Numbers 6:22-27

The Priestly Blessing
22 The Lord said to Moses, 23 “Tell Aaron and his sons, ‘This is how you are to bless the Israelites. Say to them:
24 “‘“The Lord bless you
and keep you;
25 the Lord make his face shine on you
and be gracious to you;
26 the Lord turn his face toward you
and give you peace.”’
27 “So they will put my name on the Israelites, and I will bless them.”

Sebagian orang berkata bahwa ayat tersebut hanyalah sebuah tradisi yang tidak perlu diperdengarkan/diucapkan oleh Pendeta

Padahal itu adalah perintah dari Tuhan, dan di dalam ayat tersebut, tersimpan pesan yang amat kuat tentang nilai dan dasar ke Kristenan… dan lagipun itu Janji Tuhan langsung

Benarkah itu tidak berlaku lagi dan hanya sebagai tradisi Gereja, mari kita simak ayat berikut:
The Fulfillment of the Law

Matthew 5
17 “Do not think that I have come to abolish the Law or the Prophets; I have not come to abolish them but to fulfill them. 18 For truly I tell you, until heaven and earth disappear, not the smallest letter, not the least stroke of a pen, will by any means disappear from the Law until everything is accomplished. 19 Therefore anyone who sets aside one of the least of these commands and teaches others accordingly will be called least in the kingdom of heaven, but whoever practices and teaches these commands will be called great in the kingdom of heaven. 20 For I tell you that unless your righteousness surpasses that of the Pharisees and the teachers of the law, you will certainly not enter the kingdom of heaven.

Mungkin beberapa pendeta mengajarkan bahwa itu hanyalah sebuah tradisi dan menonjolkan Perikop tentang Gereja Mula2… padahal, di Perikop tersebut tidak secara jelas disebutkan apakah Ayat ini perdengarkan atau tidak…

Silahkan jika ingin memberikan masukan

Nah ini gejala umum.
sebagian ucapan berkat dalam PL tetap dipakai, tetapi sebagian lagi ditolak karena katanya PL (bukan PB).

GBU

boleh disebutkan secara jelas aagar tidak mengambang?

Mengambang itu = suam-suam kuku bro… ;D

Kebanyakan pendeta tidak pintar dan tidak cerdas, serta tidak ingin tahu banyak.
Jadi ya, jadilah sesuai pengetahuan mereka saja…

terus apakah berkat yang mereka bawa sehabis kebaktian adalah berkat yang Tuhan janjikan di perikop tersebut?..

tidak heran banyak dari mereka salah menterjemahkan Firman Tuhan

WIHH…yang lebih paham berbahasa inggris…laen ya…??? apa harus demikian rupa kita sebagai orang indonesia sampai menyingkirkan Alkitab yang berbahasa indonesia…??
Lagi-lagi suatu kesombongan dipertontonkan disini…?? heheheh ( mohonmaaf )…

Apakah itu bentuk kesehatan iman kita atau bagiamana ini …?? jika anda saya katakan merasa rugi dan tidak bersyukur dilahirkan sbagai orang indonesia…?? Sehingga merasa afdol jika menggunakan alkitab bahsa inggris dalam perdiskusian ini [email protected]…??

Salam GBU…

Bro… please get back to the topic :smiley:

cheers

Seandainya saya jadi Tuhan pun, masih akan saya berkati. Sengawur-ngawurnya mereka, toh masih anak-anak saya juga. Perkara nanti mereka tahanatau tidak berdiri didepan terang saya sebagai Tuhan, itu mah pilihan bebas mereka sendiri.

Benar Bro, karena Tuhan adalah Tuhan yang mengasihi… namun saya sedang mengarahkan berkat yang ada pada anak-anak Tuhan (Kristen) dengan berkat diluar (Kristen)… Tuhan Yesus memberkati

Apakah menurut anda berkat di Kitab Bilangan itu bukan berkat Kristen?

Justru itulah berkat yang dijanjikan Tuhan… sehingga hingga saat ini masih diperdengarkan ketika akan mengakhiri ibadah… namun sebagian ada yang telah menghilangkannya karena mengatakan itu hanya sebuah tradisi atau antipati terhadap sejarah Gereja agar mereka terlihat berbeda

Menurut hemat saya, itu masalah mereka sendiri yang mau menghilangkannya. Gereja Tuhan tetap berdiri dengan atau tanpa mereka. Jadi apa masalahnya?

Gereja katolik gak pakai ucapan berkat seperti itu, so what’s the problem ?

GBU

saya tidak tau Sis :D…anda Katolik?

Bukan, tapi tahu.

GBU

Just another my 2 cents Bro…:D, semoga itu adalah kesalahan … makasih udah diingetin Bro

Gbu