Orang Tua mengutuk ... Apa dasar hukumnya???

Seringkali kita jumpai pembicaraan …

Bahwa anaknya menderita karena mereka sendiri telah mengutuk anaknya. Apa dasar hukum mengenai hal tersebut.

Celakalah anak yang terkutuk. Dapatkah ia terluput??? siapakah yang melaksanakan kutukan tersebut ? setan atau malaikat???

bahahaq, ;D koq jahat ortu ngutuk2 sperti itu bro? Kalau maling kundang sudah saya pernah dengar, yang dikutuk menjadi batu. Ini kutukan yang sperti apa yang bro maksudkan?

Ams 26:2
Seperti burung pipit mengirap dan burung layang-layang terbang, demikianlah kutuk tanpa alasan tidak akan kena.

Bagaimana jika ada alasannya? Apakah kutuk tidak akan kena juga? Banyak orang beralasan kutuk sudah ditanggung Yesus dikayu salib. Tetapi mereka tidak sadar bahwa yang menanggung itu Yesus, atas kerelaanNya sendiri, bukan atas perintah kita untuk menanggung kutuk kita. Yohanes 2:23-24 juga menuliskan banyak orang percaya kepada Yesus tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan hidupNya untuk mereka. Banyak yang mengaku percaya tetapi tidak semua orang kristen, Yesus memberikan diriNya.

Ulangan 27:16
Terkutuklah orang yang memandang rendah ibu dan bapanya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!

Dibahas oleh Yesus dalam Matius 15 berikut ini copasnya:

3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?
4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.
5 Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,
6 orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.
7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

Paulus juga menekankan menghormati orang tua itu suatu perintah yang penting!

Filipi 6:2-3
Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

Demikian jika ada anak-anak durhaka, maka jangan heran jika kutuk orang tua akan menghampiri mereka yang disebut anak durhaka. Bacalah 1 Korintus 5:1-5, kisah dimana orang Krorintus yang hidup dalam dosa dan mereka merasa benar dengan kesalahan-kesahalannya, maka Paulus “mengutuki” mereka agar mereka bertobat.

Pernakah melihat orang tua yang menginginkan kebinasaan anaknya sendiri? Mereka lebih menyukai pertobatan anak-anaknya dari pada kebinasaannya. Bagi mereka lebih baik anaknya celaka dibumi ini sehingga bertobat dari pada celaka kekal di neraka.

Tetapi kalau anak sudah berbakti, menghormati, dan orang tua juga seenaknya, tidak mengenal Tuhan, hidup dalam kekafiran, maka ucapannya atau kutuknya itu disebut “kutuk tanpa alasan” seperti buruk terbang lalu begitu saja. Jangan kawatir dan takut.

kutuk …bisa dibatalkan
jadi klo dikutuk ya minta ampun dulu sama Tuhan lalu batalkan saja kutuk tsb dalam nama Yesus dan ubah kutuk itu jadi berkt

Tuhan menaruh Firman di mulut kita : Isa 51:16 Aku menaruh firman-Ku ke dalam mulutmu …

oleh karena nya ada kuasa perkataan …

itu artinya : ketika kita mengatakan hal yang buruk … krn kuasa perkataan itu lah maka terjadi dan sebaliknya ketika kita mengatakan hal yang baik yang krn kuasa perkataan terjadilah yang baik …

Mt 12:37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."
Pr 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

iblis… turut berperan aktiv di sini sbg pendakwa di hadapan Tuhan ketika kita salah bicara :slight_smile:

manusia adalah gambaran dari Allah … Allah mencipta dengan Firman , krn itu manusia juga dpt mencipta (keadaannya) dg firman /perkataannya spt ketika Allah mencipta alam semesta ini

kutuk itu terjadi ya krn perkataan sia2 itu…pelaksana ya pasti tuntutan iblis di hadapan Allah

Termasuk kutuk atas anak durhaka kah?

Kok saya tidak pernah menjumpai orang tua sampai mengutuki anaknya kecuali keterlaluan dan mendurhaka.

Adakah kuasa di mulut orang berdosa, dimulut anak-anak durhaka? Apakah terhadap mereka TUHAN juga memberikan kuasa dimulutnya untuk mengusir kutuk? Jika demikian berbahagialah semua anak-anak, sebab anda semua tidak perlu lagi menghormati orang tua anda, sebab mulut anda lebih berkuasa dari hukum Allah.

