orang yang sudah kuat ibadahnya,yakin akan ke Surga?sdg mengeluarkan kutuk?

banyak orang kristen disini juga pada cuek dengan hal2 demikian,ntahlah…mungkin merasa dirinya da lebih dari orang lain.

kadang berpikir utk masuk ke Surga pintunya sempit??? apakah banyak yang tidak ke surga??? betapa mengerikannya klo tidak lolos ke Surga.

apakah akhir zaman ini termasuk digenapi soal banyak orang menuruti hawa nafsunya menjelang akhir zaman. sehingga mereka menuruti hawa nafsu didalamnya untuk memuaskan keinginan dagingnya,salah satunya apakah termasuk dalam hal ejek mengejek ini?

bisa diajak becanda gitu juga ,memuji orang yang mengejek,tapi sepertinya akan hal yang sama terjadi ,dan lebih gak enak memuji dia untuk nyenangin hati dia,mauya sih bales ngejek lagi dan berlaku marah ,tapi terkadang takut pada Tuhan Yesus klo sampai marah ,dendam terus main gebuk2an,dan timbul kedengkian dll… ini bisa memperparah hubungan,apalagi harus minta maaf bila sudah melakukan kesalahan ini akan sulit dilakukan minta maafnya.

wong yg ejek aja dia,harus saya yg minta maaf karena saya marah…dia sendiri gak minta maaf sama saya,udah ejek muka saya,dah sakiti hati…ketawain…gosipin ke orang2 lain,sehingga nama saya jadi rusak,dan dipanggil bukan nama saya tapi nama lain di belakang saya. jelas lu aja dah bunuh karakter korban dengan perkataan lu,dan korban harus terus belajar mengampuni skalipun sulit dan sakit,karena korban berusaha memegang perkataanNya yang mengatakan ampunilah klo kamu mau diampuni.

rasanya mau seperti cak lontong ,tamaz,dan kawan2 lainnya cs… gebukin orang yang ngatain korban. maunya sih gitu,klo emosi kadang da ga tahan lagi. serasa ribut ya udah ribut,…lu sendiri dah hancurin hidup gw ,sehingga orang sekitar da mandang korban dengan julukan , semoga Tuhan melihat ini semua dan keadilanNya dinyatakan.

sampai2 korban sendiri brdosa banget,karena suka jgua mengutuki mereka termasuk orang2 yang memberi julukan itu,supaya mereka dpt karma,dan keturunan mereka adayang mirip dan lebih parah lagi dari nasib korban. (korban tau ini dosa dan tidak boleh,tapi gak puas klo ga dibales gitu)

Saya ikut menyuarakan , apa yang kamu posting diatas…
saya bold…

lebih parahnya ada pendeta punya keluarga,anak2nya suka manggil nama ejekan ke korban tapi dibelakang ga langsunmg ke depan,herannya sebagai ayahnya itu si pendeta tidak menegur anaknya,malah ikut2an. ← kadang sebel sama pendeta ginian,so gaul…ejek orang boleh ya? belagu banget… korban aja tidak meledek pendetanya itu,eh malah pendetanya itu menertawakan, ada guru agama juga gitu,manggil korban langsugn dengan ejekan/nama julukan waktu dulu di sekolah, tapi belakangan korban sendiri da ga tahan bilang langsung bahwa perkataannya itu membuat rasa percaya diri menurun,dan sangat menyakitkan,sehingga guru agama itu bilang oh betapa sangat disayangkan untuk jadi orang seperti terkenal itu tidak mudah dan susah, terus korban itu bilang mau dipangil nama aja,tidak suka disebut nama yg lain terus korban itu jgua bilang saya sudah maafin bapak,dan mmg betul dari dalam hati sudah maafin. sejak itu si bapak sepertinay da ga berani bilang julukan lagi. tapi heran ya…kq guru agama bisa ya beri2 julukan gitu ke orang2? klo dipikir kenapa ga sndiri aja yang jadi pelawak,atau sendirinya dipanggil si bloon, klo mmg itu tidak mudah,sendiri jg pnya tampang bloon juga,cuma ga berani bicara aja langsung didepannya. tapi kasus guru agama itu sudah beres sih,da ga ada maslaah.

banyak pengurus gerja itu munafik,sok baik,sok kasih, tapi ga mikirin perasaan orang,dan gosip demi gosip seperti orang di pasar,ibu2 tukang gosip. sekarang ga cuma ibu2,bapak2 juga tukang gosip. orang buka usaha aja dikata2in,toko si ini dan itu.

