Ormas Islam Gardha Larang Pembaptisan

Kamis, 15/03/2012 15:45 WIB Pemilik Hotel tak Tahu akan Dijadikan Lokasi Pembaptisan Tya Eka Yulianti - detikBandung

Bandung - Pemilik Hotel Tjimahi mengaku tidak mengetahui tempatnya akan dijadikan lokasi pemurtadan, seperti yang diduga kuat oleh Ormas Islam Pagar Aqidah (Gardah) Jabar. Pemilik hotel hanya mengaku menerima pesanan catering dari seseorang bernama Paulus. Namun itu pun tiba-tiba dibatalkan sepihak, padahal pesanan sudah dibuat dan belum dibayar.

Hal itu diungkapkan pemilik Hotel Tjimahi, Ny Eddy Soetamanggala (83) saat menerima massa dari ormas Islam Pagar Aqidah (Gardah) Jabar.

“Beberapa hari lalu datang yang pesan makanan sebanyak 30-40 porsi untuk acara hari ini. Ya saya terima, kan saya di hotel ini juga menerima catering,” ujar Ny Eddy yang memiliki nama asli Heni Tedjo Suwarno itu.

Ia pun mengaku tak menanyai lebih detail pada pemesan yang diktehui bernama Paulus itu. “Ya saya namanya jualan kan asal laku. Mereka datang ya saya terima. Salah saya tidak menanyakan detail acaranya,” katanya.

Heni mengatakan, tempo hari ada pemesan yang telah ia ketahui sebelumnya yaitu bernama Paulus datang dan memberitahu akan ada acara di kolam renang pada Kamis (15/3/2012).

“Sebelumnya Paulus itu juga beberapa kali kesini bersama keluarga dan kawan,” katanya.

Namun ia menuturkan tak pernah ikut campur urusan tamunya. “Saya pikir tidak etis kalau saya tau detail acaranya apa. Dia datang bilangnya sama keluarga kan saya juga engga bisa mastiin dengan nanyain satu-satu,” tutur Heni. Pukul 08.00 WIB, Heni pun mendapatkan pembatalan sepihak padahal makanan telah dibuat.

Mendengar pemesan catering di Hotel Tjimahi adalah Paulus, Ketua Gardah Jabar Suryana Nur Fatwa pun menyatakan kecocokannya dengan informasi yang dikantonginya. “Jadi memang benar bahwa di hotel ini sebelumnya akan dilakukan pembaptisan yang akan dilakukan oleh Lembaga Penginjilan Muslim Indonesia (LPMI) berkedok Lembaga Peneliti Mahasiswa Indonesia. Ini real, meski kegiatannya tidak jadi dilakukan,” katanya.

Tadi pagi, tim Gardah mengaku telah melihat pimpinan LPMI yaitu Pendeta Paulus telah mendatangi hotel tersebut namun kemudian bergegas pergi. Begitu juga dengan rombongan yang datang menggunakan 2 bus pun urung melaksanakan kegiatan tersebut.

Suryana mengatakan, pembaptisan dilakukan dengan ritual masuk kolam dengan menggunakan pakaian lengkap.

Meski tak berhasil melakukan penggerebekan, namun Gardah menyatakan akan terus melacak keberadaan LPMI dan kegiatannya. “Kami akan telusuri untuk mengetahui dimana pembaptisan itu dilakukan,” katanya.

Berita terbaru peristiwa dan politik berbagai daerah di Indonesia

Kamis, 15/03/2012 12:02 WIB Endus Gerakan Pemurtadan, Massa Gardah Geruduk Hotel Tjimahi Tya Eka Yulianti - detikBandung

Bandung - Sekitar 30 orang dari Ormas Islam Pagar Aqidah (Gardah) menggeruduk Hotel Tjimahi di Jalan Raya Cimahi, Kamis (15/3/2012). Mereka rencananya akan melakukan penggerebekan kegiatan pembaptisan yang diduga akan dilakukan oleh LPMI (Lembaga Pemerhati Mahasiswa Indonesia), yang sebenarnya berarti Lembaga Penginjilan Muslim Indonesia yang dipimpin oleh Pendeta Paulus.

Namun rencana pembaptisan tersebut ternyata telah tercium, sehingga tak ditemukan adanya kegiatan pembaptisan yang menurut kabar akan diikuti oleh sekitar 70 orang dari berbagai daerah di Jabar.

“Dari hasil investigasi tim Gardah, hari ini akan ada pembaptisan massal di Hotel Tjimahi ini. Tapi entah bagaimana tercium dan acara batal dilaksanakan,” ujar Ketua Umum Gardah Jawa Barat Suryana Nurfatwa saat tiba di Hotel Tjimahi.

Pemurtadan dilakukan dengan mengiming-imingi muslim yang memiliki kesulitan ekonomi dengan pembebasan utang, pemberian modal atau bantuan hidup.

“Kalau pindah agama karena dalam perjalanannya memang membuat seseorang berpindah kami tidak masalah. Tapi kalau dengan ajakan dengan cara yang salah, kami merasa terganggu,” katanya.

Ia menyebut, gerakan pemurtadan ini sudah lama dikejar oleh Gardah dan sempat diduga sebagai aliran sesat Islam Hanif. Karena cara yang digunakan sama, yaitu membawa korban wisata lalu di tempat wisata tersebut dibaptis.

“Bedanya, kalau Islam Hanif meski dibaptis tetap mengaku Islam walau pemahamannya sudah nasrani. Namun kalau gerakan ini setelah dibaptis langsung masuk nasrani,” tuturnya.

Meski tak menemukan adanya kegiatan pembaptisan, massa Gardah tetap memasuki area hotel untuk menemui pemilik hotel untuk meminta komitmen agar hotel tersebut tidak dijadikan tempat pembaptisan.

