org kristen kan ga boleh mkn darah..kl mkn steak stengah mateng/medium boleh ga?

Nahhh ini baru ketemu stelah browsing2 heheheh…

Menurut CIVAS ( Center of Indonesian Vaterinary Analytical Studies)
kriteria daging sehat adalah :

DAGING SAPI DEWASA

  • Warna daging merah terang.
  • Berserabut halus dengan sedikit lemak.
  • Konsistensi liat / kenyal.
  • Bau dan rasa aromatis.
  • Bersih tidak ada darah.
  • Permukaan mengkilat.

http://www.civas.net/id/content/cara-mengenali-daging-sehat

Sedangkan warna merah pada daging :

Warna Daging
Warna daging sapi yang baru diiris biasanya merah ungu gelap. Warna tersebut berubah menjadi terang (merah ceri) bila daging dibiarkan terkena oksigen. Perubahan warna merah ungu menjadi terang tersebut bersifat reversible (dapat balik). Namun, bila daging tersebut terlalu lama terkena oksigen, warna merah terang akan berubah menjadi cokelat.

Myoglobin merupakan pigmen berwarna merah keunguan yang menentukan warna daging segar. Mioglobin dapat mengalami perubahan bentuk akibat berbagai reaksi kimia. Bila terkena udara, pigmen mioglobin akan teroksidasi menjadi oksimioglobin yang menghasilkan warna merah terang. Oksidasi lebih lanjut dari oksimioglobin akan menghasilkan pigmen metmioglobin yang berwarna cokelat. Timbulnya warna cokelat menandakan bahwa daging telah terlalu lama terkena udara bebas, sehingga menjadi rusak.

http://kulinerkita.multiply.com/reviews/item/152

Sekarang tentang sifat Myoglobin :

Berdasarkan sifat fisiknya merupakan bagian dari protein sarkoplasma daging bersifat larut dalam air dan larutan garam encer.

http://www.damandiri.or.id/file/epirospiatiipbbab2.pdf

Semoga berguna bagi yang takut klo darahnya kemakan hehehehe… so jangan takut makan daging karena daging sehat sudah tidak ada darahnya…

tq bgt atas penjelasannya yg lengkap :afro:
i really appreciate it :slight_smile:
Gbu…

kan yang enak dagingnya…yang doyan darah namanya DRACULA… Allah melarang memakan darah sebenarnya secara kesehatan juga didukung koq, manusia yaa manusia… apa juga dimakan, kaki 4 kaki 2, kaki seribu, yang ga punya kaki, kaki meja dimakan semua, daging,tulang,kulit,bulu,jeroan digerogotin bahkan sampe darah2nya doyan juga dasarrrr!!! apa tuh namanya???

sebelum maem bersyukur dulu ya… dan harus di pastikan tempatnya bersih ^^

Saya pernah bertanya kepada seorang chef dari luar negeri yang sedang mempromosikan daging import (yang memang benar2 enak… nyam)

Chef tersebut menyarankan kalau memakan steak, lebih baik jika bukan well-done (matang), melainkan medium. sehingga juice dari daging tersebut tidak hilang (menetes habis, sehingga daging kering) yang kita temui sebagai keadaan steak pada posisi well-done.

Saya bertanya, “kan banyak orang yang ‘jijik’ dan tidak suka ada kelihatan darahnya gitu?” Saya malah ditertawakan. Chef tersebut bilang darah itu ada nya di urat (vein) saja di mana darah mengalir. Pada waktu disembelih darah ini sudah mengucur habis. Cairan warna merah yang ada di dalam daging itu bukan darah, melainkan “juice” atau sari pati dari daging tersebut (yang pasti yang membuat daging terasa enak) Lalu kok warnanya merah? saat itu dia tidak menjawab secara scientific seperti yg dijelaskan bro Ibmagi di atas… Beliau bilang bahwa merah itu memang warna natural dari daging (seperti warna natural daging kita) sehingga cairan dalam tubuh (Bukan yang dalam pencernaan) semuanya berwarna merah.

semoga bermanfaat. GBU.

buat exia…yup psti bersyukur dlu sblm mkn :afro:

buat yoel…thx’s bgt penjelasannya…Gbu :afro:

selamat makan steak ^^

Dalam pandangan saya:

  • Markus 7:18-19
    7:18 LAI TB, Maka jawab-Nya: “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,
    7:19 LAI TB, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?”
    adalah pernyataan Yesus, bahwa semua makanan(badani) itu boleh.

juga:

Roma 14:14,22,23
14:14 Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis.
14:22 Berpeganglah pada keyakinan yang engkau miliki itu, bagi dirimu sendiri di hadapan Allah. Berbahagialah dia, yang tidak menghukum dirinya sendiri dalam apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
14:23 Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.

