one world religion

Shalom
Terdapat beberapa pembahasan tentang “one world religion” ini, (saya gak tahu dah pernah dibahas tidak disini).
Bagaimana pendapat anda tentang hal ini? Dan mungkinkah hal ini terjadi? Dari kekristenan sendiri ada beberapa denominasi yang ikut didalamnya termasuk katholik dan sebagian protestan. Penolakan sampai saat ini berasal dari kalangan evangelis dan pentacostal.

Shalom.

Dear Jonathan, mencoba berdiskusi dengan Sdr, dan mohon maaf apabila komentar saya tidak menjawab pertanyaan Sdr, karena saya sendiri tidak yakin akan interpretasi saya terhadap pernyataan Sdr.

Mungkinkah “one world religion” ini terjadi, saya rasa tidak. Agama, berdasarkan definisi populernya, adalah suatu sistem yang mendeskripsikan Allah, hukum hukumNYA, tindakanNYA, serta bagaimana respon yang harus dilakukan oleh manusia terhadap hal hal tersebut.

Agama adalah wahyu Allah, atau penyataan Allah yang diungkapkan kepada manusia, namun karena terbatasnya akal manusia, juga dipengaruhi oleh moralnya (prasangka dan egoisme), maka interpretasi terhadap wahyu tersebut bisa jadi berbeda beda.

Saya akan memberi sebuah contoh,

Kita mengetahui adanya kebaikan dan kejahatan dalam dunia yang kita tempati, kebaikan dan kejahatan itu sendiri merupakan wahyu, sesuatu yang memang Allah telah tulis dalam hati kita. Preferensi kita terhadap kebaikan bukanlah sesuatu yang kita inginkan, melainkan sesuatu yang telah diimplankan sejak semula dalam diri kita.

Menanggapi kenyataan tersebut, dan menggunakannya untuk mendeskripsikan Allah dan kewajiban kita, kita menemukan berbagai macam respon

a. Karena melihat adanya kejahatan dalam dunia, dan karena Tuhan diyakini merupakan Pribadi yang Baik, yang tidak mungkin menciptakan kejahatan, maka seseorang menganut ajaran Dualisme, yang percaya bahwa Sosok yang Baik dan Sosok yang jahat telah ada dalam kekekalan.

b. Kebaikan dan Kejahatan sesungguhnya merupakan satu realita yang sama, dan Allah merupakan sosok yang berdiri di atas kejahatan dan Kebaikan. Sesuatu disebut baik karena Allah mengatakan demikian, bukan karena Sesuatu itu baik, maka Allah mengakuinya. Kepercayaan ini diyakini oleh penganut panteisme.

dan seterusnya…c, d dan e…

Cara pandang yang berbeda dari a dan b mustahil dapat dikompromikan (a dan b hanyalah contoh, dan dalam pandangan saya, keduanya salah)

Agama bagaikan sebuah lensa dimana kita bisa melihat Allah, lensa itu sendiri bermacam macam, ada yang kotor, ada yang terlalu cembung, ada yang tidak berfungsi. Jadi, sekalipun kita melihat realita yang sama, yaitu Allah, namun interpretasi kita terhadapnya bervariasi.

Kembali pada pertanyaan kita semula, mungkinkah kita melakukan interpretasi yang sama terhadap Realita yang kita sebut “Allah”? Satu satunya cara yang mungkin adalah menyeragamkan semua lensa, dan itu berarti menyeragamkan manusia, yaitu akal manusia, kejujuran manusia, serta kasih manusia.

Tentu saja hal ini tidak mungkin, karena jika Allah melakukannya, Ia sedang merampas kehendak bebas manusia.

@swordpen
Ketika kita melihat apa yang ada hari ini, maka jawaban anda akan menjadi kenyataan dan memang itulah adanya. Tetapi coba sedikit kita kembali kebelakang, kesejarah timbulnya agama. Kalau kita mengacu kepada sejarah berdasarkan ilmu pengetahuan, maka dikatakan oleh para arkeolog bahwa semua agama pada dasarnya mengerucut pada “satu” agama dasar, dimana yang saya tahu kalau gak salah “zoroaster”, sebagai induk semua agama (terutama adalah poly theisme). Nah dari kenyataan ini, kita bisa melihat bahwa semua agama bisa disatukan, karena perbedaan hari ini adalah “bumbu” dari bahan dasar yang sudah diletakan dahulu…

Kalau kita melihat sejarah dari alkitab, maka kita mendapatkan nama “nimrod”, ini adalah cikal bakal semua agama didunia (diluar kristen dan yudaisme tentunya). Saat itu manusia memegang satu agama itu saja, semua sama, baru pada perkembangan selanjutnya agama ini menyebar dan berasimilasi terhadap keinginan masing2 daerah maka jadilah berbagai agama.

