OSAS-Calvin-ALKITABIAH????

Doktrin Sekali Selamat Tetap Selamat (STTS/OSAS) sangat-sangat tidak Alkitabiah!!! Kepintaran para penganut doktrin OSAS dalam memutarbalikkan ayat-ayat Alkitab guna mendukung doktrinnya memang harus diakui, namun yang berbahaya adalah doktrin ini menggiring umat-umat Allah menjadi tidak fokus kepada perbuatan-perbuatan (kasih) yang Allah kehendaki sebagaimana BANYAK sekali ditulis dalam Alkitab.
Alkitab jelas-jelas mengatakan bahwa manusia yang sudah mengenal Allah pun bisa murtad lagi dan kehilangan keselamatannya :

Ibr 6:4-6
4 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, 5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, 6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

Ibr 10:38
38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."

1 Kor 10:11-12
11 Semuanya itu telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu itu, dimana jaman akhir telah tiba. 12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!

2 Kor 11:3
3 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

2 Pet 2:20-22
20 Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. 21 Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka. 22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: “Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.”

Why 2:4-5
4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. 5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Satu patah maka seluruhnya patah :smiley:

MANTAP SEKALI bro :afro: :afro:

para robot memang pandai bermain2 kata.

hati hati dan waspadalah. Siaga 1.

Contoh yang paling Konkret adalah RAJA SAUL…!

mungkin dalam Alkitab Calvin nga ada cerita Raja Saul…! ;D ;D

Salam Damai.

Paling paling ngelesnya “SCRIPTURE INTEPRET SCRIPTURE.”
Sambil cepat2 cari ayat2 yang dipaksakan (digatuk2no) untuk mencounter

GBU
:slight_smile:

Bakalan ada gelanggang Bharatayudha ini…
Sama-sama keturunan Bharata tapi…

Yang satu pihak berlandaskan Kasih kepada Allah dan Kasih kepada sesama manusia.
Yang lain pihak berlandaskan pada Penetapan, Pilihan dan Kedaulatan Allah.

Yang satu pihak menganggap yang lain saudara…
Yang satu pihak menganggap dirinya sendiri gandum dan yang lain lalang (percaya diri sekali … mungkin dapat sms)
dll

GBU
:slight_smile:

ada, tetapi yang terjadi dalam Alkitab LAI adalah bahwa ROH KUDUS MUNDUR DARIPADA SAUL !!!

Alkitab LAI tidak bercerita bahwa RAJA SAUL “BERHASIL” MENGUSIR ROH KUDUS …

tetapi di thread ini dan di forum ini, sangat banyak manusia-manusia menyanfgka dirinya hebat yang percaya mereka sanggup mengusir hadirat Allah dengan cara MEMILIH MENJADI MURTAD !!!

itulah bedanya Alkitab LAI dengan pemahaman manusia2 hebat di forum ini :slight_smile:

Petra9

MANTAPPP

tulisannya sangat mencerahkan sekali.

yang mengatakan Saul mengusir Roh Kudus siapa…? ;D

aya" wae…!

=====

dengan Saul memilih Murtad walaupun sebelumnya telah dipilih, maka OSAS-Calvinmu ==> SALAH…!!

dari peristiwa tsb juga harusnya membuka pikiran kamu, bahwa Saul mempunyai FREEWILL…!!!

Saya bukan seorang Calvinist.

Tp saya bpendapat bhw doktrin Predestinasi itu memang Alkitabiah.
Dmikian juga Once Saved Always Saved juga benar.

Namun saya mmahaminya tidak spt rekan-rekan Calvinist memahaminya.

Dari pembacaan Alkitab (jika mau dibaca apa adanya) tanpa mnggunakan konsep penyaring (tmsk konsep Calvinism), maka kita akan temukan :

Ada ayat yg bicara ttg pemilihan eksklusif, tp ada juga ayat yg bicara ttg kesadaran utk mmilih jalan keselamatan.
Ada ayat yg bicara ttg pemeliharaan iman oleh kasih karunia Tuhan hingga akhir, tp ada juga ayat yg bicara ttg kebinasaan bagi yg keluar dari iman.

Alkitab mberikan ayat-ayat yg mjd dasar bagi Calvinisme maupun ayat-ayat yg mjd dasar paham non-Calvinisme.

Mnrt saya,
Smua ayat itu benar adanya.

Calvinisme itu mngandung kebenaran (jika tidak, ngga mungkin bisa bkembang hingga skarang) tp konsep Calvinism bukan satu-satunya konsep yg dapat mjelaskan mengenai keselamatan (salvation).

Konsep Calvinism sharusnya dletakkan dalam kerangkanya (konteksnya) tsendiri dan tidak bisa di-generalisir utk smua kasus.

Walau konsep Calvinism mngandung kebenaran, tp dia tidak bisa dijadikan kacamata utk mnyaring / mnginterpretasi seluruh ayat Alkitab ttg keselamatan.

