orang terkaya di dunia bill gates dan warren buffet apakah mereka pengikut Yesus

6.itu Tuhan yang menilai hati yang melayani pekerjaan Tuhan
7.dimana hartamu berada disitu hatimu berada,apa artinya ini?apa perbuatan/perkataan yg dilakukan di dunia?
8.banyak tokoh Alkitab yang kaya,yang Tuhan pakai.termasuk juga ada seorang tokoh Alkitab yang memakai kekayaannya untuk melayani pekerjaan Tuhan(termasuk bantu orang2 yg sulit/membutuhkan).
9.bukan ajaran siapa2 ,tiap orang pny inisiatif untuk berbuat sesuatu dgn berbagai macam tindakan yg berbeda.

anda pny pandangan yang kritis juga yah,bro krispus.
apa maksud amsal 27:7 itu tolong dijelasin?

berbuatlah seperti apa yang Tuhan kehendaki.siapa tahu suatu hari Tuhan menghendaki kita untuk memberikan perpuluhan yang lebih dari 10%?hehehe…gimana dgnmu…siap dengan itu?

bro kahlil gibron,apa itu filantropis?juga agnostik?apakah itu konsukensi orang yang sudah terlalu kaya sehingga tidak ingat sang pencipta??

yah,bro benar…semua tergantung karakter/pribadinya orang itu.

benar sekali,Tuhan melihat hatinya mungkin bro.
banyak orang di dunia menyumbangkan sesuatu untuk ketenaran namanya,supaya orang melihat bahwa dia benar benar baik,padahal hatinya tidak begitu,cuma numpang nama baik.

bro sarapan pagi,saya tidak tahu pendeta yang begitu yang bagaimana?dan saya tidak mau menghakimi orang juga,tanpa sebab yang jelas,biar Tuhan Yesus yang tahu itu semua,cuma Dia yang boleh menghakimi dengan adil.yang saya tanyakan disini,menurut bro bagaimana orang berbaju rohani/pendeta yang materialistis ciri2nya?bisakan dijelaskan berdasarkan pengalaman yang bro dapatkan?

Filantropis secara definisi adalah orang yang mencintai sesama manusia. Tapi secara spesifik biasanya ditunjukkan dengan tindakan memberikan sumbangan ke orang yang membutuhkan.

Yang saya tahu, ada dua macam Agnostik, yaitu Agnostik theis dan Agnostik atheis.
Agnosthik theis percaya pada setidaknya satu Tuhan, tapi percaya bahwa keberadaan dan sifat-sifat Tuhan tidak bisa diungkap sepenuhnya.
Sedangkan Agnostik atheis tidak percaya keberadaan Tuhan, sebab mereka yakin bahwa ada-tidaknya Tuhan merupakan sesuatu yang tidak bisa diketahui.

Konsekuensinya:
Matius 19:23.
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Salam

thx penjelasannya,skrg saya lebih paham,Tuhan Yesus berkati kita semua.Amin

  1. Tuhan menilai hati tapi manusia melihat apa yg tampak bro.
  2. Kalau hatimu tertuju pada suatu hal, bukan uang saja itulah hartamu, hati anda untuk kluarga, maka kluarga adalah harta anda.
  3. Kaya bukan ukuran untuk bantu pekerjaan Tuhan, mereka kaya karena mereka kerja giat dan sungguh dan tentunya Tuhan berkati…
  4. Ya jadilah menurut kehendakmu.

;D

bro rennati ,sepertinya saya mengenalmu?apa kamu yang disebut bro heretics?? katakan ya klo mmg ya,katakan bukan klo memang bukan.

ya oklah gitu juga boleh… :afro:

buat saya ini agak ambigu. segenap apa yang dimilikinya bukannya berarti 100% ya?? :huh:

jadi persembahan si janda miskin cuma sampah ya di mata Tuhan? apa si janda sedang mencoba menipu dirinya sendiri? :huh:

si janda miskin memberikan “segenap apa yang dimilikinya”, menurut penuturan mas sendiri di atas lho. :coolsmiley:

Amin. :happy0062:

btw saya rada curiga, jangan-jangan mas ga negrti arti dari persentase. :slight_smile:

Wow, anda luar biasa, mau jadi peramal ya?

