pacaran boleh putus, nikah gak boleh cerai

Halo semua,

Lagi bertanya2, knp kalo baca pertanyaan di forum ini, jika tentang pacaran, lalu ingin putus, banyak saran yang menyarankan untuk putus dan mencari yang lain.
Sedangkan bila tentang ppernikahan, selalu berusaha untuk tidak cerai.

Yang menjadi pertanyaan, kenapa tidak ada dukungan bila saat pacaran & keadaan lagi goncang, disarankan untuk tidak putus?

Mungkin bisa membuat semua berpikir, bahwa pacaran bukan hal yang main2.

sebenernya ada pendukung untuk tidak putus, tapi karena masing2 saling egois, jadinya juga putus deh…

pernikahan gitu juga deh perasaan…karena keegoisan manusia sendiri, jadinya bisa cerai, padahal sudah di persatukan oleh Tuhan…

Yang aku pikir, setiap manusia bisa berbuat salah. dan ketika seseorang itu mengakui kesalahannya dan mau berbalik, banyak pasangan tidak mau menerima, ketika mereka sedang berpacaran. Tetapi, ketika mereka pada situasi menikah, mau gak mau ditelen semua kepaitan yang ada.

Aku ngebayangin posisi Kristus, dimana dia sering kali kita lukai, meskipun kita bilang “I Love Jesus”. Tetapi ketika kita mengakui kesalahan kita, Dia adalah setia, dan kita bisa bersekutu lagi dengan Dia.

Disini aku belajar untuk melihat, bahwa cinta yang manusia punya, berbeda sekali dengan cinta yang Kristus sediakan. Meman kita manusia, tapi bukan kah kita dituntut untuk serupa dengan Kristus. Tentunya bukan setengah2 kan? Seluruh kehidupan kita haruslah tenggelam didalam kasihnya. Begitu juga cinta yang kita beri buat pasangan kita, adalah bukan cinta manusia, tetapi serupa dengan cinta Kristus, dimana ketika kita disakiti oleh orang yang kita sayangin, kita membalasnya dengan kasih.

Berat, tapi bukan mustahil kan?

Gimana pendapat kalian?

Benar, meskipun tidak mustahil tapi berat…Karena kasih Tuhan itu sempurna, sedangkan cintanya manusia itu masih harus disempurnakan. Oleh sebab itulah, setiap pasangan menikah harus rela disempurnakan oleh Tuhan supaya dapat mencapai kebahagiaan sejati.

Kalau orang pacaran, biarpun boleh saja putus nyambung karena masih dalam tahap penjajakan, pendekatan dan pertemanan tetapi tidak boleh keluar dari jalan dan rencana Tuhan yaitu pernikahan Kristen, oleh sebab itulah masing-masing harus menjaga kekudusan/kesucian. Baik kesucian hati (tidak punya pacar 2 sekaligus, tidak berkhianat, kalaupun harus pisah karena tidak cocok ya pisah secara baik-baik dst…) juga kesucian tubuh (keperawanan).

Salam

Kalau pacaran tu belum terikat scara bener,
Kan bertujuan mncari yg terbaik untuk djadikan pndamping hidup (pernikahan),
D Alkitab juga ditulis supaya jangan pernah ada cerai,

Untuk pacaran selama masih bisa dipertahankan ya dipertahankan,
Kalau udah mentok nggak bisa dipertahankan, yaa apa boleh buat,

sbb pacaran itu maja penjajagan :smiley:
masa tersewbut belum ada janji di depan Tuhan pendeta

Ttp kalo dlm pernikahan sudah ada janji … sehidup semati di depan Tuhan

@alice Nice answer

Jadi pacaran adalah masa bermain2 mengenal lawan jenis. Pernikahan adalah masa serius.

Apakah kita waktu menerima seseorang sebagai pacar sama keadaanny waktu kita menerima seseorang sebagai suami/istri? Apakah kita pernah melibatkan Tuhan dalam setiap hubungan yg kita jalin?

Aku lebih setuju dengan apa yang diungkapan oleh judas_bukan_iskariot. Karena keegoisan manusialah, Musa mengeluarkan surat cerai. Karena kedagingan kita, kita merasa lebih benar dari orang lain. Karena manusia lama kita, kita merasa kalau rumput tetangga lebih hijau. So, masalah adalah pada diri kita. Tetapi ketika kita kembali kepada Tuhan, dan melihat diri kita sendiri, betapa berdosanya kita, maka kita sadar, diri kita tidaklah lebih baik dari pasangan kita.

So, buat kita semua. Pandanglah Kristus yang sudah membuat kita bertemu dengan pasangan kita saat ini. Bila saat ini masih sendiri, kita perlu mempersiapkan diri kita untuk menjalin hubungan dengan Kristus sebagai pengikat.