Pengajaran OSAS oleh Calvin, sampai hari ini saya belum menemukan dasar Alkitabiahnya…

apakah memang ada…? mohon di share bro…!

kelihatan sebuah pendapat yang sangat [kalo bukan terlalu] percaya diri akan free-will :slight_smile:

silakan kamu bantah aja bro dimana salahnya…!

kita mau diskusi ini tidak jalan ditempat kan…? :slight_smile:

kelihatan sebuah pendapat yang sangat [kalo bukan terlalu] percaya diri akan free-will :slight_smile:

siapppp my bro limited … :slight_smile:

TUHAN Allah sama-sama MEMILIH Raja Israel, pertama Saul lalu kedua Daud.

Perhatikan bahwa kedua-duanya : DIPILIH ALLAH.

Tetapi kejadian akhirnya sangat-sangat berbeda. Apa bedanya ???

SAUL

Kepada Saul jelas-jelas Saul berbuat JAHAT di mata Tuhan (bro limited pasti dapat mencari perbuatan jahat apa itu) dan dalam hal Saul, REAKSI TUHAN adalah :

I Samuel 15:27 Ketika Samuel berpaling hendak pergi, maka Saul memegang punca jubah Samuel, tetapi terkoyak.
15:28 Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: “TUHAN telah mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu.
15:29 Lagi Sang Mulia dari Israel tidak berdusta dan Ia tidak tahu menyesal; sebab Ia bukan manusia yang harus menyesal.”

selanjutnya …

I Samuel 15:35 Sampai hari matinya Samuel tidak melihat Saul lagi, tetapi Samuel berdukacita karena Saul. Dan TUHAN menyesal, karena Ia menjadikan Saul raja atas Israel.

benar Saul memiliki FREEWILL, tetapi Freewill itu dipakainya UNTUK MELAWAN TUHAN, TIDAK PATUH, TIDAK TAAT.
Apakah KEJAHATAN akibat FREEWILL Saul yang membuat TUHAN Allah menarik legitimasinya kepada Saul ???

nanti dulu menjawabnya …

DAUD

Daud melakukan perbuatan yang sangat najis, melakukan zinah dengan istri Uria, lalu wanita itu mengandung, dan Daud dengan keji menggunakan wewenang panglimanya untuk mengatur agar Uria mati terbunuh. Uria dalam masa perang itu tidur di sekeliling rumah Daud untuk mengawalnya tetapi rencana bejad Daud adalah menyelingkuhi istrinya dan membunuh dia. Dan semua kekejian itu terjadi.

dalam posisi ini apakah FREEWILL Daud lebih adem dari FREEWILL Saul ???

kedua-duanya FREE WILL untuk berbuat Dosa … keduanya sama-sama bejad … !!!

============

Tetapi apa tanggapan TUHAN Allah, atas kekejaman Daud ?

ini !

II Samuel
12:5 Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan: “Demi TUHAN yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati.
12:6 Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena ia telah melakukan hal itu dan oleh karena ia tidak kenal belas kasihan.”
12:7 Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: “Engkaulah orang itu! Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul.
12:8 Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu.
12:9 Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.
12:10 Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.
12:11 Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari.
12:12 Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.”
12:13 Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
12:14 Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati.”

=========

Lihatlah 2 FREEWILL mohon ampun ini :

Saul :

I Samuel 15:24. Berkatalah Saul kepada Samuel: “Aku telah berdosa, sebab telah kulangkahi titah TUHAN dan perkataanmu; tetapi aku takut kepada rakyat, karena itu aku mengabulkan permintaan mereka.
15:25 Maka sekarang, ampunilah kiranya dosaku; kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN.”

Daud

II Samuel 12:16 Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring di tanah.
12:17 Maka datanglah kepadanya para tua-tua yang di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi ia tidak mau; juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.

====

mas bro limited,

saya melihat kedua manusia tersebut memiliki karakteristik yang mirip :

  1. sama-sama RAJA PILIHAN ALLAH
  2. sama-sama pendosa berat
  3. sama-sama tahu diri
  4. sama-sama minta ampun kepada TUHAN

Lalu mengapa RESPON TUHAN ALLAH BERBEDA ???

Apakah KARENA FREEWILL KEJAHATAN, sehingga Saul DITOLAK ???

JELAS TIDAK, karena jika itu yang dipakai, maka Daud juga akan DITOLAK …

Apakah KARENA FREEWILL PERTOBATAN sehingga Daud DIAMPUNI ???

jelas tidak, KARENA JIKA ITU YANG DIPAKAI, maka Saul juga akan DIAMPUNI …

JADI APA ???

Saya melihat bahwa dalam semua perkara itu : ALLAH MENGGUNAKAN KEMAHAKUASAANNYA, KEDAULATANNYA UNTUK MEMILIH !!!

Jadi apakah kasus Saul menunjukkan bahwa Saul jatuh karena freewill untuk menolak PILIHANNYA ???

