Nubuat untuk Asia (-Indonesia-) by Cindy Jacob

ya betul bro @lion
penginjilan itu penting…karena spirit dari kekristenan sendiri, tp di indo kendor …mungkin karena takut sama agama seberang.
banyak faktor yg mempengaruhi, terutama aplikasi kita sebagai garam dan ciri khas kristen belum bisa bener2 jadi panutan.

tapi diluar itu semua, saya tetap percaya Tuhan bisa balikkan dalam sekejab. tugas kita dan bagian kita menjaga hati kita.

GBU

nah inilah dia maksudku
bahwa dengan adanya nubuatan itu, meskipun benar atau salah yang terpenting adalah spirit kita bisa lebih maju lagi untuk menjadi saksi dan kehidupan kita menjadi kesaksian yang hidup buat saudara2 kita yang lain

klo toh kita hanya berdiam dan tidak mau pergi memberitakan injil maka. apalgi tidak berniat memberitakan injil maka sebenarnya kita lupa akan perintah agung Tuhan kita

ketika kita memberitakan injil maka kita selalu sadar bahwa kita adalah Kristen, tapi ketika itu tidak/malas kita lakukan maka kelakuan kita juga tidak terjaga dab bahkan akhirnya kelakuan kita sama dengan orang2 yang tidak mengenal Kristus

maka dari itulah Paulus mengatakan 'celakala aku jika aku tidak memberitakan injil"

ketika api penginjilan ( spirit ) itu kita miliki bersama maka akan terjadi kebangunan rohani di negara kita ini :slight_smile:

betul bro, sikap hati yang tidak menghakimi tapi tetep maju terus buat Yesus…bagian dari iman

GBU

baguslah bro…anak-anak dalam kejahatan dan dewasa dalam pemikiran lebih baik sejuta x lipat daripada lihai berkata-kata berbahasa, sok dewasa dan menghakimi :stuck_out_tongue:

GBU

Hiduplah damai dengan semua orang , kejarlah kekudusan :afro:

jgn menghakimi , itu hak nya TUHAN :afro:

TUHAN memberkati :angel:

Orang2 yang suka “mengklaim punya wahyu” atau yang meng-quote “klaim wahyu” selalu pakai JURUS SAKTI “JANGAN MENGHAKIMI” dengan maksud “loe terima aja apa yang gue omong, kalo loe bantah itu namanya menghakimi…

Btw “Quote” di atas sebenarnya juga sudah “menghakimi” :slight_smile:

Memang sih ada ayatnya “JANGAN MENGHAKIMI” tetapi jangan lupa ada juga ayat yang menyuruh agar orang2 Kristen itu kritis dan pakai nalar dan menguji segala sesuatu sebelum percaya sepenuhnya semua klaim wahyu. Alkitab juga memperingatkan adanya nabi-nabi palsu yang bersaksi atas nama Tuhan.

* Matius 7:15-20
7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Jadi kalo sebagian dari kami disini bersikap kritis sama “nabiah palsu” Cindy Jacobs; memang nubuatannya ngga’ ada yang bener sejak tahun 2002. “Nubuatannya” kepada Gus Dur jadi bahan cemoohan di beberapa situs Islam… Google aja kalo ngga’ percaya…

Tentang Nabi palsu itu, baca pembahasannya di http://www.sarapanpagi.org/nabi-palsu-vt277.html

kita nggak berhak untuk menghakimi”… ungkapan ini kayaknya rohani banget sih, tapi lihat ini :

“Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil” (Yohanes 7:24)

Artinya “menghakimi” itu bukannya “haram”, tapi boleh dilakukan “dengan adil” (artinya bukan dasar fitnah, bukan dasar dengki/ iri). Tentu saja “penghakiman” itu hak Allah. Tetapi bukan berarti kita-kita yang mengetahui misalnya ada suatu “penyimpangan” maka kita “harus diam saja”.

Dalam konteks tertentu kita disuruh untuk “menghakimi” (menguji);

Jadi jangan suka telen mentah2 semua klaim wahyu/ nubuat.
Mentang2 yang dateng pendeta import, rambunya pirang, pakai bahasa asing, lalu kalian percaya begitu saja…

‘Menguji’ suatu pengajaran bukan hal tabu, malah hal yang disarankan oleh Alkitab.

