ORTHODOX JUGA DILARANG MEMAHAMI ALKITAB?

Mas Roderick, gereja katolik seperti yang kita ketahui bersama melarang umat untuk membaca/ memahami Firman Tuhan selain dari yang didoktrinkan oleh Gereja.

Tindakan pencegahan agar umat tidak membaca/ memahami Firman Tuhan oleh GRK bisa dilihat dari sejarah hukuman mati bagi yang membaca atau menterjemahkan Alkitab. Lain halnya dengan tafsiran Paus dan Firman Tuhan Katolik yang wajib diketahui dan diajarkan pada umat katolik, seperti ajaran Mariology, Primat Paus, dan kepercayaan pada santo santa.

Kalau mas Roderick bertanya apakah Katolik yang dimaksud, tentu mas Roderick maupun rekan2 lain bisa memberi keterangan, apakah ORTHODOX dan Patriakh juga memberlakukan peraturan yang sama dengan Roma Katolik.

Kalau di Roma ada kitab KGK untuk umat, apakah di Orthodox juga ada kitab yang sejenis?

Ok, ditunggu sharingnya dari member Orthodox maupun yang mengetahui info terkait.

Kalau jaman baheula mungkin benar, karena gereja dalam kegelapan, namun sekarang nggak tuh, buktinya Roderick & Yopi boleh menyampaikan pendapatnya berdasarkan pemahamannya tentang Alkitab.

Shalom aleikhem beshem Yeshua ha Masiakh.

Walaupun kuasa gereja dalam jaman kegelapan sudah runtuh akibat reformasi terhadap penguasa lalim di Eropa, tapi larangan memahami Alkitab bagi umat katolik masih diberlakukan sampai hari ini.

Jadi Katolik Orthodox juga sama2 melarang umatnya untuk membaca dan memahami Alkitab ya. Apakah sampai saat ini juga masih diberlakukan larangan yang sama untuk memahami Alkitab seperti di Roma Katolik?

Ah nggak benar bro, dulu saya pernah ikut Katolik tetapi justru Romonya yang mengajarkan agar umatnya belajar dan memahami Alkitab.

Yang melarang itu Katolik parokinya mana bro ? Mungkin anda salah menangkap maksudnya kali ???

Maksudnya, umat katolik hanya boleh memahami sesuai yang sudah ditafsirkan oleh Paus dan Magisterium.

Hanya yang paling susah dijelaskan, bagaimana bisa membaca Alkitab, tapi yang dipahami bukan apa yang dibaca, namun tafsiran Paus dan magisterium.

maklum apples lg PMS… sensi sm Romo, Patriakh, dan Paus.
ntar juga ini thread di lock ;D

Pembakaran Kitab Suci dan Tuduhan lainnya [terhadap Katolik]
Sabtu, 08 Januari 2011

Bahkan sejak Revolusi Protestan pada abad ke-16, Gereja Katolik telah dituduh mengabaikan, menentang, menyembunyikan dan bahkan menghancurkan Kitab Suci untuk menjaganya dari orang-orang. Menurut dugaan orang, salinan Kitab Suci dirantai ke tembok-tembok Gereja selama abad pertengahan sehingga orang-orang tidak dapat membawa Kitab Suci pulang untuk dibaca. Menurut dugaan pula, Gereja selama abad pertengahan juga menolak untuk menerjemahkan Kitab Suci ke berbagai bahasa banyak orang, bahasa-bahasa vernakular, untuk lebih jauh merintangi membaca Kitab Suci secara pribadi. Lagi, diklaim pula bahwa Gereja bahkan telah melakukan pembakaran Kitab-kitab Suci berbahasa vernakular.

Ketika memeriksa tuntutan-tuntutan yang melawan Gereja ini, kita harus mempertimbangkan beberapa poin. Pertama, jika Gereja sungguh ingin menghancurkan Kitab Suci, mengapa biarawan-biarawannya bekerja dengan rajin sepanjang abad membuat salinan-salinan Kitab Suci? Sebelum ada mesin cetak, salinan-salinan Kitab Suci adalah tulisan tangan dengan keindahan dan keakuratan yang teliti. Satu alasan mengapa Kitab Suci dirantai ke tembok-tembok Gereja adalah karena setiap salinan berharga baik secara spiritual maupun material. Dibutuhkan waktu satu tahun bagi seorang biarawan untuk menyalin dengan tangan seluruh isi Kitab Suci, sehingga Kitab Suci langka. Rantai menjaga Kitab Suci aman dari kehilangan atau pencurian, sehingga semua umat Paroki itu bisa mendapatkan keuntungan lebih darinya.