Ya sudah cari profesi lain, anda tidak bakat jadi peramal. Saya bukan heretics, saya di forum dhammacita dikenal dengan “judah”, biasanya ketemu bro isaac disana.

Thanx dh coba nebak… :afro:

Shalom brethren :slight_smile:
May i compare kedua FAMOUS figure TERKAYA tsb dg sosok ‘papa’ berikut ini ? :happy0025:

Bai Fang Li wafat pada usia 93 tahun, ia meninggal dalam kemiskinan. Sekalipun begitu, dia telah menyumbangkan disepanjang hidupnya uang sebesar RMB 350.000 (kurs 1300, setara 455 juta rupiah, jika tidak salah) yang dia berikan kepada Yayasan yatim piatu dan sekolah-sekolah di Tianjin untuk menolong + 300 anak-anak miskin.

Klo lg gundah-gulana perihal “besaran” PER… SEMBAHAN apapun, utk siapa-pun, kemana-pun, sedang berada dimana-pun,… uhmm i read this kind of REAL STORY ;D

Just4share as REMINDER… :happy0062:

Nas : Luk 21:1-4
Yesus memberikan pelajaran tentang bagaimana Allah menilai pemberian.

  1. Pemberian seseorang ditentukan bukan oleh jumlah yang ia berikan, tetapi oleh jumlah pengorbanan yang terlibat dalam pemberian itu. Sering kali orang kaya hanya memberi dari kekayaannya – ini tidak meminta pengorbanan. Pemberian janda ini menuntut segalanya daripadanya. Ia memberi sebanyak-banyaknya yang dapat diberikannya.

  2. Prinsip ini dapat diterapkan pada segala pelayanan kita bagi Yesus. Ia menilai pekerjaan dan pelayanan kita tidak berdasarkan ukuran atau pengaruh atau keberhasilannya, tetapi berdasarkan kadar pengabdian, pengorbanan, iman, dan kasih yang tulus yang terlibat di dalamnya
    [Luk 22:24-30; Mat 20:26; Mr 12:42]
    [atau ref. Luk 22:24-30; Mat 20:26; Mr 12:42]
    alkitab.sabda.org

Anak Gembala turun gunung nih…

Disederhanain deh, orang kaya memberi 500 juta dr penghasilannya 5 miliar, ini dianggap reman-remah oleh Tuhan. Janda miskin mmberi 2 peser, itu berarti karena dia mungkin cuma punya 3 peser dalam satu hari.

Kita tau siapa yang memberi lebih banyak kan?

Thanx 4 sharing sis… :slight_smile:

yah saya dah pernah baca tentang Bai Fang Li, bener2 murah hati.
yah memberi itu bener2 harus tulus,ya saya sependapat dengan anda sis Rinjani.

sis Rinjani mau tanya,banyak orang juga khawatir klo memberi lebih banyak,kuatir akan hidupnya dengan ekonomi yang tidak cukup,karena berdasarkan pikiran dunia yang hidup di dunia seperti itu. jadi bagaimana tuh mengesampingkan pikiran tersebut,dan hidup seperti kisah2 Janda Miskin dalam FirmanNya,dan juga orang2 yang murah hati yg memberi inspirasi seperti kita. apa ini perlu didukung dengan doa?

yah,memberi lebih banyak pasti lebih bahagia,benar kan bro?

oh ya,tebakan saya salah ya,hehehe…bukan meramal,tapi menebak2 aja.amit2 jadi peramal :stuck_out_tongue:

mereka mati, semua harta kekayaannya tidak bisa mereka bawa… . . . . . . . . .

Sebenarnya kalau dipikir memberi harta hingga menjadi miskin adalah tindakan yang tidak efektif.
Kalau kita memberi hingga kita sendiri bangkrut, maka selanjutnya kita tidak bisa memberi, bahkan mungkin harus diberi (jdi beban orang lain). Di sisi lain belum tentu orang yang kita beri bisa memanfaatkan uang tersebut dengan efektif.

Tetapi jika seseorang bisa mengelola uangnya dengan efektif, dan dalam setahun mendapat 10% maka dalam 10 tahun ke depan dia bisa memberikan seluruh kekayaannya pada tahun ini, dan daam 20 tahun ke depan bisa memberikan 2 x dari seluruh kekayaannya.

GBU