* I Tesalonika 5:21
Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

Soal menghakimi nich, setiap kali dalam diskusi, dimana ada rekan2 yang bersikap “kritis”, selalu ada yang pengen membungkam dengan alasan yang kelihatannya “rohani” dan memberi ayat2 ini:

* Matius 7:1
LAI TB, Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
TR, μη κρινετε ινα μη κριθητε
Translit, mê krinete hina mê krithête

* Lukas 6:37
LAI TB, Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
TR, και μη κρινετε και ου μη κριθητε μη καταδικαζετε και ου μη καταδικασθητε απολυετε και απολυθησεσθε
Translit, kai mê krinete kai ou mê krithête mê katadikazete kai ou mê katadikasthête apoluete kai apoluthêsesthe

Seolah Alkitabiah memang, tapi kan ayat tersebut ada konteksnya dan tidak bisa ditelen mentah2. Jangan menghakimi, titik!

Bandingkan dengan ayat ini :

* Yohanes 7:24
LAI TB, Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.
TR, μη κρινετε κατ οψιν αλλα την δικαιαν κρισιν κρινατε
Translit, mê krinete kat opsin alla tên dikaian krisin krinate

ayat ini sama dengan ayat dalam Matius 7:1 dan Lukas 6:37, memakai kata Yunani yang sama “κρινω - krinô”.
Yohanes 7:24 memakai istilah “menghakimi” dalam konteks “membedakan yang benar dan yang salah”. Maka, “menghakimi” tidak mutlak sebagi hal yang haram/ tidak boleh dilakukan.

Ayat dalam Matius 7:1 dan Lukas 6:37 tersebut juga dipakai sebagai jurus sakti “bagi yang tak mau dikritik” atau “yang takut mengkritik” plus ayat sakti lainnya, misalnya Mazmur 105:15 : “Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat kepada nabi-nabi-Ku!” juga dipakai jurus sakti buat “Hamba Allah yang tak mau dikritik”.

Tentu saja “penghakiman” itu hak Allah. Tetapi bukan berarti kita-kita yang mengetahui misalnya ada suatu “penyimpangan” maka kita “harus diam saja”.

Rasul Paulus, ia juga mengkritisi (baca “menghakimi”, “κρινω - krinô”) hal-hal yang menyimpang, misalnya terhadap para hamba-hamba Allah yang maruk duit dan “memperdagangkan” Firman Allah untuk kepentingan pribadi (Baca Artikel di http://www.sarapanpagi.org/menjajakan-firman-allah-vt2004.html ).

Rasul Yakobus juga sejalan dengan Rasul Paulus ini tidak hanya melihat sisi teologisnya saja (‘Penghakiman adalah hak Allah’) – sehingga membiarkan penyimpangan yang dilakukan oleh sesama pekerja rohani --. Namun Para Rasul ini juga melihat sisi pastoral-nya. Bahwa terhadap penyimpangan-pengimpangan tersebut mereka terus mengingatkan.
Hal itu bukanlah tindakan yang sia-sia. Rasul Yakobus mengungkapkan isi hatinya sebagai gembala jemaat dan mendorong semua orang Kristen untuk mengikuti jejaknya dan mengembalikan saudara-saudara seiman mereka dari jalan yang melenceng :

* Yakobus 5:19-20 Bawa kembali orang yang berbuat kesalahan
5:19 LAI TB, Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik,
5:20 LAI TB ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.

Blessings in Christ,
BP

terima kasih atas infonya bro Sarpag.

@PI,

berikut saya ada tambahan

Pada tanggal 2 September 2002 di Istora Senayan Jakarta,
Rev. Cindy Jacobs kembali menubuatkan : Indonesia akan dimenangkan; Domba akan menjadi mayoritas;
Indonesia akan mempunyai pemimpin Kristen; Terjadi revival di Pulau Bangka; Pemerintah Indonesia akan dimenangkan bagi KRISTUS; Tuhan akan membangkitkan pengusaha-pengusaha Kristen, menjadi sangat-sangat kaya. Karena Tuhan membutuhkan banyak gereja, gedung pertemuan, sekolah-sekolah, prasarana; Indonesia akan memiliki sekolah Kristen di setiap pelosok, dst. Kemudian Nubuat serupa diulangi lagi pada Pada acara National Prayer Conference (NPC) 12-16 Mei 2003.

dinubuatkan oleh si nabi Cindy Jacobs
Indonesia akan mempunyai pemimpin Kristen;

tetapi apa yg terjadi setelah nubuatan cindy jacobs tsb ?