merah = boleh ?

ntu korban sebenernya gak puas dan inferior dgn keadaan fisiknya sendiri jugak apa ?
kalau memang iya, beerti masalahnya ada di internal diri si korban jugak…
maka, selesaiin dulu dgn diri sendiri… sampe punya hati yg ikhlas dan bersyukur atas apapon pemberian Allah… dari situ terpancar inner beauty.
lagipon ntu kecantikan/ketampanan kalah sama usia kok, usia 50 tahun ntu dah gak pake liat cantik2an segala.

kalau masih gak bisa, apa mau operasi plastik ?

maafin mereka, move on… life is beautiful.

ini juga move on, dan terus maafin ,sampai bosan,hahahah…uda bosan ulangi ,maafin lagi,ulangi maafin lagi.
misalnya ada orang jelek banget atau ada tompelnya di tubuhnya banyak,ok kenyataanya memang banyak tompel/tahi lalat, tapi masa dibelakang orangnya dipanggil si tompel??? lah ini juga kedengaran diomongin dari belakang? ok terima kenyataan tpai gak perlu diomongin juga…klo lu(si pengejek) sendiri punya kelemahan terus diomongin…mau??? mau gak kejelekan orang diomong2in??? yang dengarnya aja da tersinggung,sekalipun dari belakang diomongin…ga kedengar aja juga itu udah jelekin orang klo beri julukan.

hidup ini sebenarnya indah,tapi karena ada faktor lingkungan gitu jadi buat tidak semangat,menurunkan kemampuan menjalani hidup, mau tersenyum juga sulit karena sikon hati yagn terus menerus terintimidasi,sehingga tertekan hebat,menimbulkan depresi dan stress , bisa tersenyum di depan di hati belum tentu…dan ini cuma kepura2an untuk sabar dan terus memaafkan orang2 yang suka beri julukan.

berharap Tuhan sendiri yang memberi hukuman…apa yang mereka punya kelemahan diungkapkan di umum sehingga membuat orang mencibir dan menggosip kembali…gimanatuh rasanya??? enakkan…?? atau mungkin sakit? atau mungkin miskin?? pokoknya apa yang orang pengejek itu tidak disukai dalam hidupnya,biar itu dialami oleh mereka,agar bisa merasakan lebih dari si korban. tujuannya agar mereka sadar dan tobat…dan tahu hidup ini harus jaga mulut,dan sikap walaupun ini tidak bisa kita kontrol,kecuali diri sendiri.

ya ada pendeta yang gerejanya tidak besar ,korban suka sms waktu itu tanyain soal hal rohani,kata pendeta itu mau datang ke tempat korban tapi sudah sampai sekarang ini udah lama tidak datang, soal gosip,beri julukan , senang,sukacita, beria-ria… soal rohani ditanya malah tidak mau melayani. pendeta apaan ya ini? jemaatnya semakin sedikit,bukan tambah banyak. katanya suka bantu2in orang miskin, ya itu sih mungkin kedok aja, merasa pendeta begini pendeta matre yang tidak punya modal. tapi ya mau gak mau tetap maafin lah pendeta macam ini,tapi tidak mau ke gerejanya lagi,karena sikapnya itu tidak mencerminkan apa FT ajarkan dari semua segi.

Saya waktu kecil sering diejek.
Skrg puji Tuhan saya sudah tidak peduli dg ejekan.

Barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Mengejek adalah upaya orang merendahkan diri kita.
Jika kita biarkan diri kita direndahkan orang, maka Tuhan akan mninggikan kita (mungkin nanti tp pasti).

saya percaya itu nanti akan indah, tapi prosesnya tidak nyaman,ini suara terus tiap x melintasi orang yang sudah tahu nama ejekan dari orang suka ejek yg ngegosip,suka bisik2 gitu,kedengaran… ini paling sebal dan gak nyaman,nusuk ke hati,tapi bingung mau gimana lagi…jadi lemes aja tiap x melewati hal yg begituan,bawaannya bad mood. enak ya ga k diejek lagi sekarang.

Itu pun kasih karunia Tuhan bagimu.

