimana agar semua manusia tanpa dibedakan, bisa mendapatkan keselamatan.
Ibaratnya Tuhan memegang pencil yang akan digoreskan diatas kanvas yang lebar.
Tentu Tuhan harus memilih, dari sudut atau titik mana Dia akan menggoreskan pencilNya itu.

Disini Allah memilih sebagai titik awal keselamatan ialah Abraham, yang mempunyai anak Ishak dan Yakob, yang mempunyai anak 12. dimana merupakan 12 suku dari umat Israel.
Rencana keselamatan Allah ini di buat skets diatas kanvas samar-samar dengan pencil hitam.
Semua rencana Allah yang masih berupa harafiah, yang tertulis di PL. ini, akan digenapi oleh Yesus Kristus secara rohaniah di PB.
Sehingga semua manusia tidak memandang bangsa apapun juga, mereka diberi kesempatan yang sama, untuk mendapatkan keselamatan asal mau mengikuti FirmanNya, yaitu Yesus.

Ini sekedar pendapat saya, semoga berkenan.

Monggo beneran ? ya masuk komentar saya.

Pribadi orang Yahudi sama dengan pribadai penganut Tulip-Osas bukan Osas tok kali ini. Osas asli hanya member @alepptav saja. yang lainnya osas gadungan berbaur Tulip adanya.

Yakni Tulip Osas berkata :

Hanya terbatas pada indivdu orang pilihan saja yang telah ditetapkan / dipilih dan lalu dicatat kitab kehidupan oleh Allah mereka sejak dunia belum dijadikan, maka mereka itulah yg berhak mendapat keselamatan, yang lainnya tidak pantas diselamatkan.

GBU.

memangnya ada apa dengan judul saya? anda tidak dapat menangkap pengertiannya? coba anda jelaskan dimana letak kebingungan saya sperti katamu diatas? ;D

Roma 9:20 Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “Mengapakah engkau membentuk aku demikian?” 9:21 Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa? 9:22 Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan-- 9:23 justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan, 9:24 yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain, 9:25 seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: “Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih.” 9:26 Dan di tempat, di mana akan dikatakan kepada mereka: “Kamu ini bukanlah umat-Ku,” di sana akan dikatakan kepada mereka: “Anak-anak Allah yang hidup.”

Shalom,

Dari nas diatas jelas terlihat bahwa sebenarnya orang2 non Yahudi keturunan Ishak awalnya DISIAPKAN (bukan DITETAPKAN) sebagai bejana kebinasaan. Namun dalam ayat 24-26 diatas jelas sekali terlihat bahwa meskipun kita BUKAN orang2 yang disiapkan sebagai bejana kemuliaan, kita masih dapat diselamatkan asalkan hidup kita BERKENAN (hidup kudus) dihadapan Tuhan. Sebaliknya, orang2 Yahudi keturunan Ishak seperti Esau dan keturunannya malahan ditolak Tuhan karena tidak taat. Perhatikan bahwa menurut pasal Rom 9:1-11:36, sebagian besar keturunan Yakub gagal untuk melaksanakan panggilan mereka dan demikian pada akhirnya mereka ditolak oleh Allah (ayat Rom 9:27,30-33; 10:3; Rom 11:20)

GBU

Orang Yahudi Ortodoks jaman sekarang berpandangan bahwa orang non-Yahudi dapat beroleh bagian dalam “dunia yang akan datang” (Ibrani: Olam Haba) bila mereka hidup benar, yakni menuruti “7 hukum Nuh”.

Tujuh hukum Nuh itu terdapat dalam Tosefta tahun 220 M dan Talmud Babilonia tahun 300 M, yakni:

  1. Larangan menyembah berhala.
  2. Larangan membunuh.
  3. Larangan mencuri.
  4. Larangan melakukan imoralitas seksual .
  5. Larangan menghujat.
  6. Larangan makan daging yang diambil dari binatang yang masih hidup.
  7. Kewajiban mengadakan pengadilan untuk menegakkan hukum.