orang-orang yang suka bertengkar, dijauhi atau tidak?

saya belum menikah dan bekerja senin sampai sabtu, hampir tiap hari kerjanya sampai malam hari. jadi minggu bener2 hari sabat saya dan hari santai saya.

  1. saya beribadah di gereja yang sama dengan famili saya (1 keluarga), tiap selesai ibadah, saya selalu diajak makan bersama oleh famili saya tersebut. pertamanya saya mau, kemudian famili saya ini suka bertengkar dengan anggota keluarganya yang lain, baik suami istri maupun orang tua dan anak,sehingga saya akhir2 ini tidak mau lagi diajak mereka makan bersama. mereka tidak malu bertengkar didepan umum, pernah sekali hampir berkelahi antara orang tua dan anaknya dan saya yang harus melerai (padahal habis ibadah digereja). ternyata memang keluarga ini memang suka bertengkar dimana saja kata orang2 terdekatnya dan pegawai2nya.
  2. setelah saya pulang gereja, saya biasanya basket bersama teman2 saya untuk olah raga dan refreshing. yang menyewa lapangan basket ini adalah teman saya sejak kecil (Sebut saja A) dan keluarganya (mereka semua bukan kristen). yang jadi masalah adalah tiap basket itu keluarga tersebut selalu bertengkar dan berdebat apakah yang dilakukan itu pelanggaran basket atau tidak, bahkan pernah berkelahi antar anggota keluarga.

yang jadi pertanyaan saya adalah apakah boleh menghindar dari orang2 ini? karena saya pengen minggu itu jadi hari santai dan refreshing, karena tiap hari harus berurusan dengan masalah pekerjaan, jadi orang2 ini ingin saya hindari. tapi tiap mau saya hindari kok saya jadi teringat khotbah tentang ayat pelita harus ditaruh diatas kaki dian agar terlihat (orang kristen harus mempunyai dampak positif bagi sekitarnya yang gelap), jadi kalau menghindar saya jadi merasa bersalah (mungkin Tuhan menempatkan saya di keluarga2 ini untuk bisa memberi dampak yang positif). tapi tiap saya tetap bersama mereka, malah ingat ayat “pergaulan yang buruk menghancurkan kebiasaan yang baik”. jadi 2 ayat ini sepertinya konflik di dalam hati saya. mohon masukannya.

klo saia jangan dihindari tp bukan berarti dijauhi :slight_smile:

Mungkin bertengkarnya karena ego dan tidak menghargai sesama,

Bisa juga “pergaulan yang buruk menghancurkan kebiasaan yang baik” karena bro pergaulannya dengan mereka secara tidak langsung bro bisa menjadi ego

Dan bisa juga bro menjadi terang dengan perbuatan, teguran dan nasihat menjadi panutan bagi mereka untuk tidak ego dan lebih menghargai sesama

pengennya begitu, tapi yang famili saya itu selalu ketemu di gereja, dan selalu mengajak, kapanhari sampai marah karena saya tolak beberapa kali.
yang teman saya itu sering telepon mengajak basket kalau saya tidak basket, dan kadang datang ke rumah untuk berangkat bersama.
jadi sulit menghindari mereka terus2an

famili saya itu lebih tua dari saya, jadi saya tidak berani menasehati dan menegur, dan saya satu2nya yang kristen di keluarga saya, jadi saya sendiri tidak tau keluarga kristen yang benar itu seperti apa.
kalau teman saya itu orangnya suka debat, orangnya ateis, jadi saya kalau memberi nasehat atau menegur, malah diajak debat soal agama dan logika keberadaan Tuhan. saya bukan orang yang pintar dan bisa berdebat, terus terang kalau saya kalah dalam debat, saya malah pengen mukul orang yang menang debat, jadi saya berusaha menjauhi debat karena kelemahan saya itu.

kenapa klo kalah debat terus mau mukul???bukannya itu tidak boleh di kristen…
yang pasti gus harus memberi contoh yang baik kepada mreka yg berkelahi(keluarga maupun teman),klo teman bisa diberitahu dengan nasihat yang lembut,bukan menggurui yang lebih tua,tapi contoh berdasarkan perbuatan.orang akan melihat perbuatan kita baru mau mendengar perkataan kita.Tuhan punya rencana…tanya padaNya.

yg namanya orang ribut walau bukan urusan kita,tapi kita sebagai orang kristen harus peduli,disitu kita bisa menunjukan kasih Allah kita pada mereka yang belum mengenalNya.1 lagi untuk masalah keluarga yg ajak,pendekatan itu perlu…sesudah melakukan pendekatan…sedikit demi sedikit bisa diberi contoh melalui perbuatan atau melalui sebuah kisah cerita,juga bisa minta saran pendeta atau siapa yg mengerti bagaimana cara hadapi keluarga yg suka ribut2…padahal dia orang kristen.<-klo melakukan ini berarti kita peduli sama maslaah orang lain untuk membantu membangun kerohaniannya.

