Otoritas Islam Malaysia Merampas 321 Alkitab

Iblis memang cerdik…

Menguasai pemerintahan adalah salah satu strateginya.

Strategi lainnya adalah menguasai perekonomia dan menyelusup ke dalam gereja.

Otoritas Islam Malaysia kembali melakukan penyitaan Alkitab. Kali ini Otoritas Islam di Selangor, Malaysia, menyita 321 Alkitab dari kelompok Kristen karena menggunakan kata Allah untuk menyebut Tuhan, Kamis, 2 Januari 2014. Dua perwakilan Kristen sempat diminta memberi pernyataan. “Kami diberi tahu bahwa kami berada dalam penyelidikan karena melanggar hukum negara Selangor. Warga non-muslim dilarang menggunakan kata Allah,” kata Ketua Masyarakat Bible Malaysia Lee Min Choon, Kamis, 2 Januari 2014.

Penyitaan itu dilakukan dengan alasan bahwa pengadilan Malaysia pada bulan Oktober memutuskan bahwa kata dalam bahasa Arab eksklusif untuk umat Islam yang kebanyakan etnis Melayu, kelompok etnis terbesar di negara itu. Sementara Kristen, Hindu, dan Buddha minoritas dilarang menggunakan kata “Allah”.

Sebelumnya, pemerintah membatalkan keputusan pengadilan yang memungkinkan sebuah surat kabar Katolik Roma dicetak dalam bahasa Melayu, bahasa nasional negara itu, untuk menggunakan kata Allah.

Sumber & berita lengkap : Otoritas Islam Malaysia Sita 321 Alkitab

:afro: makanya… pemilu 2014 perbanyak orang2 minoritas macam kita untuk duduk di parlemen amin ?!! Pilihlah sesama pengikut Kristus atau non muslim di DPD dan parlemen pas pemilu besok. Jangan sampai orang2 fasik duduk di dunia politik. Ini kesempatan kita!

Bahkan mereka membakar Alkitab bahasa Melayu, karena menggunakan kata “Allah”.


Penggunaan kata Allah dalam Alkitab bahasa Indonesia/Melayu untuk menerjemahkan kata “Elohim” (Ibrani) dan “Theos” (Yunani), yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan “God”, seharusnya tidak dipermasalahkan. Bagi pengguna bahasa Arab, baik Yahudi, Kristen, maupun Muslim, kata “Allah” adalah kata yang sama artinya dengan kata “God” bagi pengguna bahasa Inggris.

Kata “Allah” bahkan sudah dikenal bangsa Arab sejak mereka masih menjadi penyembah berhala. Ayah Muhammad sendiri bernama Abdullah, yang artinya “hamba Allah”. Baik Abdullah, maupun Abdulmuthalib, kakek Muhammad yang menamai anaknya “Abdullah”, bukanlah orang Islam dan tidak pernah mengenal Islam selama hidupnya. Mereka adalah penyembah berhala. Kalau kata “Allah” itu hanya untuk Muslim, mengapa seorang penyembah berhala, yang tidak pernah mengenal Islam, menamai anaknya sebagai “hamba Allah”? Jelaslah, kata “Allah” bukanlah eksklusif untuk Muslim saja.

iya… sayangnya mereka2 sudah dibodohi dan diracuni oleh pemuka agamanya bahwa itulah nama tuhan mereka dan eksklusif milik mereka semata. Klo sama sebutannya, mereka takut terjadi kristenisasi. :mad0261: :rolleye0014: Itu doank kok masalahnya… Hadeeh… :smiley:

Gawat. :mad0261:

Majlis Gereja menuntut Menteri Di Jabatan Perdana Menteri Datuk Seri Idris Jala menyatakan pendirian sekiranya akan terus mempertahankan Penyelesaian 10 Perkara berhubung penggunaan kalimah 'Allah' dalam Bible.

Setiausaha badan agama itu, Herman Shastri berkata menteri tersebut tidak harus berdiam diri dalam mempertahankan perkara itu untuk membuktikan kewibawaan sebagai seorang penganut agama Kristian.