Kedua, mengenai vernakular, kita harus mengingat bahwa pada abad ke-5 ketika St. Hieronimus menerjemahkan Kitab Suci dari bahasa asli ke bahasa Latin, Bahasa Latin adalah bahasa banyak orang. Kitab Suci ini biasa disebut Vulgata, versi yang umum. Bahkan setelah seribu tahun, Bahasa Latin masih menjadi bahasa universal di Eropa.

Penerjemahan Kitab Suci ke dalam bahasa-bahasa vernakular sepanjang abad pertengahan tidak praktis. Kebanyakan bahasa vernakular pada masa tersebut tidak memiliki abjad, sehingga mereka tidak menuangkannya dalam bentuk tertulis. Juga hanya beberapa orang yang dapat membacanya. Sedikit orang-orang terdidik, yang dapat membaca [bahasa vernakular], dapat juga membaca bahasa Latin. Situasi ini tidak membuat permintaan besar untuk Kitab Suci berbahasa vernakular, tidak juga mempromosikan sebuah devosi populer untuk Pembacaan Kitab Suci secara pribadi.

Bahkan meskipun tidak praktis, ada contoh Gereja mempromosikan bahasa vernakular. Contohnya adalah misi St. Sirillus dan Metodius kepada bangsa Slavia di Moravia selama abad ke-9. Mereka berdua terkenal karena memperkenalkan liturgi slavonic. Dalam karya mereka, St. Sirillus telah mengembangkan abjad untuk bahasa Slavonic Tua. (Abjad ini menjadi awal dari abjad “Sirillik” Rusia). Pada tahun 855, St.Metodius menerjemahkan seluruh isi Kitab Suci ke dalam bahasa ini. Meskipun ada penolakan politik yang kuat dari orang-orang Jerman, Paus Adrianus II setelah investigasi seksama meneguhkan St. Metodius sebagai Uskup Agung Moravia dan meneguhkan Liturgi Slavonic mereka. (St. Sirillus baru saja meninggal). Beberapa Paus berikutnya melanjutkan untuk mendukung karya mereka melawan serangan; bagaimanapun juga, Paus Stefanus VI memulihkan kembali liturgi [slavonic] tersebut setelah tertipu oleh penolakan orang-orang Jerman. [1]

Pada abad ke-7 di Britania, sebelum Bahasa Inggris menjadi sebuah bahasa, Caedmon, seorang biarawan dari Whitby, membahasakan hampir semua isi Kitab Suci ke dalam bahasa umum. Selama awal abad ke-8, St. Bede Yang Terhormat juga menerjemahkan beberapa bagian Kitab Suci ke dalam bahasa umum orang-orang Britania. Di atas ranjang kematiannya pada tahun 735, St. Bede menerjemahkan Injil menurut St. Yohanes. Juga di masa ini, Uskup Eadhelm bernama Guthlac dan Uskup Egbert mengerjakan Kitab Suci berbahasa Saxon. Selama abad ke-9 dan ke-10, Raja Alfred Agung dan Uskup Agung Aelfric mengerjakan terjemahan Anglo-Saxon (Bahasa Inggris Kuno). Setelah penaklukan Normandia pada tahun 1066, kebutuhan akan Kitab Suci berbahasa Anglo-Norman meningkat, sehingga Gereja memproduksi beberapa terjemahan seperti Salus Animae (1250). Pada tahun 1408, Dewan Provinsial Oxford memperjelas bahwa terjemahan-terjemahan vernakular bisa mendapatkan penerimaan dari Gereja. Pada tahun 1582, terjemahan Perjanjian Baru Douay-Rheims yang terkenal selesai dikerjakan sementara Perjanjian Lama selesai pada tahun 1609. Ironis, Perjanjian Baru Dhouay-Rheims justru mempengaruhi Kitab Suci versi terjemahan King James. [2,3]