No way !!! KARENA ALLAH BERKEHENDAK MUNDUR DARIPADANYA

dan pada saat berikutnya ALLAH TIDAK BERKEHENDAK MUNDUR DARI DAUD (bukan karena Daud bersih), tetapi KARENA ALLAH BERDAULAT

oke my bro ???

apakah penjelasan ini cukup

Petra9

Tidak, anda tidak membaca Alkitab dengan baik :slight_smile:

13:1 Saul berumur sekian tahun ketika ia menjadi raja; dua tahun ia memerintah atas Israel.
13:2 Saul memilih tiga ribu orang dari antara orang Israel; dua ribu orang ada bersama-sama dengan Saul di Mikhmas dan di pegunungan Betel, sedang seribu orang ada bersama-sama dengan Yonatan di Gibea Benyamin, tetapi selebihnya dari rakyat itu disuruhnya pulang, masing-masing ke kemahnya.
13:3 Yonatan memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin yang ada di Geba; dan hal itu terdengar oleh orang Filistin. Karena itu Saul menyuruh meniup sangkakala di seluruh negeri, sebab pikirnya: “Biarlah orang Ibrani mendengarnya.”
13:4 Demikianlah seluruh orang Israel mendengar kabar, bahwa Saul telah memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin dan dengan demikian orang Israel dibenci oleh orang Filistin. Kemudian dikerahkanlah rakyat itu untuk mengikuti Saul ke Gilgal.
13:5 Adapun orang Filistin telah berkumpul untuk berperang melawan orang Israel. Dengan tiga ribu kereta, enam ribu orang pasukan berkuda dan pasukan berjalan kaki sebanyak pasir di tepi laut mereka bergerak maju dan berkemah di Mikhmas, di sebelah timur Bet-Awen.
13:6 Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa mereka terjepit–sebab rakyat memang terdesak–maka larilah rakyat bersembunyi di gua, keluk batu, bukit batu, liang batu dan perigi;
13:7 malah ada orang Ibrani yang menyeberangi arungan sungai Yordan menuju tanah Gad dan Gilead, sedang Saul masih di Gilgal dan seluruh rakyat mengikutinya dengan gemetar.
13:8 Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia.
13:9 Sebab itu Saul berkata: “Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu.” Lalu ia mempersembahkan korban bakaran.
13:10 Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya.
13:11 Tetapi kata Samuel: “Apa yang telah kauperbuat?” Jawab Saul: “Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas,
13:12 maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran.”
13:13 Kata Samuel kepada Saul: “Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya.
13:14 Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu.”

Bdk dengan Musa, dan kemudian resapilah bahwa mereka termasuk Daud dihukum oleh juga TUHAN ALLAH walaupun telah meminta ampun :slight_smile:

Namun perlu diingat bahwa semuanya karena freewill :smiley:

@ PETRA9,

Betul, bahwa baik Saul maupun Daud sama2 dipilih oleh Allah…!

ini yang harus anda pertanggungjawabkan, ke-duanya dipilih [dipredestinasi] Oleh Allah tetapi kenapa Hasil Akhirnya bisa berbeda…?

sebelumnya anda berkata setelah lahir baru, manusia TIDAK MEMPUNYAI KEHENDAK BEBAS…! Dan ditanya KAPAN LAHIR BARU itu…? [anda juga tidak tau kapan]

tidak dapat kamu jawab ya gpp, Tetapi liat diatas Samuel Sudah dipilih saja masih dapat Murtad…! Berarti Setelah Lahir Barupun Manusia punya Kehendak Bebas…! Coba kamu Think…!

Terlalu memaksakan ayat2 kitab suci demi doktrin yang jelas2 Tidak Alkitabiah ya seperti ini…! :mad0261:

Kita Bahas satu2 Point2 dari anda :

  1. sama-sama RAJA PILIHAN ALLAH ==> Betul…!

Pertanyaannya Kenapa Sudah dipilih Allah Saul dapat murtad…? sehingga OSAS ==> SALAH…!
dari contoh saul diatas Terbukti bahwa walaupun sudah dipilih dan lahir baru Saul Masih mempunyai Freewill yang melawan Kehendak Allah…! Ngerti…?

  1. sama-sama pendosa berat ==> Betul…!

  2. sama-sama tahu diri ==> SALAH…!

  3. sama-sama minta ampun kepada TUHAN ==> SALAH…!

Mau tau dimana salahnya sehingga Point 3 dan 4 adalah kesalahan Tafsir anda…!

Liat : 1 Sam 15:25 “Maka sekarang, ampunilah kiranya dosaku; kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN.”

Saul memang berdosa tetapi meminta ampun bukan kepada Allah melainkan kepada Samuel, Saul tidak mengandalkan Tuhan. Yang kedua, Saul mau menyembah Tuhan dengan syarat nabi Samuel ikut bersama dia.

Itu Bedanya SAUL Dengan DAUD…!!!

Sudah Jelas belum kamu…?

Jika Bro hendak diskusi scr terbuka, mari kita lanjutkan.