Stiap hari kita ada dalam ujian.
Saya juga bgitu, punya pgumulan tsendiri.
Jika pgumulan saya dibebankan pdmu, belum tentu kamu tahan mnanggungnya.
Jika pgumulanmu dbebankan ke saya, belum tentu saya tahan.
Tp Tuhan mnyertai kita dan tau apa yg bisa kita tanggung.

Ujian ini mnunjukkan pd kita apa saja yg bisa kita tanggung.

Utk orang yg mengujikan kita, itu urusan dia dg Tuhan.
Kl Tuhan mau tetap berkati dia, maka bsyukurlah kita.

Kadang Tuhan tidak segera mhakimi sso krn Tuhan tau masih ada anak-anaknya yg hidup bgantung pd orang itu.

apa Tuhan Yesus akan menghukum orang yang suka mengejek di dunia ini? karena lidahnya ga bisa dijaga. apakah ada karma untuk pengejek? misalnya anaknya atau keturunannya atau dirinya sendiri kena kasus dimana hal dalam pribadi orang tersebut yang tidak nyaman bagi pribadinya itu,dirasakan di dunia ini?

terus apa artinya apa yang ditabur itu yang akan di tuai? jadi klo mulut terus mengejek apa tuaiannya? sebaliknya mulut yang selalu berusaha memberkati apa tuaiannya? bisa dijelaskan? biar pembaca yang suka ejek juga dapat pembelajaran hidup dalam hal rohani dimana di gereja gak bisa diajarin,tapi semua konteks berhubungan dengan FirmanNya(Tuhan Yesus Kristus).

Tuhan bisa mhakimi sso ktika ia ada di bumi skaligus mjatuhkan hukuman.
Ktika phakiman djatuhkan, maka ia akan dpermalukan scr umum dan khilangan reputasinya.
Bisa juga ia mderita kerugian yg luar biasa, bisa jadi akibatnya mbuatnya tpukul scr mental atau malah brubah haluan jadi pendosa.

Saya mlihat banyak kasus dimana Tuhan mhakimi dan mhukum sso ktika ia masih hidup di bumi.

Namun di sisi lain,
Is that what we really want sbg anak-anak Tuhan?
Adakah kita bpikir bhw kita akan happy jika ‘musuh’ kita mdapat phukuman yg mbuat org itu mderita dan sluruh kluarganya ikut mnanggung malu?

Jika ada org mngutuki kita dg mulutnya, apakah kita juga mngutuki dia dg hati kita?
Jika ya, bukankah sudah impas dan kita adalah setipe dengan dia?

Saya bri tau Ardilin mngenai hati Tuhan (dari yg saya pahami),
Tuhan bisa mhukum tp Tuhan lebih ingin sso bertobat.

Pengkhotbah 8:11
Oleh karena hukuman terhadap perbuatan jahat tidak segera dilaksanakan, maka hati manusia penuh niat untuk berbuat jahat.

Hal yang anda pikirkan, juga dipikirkan dan dikeluhkan oleh raja Salomo, dan didalam hikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya, ia menyatakan dalam ayat 12 sebagai berikut:

Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya.

Bahagia dan menikmati hidup yang sukacita dan damai sejahtera itu adalah anugrah, pemberian Allah. Biarpun kekayaannya melimpah dan temannya banyak, bukan jaminan mereka menikmati semuanya itu, Pengkotbah 6:2, menuliskan demikian. Jadi jangan pusing dengan ejekan, sebab jika memang anda tidak seperit yang diejek mereka, biarlah itu menjadi pengolahan bagi diri sendiri untuk menjadi lebih rendah hati, pemurah dan tidak lagi mementingkan apa yang fana seperti kehormatan dan penghargaan manusia.

ya itu yang korban terkadang inginkan untuk keadilan dan supaya orang yg berbuat jahat itu bertobat dan tidak ulangi lagi.
klo hati Tuhan seperti itu,kenapa Tuhan tidak mengabulkan doa korban? terus kenapa mereka sepertinya hidup seenak udel mulut,ketawa,senang seolah olah kompak ramai2… dan merasa puas dari mimik muka…padahal dlu pernah dikasi tau ,bila kita lebih dekat,sebaiknya panggil nama saya aja,tapi tetap aja dibelakang saya dijuluk2in, korban tahu itu tidak bisa mengatur dia untuk berbuat seperti yang korban mau,dan itu merembak sseperti virus,sehinga orang skitar menamai saya dengan julukan. ini sangat menyakitkan hati, terkadang aku mohon padaNya,supaya aku dibentuk sesuai kehendakNya,tapi berilah sedikit nafas lega ,mau merasakan hirupan udara segar,agar bisa menikmati hidup ini dengan sukacita. korban sendiri terkadang takut smaa orang kristen yang kaum muda dari mimik mukanya suka ketawain korban,ntahlah orang kristen juga terkadang klo liat orang culun seperti misal dono,mr bean,tukul,caplin,culun,tompel,dll rasanya langsung ingin memanggil orang itu dengan julukan. kalo hati Tuhan ingin seseorang bertobat maka jadilah…,mereka klo da tobat ya tentu tidak boleh mengatai orang ataupun bergosip ria dengan orang lain,dan memanggil korban dengan julukan.

