OPTIMASI OTAK SEJAK DINI

Iseng-iseng membaca beberapa posting pada sub bagian kesehatan ini, ada niat untuk memberitkan info yang bermanfaat ttg OPTIMASI OTAK SEJAK DINI.

Sesuai judul dari posting ini, maka saya mencoba menulis dari pandangan orang lain yang sudah saya buktikan termasuk sudah membaca beberapa tulisan sekitar sub judul ini untuk mendapatkan manfaat multi guna.

Posting ini akan dibuat sedemikian rupa sesuai dengan fakta dan data yang ada melalui pengalaman, penjelasan orang lain, hasil kajian dari buku dan majalah.

Pembahasan ini lebih mengarah kepada pasangan suami-isteri muda-belia yang ingin mendapatkan keturunan yang cemerlang.

Pertama, faktor konsumsi makanan dan minuman.
Banyak tulisan menempatkan faktor pertama adalah masalah faktor keturunan.
Di sini saya menempatkan masalah makanan.

MENCERDASKAN OTAK MANUSIA MELALUI MAKANAN DAN MINUMAN

Pada waktu mengikuti kuliah umum, ada seorang dosen berasal dari Australia berkata demikian:

Menurut pengamatan beliau bahwa anggota masyarakat pedalaman Jawa Timur mempunyai kebiasaan tentang makanan untuk orang tua dan anak. Bila dalam satu keluarga memasak makanan daging ayam, maka paha dan hati ayam harus dimakan oleh Ayah/Bapak. Anak-anak mendapatkan jatah makanan daging ayam sangat sedikit. Alasan keluarga itu bahwa sang ayahlah yang bekerja keras untuk mencari nafkah maka jatah makanan daging ayam dimakan oleh ayah.

Menurut dosen tersebut yang adalah seorang ahli kimia tanah mengatakan bahwa seharusnya daging ayam itu diberikan/dimakan oleh anak-anak BALITA (bayi di bawah umur 6 tahun).
Beliau menambahkan lagi, sebetulnya: BALITA sangat membutuhkan makanan yang bergizi tinggi sebelum memasuki usia 7 tahun. Harus diingat bahwa janin di dalam rahim sampai lahir menjadi seorang anak di bawah umur 6 tahun sangat membutuhkan makanan bergizi untuk pembentukkan sel otak. Di sinilah letaknya konsumsi makanan dan minuman yang bergizi sangat baik untuk pertumbuhan otak janis dan BALITA.

Info ini sangat berarti sekali.

Tidak lama kemudian saya membaca artikel tentang anak-anak masa usia sekolah yang setiap pagi hari makan makanan lengkap (nasi dan lauk-pauknya) lebih cerdar di