"Ia (tindakan mempertahankan penyelesaian 10 perkara) adalah tanggungjawab mereka yang terlibat dalam perjanjian telah dibuat.

“Oleh itu, Idris Jala yang menjadi perancang utama rundingan perlu tampil menjelaskan (pendiriannya), jika tidak dia tidak sesuai lagi menjadi Kristian,” katanya dalam satu forum berhubung kebebasan beragama di Petaling Jaya pada malam tadi.

Katanya lagi penganut Kristian dapat menilai keprihatinan kerajaan berhubung isu sedang hangat diperdebatkan itu dengan melihat tindakan ke atas Penyelesaian 10 Perkara.

Herman menjelaskan, Penyelesaian 10 Perkara itu antara lainnya membolehkan salinan Bible yang menggunakan perkataan “Allah” boleh diedarkan dengan bebas di Sabah dan Sarawak manakala naskhah edaran di Semenanjung Malaysia perlu dilabelkan “Untuk Kristian Sahaja”.

Sementara itu, seorang lagi ahli panel dalam forum tersebut membangkitkan soal kejahilan dalam isu penggunaan kalimah Allah yang didakwa menyebakan larangannya berkuatkuasa.

Pengerusi NGO Jihad Keadilan, Thasleem Mohamed berkata, larangan berkenaan malah menimbulkan kebingungan di kalangan ulama Islam antarabangsa.

"Seramai 62 peratus (orang Islam) daripada jumlah penduduk 27 juta di Malaysia tidak mungkin dapat mengatakan bahawa lebih daripada satu bilion umat Islam di dunia bersalah (kerana membenarkan penggunaan Allah dalam kitab Bible).

“(Ini menunjukkan ada) sesuatu yang tidak kena dengan kita (sistem perundangan Malaysia),” katanya

Turut berucap dalam program itu ialah pengarah NGO Islamic Renaissance Front, Ahmad Farouk Musa yang berpendapat ia diburukkan lagi dengan persaingan antara parti politik yang ingin mengambil untuk dalam isu tersebut.

Katanya, Umno dan PAS lebih serius untuk membuktikan parti mana kelihatan lebih ‘Islam’ berbanding menyelesaikan kemelut yang telah berlanjutan.

"Parti Umno ingin menyampaikan mereka lebih Islam daripada PAS dan PAS cuba menggambarkan bahawa Umno lebih kepada Islam sekular.

"Mereka cuba untuk menonjolkan ‘Islam’ satu sama lain kerana itu kita semua tersepit.

“Untuk menjadi orang Islam yang benar, mereka mesti hidup dalam sebuah negara sekular jadi apa yang mereka lakukan adalah berdasarkan kepada kesedaran dan takut kepada Allah,” katanya.
http://beta.malaysiakini.com/news/251749

Sangat disayangkan Datuk Idris Jala, seorang pribumi Kristen dan salah seorang Menteri Senior dalam kabinet pemerintah diem seribu bahasa. Begitu juga dengan Menteri2 Kristen pribumi lain yang berjumlah lebih dari 10 orang, misalnya Datuk Seri Dr Maximus Ongkilas, Tan Sri Yusuf Kurup, Tan Sri Bernard Dompok, Tan Sri William Mawan, Datuk Joseph Salang Gandum, Tan Sri Datuk Seri Joseph Ketingan dan banyak lagi. Kapan kalian mau bersuara???

Gawat. :mad0261:

[b]Serah Bible yang dirampas, kata Anwar kesal Umno pertahan Allah tetapi amal rasuah[/b]

Ketua pembangkang Datuk Seri Anwar Ibrahim (gambar) tidak bersetuju dengan cara Jabatan Agama Islam Selangor (Jais) menyerbu Pertubuhan Bible Malaysia (PBM) dan mahu Bible yang dirampas diserahkan balik.