Ingat ya Bro,
Saya bukan seorang Calvinist dan saya menolak konsep Calvinism (TULIP) sbg satu-satunya pjelasan bagi doktrin keselamatan.

Krn itu,
Saya tidak akan bdebat soal benar-tidaknya Calvinism semata.

Disini saya ingin kita diskusi scr terbuka.

Oke?


Bro btanya ttg konsep OSAS, apakah Alkitabiah?

Tentu saja itu Alkitabiah (walau bukan satu-satunya pjelasan ttg salvation).

Ini ayat-ayatnya :

Yoh 10:28-29
dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.

Dlm ayat di atas,
Keselamatan itu sifatnya mutlak pasti kpd siapa Firman Tuhan tsb diucapkan.

Yoh 17:12
Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.

Dlm ayat di atas,
KIta lihat bhw Tuhan memelihara dan menjaga shg seorangpun kpd siapa firman itu dtujukan tidak ada yg binasa kecuali kpd siapa yg telah dtentukan utk binasa sesuai nubuat Kitab Suci.

Sudah 2 nas.

Mari kita lanjut lagi :

Rm. 8:30
Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Ayat di atas sangat jelas mengatakan bhw semua mreka (yg kpdnya firman ini diucapkan) yg dipilihNya dari semula, semuanya itu jugalah yg akan dimuliakanNya.

Apakah 3 nas belum cukup?

1 Ptr 1:1-2
Dari Petrus, rasul YESUS KRISTUS, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia,
yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada YESUS KRISTUS dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

Mreka yg dipilih telah dikuduskan supaya dapat taat kpd KRISTUS.
Jd mreka (kpd siapa firman tsb diucapkan) tidaklah ‘berusaha taat’ mlainkan ‘bisa taat’.

Fil 2:13
karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

Ayat ini sesuai dg semua nas sebelumnya dan mbuat kita paham mengapa ke-4 nas itu bisa terjadi.

Allah, di dalam kuasa dan kerelaanNya, mampu menjaga orang-orang beriman sampai tuntas ke garis finish.


Jadi dari rangkaian nas di atas, jika kita lihat apa adanya tanpa mnggunakan macam-macam konsep, jelaslah bhw predestinasi dan konsep OSAS itu Alkitabiah.

Namun skali lagi,
Mnrt saya predestinasi dan OSAS bukan satu-satunya konsep utk mjelaskan kebenaran ttg keselamatan.

Siapa yg myakini predestinasi dan OSAS (mnrt saya) barulah myakini sebagian dari Firman Tuhan di Alkitab ttg keselamatan.

setuju bro siip… IMO: calvin hanya tidak adil dalam konsepsi kitabsuci.

Siiiiippp bro…!

Alkitab tidak mungkin Benar diayat A, kemudian Salah diayat B…!

========

Saya melihat ayat tersebut sama sekali tidak mencerminkan OSAS…!

Mari kita mulai dari :
Yohanes 10:27 “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku

“Siapa yang mendengarkan suara-Ku, mengenal-Ku, dan Mengikuti-Ku…?” ===> Mereka adalah Mat 24:13orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

OSAS mengandung arti bahwa yang “sudah mendengarkan suara-Ku, mengenal-Ku, dan Mengikuti-Ku” ==> TIDAK DAPAT MURTAD, ini tidak sesuai dengan Alkitab [contoh : SAUL ==> Tuhan Menyesal memilihnya]…!

Alkitab tidak mungkin Benar diayat A, kemudian Salah diayat B…! [saya yakin anda juga sependapat dengan hal ini]

Saya melihat ayat tersebut sama sekali tidak mencerminkan OSAS ataupun Predestinasi…! Melainkan NUBUAT…!

John 17:12 (KJV)While I was with them in the world, I kept them in thy name: those that thou gavest me I have kept, and none of them is lost, but the son of perdition; that the scripture might be fulfilled.

berkaitan dengan Nubuat [Ke-maha-tau-an Allah] ==> Psalm 41:10 (KJV) “But thou, O LORD, be merciful unto me, and raise me up, that I may requite them.”

memang Tuhan telah tahu siapa-siapa saja orang yang masuk ke dalam api neraka. Namun, tidak berarti Tuhan tidak memberi rahmat dan kesempatan yang cukup kepada Yudas untuk bertobat, apalagi kalau dikatakan secara aktif berusaha untuk membuat Yudas berdosa. Apakah Tuhan tahu bahwa Yudas tidak bertobat dan bahkan menghianati YESUS seperti yang telah dinubuatkan di kitab Mazmur? Tentu saja Tuhan tahu, karena Dia adalah Tuhan yang maha tahu.