Belajar dari kitab Ayub, Allah hanya mendengar doa permohonan ampun untuk para sahabatnya dari Ayub, orang benar itu saja. Demikian anak-anak durhaka wajib meminta ampun dari orang tuanya, bukan hanya minta ampun dengan Tuhan saja, sebab kepada merekalah ia berbuat dosa. Doa orang tua memohonkan pengampunan atas anak-anaknya akan didengar oleh Tuhan. Pertobatan itu bukan artinya meloloskan diri dari hukuman, tetapi berbalik dari jalan yang salah. Jika konsepnya agar lolos dari kutuk bagaimana caranya, mintalah ampun sama Tuhan dan usir kutuk itu, maka sia-sialah doa dan kata-kata yang diucapkan. Sebab Allah melihat hati manusia, ia melihat pertobatan manusia bukan niat agar lolos dari hukuman didunia ini dengan permainan kata dan ayat. Bertobat itu berbalik dari anak durhaka menjadi anak yang berbakti dan mengasihi orang tua. Itu yang dikehendaki Allah lainnya menyertai…

Dari arah pembicaraan ketemu :

  1. bahwa kutuk tanpa alasan lewat begitu saja… akan tetapi ada beberapa orang yang tidak menyadari bahwa perkataan ngawur / perkataan kesal / amarah orang tuanya yang sembrono terjadi dimasa yang akan datang. Dan anak itu menanggung sesuai dengan perkataan itu.
    Kutuk tanpa alasan lewat … itu hanya ucapan menghibur saja. Kalau kita sadari ucapan kekesalan orang tua / amarah yang tak terkontrol bisa menjadi penyebab kutukan yang tidak disadari. Bukan karena anak itu durharka, akan tetapi karena nilai dari orang tua tidak sama dengan nilai / value dari anak (Selisih pendapat )

  2. Anak durharka pasti jelas … terkutuk. Permasalahan bukan karena durharka atau tidak. Apa kriteria dari durharka ???

batasan apa durharka tersebut ???

  • beda pendapat dengan orang tua ? apakah itu disebut durharka. Seringkali orang tua egois, bahkan kita sendiri yang mungkin menjadi orang tua tanpa kita sadari egois.

  • melakukan kesalahan yang sepele ? apakah itu disebut durharka?

  • tergoda dengan percobaan? apakah itu disebut durharka ?

Yang jelas donk durhaka, jangan cuman teori saja. kita hidup dalam realita. Alkitab juga harus dapat diterapkan dalam realita bukan teori saja bukan.

  1. Bisa dibatalkan … tergantung apakah kita mendeteksi adanya perkataan ngawur dari orang tua yang mengarah kepada kutukan masa depan.

  2. Perkataan ngawur bisa di dengar oleh setan dan menjadi bahan dakwaan dan kekuatan dari setan untuk mencobai anak sesuai dengan perkataan ngawur orang tua.

Baca alkitab haru relevan donk dengan realita jangan asal teory.

Kesimpulan yang kontradiksi.

2. Anak durharka pasti jelas ... terkutuk. Permasalahan bukan karena durharka atau tidak. Apa kriteria dari durharka ???

batasan apa durharka tersebut ???

  • beda pendapat dengan orang tua ? apakah itu disebut durharka. Seringkali orang tua egois, bahkan kita sendiri yang mungkin menjadi orang tua tanpa kita sadari egois.

  • melakukan kesalahan yang sepele ? apakah itu disebut durharka?

  • tergoda dengan percobaan? apakah itu disebut durharka ?

Yang jelas donk durhaka, jangan cuman teori saja. kita hidup dalam realita. Alkitab juga harus dapat diterapkan dalam realita bukan teori saja bukan.

Hormatilah orang tuamu, itu perintah Allah, anak durhaka itu dalam cerita malinkundang.

Jika terjadi selisih pendapat, jika orang tua bersalah keras kepala, jika lalai mereka, apakah kita tetap menghormatinya? Sikap dan perkataan kita yang dapat menjelaskan apakah hati kita menghormatinya atau merendahkan dan menghinanya.

Firman Tuhan itu bukan teori, tetapi orang yang mencari-cari teori akan terjebak dalam perbuatannya. Yakobus 1:21, menuliskan; “Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.”

Firman yang tertanam dihati kita, tidak perlu teori untuk menjadikannya itu kehidupan kita. Sebab hati kita sendiri yang akan memimpin kita dalam perbuatan-perbuatan yang menyenangkan hati Allah.

3. Bisa dibatalkan ... tergantung apakah kita mendeteksi adanya perkataan ngawur dari orang tua yang mengarah kepada kutukan masa depan.

