Nurutkah atau cuek ?

Kemacetan bagi saya, dimulai dari cueknya para pengendara motor pada pengendara motor yg lain. Ketika jalurnya diserobot, diam saja. Ketika ada yang nyelonong lampu merah, diam saja. Ketika ada yg motong jalur, diam saja. Karena diam, yang lain jadi nyaman. Saya, melihat kecenderungan itu akan makin parah. Di jakarta, kita saksikan macet total dan sekarang jalan2 cenderung jadi satu arah gara2 pengendara motor yg egois itu. Saya nggak mau itu terjadi di kota saya. Makanya, saya cenderung galak klo naik motor. Sengaja saya agak ke pinggir kanan, agar dari arah yang berlawanan nggak masuk ke jalur saya. Jika ada yg nekad sy klakson keras-keras dan kasih lampu peringatan.
Ibu saya, penginnya main safe. Dia pengin saya di lajur kiri saja. Ada yg nyerobot diemin aja toh, masih ada jalan yg bisa dilewati. Hati nurani saya berontak dan galau. Haruskah saya nurutin nasehat itu ? Klo saya turutin, saya nggak jauh beda dong ama orang kebanyakan yang cuek itu dan macet pun terjadilah. Mohon pencerahannya ya kawan2… Terima kasih… :coolsmiley:

klo mau galak di jalan(biarpun niatnya bener) sebaiknya hati2 juga,krn ga semua orang bisa terima digalakin.salah satu kenalan saya ada yg pernah marahin orang di jalan trus orangnya malah balik marah&nonjok kenalan saya itu di muka.saya rasa ibu anda khawatir klo perilaku anda di jalan bisa membahayakan diri anda sendiri(misalnya dipukul orang).lagian macet itu terjadi bukan krn perilaku pengendara saja tp yg pasti krn populasi kendaraan pribadi sudah terlalu banyak(overquota) sementara infrastruktur jalan ga berkembang.

Hmm… terima kasih untuk sarannya. Kenapa Anda malah cenderung menyalahkan pemerintah ? Bayangkan, jika semua orang punya etika berlalu lintas, disiplin, dan tahu diri seperti orang Jepang maka infrastruktur jalan seminim apapun ya… tidak ruwet bro. Jadi, masalah utamanya adalah keegoisan. Nah, klo semua orang diem aja ya… bakal macet total daah… Barangkali jika mas bro punya mobil, bisa kok bantuin dengan jalan ke sisi kanan. Biar ga ada celah untuk nongkrong di tempat yg salah. :azn: :afro:

emangnya jalan di kota anda dua arah & ga ada pembatasnya semua sehingga yg dari arah berlawanan bisa seenaknya masuk jalur anda?

Coba belajar sabar pak,jangan pakai emosi. Lebih baik damai daripada berseteru

yup yup… benar kali. Kebanyakan jalan di kota saya dua arah. Ada juga yg satu arah dan sudah dipasang rambu dilarang masuk, eh pada nyelonong masuk situ. Pembatas jalan, tidak semua perempatan ada pembatasnya. Kalopun ada, di beberapa perempatan saya jumpai juga ada yg nyelonong di luar jalurnya.

Apa perbedaan antara emosi dengan cuek ? Emosi jika kita mengebelnya dengan mantap. Sementara saya, tidak. Hanya setengah tekanan tapi berulang kali. Sabar, seringkali disalahgunakan orang. Untuk pelanggar lalu lintas, kita tidak boleh bersabar.

pemikiran u ampir sama kyk gw. tp blum berani ambil tindakan se ekstrim itu… gw berpikir gini loh, kl kita lakukan itu kemungkinan apa yg akan terjadi?

pertama, pengendara itu akan marah2 ke kita dengan melemparkan kata2 kasar bahkan bs terjadi perkelahian
kedua, pengendara itu akan berhenti lalu minggir dan membuat kemacetan jg
ketiga, pengendara itu akan balik arah(kecil kemungkinannya)

dan coba pikirkan lg apa yg terjadi stlh anda lewat atau tidak lewat di jalan itu, apakah pengendara yg Anda klaksonin tidak melanggar lg atau melanggar lg?gw yakin kemungkinan besar itu mereka melakukan pelanggaran lg.

apa yg ingin kita sampaikan itu baik tp caranya itu yg saya pun belum ketemu…

yg bs kita lakukan adalah mentaati peraturan aja kl ada kesempatan utk mempengaruhi teman anda dgn kata2 dan perbuatan mentaati lalu lintas…

berarti bapak mengambil setengah tindakan yang kearah orang lain lebih tertib,tujuan bapak itu baik,tapi apa semua orang bisa mengerti maksud baik bapak dengan bersikap begitu?? di dunia ini orang berbagai macam karakter,terkadang kalau kita memberitahu untuk maksud yang baik tapi orang itu marah. saya pribadi tidak berani seperti bapak,saya takut klo marah itu menimbulkan dendam/kepahitan dari sikap orang yg ditegur. terus ditanya nih klo bapak pas klakson terus orang itu marah,apa bapak bisa tahan emosi?? misalnya mukul bapak…sambil teriak…apa kamu klakson2?? mau apa kau???
klo sabar itu bawa mobil/motor bawaannya tuh tenang pak,adem di hati,klo dikit2 emosi jadinya ga tentram.walau sabar sering disalah gunakan orang yah biar suatu hari pak polisi yg ambil sikap utk orang tersebut/di doakan orang tersebut agar sadar untuk tidak melanggar lalu lintas.
betul utk pelanggar lalu lintas itu tidak boleh sabar,tapi bapak ini kan bukan polisi, sama-sama masyarakat dengan pengendara lain,takutnya ntar jadi berkelahi … klo saling panas lawan panas. susah juga sih…di dunia ini,karakter orang itu benar2 bermacam-macam. ada yg di tegur ngerti ya ,ada yang melotot ga suka,ada yang teriak2…, tapi saya salut klo bapak berani untuk hal yang benar,tapi alangkah baiknya sabar dan doakan 1 per 1 ,pengendara itu agar sadar dan tobat. cara sendiri seperti bapak gitu,orang belum tentu mau ngerti…