Apakah dengan demikian Yudas telah dipredestinasikan untuk masuk neraka? Ya, dalam pengertian Tuhan telah melihat dosa-dosa dan penolakan Yudas terhadap rahmat Allah, yang akhirnya berakibat pada kehilangan keselamatan kekal. Teologi mendefinisikan hal ini sebagai “negative reprobation.” Namun Tuhan tidak pernah melakukan “positif reprobation” yaitu menentukan orang masuk neraka tanpa melihat apa yang diperbuat oleh orang tersebut sehingga dia kehilangan keselamatan kekalnya

FYI, Orang2 Calvinist senang sekali dengan ayat ini… Tetapi ketika diajak ke ayat Sebelumnya Rome 8:28 mereka terdiam…!

saya juga mau ajak Bro ke ayat sebelumnya, utk membuktikan apa yang dimaksud sudah diPredestinasikan…!

Rome 8:28-30 [KJV]
28And we know that all things work together for good to them that love God, to them who are the called according to his purpose.

Rome 8:28-30 [DR/Vulgate]
28 And we know that to them that love God all things work together unto good: to such as, according to his purpose, are called to be saints.

Siapa yang dimaksud Rome 8:30…? Mereka Adalah yang melakukan segala sesuatu yang baik dimata Tuhan KARENA ITULAH MAKSUD DARI PEMILIHAN TUHAN…!

*) Yang lain saya tidak bahas karena pembahasannya sama seperti diatas…!

OSAS: SEKALI SELAMAT TETAP SELAMAT (?)

Orang percaya masih bisa jatuh dalam dosa dan kehilangan keselamatan. Alkitab mengajarkan bahwa mereka yang sudah diselamatkan tetaplah perlu untuk diperingati secara serius akan bahaya Apostasy (perpisahan dari iman) sebagai suatu yang nyata dan mungkin terjadi. Peringatan terhadap Apostasy dapat ditemukan diseluruh kitab dalam Perjanjian Baru kecuali dalam Filemon dan 3 Yohanes. Terkadang dalam satu kitab peringatan akan bahaya Apostasy ini muncul sampai beberapa kali misalnya dalam kitab Ibrani atau 1 Timotius.

Jika seseorang sudah menganut doktrin unconditional election (sebagaimana diajarkan John Calvin) maka konswekuensi logikanya orang percaya tidak akan kehilangan keselamatannya alias OSAS (Once Saved Always Saved, Sekali Selamat tetap Selamat). Tapi apakah sebuah doktrin harus disesuaikan dengan doktrin lainnya (sistematik) walaupun doktrin tersebut tidak cocok dengan ajaran Alkitab?
Pertanyaannya disini apakah Alkitab mengajarkan kemungkinan Apostasy (perpisahan dari iman)? Ternyata banyak sekali peringatan-peringatan bagi orang percaya agar jangan meninggalkan iman alias murtad. Kita lihat ayat-ayatnya:

* 1 Timotius 4:1
LAI TB, Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
KJV, Now the Spirit speaketh expressly, that in the latter times some shall depart from the faith, giving heed to seducing spirits, and doctrines of devils;
TR, το δε πνευμα ρητως λεγει οτι εν υστεροις καιροις αποστησονται τινες της πιστεως προσεχοντες πνευμασιν πλανοις και διδασκαλιαις δαιμονιων
Translit interlinear, to de {adapun} pneuma {Roh} rêtôs {dengan tegas} legei {mengatakan} hoti {bahwa} en {pada} husterois {yang terakhir/ yg akan datang} kairois {waktu2} apostêsontai {akan murtad} tines {ada sebagian orang2} tês pisteôs {(dari ajaran yang) diimani} prosekhontes {karena memperhatikan} pneumasin {roh2} planois {yang menyesatkan} kai {dan} didaskaliais {ajaran2} daimoniôn {dari roh2 jahat}

Kata “murtad” (LAI-TB) atau “depart from the faith” (KJV) diterjemahkan dari verba Yunani αποστησονται - apostêsontai, berasal dari kata kerja kata kerja αφιστημι - ‘APHISTÊMI’ yang secara konseptual bermakna meninggalkan dengan pengertian berkhianat, memberontak, mengundurkan diri. Rasul Paulus merasa sangat perlu memberikan peringatan bahwa akan ada orang-orang percaya meninggalkan imannya (murtad) dengan mengikuti doktrin-doktrin palsu. Bahwa ada orang-orang yang akan meninggalkan kebenaran-kebenaran yang telah dinyatakan. Kemurtadan ini pada dasarnya adalah pengaruh-pengaruh dari roh-roh jahat. Artinya orang-orang yang pernah menjadi percaya bisa murtad, apabila kemurtadan ini diteruskan dengan tanpa pertobatan tentu dengan sendirinya keselamatan yang pernah diterimanya bisa hilang. Dalam semangat yang sama Rasul Petrus juga memberikan peringatan yang sama terhadap kemungkinan-kemungkinan orang meninggalkan imannya dengan hidup di dalam kewaspadaan untuk mempertahankan imannya:

* 1 Petrus 1:2, 13-15
1:2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada YESUS KRISTUS dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.
1:13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan YESUS KRISTUS.
1:14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,
1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,

Pada 1 Petrus 1:2, Rasul Petrus berbicara mengenai pemilihan yang seolah-olah menyetujui “OSAS”, namun pada ayat-ayat selanjutnya ternyata Rasul Petrus juga memberikan peringatan WASPADALAH!
Peringatan itu, tentu mengajarkan kepada kita bahwa keselamatan bisa hilang apabila kita tidak waspada. Kewaspadaan itu dicerminkan dalam pola kehidupan kita sebagai orang-orang percaya yang taat, tidak menuruti hawa nafsu dan hidup kudus. Dalam Hal ini Rasul Petrus tidak menyetujui adanya paham OSAS.