itulah sebabnya saya tidak mau berdebat dengan orang, selalu diam dan menghindar, karena kelemahan saya adalah kalau berdebat dengan orang tidak terima kalau kalah.
saya sudah pernah menasehati secara halus kepada keluarga saya itu, tapi suami istri ini bilang saya belum menikah, jadi tidak tau permasalahan pernikahan, dan bilang lebih baik mengurusi keluarga saya yang belum percaya Tuhan. semoga ini tidak melenceng, keluarga besar saya kebanyakan kristen, kaya dan orang penting di gereja. kalau ada acara kumpul2 keluarga besar, keluarga saya selalu diacuhkan dan dijadikan bahan olok2 karena berbeda (bukan kristen dan tidak kaya). mereka juga bertukar cerita tentang pelayanan mereka yang luar biasa. sedangkan saya ini menengah kebawah, dan baru beberapa tahun jadi orang percaya, jadi sepertinya saya tidak layak memberi nasehat. kalau ada apa2 keluarga saya juga jarang diajak dan saya sibuk dengan usaha saya, jadi saya jarang ketemu keluarga besar saya (termasuk yang segereja) cuma minggu, jadi tidak bisa memberi contoh perbuatan.
sama juga dengan teman saya, kalau saya beri nasehat, kemudian mengajak debat tentang nasehat saya. dia selalu bilang diajar keluarganya (yang ateis) didunia ini yang kuat yang menang dan harus punya keinginan yang kuat dalam hidup (maksudnya jangan mudah digoyahkan). ya akhirnya sekeluarga teman saya jadi orang yang tidak mau mengalah.
pendeta saya kalau setelah khotbah minggu sering ditemani famili saya ini sampai pulang, sedangkan waktu konsultasinya selasa,rabu dan kamis, dan saya cuma punya hari minggu untuk ke gereja.
jadi sebaiknya saya menghindar atau tetap kumpul bersama mereka?

tetap kumpul hmm klo gusgus gak sanggup berdebat gusgus cukup tetep diem n tenang perhatiin mereka…
gusgus harus hadapi semuana dengan tenang n kasih :slight_smile:
lambat tapi pasti mereka akan tertular sifat gus tu :smiley:
slmat mencoba Gbu

gw jg orang yang suka kalah berdebat,tpi gw tetap menjelaskan sebisa mungkin yang gw mampu,agar orang bisa tetap percaya kepada KRISTUS,biar selebihnya Tuhan yang mengerjakan.
gw jg belum sepandai pendeta,penatua,pengkotbah,orang-orang rohani lain yang pandai dan fasih dalam bertutur kata,dan bisa menjelaskan secara baik.gw berusaha menjadi yang lebih baik lagi.

gus…menurut saya tetap jangan menghindari masalah.dengan adanya masalah buat kita lebih maju.manusia selalu ingin berada diposisi yang nyaman dan aman,disini kita belum menghasilkan buah.dengan ada maslaah kita bisa berbuah lebih banyak.gw jg sama seperti lu gus…tidak pandai berdebat,tapi kita percaya pada rencana Tuhan dalam hidup kita,Tuhan kasih job buat gusgus,Tuhan kita bukan pendiam tapi pekerja yang aktif…gus tetap ,andalkan Tuhan dan kekuatanNya…1 lagi yang penting jangan lepas dari doa…doakan mereka,kepada Bapa.

bahan olok-olok seperti gimana?maafin aja mereka klo melakukan ini.

ok ini bagus,bila orang bersaksi tapi jika kelakuannya tidak seperti ajaran KRISTUS,kesaksiannya juga tidak akan didengar orang(apalagi orang yang belum mengenal Tuhan/orang bukan percaya).tapi bukan berarti kamu tidak layak untuk memberi nasihat,lakukan yg terbaik saja,selebihnya Tuhan yang mengerjakan.
Tuhan bisa aja memakai kamu untuk menegur mereka,agar mereka sadar.
ada FT berbunyi:Tuhan bisa memakai orang yang lemah untuk memalukan apa yang kuat.
kita harus perbanyak pengetahuan rohani,mengenal Tuhan YESUS KRISTUS lebih dekat lagi.

Tuhan selalu memberkati,Gbu all

menghindar tanpa memeberi alasan yang jelas… ya sama aja bo’ong :smiley:

klo mau menghindar dan jadi pencerahan buat mereka … ya sebaiknya mengatakan: saya tidak mau basket lagi, krn setiap kali basket inginnya untuk kesegaran pikiran yang sumpek , ttp justru malah melihat pertengkaran yang membuat sumpek pikiran. :ashamed0004:

(secara ngga langsung sodara mengatakan : bertengakar itu ngga baik krn disamping membuat jengkel yang bertengkat , juga membuat tidak nyaman yang melihatnya)

Sdr Gusgus yang saya kasihi di dalam Kristus. Saya setuju sekali dengan ungkapan anda yang saya kutip di bawah ini:

tapi tiap mau saya hindari kok saya jadi teringat khotbah tentang ayat pelita harus ditaruh diatas kaki dian agar terlihat (orang Kristen harus mempunyai dampak positif bagi sekitarnya yang gelap), jadi kalau menghindar saya jadi merasa bersalah (mungkin Tuhan menempatkan saya di keluarga2 ini untuk bisa memberi dampak yang positif). tapi tiap saya tetap bersama mereka, malah ingat ayat “pergaulan yang buruk menghancurkan kebiasaan yang baik”. jadi 2 ayat ini sepertinya konflik di dalam hati saya. mohon masukannya.