“Menurut kabar, selama 3 tahun tempat ini dijadikan tempat pembaptisan dan kebaktian,” katanya.

Massa datangi Hotel Tjimahi sekitar pukul 10.00 WIB lalu membubarkan diri sekitar pukul 11.00 WIB lebih.

(tya/ern)

:afro: :afro: :afro: agama yang baik akan membuat umat beragama nya bersikap baik terhadap agama manapun

Kamis, 15/03/2012 12:46 WIB Gardah Paksa Pemilik Hotel Tjimahi Buat Pernyataan Tya Eka Yulianti - detikBandung

Bandung - Massa dari Ormas Islam Pagar Aqidah (Gardah) memaksa pemilik Hotel Tjimahi untuk membuat pernyataan untuk tidak menjadikan tempatnya sebagai lokasi pemurtadan. Mereka pun meminta pemilik hotel menandatangani surat pernyataan di atas materai yang juga menyatakan siap menerima sanksi jika melanggar.

Hal itu dilakukan massa Gardah setelah mendapati kegiatan pembaptisan yang menurut informasi akan dilakukan di Hotel Tjimahi ternyata batal digelar. Mereka pun langsung mencari pemilik hotel untuk dimintai komitmennya.

Di ruang tengah hotel tersebut, Ketua Gardah Jabar Suryana Nur Fatwa menyampaikan maksud kedatangannya bersama puluhan massanya itu.

“Kami mendengar di hotel ini 3 tahun telah dijadikan lokasi kebaktian dan pembatisan. Tentu saja hal itu kan melanggar aturan,” ujar Suryana.

Ia mengatakan fungsi hotel tidak seharusnya dijadikan tempat peribadatan karena hal itu menyalahi aturan. Selain itu, kegiatan pembaptisan yang diduga akan dilakukan di hotel tersebut disebut Suryana telah mengoyak rasa persatuan.

“Kami tidak sentimen terhadap satu agama atau rumah ibadat. Tapi dengan pemurtadan dan pembaptisan saudara kami dengan cara-cara yang tidak benar membuat kami terusik,” katanya.

Karena itu, demi kondusivitas Ormas Gardah melalui ketuanya meminta pemilik hotel membuat surat pernjanjian yang menyatakan bahwa mereka tak akan menggunakan atau menyewakan fasilitas hotel untuk kegiatan kebaktian dan pembaptisan.

Surat pernyataan tersebut ditulis tangan oleh salah satu karyawan hotel dengan didiktekan oleh Suryana. Setelah itu, pemilik hotel yang telah renta, yaitu Ny Eddy Soetamanggala (83) terlihat menunggu di belakang karyawannya. Setelah surat selesai dibuat dan ditempeli materai Rp 6.000, Ny Eddy pun siap menandatanganinya.

Namun sebelum itu, surat pernyataan tersebut dibacakan. Di mana saat masuk poin, jika melanggar maka siap dikenai sanksi, Ny Eddy yang terlihat mengenakan daster itu pun bertanya.

“Sanksi-nya apa pak,” katanya. “Ya sanksi ormas dan hukum lah. Kita tidak seperti ormas lain bu. Kalau yang lain mungkin akan langsung habis,” jawab Suryana.

Pernyataan yang dibuat dengan kop surat Hotel Tjimahi itupun ditandatangani oleh Ny Eddy Soetamanggala sebagai pemilik hotel dan juga ditandatangani oleh beberapa saksi di antaranya Ketua Gardah Jabar Suryana Nur Fatwa, Dewan Dakwah Cimahi, dan perwakilan dari polres Cimahi.

(tya/ern)
Berita terbaru peristiwa dan politik berbagai daerah di Indonesia

beberapa hal yang ormas islam ini harus jawab :

  1. bagaimana dengan kegiatan pengajian yang dilakukan di rumah-rumah ? bukan kah ini sudah salah sebab tidak beribadah di rumah ibadah ?

  2. bagaimana dengan kegiatan ibadah agama islam yang menutup jalan raya dan beribadah di jalan raya ?
    bukan kah ini sudah salah sebab tidak beribadah di rumah ibadah ?

Mungkin ada yang menggelitik di sini

[b] Lembaga Penginjilan Muslim Indonesia (LPMI)[/b]

Koq ya ngga milih nama lain yang lebih elegan ya?
Jangan yang langsung menohok ulu hati tetangga dong.

@sangmurid :
harap hindari statement2 semacam ini. FK adalah tempat untuk belajar tentang kekristenan, bukan tempat untuk menghakimi agama lain.

II Timotius
4:1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

@sangmurid :
harap pahami Peraturan Forum

Diskusi yang membawa-bawa agama atau kitab suci agama lain, selain Kristen akan dikunci. Member bersangkutan akan diperingati atau langsung diban. Ini adalah Forum Kristen, tempat diskusi Kristen, bukan agama lain.

informasi yang saya berikan terkait dengan seputar kekristenan !
jika ada agama lain yang terbawa ini karena memang agama tersebut dibawa untuk melakukan penindasan terhadap umat kristen !
objektif !

Galatia
4:16 Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

@sangmurid

Bro, kurasa yang dikeluhkan udah jadi rahasia umum kok. Maksudku, tanpa di-blow up pun orang-orang tahu (khususnya yang berpandangan netral) adanya ketimpangan yang mengistimewakan kelompok tertentu dan mempersulit kelompok lain.

Kita perlu menjaga forum dari luapan kekecewaan ke kelompok-kelompok tertentu seperti itu. Daripada nanti ada member non-K yang tahu, melaporkan forum ini, yang ujung-ujungnya forum ditutup.