Kita baca ayat-ayat di Alkitab yang lain yang tidak sependapat dengan OSAS, yang menunjukkan bagaimana seseorang yang telah menerima kebenaran, mempunyai iman, menerima ROH KUDUS, mempercayai KRISTUS dll ternyata bisa jatuh. Juga ditunjukkan bagaimana para kudus (termasuk rasul sendiri) harus berusaha agar mereka tidak jatuh, agar mereka tetap setia. Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan itu bisa hilang dan harus dikerjakan sampai mati dan bukannya sesuatu yang sekali terjadi lalu aman untuk selama-lamanya.

* Kisah 20:29
20:29Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.
20:30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.

Murid-murid KRISTUS yang sudah berada pada jalan yang benar ternyata bisa disesatkan oleh ajaran palsu dan keluar dari jalan yang benar itu.

* Roma 11:20-22
11:20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!
11:21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.
11:22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.

Disini Paulus mengingatkan umat untuk setia kepada Allah dengan membandingkan dengan kisah umat Yahudi Perjanjian Lama yang tidak setia. Umat dingatkan untuk tetap teguh terhadap iman. Hanya karena punya iman jangan sombong tapi takutlah. Ini sungguh bahasa yang jauh dari OSAS. Apalagi dikatakan dengan jelas tentang kerasnya Allah tehadap “orang-orang yang telah jatuh.” Orang harus berusaha berada dalam kemurahan Allah sebab kalau tidak, dia akan “dipotong.”

* 1 Korintus 10:11-12
10:11 Semuanya itu telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu itu, dimana jaman akhir telah tiba.
10:12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!

Sebelumnya di awal-awal 1 Korintus pasal 10, Paulus menceritakan tentang kisah bangsa Yahudi yang mengikuti Musa, dibaptis dalam awan dan laut, makan makanan dan minum minuman rohani yang sama (minum dari batu karang rohani, yaitu KRISTUS (1 Korintus 10:3)). Namun kepada umat yang diberi kebutuhan rohani yang sama ini Allah tidak berkenan terhadap sebagian besar dari mereka (1 Korintus 10:5). Lalu contoh ini di aplikasikan Paulus kepada umat sekarang. Agar mereka juga tetap setia dan terus berhati-hati. Orang yang menyangka dirinya teguh ternyata bisa juga jatuh. Ini tidak sesuai dengan keyakinan OSAS bahwa orang bisa yakin akan keselamatannya dan bahwa dia tidak akan pernah jatuh dari keselamatannya itu.

* 2 Korintus 11:3
Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada KRISTUS, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

Orang yang punya kesetian sejati kepada KRISTUS ternyata bisa disesatkan. Paulus sadar itu dan dia mengungkapkan kekhwatirannya dengan memberi nasehat.

* Filipi 2:12
Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Pengerjaan keselamatan itu dilakukan dengan takut dan gentar. Jauh dari bahasa keyakinan akan keselamatan yang cukup terjadi satu kali seumur hidup ala OSAS dari para penganut Calvinisme.

* Filipi 3:10-16
3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
3:11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh KRISTUS YESUS.
3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam KRISTUS YESUS.
3:15 Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.
3:16 Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.

Bahasa Paulus diatas jauh dari keyakinan bahwa dia sudah pasti selamat (OSAS). Kalau sang rasul saja berpikiran seperti itu bagaimana mungkin para penganut Calvinisme itu dengan gegabah yakin akan keselamatan mereka dan mengajarkan “ajaran menyimpang” itu kepada umat Kristen lainnya?

* 1 Tesalonika 4:1-8
4:1 Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan YESUS: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi.
4:2 Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan YESUS.
4:3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,
4:4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan,
4:5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah,
4:6 dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu.
4:7 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.
4:8 Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu.

Perhatikan frasa yang ditebalkan. Disini dikatakan bahwa Allah telah memberikan Roh KudusNya kepada umat-umat Gereja Korintus yang kepada siapa Paulus menuliskan suratnya. Namun, bagi orang yang telah diberi ROH KUDUS sekalipun Paulus masih menasehati agar mereka menjauhkan diri dari dosa-dosa. Sehingga contoh ayat-ayat di atas ini menunjukkan kepada kita bahwa seseorang bisa jatuh dari imannya. (ayat-ayat tersebut bertentangan dengan pemahaman OSAS setelah ber-Sola Fide, seseorang pasti selamat sampai mati).