Setelah abad ke-14 ketika Bahasa Inggris akhirnya menjadi bahasa populer di Inggris. Kitab-kitab Suci berbahasa vernakular digunakan sebagai kendaraan bagi propaganda kesesatan (heretical propaganda). John Wycliffe, seorang Imam yang menyimpang, menerjemahkan Kitab Suci ke dalam Bahasa Inggris. Sialnya, Sekretarisnya bernama John Purvey, memasukkan prolog yang sesat, seperti yang dicatat oleh St. Thomas More. Kemudian, William Tyndale menerjemahkan Kitab Suci ke dalam Bahasa Inggris lengkap dengan Prolog dan catatan kaki mengutuk doktrin dan ajaran Gereja [2]. St. Thomas More berkomentar bahwa mencari kesalahan dalam Kitab Suci Tyndale sama seperti mencari air di lautan (artinya Kitab Suci Tyndale sangat banyak memiliki kesalahan dan kesalahan tersebut mudah ditemukan). Bahkan Raja Henry VIII pada tahun 1531 mengutuk Kitab Suci Tyndale sebagai korupsi terhadap Kitab Suci. Dalam kata-kata para penasihat Raja Henry ; “the translation of the Scripture corrupted by William Tyndale should be utterly expelled, rejected, and put away out of the hands of the people, and not be suffered to go abroad among his subjects.” [4] Sebuah bahan pemikiran, jika Kitab Suci Wycliffe atau Tyndale adalah sungguh bagus, mengapa umat Protestan sekarang tidak menggunakanya seperti menggunakan Kitab Suci King James?

Salah satu tindakan yang Gereja Katolik galakkan untuk menghentikan propaganda kesesatan ini adalah dengan membakar buku-buku tersebut. Apakah tindakan ini membuat Gereja anti Kitab Suci? TIDAK. Jikapun iya, maka kaum Protestan pada masa ini juga adalah seorang anti-Kitab Suci. John Calvin, Reformer Protestan utama, pada tahun 1522, memerintahkan salinan Kitab Suci Servetus yang sebanyak mungkin bisa ditemukan untuk dibakar, karena Calvin tidak menerima versi Kitab Suci ini. Kemudian Calvin sendiri memerintahkan Michael Servetus dibakar di pancang karena menjadi Unitarian. [5] pada masa-masa tersebut, adalah kebiasaan yang umum di kedua belah pihak untuk membakar buku-buku yang ditolak. Akhirnya, ini berarti menghancurkan sesuatu yang nyata dan yang lain menghancurkan sebuah pemalsuan.

Gereja tidak menolak terjemahan vernakular umat beriman tetapi menolak penambahan dan distorsi yang sesat ke dalam Kitab Suci. Gereja melarang Kitab-kitab yang korup ini untuk memelihara integritas Kitab Suci. Tindakan ini adalah penting bagi Gereja untuk memelihara kebenaran Injil Kristus. Seperti yang St. Petrus peringatkan kepada kita dalam suratnya, “orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.” (2 Pet 3:16)

Apakah orang-orang tua Kristen yang baik sebaiknya mengizinkan anak-anak mereka untuk membaca Kitab Suci dengan propaganda anti-Kristen atau kata-kata yang tidak benar pada catatan kaki [Kitab Suci tersebut]? Saya tentu tidak akan mengizinkan. Akhirnya, jika Gereja Katolik benar-benar ingin menghancurkan Kitab Suci, Gereja memiliki kesempatan yang benar untuk melakukan hal itu selama 1500 tahun.

Sekiranya ada manusia yang merasa punya kuasa untuk menghancurkan Firman Tuhan, namun Tuhan sudah berjanji Firman Tuhan tidak akan hilang bahkan 1 titikpun juga.

Umat Katolik ketika baca Alkitab harus memahami sesuai tafsiran Paus dan Magisterium. Apakah ini masih berlaku sampai saat ini?

Dan apakah di Orthodox juga berlaku peraturan yang sama juga seperti di ROMA Katolik?