Jadikanlah masalah itu sebagai tanda cinta Tuhan pada kita…bukan sebagai bebanan.
Nikmat itu kadang-kadang tidak disedari, sehinggalah ianya hilang dari sisi.
Yesterday is history, tomorrow is a mystery, today is a gift of God, which is why we call it “the present”.

Anda adalah apa yang anda fikirkan, oleh yang demikian, berfikirlah secara positif, pasti anda menjadi seorang yang positif juga
Reputasi anda ialah apa yang orang lain fikirkan tentang diri anda; sikap peribadi anda ialah tingkah laku anda.

Setiap hari kiralah dosa-dosa kamu, setidak-tidaknya mengingatinya, janganlah kenang kebaikan kamu, anggap sahajalah tidak ada kebaikan.
Kesabaran Anda Adalah Sifat Kemaafan Yang Terindah .
Bersahabatlah dengan hatimu terlebih dahulu daripada bersahabat dengan orang lain.
Jadilah rumput nan lemah lembut, tak luruh dipukul ribut… Bagai karang di dasar lautan, tak terusik dilanda badai.

Hidup biarlah berbakti, walaupun tidak dipuji…

Jangan hairan orang lain membuat maksiat. Tetapi hairanlah kepada diri kita yang tak berusaha mengekangnya.

pada Tuhan Yesus Kristus sendiri,saya sangat takut karena takut kemarahan ini menjadi dendam dan akar kepahitan , jadi timbul kebencian si korban pada si pengolok, yang ditakuti itu. takut akan penghakiman Tuhan sendiri pada korban,karena kedengkian,seakan korban memandang Allah sebagai Tuhan yang siap menghakimi umatNya yang memberontak/berbuat dosa, Tuhan sendiri yang paling ditakuti, karena sangat serius sekali jatuh ke Tangan Allah yang hidup. korban sendiri tidak mementingkan gila hormat atau penghargaan pujian,tidak minta itu sama sekali tetapi cukup panggil nama aja,itu udah lebih dari cukup ,maunya sih gitu…tapi keadaan lingkungan tidak memungkinkan… , ya perkataan salomo itu benar adanya, tapi seakan2 keadaan terus menekan umatNya untuk jatuhkedalam dosa. berharap Tuhan Yesuslah yang menjadi hakim yang adil,klo memang korban salah karena kesal dan benci ,tentu akan minta maaf, dan ini sering kali saya minta maaf padaNya, terkadang saya takut Dia bosan ,karena keseringan saya mintaa maaf,setiap kali berdosa. soalnya saya tahu apa yang ada dihati saya tidak akan tersembunyi bagiNya,apapun di kolong langit ini tidak ada yang tersembunyi,sesungguhnya Dia Maha Tahu.( ini buat saya jadi gentar dan benar2 tunduk padaNya )

untuk diri sendiri saya mengakui saya juga pendosa dan tidak mau munafik, saya berusaha tunduk pada Firman Tuhan,karena itulah kebenaran.berpikir positif itu selalu berpikir,tapi telinga ini terbuka dan perkataan orang yg mengutuk/mengejek ini masuk lewat telinga, dan saya tidak bisa membalas mereka,karena saya tahu itu dosa,saya cuma bisa diam dan sabar, saya sebagai manusia ciptaanNya punya rasa sosial untuk mengeluh atau curhat karena tidak ada tumpuan ,kecuali Tuhan tempat saya mengadu. sehingga hati saya adem ketika terus memaafkan,sabar, walaupun itu sakit dalam hitungan sebentar saja itu hilang ketika saya minta kekuatanNya. tapi terus menerus diulangi hal hal ini, bagaikan tembok yang kokoh sekuat batu karang,tetapi badai air terus menerpa ,sehingga batu karang itu menjadi berlubang sehingga air mulai masuk meresapi batu itu,tapi karena anugrahNya menyertai batu itu tetaplah kokoh batu itu berdiri didalam iman yang teguh dan berpengharapan. semoga hal ini bisa korban lewati,bersamaNya. terus terang klo bukan Tuhan yang mengajari aku Firman Allah,mungkin aku sudah jadi orang yang tidak terkendali, karena perkataan Tuhan yang mengajar ini mendidik dalam kebenaran,walau harus sesak,susah payah,letih ,lesu dan lemah.