Kutuk tanpa alasan tanpa perlu diditeksi bukan bisa batal, tetapi tidak pernah akan terjadi. Beda antara batal dan tidak pernah terjadi itu seperti laut dan gunung.

4. Perkataan ngawur bisa di dengar oleh setan dan menjadi bahan dakwaan dan kekuatan dari setan untuk mencobai anak sesuai dengan perkataan ngawur orang tua.

Baca alkitab haru relevan donk dengan realita jangan asal teory.

Iblis mendakwa manusia atas dosa-dosa yang diberbuatnya sendiri bukan atas sikap dan perilaku orang lain. Apakah kita hendak menyatakan bahwa Allah itu tidak punya mata, tidak punya pendengaran? Jangan suka mengkambing hitamkan pihak ketiga, itu adalah tipu daya iblis untuk membuat manusia jauh dari menyadari kejatuhannya.

Adam berkata, bukan aku tetapi perempuan ini. Perempuan juga berkata bukan aku, tetapi ular. Ular sial ga ada yg dikambing hitamkan, lagi pula ia bukan manusia. Adam Terakhir datang dan Ia berkata, “aku, ya aku akan menanggung semua kesalahan umat manusia”. Demikian dongeng di negeri seberang.

Efesus 4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

Efesus 5:4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono—karena hal-hal ini tidak pantas—tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

memberi nasehat pun perlu etika… perlu cara penyampaian dan penggunaan kata yang tepat agar yang mendengar beroleh kasih karunia.

Janganlah menasehati menggunakan perkataan seolah-olah :

  • mengurui, banyak orang menolak karena perkataan yang menghakimi dan menggurui.
  • perkataan yang tidak tepat, mengambil contoh yang bukan2 seolah2 menuduh dan menyamakan / membandingkan.

susah kan… menasehati jangan asal cas cis cus… nanti bisa berantem. maksudnya baik tapi tidak lihat sikon asal muncrat.

Anda bertanya saya menjawab???

Nasihat? Etika menasihati??? Ini forum diskusi, kolom konsultasi ada sendiri…
Menggurui? Seperti apa contohnya menggurui dan digurui? Diskusi itu menyatakan pikiran dan pendapat.
Seolah-olah menuduh? Apakah saya menuduh? Menuduh apa dan bagaimana?

Lihat sikon??? Lebih ga paham lagi…
Apalagi perkataan kotor, sampai saya baca ulang tiga kali… ? ? ?

Kalau terlibat di forum harus cukup mental dan paham bagaimana berargumen. Kalau mau konsultasi yang melahirkan kata-kata nasihat yang bijaksana dan beretika coba masuk di kamar yang tepat.

yup…

Kok saya tidak pernah menjumpai orang tua sampai mengutuki anaknya kecuali keterlaluan dan mendurhaka.

contoh kutuk simpel :
misal orang tua mengatakan … klo kamu ngga nurut dg orang tua kamu bisa masuk penjara dan berurusan dengan polisi…

atau kalau kamu nikah dengan orang itu hidup tidak akan bahagia…

kata2 sia2 yang diucapkan tersebut itu dapat membuat anak hidup dlm kutuk …

kata2 spt itu harus dibatalkan …kalo si anak tahu …
atau biasa juga justru dijumpai dlm pelayanan pelespasan krn Roh Kudus mengungkapkan

Itu termasuk kata sia-sia, tanpa dasar. Dasarnya adalah hukum Allah, diucapkan tanpa dasar hukum Allah walau oleh orang tua, guru, pemimpin atau mbah-mbah sakti sekalipun tidak akan berdampak, seperti burung yang terbang lewat.

Kata yang diucapkan dan didengar, menjadi negatif bagi diri sendiri jika kita menyimpan didalam pikiran dan hati sebagai sesuatu yang benar dan diterima. Sehingga setiap kali kita mengkaitkan dengan label-label tersebut. Itu bukan kutuk, seorang bisa berubah menjadi baik atau tidak tergantung bagaimana dirinya berfikir tentang dirinya sendiri. Bahkan kata-kata anak kecil yang lewat yang dikatakan berulang-ulang dapat mempengaruhi persepsi kita akan diri kita sendiri, itu bukan dikutuk anak kecil. Jika anda suka olahraga anda akan tahu betapa kuat pengaruh kata-kata membentuk semangat dan persepsi diri.

Milikilah roh yang kuat, agar kita dapat mengetahui apa yang dianugrahkan Allah kepada kita.