Obama dan Pemimpin Rohani Bertekad Melindungi Kaum Papa

Presiden Barack Obama bertemu dengan pemimpin rohani Kristen beberapa hari yang lalu dan berbicara mengenai krisis ekonomi dan dampaknya bagi nilai Kristen dan khususnya bagi kaum miskin. Dalam debat masalah budget, dimana Obama ingin memotong defisit sebesar US$ 3.7 triliun dalam 10 tahun ke dapan, pemimpin rohani dari kelompok Circle of Protection meminta presiden untuk melindungi program dan proyek yang menyangkut kaum papa tersebut.

Pertemuan ini merupakan bagian dari Circle of Protection, yang terdiri dari lima organisasi utama seperti The United States Conference of Catholic Bishops, National Hispanic Christian Leadership Conference (NHCLC), National Association of Evangelicals (NAE), Bread for the World, dan the National Council of Churches.

Rev. Samuel Rodriguez mengatakan, “Kami 100 persen mendukung ide bahwa kita harus memberantas defisit dan hutang dan menetapkan keuangan negara pada susunan yang seharusnya.” Bagaimanapun juga, orang miskinlah yang akan paling mengalami hal ini. “Sebagai umat Kristen kita berkomitmen pada Kitab Matius 25 dan Lukas 4 yang mengajak kita untuk membawa kabar baik kepada mereka yang miskin dan kita tidak ingin program-program (untuk kaum papa) dikorbankan demi kepentingan politik,” pesan Rodriguez dan pemimpin lainnya kepada Obama.

Selama berlangsung percakapan tersebut, Presiden Obama sudah berkomitmen, menurut Circle of Protection. Komitmen Obama juga termasuk melakukan cara apa saja yang bisa dilakukan agar program dan proyek untuk kaum papa tidak disentuh. Percakapan antara Obama dengan pemimpin rohani ini berlangsung selama 30 menit. Selain dengan Obama, mereka juga bertemu dengan Penasihat Senior Valerie Jarret, Direktur Dewan Kebijakan Domestik Melody Barnes, dan Direktur Rumah Iman dan Relasi Lingkungan bernama Joshua DuBois. Mereka juga merencanakan akan bertemu dengan para pemimpin dari partai Republik untuk memberikan pesan yang sama.

Siapa lagi yang memelihara kaum miskin jika bukan pemerintah? Pemerintah juga merupakan perpanjangan tangan Tuhan untuk menjangkau rakyat-rakyat yang menderita. Kepedulian kita sebagai terang kasih Kristus, dapat menyelamatkan diri mereka.

Source : christianpost/lh3