Menyeru Nama-Nya, bersekutu dengan-Nya, menikmati Dia dan bertumbuh didalam Dia.

masa pacaran bukan masa bermain main… mengenal lawan jenis…
he…he… klao bermain main… maka ngga heran yah… kalo ada main mainnan shgg muncul mainan beneran :smiley:

masa pacara justru nyari … karakter dan hal2 yang yang baik dari lawan jenis yang bisa dijadikan dasar kenapa saya memilih dia…

so… ketika masalah data…(dlm RT) … janganlah mencari hal yang buruk dr pasangan … ttp cari lah hal yang baik… maka disitu pasti ketemu solusinya.

Mengapa harus cari yang baik dr pasangan??
jawabnya sederhana … krn ketika kita putuskan untuk menjd PH … dasarnya juga hal2 yang baik dr pasangan… :wink:

mengapa waktu ada masalah … mencari hal2 ynag buruk dr pasangan…

Itu seh… kunci mempertahankan RT :afro:

So… dlm pacaran …itu harus jeli… kalo memang ada karakter buruk yang kita sorot yang jadikan … kita ngga bisa memilih seseorang untuk hubungan serius … putus aja… spy kedepan karakter tersebut jadi batu sandungan dlm pernikahan

Tujuan berpacaran secara kekristenan seharusnya adalah hubungan yang bertujuan kearah persiapan pernikahan, sehingga harus dianggap serius dan diperjuangkan sebagai prosesi pra-nikah. Sangat berbeda dengan budaya putus nyambung yang mungkin bisa dibilang bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan (emosional dan mungkin fisik).

Tapi dilain pihak harus diakui, tingkat komitmen pernikahan dan berpacaran tentunya berbeda. Dalam berpacaran masih ada kesempatan untuk kedua pasangan untuk secara berhati-hati mengevaluasi hubungan mereka apakah sesuai dengan rencana Allah, dan apakah betul pasangan mereka merupakan pasangan yang sepadan dengan mereka. Bila ternyata jawabannya tidak, masih memungkinkan untuk disudahi.

Dalam pernikahan pertanyaan dan evalusi seperti itu sudah tidak ada tempatnya. Setelah pasangan ini telah mengucapkan janji mereka dihadapan Tuhan, maka mereka disatukan Tuhan dan menjadi satu daging, pergumulan apapun yang timbul dalam pernikahan tidak bisa mengarah ke perceraian.

Jadi ya pacaran harus serius dan diperjuangkan sampai ke arah pernikahan, tetapi bila tidak berjalan sesuai kehendak Tuhan tidak juga harus dipaksakan terutama bila sudah nampak kesulitan untuk menjadi satu daging masih ada kesempatan untuk kita bawa ke hadapan Tuhan untuk ditelaah dan diselidiki.

maka d sarankan untuk tdk memacari seseorang jika km sdh tau, km tdk akn prnh ingin mnikah dgnya :slight_smile: kmbali lg bhwa tuj pcrn adl lbh memahami & mngenal psngan untuk k arah pernikahan, dn dlm masa pnjajakan itu hnya d sdiakan 2 jwbn ~~> pts/menikah, sdangkan saat sdh menikah tdk d sdiakan pilihan untuk bercerai :smiley:

Lebih baik tanya Roh Kudus dulu…mana yang pas jadi istriku. nti pasti ditunjukin. Nah kalo udah tanya lagi boleh pacaran sekarang apa ga??kalo boleh langsung saja :coolsmiley: baru penjajakan.

Bahkan ada orang yang langsung nikah. Penjajakan saat udah nikah ( aneh khan???saya juga berpikir aneh dan ngueri :ashamed0004: ) Tapi itu terjadi…jaman dulu juga pernah terjadi…seperti Ishak dan Ribka

trit kapan dibalesnya kapan… ;D ;D ;D ;D :tongue:

kalo aku lebih berpikir kalo masa pacaran itu adalah masa perkenalan alias penjajakan. Justru di masa inilah setiap pasangan harusnya bisa “saling mengenal”.

“Saling mengenal” adalah proses memahami watak dari pasangan kita, bukannya memaksakan watak kita ke pasangan kita. Contohnya kita ngga bisa maksa pasangan kita hrs sama dg kita, ingat setiap kita diciptakan unik dan berbeda.

Nah mumpung masih pacaran, kalo emangnya udh nggak cocok, ya udah… nggak usah dipaksain lagi… tapi hal ini nggak boleh terjadi waktu kamu udh menikah…

Ngggg, ibarat mo beli mobil, pacaran itu test drive nya. Kalau test drive nya aja udah cacat (read: gak enak) masak tetep mo dibeli mobilnya :char12: just being realistic…