Umat katolik menggunakan alkitab yang sama digunakan oleh Paus dan Magisterium.

anda mau blajar roma atau orthodox, tetapi sebaiknya anda beresin dulu gereja anda bro…

kalau saya perhatikan, anda bilang Alkitab harus sebagai pondasi/dasar Kekristenan, tetapi kenyataannya gereja anda, terlalu banyak menggunakan versi alkitab.

saran saya , gunakan 1 versi alkitab saja digereja anda…jadi klaim anda selama ini, “omongkosong” hehe…

nih buktinya gereja anda ,menggunakan banyak versi alkitab (hati-hati loh) …
free will dalam mengambil keselamatan.. - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com , dah seratus halaman , ngga kelar-kelar, wong pake alkitab masing-masing beda versi, ya begini jadinya.

Kalau membaca sejarah Alkitab yang ditulis diatas ada bermacam-macam versi terjemahan & penafsirannya, maka itu saya sarankan saja untuk back to hebraic roots dan membaca Kitab Suci dari bahasa Ibraninya.

Nah mari kita sama-sama belajar bahasa Ibrani dan tata bahasanya yang benar agar mengerti apa maunya YHWH yang tertulis dalam Alkitab.

Shalom.

Alkitab yang bermacam2 versi terjemahan gak berarti maksud Allah itu banyak versi bukan?

Kalau ada banyak penafsiran, selama TIDAK BERTENTANGAN dengan maksud Tuhan ya gak masalah. Banyak penafsiran yang dibukakan oleh Roh Kudus justru bagus kalau sama-sama didiskusikan bersama mengenai apa yang YHWH maksudkan sebenarnya. Kalau musti belajar bahasa Ibrani jelas sangat susah untuk bisa diikuti bukan?

Misalnya, kalau ada ayat yang membingungkan, bisa dicari bersama maksudnya dari refrensi ayat lain yang berhubungan dgn ayat itu.

Melarang umat untuk memahami apa yang sedang dibaca, apalagi mengharuskan umat untuk menerima penafsiran yang justru bertolak belakang dengan maksud Allah itu lain persoalan.

Melarang umat untuk hidup demokrasi dan bersama-sama mempelajari Firman Tuhan jelas suatu masalah.

Apples bin Andrea 1,2,3 kenapa sih kau benci sekali sama KATOLIK ? Apakah cintamu ditolak sama cewek Katolik ?
udah di banned berapa kali nggak berubah juga MEMAKSAKAN KEHENDAK ! apakah dengan cara KEBENCIAN ini kau pikir bisa masuk SORGA…

Pak Petrus Wagiyo, apakah anda dari Orthodox?

Bisa pak Petrus jelaskan fitnahan anda kalau saya benci sekali sama Katolik?

Yang melarang umat Roma katolik dan Orthodox untuk memahami Alkitab itu siapa? dan kenapa justru saya yang dituduh membenci umat katolik?

NB: tanyakan dulu pada ibu anda, salah orang kali?
mungkin yang ditolak orang lain, BUKAN saya :coolsmiley:
Dan gak ada hubungannya antara ibu anda menolak cinta dengan larangan bagi umat Roma Katolik dan Orthodox untuk memahami apa yang dibacanya dari Alkitab.

nga usah jauh2, Bapak Moyang si Tong si Luther, Calvin, Zwingly, Wesley dll ==> Memahami Alkitab tidak…?

suruh si-apples beresin dulu gerejanya he he, pake alkitab versinya kok banyak banget sih…

Apakah nama-nama yang anda sebut diatas juga melarang umat untuk memahami ketika sedang membaca Alkitab seperti Roma Katolik dan Orthodox?

Maksudnya bro?

Apa hubungannya dengan larangan memahami ketika membaca Alkitab?

Roderick dari Katolik Orthodox ya?

Bagaimana dengan di Orthodox bro? apakah juga ada Firman Tuhan Katolik (Tradisi Lisan Bapa Gereja) seperti di ROMA Katolik? contohnya kepercayaan pada Ratu Sorga dan kepercayaan pada Santo-Santa yang sudah meninggal?

Apakah otoritas Patriakh Orthodox juga melarang umat untuk memahami sewaktu membaca Alkitab seperti di ROMA Katolik bro Roderick dan Orthodoxers sekalian?

Yang dari Orthodox mana semua nih?

Kok tidak satupun yang bisa memberi penjelasan sistim pengajaran di gereja Orthodox itu seperti apa?

bukannya menjawab malah bertanya…

Roderick : Mana keterangan bahwa Injil sama dengan 39+27 ???