Iya Ardilin,
Krn saya dulu juga diejek, maka saya bs sdikit mmahami yg kamu rasakan (walau tidak mmahami smua yg kpedihan kamu).

Saya tpikir 2 hal yg mjadi pmikiran saya dari hasil pngalaman, apakah relevan bagimu, itu saya ngga tau.

  1. Ktika kita mlakukan ssuatu yg mnimbulkan hormat dari orang lain, maka ia akan malu sendiri stiap kali mngejek kita. Ia akan mau karena orang lain akan mrasa malu atas prilaku dia dan dia akan mrasa malu krn kita tidak mbalas ejekan itu.
    Makanya fokuslah dan lakukanlah apa yg jadi bagian pkerjaan/karyamu sebaik mungkin. Be excellent in what you do agar orang lain mhormati Tuhan yg berkarya atasmu.

  2. Tuhan kita adalah Ayah yang sangat baik.
    Stiap kali diejek, berceritalah pd Tuhan. Critakan saja apa adanya, sgala sakit, pedih, pikiran jahat, critakan saja pd Bapak sorgawi. Kadang kala kita ini coba ja’im kpd Tuhan pdhl kita justru sedang sangat mbutuhkan dia.
    Critakan saja stiap kali kamu di bully kpd Tuhan dlm keluhan-keluhan hati. Ia akan mbrimu kekuatan, bukan lagi kamu yg bjuang sendiri.

Kebanyakan orang membuang banyak masa dan tenaga untuk memikirkan masalah dan bukan cuba untuk menyelesaikannya.
Tengoklah dengan mata, Lihatlah dengan hati, Renunglah dengan akal, Fikirlah dengan iman.
Kalau nak tahu kita ni pendek ke tinggi, tengoklah orang yang lebih pendek, tentu kita nampak tinggi.
Ketidaksempurnaan mu itu menyempurnakan ku
Permulaan sabar adalah pahit, tetapi manis akhirnya

“Be Who You Are and Say What You Feel Because
Those Who Mind Don’t Matter
and Those Who Matter Don’t Mind.”
- Bernard M. Baruch

Janganlah berputus asa. Tetapi kalau anda sampai berada dalam keadaan putus asa, berjuanglah terus meskipun dalam keadaan putus asa.

  1. lebih buruknya mereka semakin menggila ,terkadang berani didepan saya sendiri ,memberi julukan, bahkan anaknya yang sewa disebelah rumah berani mengkatain saya ,anak kecil itu,klo bukan diajar orang tuanya ,siapa lagi yang berani begitu? korban rasanya mau tampar orang tuanya yg mengajari/suka meledek gitu,kurang ajar,tapi hal itu gak dilakukan karena ya timbul perseteruan. habis kesal,kurang ajar…gimana ga marah?? klo didiamin seperti skrg ini kesalnya bukan main…anak kecil aja berani bicara gitu didepan, gak sopan,kurang ajar pula.
    korban tidak balas tapi diamin aja,terkadang menggerutu sendiri karena terlalu kesal…dengan sikap penyewa.
    (saya mengerjakan bagian saya,dan berharap Tuhan menunjukan keadilanNya atas permasalahan)