  1. Gus Dur dilengserkan

  2. Megawati menjabat jadi Presiden

  3. setelah itu SBY gantian yg jadi Presiden

  4. sampai kemudian SBY terpilih lagi kedua kali

  5. bahkan di Pemilu terakhir, CaPres yg Kristen saja nggak ada sama sekali

setelah 9 tahun berlalu, nubuatan si nabi Cindy Jacobs tidak juga terjadi

Jadi Jelas bahwa karena 1 nubutan tidak terjadi ,

maka sesuai Alkitab boleh dong men-cap bahwa Cindy Jacob adalah nabi palsu

hmmmmmmmm… menurut saya sih bener jangan menghakimi… bukankah lebih baik mengatakan " maaf saya kurang/tidak percaya" lalu bila ada orang yang menanyakan palsu atau tidaknya nubuatnya bukankah lebih baik mengatakan … “kita hanya bisa melihat dengan mata saja dan mata itu mudah ditipu, sebab yang benar berada dalam hati dan yang mengetahui yang di dalam hati itu TUHAN jadi biarkan TUHAN saja yang ngurus hal seperti itu” … sebab jangan sampai kita sudah menuduh bahwa sesuatu itu salah lalu beberapa waktu kemudian kita mengetahuinya bahwa itu benar… bayangkan seberapa besar dosa yang akan kita tanggung… intinya lebih baiik ga usah diurusin…

Semoga bisa menjadi masukan…
TUHAN YESUS memberkati…

itukan menurut anda, kalau menurut alkitab begini lho bro :

apakah saya keluar dari konteks alkitabbb…???

saya tidak menulis mendukung atau tidak mengenai nubuatan itu, saya hanya memberi masukkan lebih baik jangan menghakimi… takutnya bila kita menghakimi orang lain dan salah seberapa besar dosa yang akan kita tanggung… biarlah yang berwenang yang layak menghakimi… dan yang paling adil hanyalah TUHAN… akan tetapi bila anda2 sekalian merasa sebagai orang yang adil ya silahkan hakimi… hanya hati2 saja tanggung ajwabnya berat…

Semoga anda2 mengerti apa yang coba saya sampaikan…

YA

“Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak,
tetapi hakimilah dengan adil” (Yohanes 7:24)

Tentu saja “penghakiman” itu hak Allah. Tetapi bukan berarti kita-kita yang mengetahui misalnya ada suatu “penyimpangan” maka kita “harus diam saja”.

Rasul Yakobus juga sejalan dengan Rasul Paulus ini tidak hanya melihat sisi teologisnya saja (‘Penghakiman adalah hak Allah’) – sehingga membiarkan penyimpangan yang dilakukan oleh sesama pekerja rohani

* Yakobus 5:19-20 Bawa kembali orang yang berbuat kesalahan

5:19 LAI TB, Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran(spt Cindy Jacob yg bernubuat palsu) dan
ada seorang yang membuat dia(Cindy jacob) berbalik,

5:20 LAI TB ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.

* Yohanes 7:24
LAI TB, Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak,
tetapi
H A K I M I L A H dengan adil.

H A K I M I L A H dengan adil. (Yohanes 7:24)

Semoga Ibmagi,cs yg suka mengatakan jangan menghakimi mengerti apa yang coba saya sampaikan…

H A K I M I L A H dengan adil. (Yohanes 7:24) - itu adalah pesan Tuhan Yesus nak magi

Kebanyakan baca novel tuh Cindy Jacob…

hahahaha…

btw, kalau memang benar Cindy Jacob bisa bernubuat
harusnya dia pada tahun 2002 tsb mengatakan demikian kpd Gus Dur

  • kamu(Gus Dur) akan dilengserkan dari kursi Presiden

  • penyakit mata anda(Gus Dur) tidak akan bisa disembuhkan

  • partai politik anda(PKB) akan pecah menjadi 2 kubu

  • akan terjadi pengeboman di gereja Indonesia

  • dalam waktu 10 tahun ke depan tidak ada presiden Kristen , bahkan capres saja ga bakalan ada

  • bakalan ada tsunami di Indonesia dalam 2-3 tahun kedepan
    dan banyak bencana lain yg menyusul

  • akan ada skandal perbankan yg menggegerkan bangsa ini (bank century)

  • dst

FYI, sepertinya cindy jacob ini UUD (ujung2nya duit)

kalau nubuatannya jelek2 kan amplop yg mengalir ke kantong si cindy juga ga bisa banyak kan

sehingga si cindy jacob
memilih untuk ber-nubuat safety/ nubuat yg isinya baik2 semua(walaupun salah semua) ,
supaya persembahan/amplop duit yg mengalir ke kantongnya juga banyak.