Dengan demikian, jika makan darah (yg matang tentunya) adalah najis, ya najiskanlah, akan tetapi jangan menajiskan orang yang memakan/mengimani bahwa makan darah itu tidak najis. Sebab dirimu akan menjadi batu sandungan bagi sesama orang kristen.

sebab:

Kisah 15:29 “kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu BERBUAT BAIK. Sekianlah, selamat.”

larangan tentang makan darah, bukan suatu jaminan KESELAMATAN, tetapi ajaran kebaikan agar selalu rukun dalan persekutuan yang utuh.
Janganlah soal makanan badani ini menjadi sumber pembenaran kristen atau tidaknya kita.

tq bgt penjelasannya…
Gbu :afro:

Kalo yg katolik gimana? Katanya komuni itu makan daging dan darah mentah. Malah beberapa “mujizat” katanya jadi daging dan darah betulan pas di mulut?

kalo pndpt saya sih gni : q prnah baca d alkitab perjanjian baru waktu Tuhan Yesus nmng kalo apa yg masuk dlm mulut tidak najis karena bisa keluar lewat jamban sedangkan apa yang klr dr mulut yaitu perkataan yg timbul dr hati (perkataan yg g berkenan) yg menajiskan. q lupa ayatnya dmn tepatnya, ada d perjanjian baru… :slight_smile:

tapi lbh baik qta g prlu memusingkan hal ini, qta pnya roh kudus yang tnggl dlm qta yg akan memimpin qta membedakan mna yg benar… :slight_smile:

sip ^^

:slight_smile:

Darah

Definisi: Suatu cairan yang benar-benar menakjubkan yang beredar dalam sistem pembuluh darah manusia dan sebagian besar binatang bersel banyak, menyediakan makanan dan oksigen, membawa sisa-sisa yang akan dibuang, dan memainkan peranan utama dalam melindungi tubuh terhadap infeksi. Sedemikian erat hubungan darah ini dalam proses-proses kehidupan sehingga Alkitab mengatakan, ”jiwa makhluk ada di dalam darahnya”. (Im. 17:11) Sebagai Sumber kehidupan, Allah memberikan instruksi-instruksi yang jelas tentang bagaimana darah boleh digunakan.

Umat Kristen diperintahkan untuk ’menjauhkan diri dari darah’
Kis. 15:28, 29: ”ROH KUDUS dan kami sendiri [badan pimpinan sidang Kristen] telah berkenan untuk tidak menambahkan lebih banyak beban kepadamu, kecuali hal-hal yang perlu ini: agar kamu tetap menjauhkan diri dari hal-hal yang dikorbankan kepada berhala, dari darah, dari binatang yang mati dicekik [atau, dibunuh tanpa mencurahkan darahnya], dan dari percabulan. Jika kamu dengan cermat menjauhkan diri dari hal-hal ini, kamu akan sejahtera. Semoga kamu sehat!” (Dalam ayat ini, makan darah disejajarkan dengan penyembahan berhala dan percabulan, hal-hal yang tidak ingin kita lakukan.)
Daging binatang boleh dimakan, tetapi darahnya tidak

Kej. 9:3, 4: ”Segala binatang yang bergerak, yang hidup, dapat menjadi makananmu. Sebagaimana halnya tumbuh-tumbuhan hijau, aku memberikan semuanya kepadamu. Hanya daging dengan jiwanya—darahnya—jangan dimakan.”