ada lagi hal waktu itu ada anjing terluka tertabrak mobil,kakinya pincang,dan merasa kesakitan,ditolong tukang parkir( si pengejek juga) ditaruh di rumah tua ,malam2 ada suara anjing kesakitan,dan itu ga jauh dari rumah saya,terus saya merasa iba,lalu keesokan haruinya pas lagi buka toko,pagi2 saya dibilang oleh kakak,di rumah tua itu ada anjing terluka,terus saya spontan kasian dan iba,terus saya tolongin itu anjing ,lewat pagar saya nyempil kedalam,terus ditontonin orang sekitar ,pedagang makanan ( para pengejek ), dilihatin,diketawain…terus saya cuek aja,saya niat mau nolongin itu anjing dan diobati lukanya,walau resikonya saya kena caci maki keluarga yaitu ibu,kakak juga, saya mungkin bisa dituduh pencuri/ambil anjing orang yang didaerah saya,saya juga jadi bahan tontonan orang sampai2 dibilang tuh anjingnya diambil si caplin,dan itu menusuk ke hati korban. saya rasanya ingin banget membalas kata2nya ,tapi ya sudahlah. saya tolongin anjing itu,saya obatin,sampai sembuh,dan akhirnya diserahkan ke teman yang punya peternakan,untuk dijaga oleh anjing yang sudah saya rawat,waktu di rawat2 malah2 kesakitan,dan anjing itu menjilati saya,walau saya orang asing,tapi saya senang bisa merawat sekaligus mengobati anjing itu hingga dia sembuh dan ekornya goyang2,artinya anjing itu gembira,saya kasi makan,dan ajak main,usap2 dengan kasih sayang,dan saya beri nama dia ranger(nama yang diberikan oleh kakak korban),tapi akhirnya anjing itu diserahkan ke teman kakak yang pny peternakan dalam keadaan sehat masi ada sedikit sakit dikaki,tapi itu udah ga seberapa,dan minta ke teman kakak yang menerima anjing itu,untuk dirawat baik2,klo mau ambil ranger. ( ada suka dukanya, dan menghadapi resiko termasuk malu,rasa sakit hati,dimarahin,dll. )

  1. saya curhat kepadaNya,dengan keluhan2 yang mungkin Tuhan sendiri tahu,dan diulang2, Dia pernah kasih tau banyak hal lewat renungan FirmanNya.
    saya sendiri pernah mengeluh ke Tuhan Yesus,saya bilang Tuhan guru les saya dulu,waktu dia disakitin dan dihina oleh orang yg mengatai dia(guru les) ,sesudah mengatai2 sore2nya para pengejek itu giginya pada copot/lepas,mukanya lebam2 habis kena gebuk orang sambil naik truk. itu ada balasananya…kenapa saya dikata2in tapi Engkau biarkan saja ,para pengejek itu bersuka ria,seakan2 Engkau membiarkanku sendiri di dunia ini,dalam masalahku ini? seakan akan ,Tuhan memilih orang beriman yang lain dibanding saya orang beriman padaNya,tapi saya sekalipun kadang2 suka kesal karena Tuhan diam,tapi saya tetap beriman padaNya,apapun yang terjadi,dan saya tidak pernah mau melepaskan iman ini,dan mau terus bertobat.
    (berharap pertolonganNya indah pada waktuNya)

di amerika ada komunitas untuk khusus orang yang kena bully,di indonesia tidak ada.

saya sendiri melihat ada orang yang lebih kurang dari saya,tapi hati saya merasa sedih,karena saya pun mengalami apa yang dia alami,tapi tetap teguh menjalani hidup ini sampai masa waktu bersamaNya. suka kepikiran, mau cepat cepat ke Surga,dan gak mau ditemuin oleh Dia(Tuhan Yesus) kalau saya di dunia ini masih kotor, korban terus berjuang sekalipun sesak jalannya,pahit rasanya,sangat tidak nyaman dan seakan akan putus asa menghadapi situasi yang menekan,tapi berjuang.

lingkungan ini benar2 pengaruhnya besar ke diri seseorang klo ditekan,korban sendiri sangat merasakan itu,rasanya ada yang beda ,dan klo Tuhan mau menempatkan saya di posisi itu, ini saya masih ada di posisi yang tidak nyaman. mau bersukacita,tapi jujur tidak ada sukacitanya,yang ada perih dan derita.

saya sendiri pun senang berbagi sama orang2 yg kekurangan,yang dipinggir jalan yang tidak terawat,misalnya kasih makanan,coba utk ajak ke gereja,tapi usaha saya gagal. ntahlah saya ini kurang pintar membujuk orang,saya lakukan ini spy mereka mengenal Tuhan,tapi terkadnag saya lihat diri saya sendiri klo masi ada rasa benci sama musuh(pengejek) apakah saya sendiri anak Tuhan? Tuhan Yesus ampuni,klo saya masih ada rasa benci terkadang,dan ini saya akui saya orang berdosa,dan mau terus mengasihi sekalipun sangat sulit.