Jadi kalau dilihat darisana, kalau kita mengatakan adalah kemustahilan menyatukan agama, maka kita sudah mengabaikan bahwa ada masa dimana semua agama memang hanya ada satu.

Kemustahilan itu terjadi seharusnya, justru hanya karena dan hanya terjadi oleh sebab yudaisme dan kristen, karena kalau kita memandang fakta alkitab dan fakta sejarah, yudaisme dan kristen adalah sebuah bentuk perlawanan terhadap apa yang diciptakan manusia.
Nuh dan keluarga besarnya, menentang nimrod.
Abraham dan keluarga dalamnya menetang polytheis jamannya.
Musa menetang politheis dijamannya.

Nah, seharusnya kekristenan dan yudaisme lah yang harus menjadi “penentang terbesar”, terjadinya peristiwa ini.
Tetapi kalau kita kembali mengarahkan mata kebelakang, maka fakta alkitab menyatakan bahwa yudaisme “sudah tercemari oleh agama bailonia”, ini didukung oleh fakta terciptanya talmud babilonia. Sementara kekristenan sangat dalam tercemari agama yunani. Nah kedua hal ini membuat “penyatuan itu menjadi mungkin”. Karena yudaisme dan kekristenan sudah tercemari secara budaya oleh agama2 itu sehingga “kompromi” masih mungkin dilakukan oleh oknum2 yang menganggap kompromi itu “bisa dan boleh dilakukan dengan alasan kedamaian dunia”.

Nah, dari sisi ini kita melihat “ketidakmustahilan” hal itu terjadi. Tetapi memang tidak akan 100 persen, karena mereka2 yang berpegang teguh pada “kekristenan yang tanpa asimilasi budaya”, akan melawan (bukan dalam arti jasmani seperti perang). Mereka akan menolak dan tidak akan turut serta didalamnya. Tetapi jumlah mereka akan sangat sangat sedikit dibandingkan mereka yang menyatu.

Kalau anda menyatakan bahwa “kalau itu terjadi maka, Elohim sedang merampas hak memilih manusia,” anda salah besar. Karena itu terjadi justru bukan untuk kemuliaan Dia, tetapi justru akan mengurangi kemuliaanNya dihadapan manusia. Ini adalah pilihan manusia untuk “memberontak” terhadap Tuhan. Bukan sebaliknya. Ini adalah sebuah upaya mengangkat kesombongan pribadi manusia.

Ketika anda menyatakan bahwa segala sesuatu baik jahat atau baik itu berasal dari Elohim, maka anda sedang mengabaikan bahwa Elohim memiliki kehendak dan kehendak itu baik, tetapi pilihan ada ditangan manusia dan malaikat itu sendiri. Ketika anda menyatakan itu artinya anda sedang menyatakan bahwa:
-manusia tidak memiliki hak pilih.

  • segala sesuatu adalah program, dimana orang melakukan kejahatan karena Tuhan mau dia melakukan kejahatan.
    Itu adalah sebuah pemahaman yang salah, apalagi anda tahu bahwa manusia memiliki pilihan. sehingga pernyataan anda yang menyatakan hal itu diatas menurut saya tidak relevan dan merupakan sebuah kesimpulan yang terlalu terburu buru dari sebuah fenomena kejadian hidup manusia.

Anda harus ingat bahwa ada dua macam agama didunia:
-agama yang merupakan hasil budaya, yaitu agama yang tercipta dahasil kreatifitas manusia untuk mengangkat dirinya atau memposisikan dirinya diposisi tertentu. Dan ini adalah agaman diluar kristen dan yudaisme. Hal itu dibuktikan dari fakta sejarah bahwa agama agama ini timbul dari pertama tama adalah keinginan manusia untuk memposisikan diri tinggi. Nimrod menunjukan itu, dan dalam perkembangannya juga tetap memiliki dasar itu tetapi dengan pengembangan yang sedikit berbeda.

  • agama yang timbul dari benar2 keinginan Tuhan. Dan ini hanya ditempati yudaisme dan kristen. Kenapa? Karena secara sejarah baik sekular maupun alkitab, dengan jelas memberikan keterangan bagaimana abraham sebagai pencetusnya, bukan berawal untuk menempatkan diri sendiri diposisi tertentu. Justru dia menjadi cikal bakal agama yang merendahkan posisinya sebagai manusia dan menuruti apa saja yang disebutnya sebagai Allah itu tentukan bagi dirinya. Dia tidak bergerak kemanapun secara level posisinya. Dia gak pernah menjadikan dirinya turunan dewa atau yang seperti itu ketika dia mengawali agama ini. Ini adalah sebuah gebrakan baru jaman itu, dimana agama yang lain bergerak berlawanan dengan dia. Lihat mesir, lihat persia, babilonia, yunani dst… Semua sama.