dulu saya pernah kejadian pas saya emosi bawa mobil di pepet oleh truk pas lampu hijau di belokan,kena bumper depan,terus saya marah/emosi ,terus saya kejar tuh truk,saya bersama kakak saya bertiga, terus supir truk itu malah buka kaca, apa luh?? melotot ,kayak mau ribut gitu…saya akhirnya mengalah sih,ga mau ladeni. soalnya klo saya galak lagi ntar jadi ribut atau berkelahi, apa gunanya juga. sama klo bapak melakukan itu pasti ada resikonya di masyarakat,walau tindakan bapak itu untuk mendisplinkan orang tapi bukan dengan cara emosi menurut saya sih,dengan cara bijak,doa,menegur dengan setengah nada pak/mas … tolong jangan melanggar aturan, itu bisa membahayakan pengendara lain dan juga bapak/mas sendiri. tapi alangkah baiknya sebelum menegur ,berdoa dulu minta hikmat Tuhan,agar memiliki kata yang bijak untuk menegur,biar orang yang ditegur itu paham maksud baik bapak itu.

Itulah masalah attitude. Kita sudah muka badak waktu melakukan pelanggaran. Akan beda hasilnya, jika kita semua konsisten menegakkan aturan hukum. Butuh kerjasama antara pengendara yang didepan dengan pengendara yang ada di belakang. Salah satu cara yang efektif adalah… di depan saya haruslah pake mobil dan jalannya ada di sebelah kanan. Begitu di seberang sana ingin menyalip, saya tidak kasih ruang bagi dia untuk bergerak. Seharusnya, di belakang saya juga demikian. Tidak memberi ruang gerak bagi orang lain. Itu saja. Ato, pake gerakan menipu. Misalnya, kita kasih lampu seign kanan. yang disebelah sana seharusnya bakalan mikir juga.

Itulah tabiat orang bebal. Sebelum disalahkan, main gertak duluan. Kita punya dna Singa dari Yehuda. Orang lain akan segan jika kita tegas dan berintegritas. Jika kita sampai luka pun, mereka akan kena batunya. Tokh, mereka yang bersalah ? Jika berhasil kabur, Tuhan takkan tinggal diam. DIA adalah Yehova Gmolah. Pembalas semua tindakan jahat yang dilakukan orang lain pada kita. Sama seperti saat menghadapi preman. Jika kita takut ya bisa dipalak. Tapi, kalo berani ya mereka mikir dua kali untuk meres kita :happy0062:

Sedikit saran dari ane adalah pastikan bahwa kondisi tubuh masbro fit sebelum berkendaraan. Setinggi-tingginya emosi masbro, asalkan tubuh cukup istirahat (8 - 10 jam), mudah-mudahan bisa ditekan dan dikendalikan.

Dengan tubuh yang fit, masbro juga bisa cepat mengambil keputusan yang baik dan bijak dengan memperhitungkan faktor-faktor keselamatan selama berkendaraan.

Salam bro sinchan,

Susah juga sih, di kota saya juga banyak yg suka melanggar begitu, biasanya sih adu mental, yg lemah kalah, tp yg lemah tadi menang dari yg lebih lemah lg kl soal jalur tanpa pembatas tadi. Ini soal kelakuan dan sikap pengendara itu sendiri, tanpa anda punya kekuasaan atau otoritas biar teriak ato klakson 1000x juga percuma, bro. Dia akan ulangi kelakuannya bukan ke anda tapi ke orang lain, ga berubah. Beda kl anda polisi, ketua RT, tokoh pemuda, atau apalah yg disegani orang, yg bisa memberi sanksi materiil ato sanksi sosial.

Paling tidak kl ada yg melanggar bisa juga anda ajak2 pemotor lain untuk juga mengklakson tuh pelanggar, kl nggak percuma aja, malah anda bisa dpt masalah, tuh orang nggak tobat anda yg babak belur seperti saya yg dulu nggak tahu kl di belakang masih ada kawan2 nya ;D ;D

Ada lg pengalaman pribadi, ada pemotor yg memotong jalur pemotor lain dgn tiba2. Yg dipotong marah teriak maki2, si penyalip menoleh maki2 balik, tiba2 DUARRR, si penyalip ditabrak mobil krn belok sambil noleh balas maki2 tadi dan terlindas mobil pas di kepala, si ibu yg bawa mobil jd berurusan dgn polisi.
Kita yg melihat akan mudah bilang dia yg salah, kapok, toh kl tidak tertabrak disini suatu saat juga ketabrak ditempat lain.
Tapi bagi pemotor yg tidak terima saat dipotong tadi akan berpikir seandainya tidak memaki mungkin si penyalip tdk akan tertabrak dan meninggal :’(.

Jadi silahkan saja jika anda mau menegur pelanggar, tapi kudu bijak, liat sikon, gunakan taktik. Yg lampu sein tadi sudah bagus, tapi kl dia juga nyalain lampu sein nya juga jadinya adu nyali, siapa yg minggir bakal keren tuh ;D
Walaupun sebenarnya percuma saja sekalipun anda tegur, lha orang yg melanggar itu udah jelas putus koq urat disiplin dan malunya :ashamed0004:, kecuali anda beri “pelajaran” baru mereka insaf :azn:.
Sekian :happy0025:

GBU

:afro: terima kasih brow atas urun rembugnya…