Selanjutnya, kita temukan di dalam Kitab Ibrani secara keseluruhan memuat banyak sekali peringatan-peringatan terhadap bahaya Apostasy (kemurtadan). Misalnya Ibrani 2:1-4 ; 3:7 ; ; 6;4-6, 12 ; 10:19-39 ; 12:1-24.
Ayat Ibrani 6:4-6 dan Ibrani 10:19-39 bisa dibilang pemaparan terjelas doktrin ini.

* Ibrani 6:4-6
6:4 LAI TB, Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam ROH KUDUS,
KJV, For it is impossible for those who were once enlightened, and have tasted of the heavenly gift, and were made partakers of the Holy Ghost,
TR, αδυνατον γαρ τους απαξ φωτισθεντας γευσαμενους τε της δωρεας της επουρανιου και μετοχους γενηθεντας πνευματος αγιου
Translit interlinear, adunaton {tidak mungkin} gar {sebab} tous {orang2 yang} hapax {sekali} phôtisthentas {pernah diterangi} geusamenous {yang pernah mengecap} te {dan} tês dôreas {pemberian} tês epouraniou {surgawi} kai {dan} metokhous {yang ikut serta/ memperoleh bagian} genêthentas {pernah menjadi} pneumatos {(di dalam) Roh} hagiou {Kudus}

6:5 LAI TB, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,
KJV, And have tasted the good word of God, and the powers of the world to come,
TR, και καλον γευσαμενους θεου ρημα δυναμεις τε μελλοντος αιωνος
Translit interlinear, kai {dan} kalon {yang baik} geusamenous {yang pernah mengecap} theou {dari Allah} rêma {sabda2} dunameis {kuasa2} te {dan} mellontos {sesuatu yang akan datang} aiônos {dunia}

6:6 LAI TB, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.
KJV, If they shall fall away, to renew them again unto repentance; seeing they crucify to themselves the Son of God afresh, and put him to an open shame.
TR, και παραπεσοντας παλιν ανακαινιζειν εις μετανοιαν ανασταυρουντας εαυτοις τον υιον του θεου και παραδειγματιζοντας
Translit interlinear, kai {namun} parapesontas {menjadi sesat/ murtad} palin {lagi} anakainizein {untuk memulihkannya} eis {kepada} metanoian {pertobatan} anastaurountas {kerena menyalibkan lagi} heautois {mereka sendiri} ton huion {Anak} tou theou {Allah} kai {dan} paradeigmatizontas {menghina (Dia) di muka umum}

Dalam kutipan ayat diatas bisa ada 5 point yang penting:

1. Mereka yang pernah diterangi hatinya. kata ‘yang pernah diterangi hatinya’ (inggris: entlightened ; Yunani: (φωτιζομαι - PHÔTIZÔMAI)) muncul ditempat lain yaitu di Ibrani 10:32.

*Ibrani 10:32
Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat,

2. Mereka yang mengecap karunia surgawi. kata ‘mengecap’ bahasa Yunaninya γευομαι – GEUOMAI yang secara literal artinya ‘mengalami’ (Ibrani 2:9). Ada yang beranggapan bahwa ‘mengecap’ disini hanyalah mengecap sebagian (partial) tidak sepenuhnya. Tapi keberatan ini tidak berdasar. Dalam Ibrani 2:9 kita melihat bahwa Tuhan YESUS mengalami maut. Kita tidak akan mengatakan bahwa YESUS tidak sepenuhnya mati.

3. Pernah mendapat bagian dalam ROH KUDUS (partakers of the Holy Spirit, NASB). Bahasa Yunani yang dipakai untuk “Partakers” adalah μετοχος – METOKHOS yang muncul diayat lain:

* Ibrani 3:14
Karena kita telah beroleh bagian di dalam KRISTUS, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.

Seseorang yang mendapat bagian ROH KUDUS pasti seorang Kristen. Menerima karunia ROH KUDUS adalah cara yang biasa untuk menyatakan apa artinya menjadi seorang Kristen. Kisah 2:38-39 dan Galatia 3:14 hanya sebagian dari banyak contoh.

4. Mengecap firman yang baik dari Allah.
Mereka digambarkan sebagai orang yang pernah mengecap firman yang baik dari Allah. Ini berarti mereka telah merasakan/mengalami kebaikan dari apa yang Allah katakan (Bandingkan 1 Petrus 2:3).

5. Merasakan karunia-karunia yang akan datang. Bisa diartikan juga sebagai mukjizat (Ibrani 2:4), intinya adalah pekerjaan supernatural.