Dahulu Terhadap orang2 model cindy jacob ini Paulus pernah berkata :

  • 2 Koritus 2:17 LAI TB,
    Sebab kami tidak sama dengan
    banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah.(Cindy Jacob)

Sebaliknya dalam KRISTUS
kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni
atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

baca juga

MENJAJAKAN FIRMAN ALLAH
http://www.sarapanpagi.org/menjajakan-firman-allah-vt2004.html

Di gereja saya ada seorang penginjil yg sering diundang kotbah malah ngefans sama Cindy Jacob. Katanya nih: Di tahun 2012 ini Indonesia akan bangkit karena ada konglomerat dari Israel yg mau investasi di Indonesia bawa uang ratusan milayar dollar!
Ya nggak heranlah, Fitch rating investment baru saja menaikkan investment grade kita jadi BBB-. Makanya investor asing mulai meliirik Indonesia. Tapi apakah investasi mereka diinvestasikan ke sektor riil? Masih tanda tanya besar! Kalao mereka cuma mau beli saham/obligasi Indonesia ya dampak buat rakyat = nol!
Berikutnya: Gara2 Fukushima meledak, ikan2 di Jepang berMIGRASI ke Indonesia! Jadi Ikan Salmon, Ikan Tuna yg notabene ikan2 mahal itu nanti akan dengan mudah ditangkap di perairan Indonesia. Nelayan akan diubah nasibnya! Yah, ini mungkin masuk akallah.
Tapi yg saya sesalkan, omongan dia waktu tahun 2002 yg asal mangap itu kan memalukan orang Kristen.
Semoga dia bisa menyadari bahwa menjadi seorang nabi itu bukan asal saj ditunjuk. Masih untung dia hidup di jaman sekarang, kalao jaman PL, dia sudah dirajam sampai mati!

puji TUHAN !!
amen…

mungkin pendeta gereja anda pernah dinubuatkan oleh si Cindy Jacob
bahwa masa depannya akan sukses dapat uang banyak dan masuk surga

bila hal diatas memang betulan tjd, tidak heran jika dia ngefans berat

Bukan pendeta saya, tapi ini pendeta tamu yg kebetulan dia ngefans sama CJ.
Namanya nubuatan asal omong, ya ada kemungkinan terjadi beneran kan? Cuma kemungkinannya berapa gak tau. Tapi dia begitu semangat waktu menyampaikan “diabuat” Cindy Jacob.
Bisa jadi penginjil tamu ini kan sering kesaksian bahwa dulu dia gak seberapa laku, mungkin aja setelah didoakan Cindy Jacob, penginjil ini jadi laris. Hehehe… :smiley:

ow, pendeta tamu . okay.

kalau tidak tampil semangat kan jadinya ga enak juga bro sama si pendeta pengundang

wah ternyata ada juga ya cara utk menyebarluaskan nubuat Cindy Jacob
dengan melalui pendeta-makelar-nubuat

  • bisa jadi lahan bisnis baru ini kayaknya bro -

Pekerjaan Baru buat Pekerjaan Tuhan : Makelar-Nubuat

Job : Mengiklankan / Menyebar-Luaskan Nubuatan Pendeta Favorit Anda

Sistem: Anda datang kepada kami, ceritakan nubuatan pendeta favorit anda,
lalu kami akan mengiklankan (baca:mengkotbahkan) nubuatan pendeta favorit anda
di gereja2 lain yg mengundang staf kami

Tarif : kotbah di 1 gereja lain Rp xxxx
kotbah di 5 gereja lain Rp xxxx
kotbah di 10 gereja lain Rp xxxx

Saya kira akan jauh lebih berguna bagi semua kalau memandang secara obyektif, obyektif dalam artian positif. Seperti cindy yakob, apakah benar nubuatan dari Tuhan?? Bergumullah kalau benar mau tahu.
Tetapi nubuat itu tidak selalu bagus dan tidak selalu sukses, karena yang paling penting adalah untuk kemuliaan nama Tuhan, bukan untuk kemuliaan denominasi, golongan, gereja, atau pribadi. Buat saya sih itu inti paling mudah melihatnya… Kalau sudah melanggar itu maka agak tanda tanya… Jadi kalau ditanya apakah saya percaya cindy? Maka saya akan jawab, saya percaya ketika motivasi dan nubuatnya masih didalam koridor batasan yang benar tapi kalau sudah melenceng, maka saya akan menolak.
Spesial tentang nubuatan ini, saya merasa masih kurang, atau lebih tepat saya tidak dalam posisi percaya , karena yang dibutuhkan saat ini adalah “peringatan keras kepada gereja2”, dan Tuhan tahu itu. Bukan untuk "mengangkat atau mempromosikan. Wong keadaan iman jemaat dan hikmat pengenalan jemaat aja kelihatan banget agak “amburadul”, kok malah bilang mau nambah jemaat lagi?? Itu bunuh diri namanya.
Ini persis israel jaman yeremia. Banyak HT yang trs menaikan hati israel padahal israel jahat. Nah oleh karena itu kalau saat ini Tuhan mau bernubuat maka saya yakin nubuatannya adalah “peringatan” bukan promosi.