“Serahkan ia kembali,” kata Anwar dalam sidang medianya hari ini merujuk kepada lebih 300 naskah Bible dalam Bahasa Malaysia dan Iban yang dirampas dalam serbuan itu,

Anwar tidak mempersoalkan kuasa yang dimiliki badan agama tersebut sebaliknya menegaskan serbuan tersebut sebagai tidak menjaga sensitiviti masyarakat berbilang agama di Malaysia.

"Saya tidak persoal tugas Jais untuk menyoal, menyiasat ataupun memanggil individu untuk memberi penjelasan.

“Apa yang saya pertikaikan adalah kaedah yang diambil dalam menangani isu tersebut yang tidak menjaga sensitiviti,” terangnya lagi.

Namun Anwar dengan tegas mengkritik Umno yang hanya bersungguh mempertahankan nama Allah tetapi melanggar segala larangan Allah termasuk mengamalkan rasuah.

“Bagi saya untuk gunakan agama pada ketika kamu menyokong semua amalan rasuah, perkauman, ketakadilan, ketirisan bilion ringgit, tapi tiba-tiba kamu kata pertahankan Allah,” kata Anwar dalam sidang media di ibu pejabat PKR, Petaling Jaya hari ini.

“Pertahan Allah bermaksud pertahan keadilan, yakni makruf dan ketelusan dan bukan menyokong ketakadilan dan rasuah,” tambahnya lagi.

Anwar juga membidas sikap segelintir pemimpin yang mengganggap isu kalimah Allah adalah ancaman pihak Kristian yang bertujuan untuk memurtadkan penganut Muslim di Malaysia.

"Wujud kempen besar-besaran oleh Umno menuduh Anwar dan Hadi (Datuk Seri Abdul Hadi Awang) kononnya sah dan mereka menyerahkan Allah kepada Kristian… ini adalah mengelirukan.

“Saya percaya jika kita meneruskan penerangan secara berkesan, kita boleh menyakinkan ramai Muslim bahawa perkara ini bukan ancaman dan bertentangan dengan kepercayaan mereka,” terang Anwar lagi.

Anwar turut berkata pendirian Pakatan Rakyat (PR) dalam isu kalimah Allah kekal seperti yang diputuskan dalam mesyuarat pemimpin tertinggi PR pada tahun lalu.

“Pendirian PR kekal seperti yang diputuskan sebelum ini,” katanya lagi.

Pada 8 Januari 2013, PR mencapai pendirian penggunaan kalimah “Allah” boleh digunakan oleh penganut Kristian dengan syarat ia tidak disalahgunakan dan menegaskan kalimah “Allah” tidak boleh diterjemahkan ke dalam mana-mana bahasa secara tepat.

Keputusan tersebut diumumkan Abdul Hadi selepas mesyuarat pemimpin tertinggi PR yang dihadiri Presiden PAS, Abdul Hadi, Penasihat DAP Lim Kit Siang dan Anwar.

Anwar juga menggesa supaya penjelasan mengenai isu penggunaan kalimah Allah dijelaskan sebaiknya bagi mengelak ia lebih serius.

“Kita perlu jelaskan ia tidak memberi kesan kepada akidah dan tidak memberi laluan kepada pihak mubaligh Kristian untuk mengelirukan Muslim dan kita perlu jelaskan ini kepada Muslim,” tegasnya lagi.

Menjelang 2014, ketegangan semakin marak mengenai isu penggunaan kalimah Allah oleh bukan Islam apabila kumpulan Muslim bertegas mengatakan ia eksklusif untuk Islam.

Meskipun cendekiawan Islam antarabangsa menjelaskan bahawa terma itu boleh digunakan oleh sesiapa, pihak berkuasa agama di Malaysia bertindak secara negatif terhadap laporan gereja yang menggunakan perkataan Allah dalam upacara dan bahasa mereka untuk komuniti Kristian yang berbahasa Malaysia.
http://www.themalaysianinsider.com/bahasa/article/serah-bible-yang-dirampas-kata-anwar-kesal-umno-pertahan-allah-tetapi-amal

itu yang benar nya, tapi sayang mereka terlalu bodoh karena dibutakan oleh iblis…

Tetangga sebelah emang suka yg aneh2. Baru2 ini di iran chating gak boleh kalau bukan muhrimnya, di aceh merayakan natal tahun baru dilarang, trus ada juga rambut di rebounding dilarang, ada lagi juga perempuan ga boleh jadi tukang ojek.
.
He…he… Makin kelihatan kalau agama mereka itu agama tdk asli karena isinya buatan manusia semua. Bukan Firman Allah seperti yg seharusnya.