Nah saya kira anda harus memperhatikan ini dalam memberikan penilaian terhadap agama yang ada.
Dan hubungannya dengan topik, seperti yang saya nyatakan diatas, bahwa sudah seharusnya kristen dan yudaisme yang lahir dari “perlawanan budaya” ini menjadi ujung tombak perlawanan terhadap penyatuan agama, yang jelas akan mengorbankan “semua yang dimiliki kekristenan untuk dikompromikan dengan agama agama lain dalam proses penyatuannya”.
Shalom.

Dear Jonathan, sebelum melangkah lebih jauh, bolehkah saya mengetahui apa sebenarnya tujuan Sdr membuat thread ini?

@sword
Beberapa berita menyatakan itu, dan saya tertarik dengan pendapAt teman teman dsn. Karena one religion ini sangat berbahaya karena akan sangat menentukan apakah teologi masih akan dipertahankan atau tidak, dan apakah alkitab masih akan jadi pegangan atau sekedar pajangan… Ini sangat berbahaya menurut saya. Dan lebih berbahaya nya adalah, “gereja lah yang menjadi agen penyesatan ini”!! Jemaat akan jadi korban, itu pasti!! Karena jemaat akan ikut apa kata pemimpin gereja… Apakah menurut anda berbeda?

Dear Jonathan,
Saya setuju sekali dengan pendapat Sdr bahwa hal tersebut sangat berbahaya, dan posting saya sebelumnya mencoba menunjukkan bahwa pemersatuan agama agama tersebut merupakan suatu usaha yang keras, bahkan nyaris mustahil, namun akhir akhir ini saya memikirkan bahwa hal ini bisa jadi dilakukan, tentunya di bawah bendera pemaksaan dan penyesatan, seperti yang Sdr sampaikan. Menurut Sdr, jika memang hal ini mungkin terjadi, bagaimana kekristenan (jemaat) dapat dipertahankan?

Tuhan Memberkati

Satu dunia akan dibawah satu gereja, apakah Gereja yang awalnya terbagi menjadi bermacam-macam aliran dan gereja bisa mengecil tepat dimata kita. apakh ini bisa terjadi, mengapa tidak? dan proses ini berlangsung dalam tempo kecepatan cahaya. \kita sudah meninggalkan kesukuan dan keegosian kita, 40 atau 50 tahun lalu tidak seorangpun dapat bermimpi akan gereja yang bersatu yang seperti ini. Pasti ada berbagai faktor yang menyebabkan gereja mengecil, menjadi satu?
yaitu? Ada yang menguasai pengawasan teknologi modern (memungkinkan untuk melacak dimana keberadaan manusia, agama, pasukan dan senjata, dan mengetahui apa yang sedang dilakukan) dan menguasai pasar dunia, mata uang, bursa saham dan perekonomian (mempermudah penginvestasian, atau melepaskan dari pasar apapun juga), menggunakan mata uang apa saja dimana pun dunia.

Semua dapat bersatu disemua bidang kalau ada masalah dunia dunia yang besar, seperti keleparan, polusi, ketidak stabilan cuaca (masalah-masalah ini menunjuk bahwa dunia hanya dapat diselamatkan melalui kerja sama internasional.

Begitu juga teroris semakin meningkat tingkat dengan kejahatannya dimana-mana, untuk hidup aman ada tawaran globalisme dan pemerintahan dunia adalah satu-satu tawaran keamanan).
Globalisme agama dan gerekan kearah pemerintah dunia dengan jelas bisa saja akan terjadi. Dan semua ini akan mengambarkan akhir zaman yang dijelaskan dalam Wahyu 13:1-8 mengatakan Antikristus dalam 3 1/2 dimana dia akan memerintah terakhir akan didominasi oleh antikristus secara politik, ekonomi dan keagamaan. Dan seluruh dunia akan di bawah kekuasaannya yang mutlak.
Antikristus juga akan diberi kuasa akan memerintah dunia secara politik setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa Wahyu 13:7b).
Dia juga akan memerintah dunia secara keagamaannya (wahyu 13:8a) semua telah diprediksi dalam alkitab…semua ini akan terjadi tepat waktu menurut rencana-Nya.amin…