Binatang apa pun yang akan dimakan, darahnya harus dicurahkan semuanya. Binatang yang dicekik atau yang mati dalam sebuah perangkap atau yang didapati telah mati beberapa waktu tidak cocok untuk dimakan. (Kis. 15:19, 20; bandingkan Imamat 17:13-16.) Demikian pula, makanan apa pun yang sudah dibubuhi dengan darah atau bahkan suatu bagian dari darah tidak boleh dimakan.
Satu-satunya cara penggunaan darah yang disetujui oleh Allah ialah untuk korban

Im. 17:11, 12: ”Jiwa makhluk ada di dalam darahnya, dan aku sendiri telah menaruhnya di atas mezbah bagi kamu untuk mengadakan pendamaian bagi jiwa-jiwamu, sebab darah itulah yang mengadakan pendamaian dengan perantaraan jiwa yang ada di dalamnya. Itulah sebabnya aku berfirman kepada putra-putra Israel, ’Tidak satu jiwa pun dari antara kamu yang boleh makan darah dan tidak seorang penduduk asing pun yang berdiam sebagai orang asing di tengah-tengah kamu yang boleh makan darah.’” (Semua korban binatang di bawah Hukum Musa menggambarkan korban YESUS KRISTUS.)

Ibr. 9:11-14, 22: ”Ketika KRISTUS datang sebagai imam besar . . . ia masuk, bukan dengan darah kambing dan darah lembu jantan muda, tetapi dengan darahnya sendiri, sekali untuk selamanya ke dalam tempat kudus, dan memperoleh pembebasan abadi bagi kita. Karena jika darah kambing dan darah lembu jantan dan abu sapi dara yang dipercikkan ke atas orang-orang yang tercemar, dapat menyucikan tubuh mereka sehingga tahir, betapa terlebih lagi darah KRISTUS, yang melalui roh abadi mempersembahkan dirinya tanpa cacat kepada Allah, akan membersihkan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan mati sehingga kita dapat memberikan dinas suci kepada Allah yang hidup? . . . Jika darah tidak dicurahkan tidak akan ada pengampunan.”

Ef. 1:7: ”Melalui dialah [YESUS KRISTUS] kita memperoleh kelepasan, yaitu melalui tebusan dengan darah pribadi itu, ya, pengampunan atas pelanggaran-pelanggaran kita, sesuai dengan kekayaan dari kebaikan hatinya yang tidak selayaknya diperoleh.”
Bagaimana orang-orang yang mengaku Kristen pada abad-abad pertama Masehi memahami perintah Alkitab berkenaan dengan darah?

Tertulian (± 60-230 M), ”Hendaklah engkau malu di hadapan umat Kristen dengan cara-caramu yang tidak wajar. Kami bahkan tidak makan darah binatang, karena makanan kami terdiri dari makanan biasa. . . . Dalam pengadilan terhadap umat Kristen, kalian [orang-orang Romawi yang kafir] menawarkan kepada mereka sosis yang diisi dengan darah. Tentu kalian yakin bahwa justru perkara yang kalian pakai untuk mencoba menyelewengkan mereka dari jalan yang benar terlarang bagi mereka. Jadi, jika kalian yakin bahwa mereka merasa jijik akan darah binatang, bagaimana kalian dapat percaya bahwa mereka haus akan darah manusia?”—Tertullian, Apologetical Works, and Minucius Felix, Octavius (New York, 1950), diterjemahkan oleh Emily Daly, hlm. 33.

Minucius Felix (abad ketiga M), ”Kami benar-benar menjauhkan diri dari darah manusia, sehingga kami tidak menggunakan bahkan darah binatang-binatang yang boleh kami makan.”—The Ante-Nicene Fathers (Grand Rapids, Mich.; 1956), diedit oleh A. Roberts dan J. Donaldson, Jil. IV, hlm. 192.

Salam,
Budi halasan

Posting ini diedit karena terlalu panjang dan kurang relevan dengan topik

Kahlil_Gibson

jadi boleh ndak???

Budi Halasan, ada pertanyaan saya:
Kalo ada jemaat Tuhan, atau saudara jauh anda, atau saudara kandung anda, atau istri anda atau anak anda yg tabrakan dan kehabisan darah; apakah anda membiarkannya begitu saja tanpa tindakan apa2? Dengan kata lain, dokter menyarankan agar penambahan darah dengan transfusi…
Tega nian dirimu kawan…