Btw, di alkitab memang kita boleh menghina agama lain?

.
Ayat2 yg menceritakan tentang kelakuan orang2 farisi di alkitab, dah menjawab pertanyaan kamu.

Gawat!

Gereja dibaling letupan buatan sendiri memang rancang pasang CCTV

January 27, 2014

Seorang lelaki yang berpakaian serba hitam bertindak liar di hadapan Gereja Assumption hari ini. – Gambar The Malaysian Insider oleh Hasnoor Hussain.Seorang lelaki yang berpakaian serba hitam bertindak liar di hadapan Gereja Assumption hari ini. – Gambar The Malaysian Insider oleh Hasnoor Hussain.Gereja Assumption di Lebuh Farquhar, Pulau Pinang yang dibaling dua bahan letupan buatan sendiri jenis “Molotov cocktail”, awal hari ini, memang merancang memasang kamera litar tertutup (CCTV).

Paderi di gereja berkenaan Dominic Santhiniyago berkata pengurusan rumah ibadat itu sedang dalam proses untuk pemasangan CCTV bagi menjaga keselamatan bangunan dan orang ramai yang datang ke situ.

"Semasa kejadian awal pagi tadi, hanya terdapat seorang penjaga keselamatan sahaja dan saya dimaklumkan kejadian itu olehnya sebelum terus datang ke gereja.

“Menurut penjaga keselamatan dia juga tidak nampak siapa yang membaling bahan letupan berkenaan dan hanya ternampak satu daripada bahan itu meletup di perkarangan gereja,” katanya.

Katanya selepas melihat tempat kejadian, beliau dan penjaga keselamatan berkenaan terus membuat laporan polis berhubung kejadian itu.

“Kita harap polis dapat jalankan siasatan secara terperinci. Berikutan kejadian itu mungkin rancangan kita untuk memasang CCTV di kawasan gereja ini akan dipercepatkan bagi memantau kawasan rumah ibadat ini,” kata paderi itu.

Pada 1.30 pagi tadi, dua “Molotov cocktail” dibaling ke perkarangan gereja berkenaan tetapi tidak menyebabkan kerosakan serius.

Insiden itu dikatakan mempunyai kaitan dengan kain rentang bertulis “Allah is great, Jesus is the son of Allah” yang digantung di luar gereja di Lebuh Farquhar, Sungai Pinang, Pulau Tikus dan Gelugor.

Sementara itu, ketika sidang akhbar berkenaan seorang lelaki yang memakai pakaian serba hitam termasuk hud menarik perhatian media apabila berkeliaran di kawasan gereja berkenaan sambil menjerit kata-kata kesat dan marah dengan kejadian letupan itu.

Lelaki berumur lewat 20-an itu juga cuba ditenangkan beberapa pengunjung tetapi terus bertindak liar sehingga pengurusan gereja berkenaan terpaksa menghubungi polis sebelum dapat ditenangkan sepasukan polis yang datang ke gereja itu dan membawanya ke balai polis berdekatan bagi membantu siasatan. – Bernama, 27 Januari, 2014.
http://www.themalaysianinsider.com/bahasa/article/gereja-dibaling-letupan-buatan-sendiri-memang-rancang-pasang-cctv

Gawat

Bahasa Cubaan bakar gereja: Najib gesa semua pihak bertenang

OLEH EILEEN NG
January 27, 2014
Latest Update: January 27, 2014 08:47 pm

Putrajaya menggesa semua pihak bertenang bagi mengelakkan isu kaum dan agama terus dimainkan selepas satu cubaan membakar gereja awal hari ini.

Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak (gambar) berkata satu arahan dikeluarkan bagi membendung tindakan provokatif yang akan menjejaskan hubungan antara kaum.

“Saya selalu mengingatkan sebagai kerajaan, kami mengutamakan keamanan dan keharmonian. Perkara itulah yang akan cuba dikekalkan berdasarkan perlembagaan.

“Inilah masanya kita bertenang dan tidak bertindak terburu-buru kerana ia akan memudaratkan negara,” katanya kepada pemberita di Kuala Lumpur hari ini.

Dalam melontarkan harapan agar tiada pihak mengambil kesempatan mengeruhkan keadaan, Najib berkata pihak berkuasa perlu diberi ruang menjalankan siasatan.

Sebuah gereja, Church of the Assumption di Lebuh Farquhar, Pulau Pinang diserang bom buatan sendiri awal pagi ini selepas kain rentang kontroversi kalimah Allah digantung di luar gereja tersebut pada Ahad, kata polis hari ini.

Ketua Polis Pulau Pinang SDCP Datuk Abdul Rahim berkata, dua bom buatan sendiri, “Molotov cocktail”, telah dibaling ke kawasan lapang gereja kira-kira jam 1.30 pagi hari ini.

Insiden itu dikatakan mempunyai kaitan dengan kain rentang bertulis “Allah is great, Jesus is the son of Allah” yang digantung di luar gereja di Lebuh Farquhar, Sungai Pinang, Pulau Tikus dan Gelugor.

Isu penggunaan kalimah Allah oleh komuniti bukan Islam mencetuskan perbalahan apabila komuniti Muslim yang membentuk sejumlah besar populasi di negara menganggap perkataan berkenaan adalah hak eksklusif mereka.

Penganut Kristian membentuk 9% daripada 29 juta rakyat di negara ini.

Isu berkenaan kemudiannya dihangatkan lagi dengan rampasan bible berbahasa Melayu dan Iban oleh Jabatan Agama Islam Selangor (Jais) di premis Persatuan Bible Malaysia.

Tindakan itu menerima kritikan negatif banyak pihak kerana kebebasan beragama dijamin di dalam Artikel 11 Perlembagaan Persekutuan.

Jais bagaimanapun mempertahankan tindakan mereka dengan menegaskan serbuan berkenaan dilakukan atas maklumat orang ramai dan berdasarkan Enakmen Ugama Bukan Islam Selangor (Kawalan Penyebaran Kepada Umat Islam) Enakmen 1988 di negeri berkenaan.

Ekoran perkara itu, pihak penguatkuasaan agama berkenaan telah diarahkan untuk mematuhi Prosedur Operasi Standard baru yang ditetapkan kerajaan negeri pimpinan Tan Sri Abdul Khalid Ibrahim, yang memperuntukkan Jais memaklumkan kepada kerajaan negeri sebelum sesuatu serbuan berunsur sensitif dilakukan. – 27 Januari, 2014.
http://www.themalaysianinsider.com/bahasa/article/cubaan-bakar-gereja-najib-gesa-semua-pihak-bertenang

Klo memang itu dianggap kata ekslusif, apa malah itu bukan Islamisasi?

Bingung juga ini sifat apa? Eklusifisme, phopia, inferior, narsis, atau apa? Susah dipahami :mad0261:

Selalu aja mereka menarik perhatian…

sifat superiorisme campur narsis campur fanatisme sempit bro :happy0062: :ashamed0004:

Mungkin saudara/i yang lain, yang ada di sini bukan bermaksud menghina. Tapi menyatakan sesuatu yang salah. Berpikir positif saja ya :slight_smile:

Yang saya tahu di Alkitab ada ayat ini :

II Timotius

4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

:slight_smile: :slight_smile: :slight_smile:

Makanya kita harus lebih giat mempertahankan kata “Allah” sebagai padanan untuk ‘elohim’ dan ‘thoes’. Tetapi sangat disayangkan, banyak juga netter disini yang berasumsi bahwa “Allah” (dalam konteks Kristen) itu nama tuhannya orang Islam.