@sword
Kalau menurut saya, jusrtu kekristenan secara agama akan tetap berdiri teguh (dalam arti organisasi) akan tetapi secara iman kepada Kristus, itu yang saya secara pribadi ragukan akan tetap berdiri teguh. Most of kristen akan mengikuti gelombang ini, saya kira itu akan menjadi fakta yang menakutkan tapinyata. Dan most kristen akan menjadi antikris, baik secara sadar atau tidak sadar karena penyesatan ini. Tetapi akan ada golongan kristen yang akan bertahan pada iman, dan golongan inilah yang akan tetap menjadi umat Tuhan. Semua atas kehendak Tuhan tentunya, bahwa kita akan masuk golongan mana. Kalau kita dekat dengan Dia maka Dia akan pertahankan, tetapi kalau tidak, maka Dia kemungkinan tidak akan pertahankan kita juga dan membiarkan kita ikut arus ini, karena agen penyesatannya adalah gereja. Saya melihat ini karena paling tidak dua alasan, satu, Tuhan menyatakan mereka yang memanggil Tuhan tapi Tuhan nyatakan tidak mengenalnya, menurutku ini gambaran dari umat yang secara sadar atau tidak, dengan mulut dia menyembah tetapi disaat yang sama dia mengkompromikan imannya, oleh karena itulah Tuhan nyatakan, “pembuat kejahatan”. Menurut saya kejahatan manusia secara jasmani selalu mendapat pengampunan dan pembenaran dari Tuhan dan kejahatan kepada iman dan Tuhan, akan selalu dinyatakan sebagai dosa tak terampuni (meskipun sampai sekarang penghujat pun diampuni Tuhan tapi akan tiba masa nya dimana golongan dosa kepada Tuhan ini tidak lagi mendapat pengampunan. Karena kita sampai saat ini masih hidup dalam kasih karunia Tuhan. Terimakasih juga kepada banyak orang yang selalu berdoa mengampuni orang lain dan penuh kasih mendoakan manusia lain, karena tanpa mereka2 ini pasti murka Tuhan sudah datang, karena hanya mereka2 inilah yang benar2 dapat melunakan hati Tuhan atas dosa manusia).
Yang kedua, dua pertiga manusia akan ikut penyesatan yang dilakukan sang naga. Nah ini jelas menggambarkan bagaimana dua pertiga dunia dan most of them secara nyata adalah kristen, akan membelot, baik secara sadar atau sekedar ikut ikutan karena mempertahankan kepentingan dunianya.
Nah dua alasan itu saja sudah memberikan gambaran yang jelas akan nasib jemaat Tuhan secara keseluruhan dan apa yang akan terjadi.
Jadi jemaat Tuhan yang ingin bertahan di dalam keluarga Tuhan harus jeli jeli membaca fenomena dunia dan lebih dekat pada Tuhan.

@sty
Sedikit menambahkan saja, bahwa toh memang pada akhirnya semua manusia akan berada disatu atap kepercayaan pada Tuhan, tetapi ada dua (menurut saya) yang akan menghasilkan itu, yaitu terjadi setelah Tuhan menghakimi semua, dan terjadi hasil usaha manusia untuk mencari apa yang dikatakannya sebagai kedamaian. Dan yang kedua inilah yang akan membuat timbulnya antikris.
Secara manusia, apa yang akan terjadi itu akan terlihat “sangat indah”, karena membayangkan bagaimana manusia tidak lagi bertengkar karena klaim klaim kebenaran agama. Yang artinya memang terlihat seperti kedamaian yang indah, tapi itu fatamorgana karena kebenaran sejati akan dikorbankan dan ketika itu terjadi maka dunia akan kehilangan banyak “pendoa” yang penuh iman. Nah saat itu roh roh kenajisan, pembunuhan, kebencian, amarah akan sangat menguasai dunia. Oleh karena itu penganiayaan yang akan terjadi, dikatakan dialkitab, akan sangat berat dan belum pernah terjadi sebelumnya dan sesudahnya.

hmm kyknya “one world religion” itu ide dari antikris dan iluminati deh…

1 pemimpin, 1 tatanan dunia dan 1 agama

Seandainya “pemimpin-pemimpin” yang mengaku Kristen mau bersatu dalam perbuatan… benar-benar menjadi terang dan garam dunia… bukannya sibuk meng-“kristen” kan Katolik atau Karismatik, mem “baptis” Kristen non-baptisan selam, meng-“Calvin”-kan yang “Luther”-an dan segala macam pertengkaran dokrin yang pada dasarnya merugikan dan tidak berguna… Gereja sekarang tidak akan dikuasai oleh Yudas-Yudas Iskariot, yang mau kompromi dengan dunia…

Semua ini sudah ada tertulis di dalam Al-Kitab… tapi kita-nya aja kaga serius mendengar peringatan-peringatan Yesus…

So what should we do as Young Christian… to get out from this kind of situation… moga2an moderator2 & website ini bisa memfasilitasi… supaya kita sebagai Kristen bisa bersatu dalam wujud kegiatan yang nyata…

Kalo niat kita tulus dan dengan kerendahan hati mau melayani TUHAN, gue rasa masih ada kesempatan dan waktu untuk melakukan perubahan bersama-sama…