Memang seperti itulah kehidupan sebagai orang yang telah ditebus oleh darah Yesus; namun adakalanya kita juga harus melihat sikon sebagaimana yang anda nyatakan bahwa anda lebih muda dari keluarga yang bersama2 dengan anda ke gereja, namun harus kita ingat tentang apa yang diajarkan Rasul Paulus kepada Timotius dalam I Timotius: 4:10-12
10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya. 11 Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. 12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Menjadi teladan artinya kita bertingkah laku sebagaimana layaknya Kristus yang ada di atas tahta hati kita, jadi melalui perbuatan dan tingkah laku kita, walaupun adakalanya kita juga harus berbicara dengan keras karena kebenaran tidaklah layak untuk ditutup2i apalagi bila hal itu kita lakukan terhadap orang yang mengaku sebagai orang Kristen.

Bagi orang yang di luar Kristen, maka Amanat Agung Kristus harus menjadi bagian di dalam hidup kita; berbicaralah dan bersaksilah dan terutama berbicaralah melalui tingkah, langkah dan perbuatan kita yang HARUS TAMPIL BEDA sehingga mereka mampu melihat seberapa besar Kristus ada di dalam hati kita.

Tentang: “pergaulan yang buruk menghancurkan kebiasaan yang baik” kiranya kita perlu melihat kepada apa yang Rasul Paulus nyatakan di dalam
I Korintus: 9:19-23
19. Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. 20 Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. 21 Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.
22 Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.
23 Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

Apakah pergaulan Rasul Paulus yang begitu luas telah merusakan kebaikannya yang baik? TIDAK, karena Rasul Paulus tidak ikut serta di dalam keburukan2 mereka melainkan ia belajar untuk mengetahui bagaimana jalan pikiran mereka dan apa yang menjadi celah di antara pikiran dan kebiasaan mereka sehingga Injil bisa diberitakan kepada mereka.
Jadi PERGAULAN ANDA baik dengan keluarga anda yang Kristen tapi yang sering bertengkar maupun dengan keluarga teman anda yang bukan Kristen tapi yang juga suka bertengkar tidak akan merusak kebiasaan baik anda selama anda memiliki persekutuan yang indak dengan Tuhan bahkan di dalam suasana pertengkaran itu andalah yang seharusnya menjadi penengah dan melerai serta memberi jalan keluar untuk apa yang diperdebatkan

Kiranya tanggapan ini menjadi berkat bagi anda di dalam Kristus Yesus.

SETUJU BANGET!bener2 nasihat/teguran yang memberkati.
Rasul Paulus Pergaulannya memang luar biasa,yang paling Luar Biasa Tuhannya yang adalah Tuhan kita semua!

iya, saya selalu diam, karena mereka bertengkar sendiri .dan kadang omongan saya yang jadi bahan perdebatan, jadi saya diam agar tidak jadi pemicu.

terima kasih, saya juga sempat ingat tentang daniel sekawan yang tidak mau terpengaruh keadaan sekitar, kemudian muncul di pikiran saya tentang samuel yang keluarganya seperti keluarga imam eli, jadi secara tidak langsung meniru cara imam eli berkeluarga sehingga anak2nya jadi tidak benar dihadapan Tuhan(mungkin pemikiran ini serangan dari iblis, seperti iblis mencobai Tuhan Yesus dengan firman). karena saya bukan dari keluarga kristen dan saya tidak tau contoh keluarga kristen yang baik itu bagaimana, jadi saya takut nanti jadi meniru keluarga kristen yang terdekat (meskipun aslinya tidak dekat) dengan saya yaitu keluarga yang suka bertengkar ini.

iya, saya cuma bisa berdoa, karena memakai kata2 saya tidak pandai

saya tidak berbohong, kalau sama famili saya, saya biasanya selalu bilang mau buru2 pulang, mau tidur sebentar sebelum basket, tapi memang saya tidur. kalau yang basket itu saya ada tempat basket lain untuk menghindari tempat basket yang sekarang, tapi tidak seberapa kenal dengan orang2nya dan jauh tempatnya, kalau yang ini cuma 500 meter dari rumah, kalau yang satunya 10 km dari rumah.
ya … sebetulnya dulu pernah ngomong begitu (+ banting kursi (jadi malu)) karena pekerjaan selama seminggu banyak masalah dan diajak makan famili saya yang bertengkar terus dan di basket teman saya bertengkar dengan keluarganya. setelah itu teman saya ini sering telepon dan datang ke rumah, untuk menjemput basket, tapi tetap bertengkar terus