Dari bukti-bukti diatas, sulit rasanya membantah bahwa penulis Kitab Ibrani sedang berbicara tentang orang Kristen yang jatuh, apalagi dijelaskan kembali di :

* Ibrani 10:26
KJV, For if we sin willfully after we have received the knowledge of the truth, there no longer remains a sacrifice for sins,
NIV, If we deliberately keep on sinning after we have received the knowledge of the truth, no sacrifice for sins is left,
TR, εκουσιως γαρ αμαρτανοντων ημων μετα το λαβειν την επιγνωσιν της αληθειας ουκετι περι αμαρτιων απολειπεται θυσια
Translit Interlinear, ekousiôs {dengan sengaja} gar {sebab} hamartanontôn {jika terus berdosa} hêmôn {kita} meta {sesudah} to labein {menerima} tên epignôsin {pengetahuan} tês alêtheias {tentang kebenaran} ouketi {tidak lagi} peri {menghapus} hamartiôn {dosa-dosa} apoleipetai {tertinggal} thusia {kurban}

Pengertian dosa diatas adalah “kemurtadan”, bukan dosa biasa (bandingkan dengan Yesaya 1:2, 19-20; Ibrani 3:12, 13:2; 2 Petrus 2:21). ‘Berbuat dosa’ diterjemahkan dari “αμαρτανοντων - hamartanontôn” dari kata αμαρτανω - HAMARTANÔ dalam NIV sering kata ini diartikan ‘commit sin’ (yang disengaja).
Maka orang yang ‘sengaja murtad’ padahal ia sudah tahu kebenaran bahwa YESUS hanya sekali saja menebus dosa manusia dengan kematianNya. “Maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.”

Ibrani 10:26 cukup dapat digunakan untuk me-refute OSAS karena menunjukkan bagaimana orang yang telah mendapat pengetahuan akan kebenaran bisa jatuh kembali dalam dosa. Pengunduran diri dari iman adalah sesuatu yang mungkin dapat terjadi, kembali dijelaskan pada :

* Ibrani 10:38
Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."

Disini dikatakan bagaimana orang benar yang hidup oleh iman bisa mengundurkan diri. Jadi orang seperti ini bisa kehilangan keselamatan yang telah dia dapatkan.

* 2 Petrus 1:3-11
1:3 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.
1:4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.
1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,
1:6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,
1:7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
1:8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan YESUS KRISTUS, Tuhan kita.
1:9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.
1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, YESUS KRISTUS.

Rasul Petrus dalam suratnya kang kedua kembali menegaskan kewaspadaan orang-orang percaya agar tetap teguh di dalam iman. Iman harus diwujudkan dengan perbuatan-perbuatan kebajikan dan lain-lain sebagai tanda syukur dan atribut kita sebagai orang percaya yang meneladani pribadi KRISTUS. Setiap orang harus waspada mempertahankan imannya dengan bersungguh-sungguh sehingga jangan sampai ia tersandung dan terjatuh dalam dosa kemurtadan.

* 2 Petrus 2:20-22
2:20 Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, YESUS KRISTUS, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.
2:21 Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.
2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: “Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.”

Orang yang mengenal Tuhan dan Juruselamat, telah melepaskan diri dari kecemaran dunia, telah mengenal jalan kebenaran, telah melakukan perintah-perintah kudusNya, tapi ternyata berdosa kembali.

Kita perlu mencamkan ayat ini:

* 1 Korintus 9:27
Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Rasul Paulus sendiri berharap dan berusaha supaya dia jangan ditolak maka pemkiran akan OSAS tentunya jauh dari benak sang rasul.

Terakhir mari membaca ayat ini:

* Wahyu 2:4-5
2:4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
2:5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Peringatan ini ditujukan kepada umat Gereja Efesus. Mereka telah jatuh dari kasih mereka (diantara iman, harapan dan kasih, kasih adalah kebajikan yang utama [1 Korintus 13:13]). Tuhan YESUS menyerukan agar mereka bertobat dan kembali kepada kasih mereka yang semula. Kemungkinan orang mempunyai kasih pada awalnya dan kemudian jatuh sudah jelas tertulis ayat ini. Marilah kita menjaga keimanan kita agar kita jangan kita jatuh dalam dosa, jangan terus menerus jatuh dalam dosa yang nantinya akan menyeret kita kepada kemurtadan dan kita akan kehilangan anugerah yang sudah diberikan yaitu Keselamatan. Mari kita tetap waspada, marilah kita tetap mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar!

Kiranya penjelasan dengan disertai ayat-ayat ini dapat mememberikan pengertian kepada kita terhadap suatu doktrin yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara Alkitabiah: OSAS.

Blessings in CHRIST,
BP


Artikel terkait:
3. APABILA TIDAK MAJU ADA KEMUNGKINAN MURTAD (Ibrani 6:4-8), di http://www.sarapanpagi.org/panggilan-yg-mendesak-untuk-terus-menuju-kematangan-rohani-vt3652.html#p20053

APAKAH ORANG Kristen TERBEBAS DARI MAUT : baca di http://www.sarapanpagi.org/predestinasi-alkitab-vt655.html#p1518

PREDESTRINASI, silahkan baca di : http://www.sarapanpagi.org/predestinasi-alkitab-vt655.html#p371

UNLIMITED ATONEMENT : baca di http://www.sarapanpagi.org/unlimited-atonement-vt186.html#p370