Padang Gurun

Hehehe…

Jangan lupa,
Bahwa kedewasaan rohani seseorang ditentukan oleh :

Hadirat Tuhan dan Padang Gurun.

Di hadirat Tuhan, semuanya indah dan penuh kekuatan, urapan yang diberikan Tuhan berlimpah ruah.

Namun di padang gurun, semua kelemahan akan diperas keluar dan kita hanya diberikan sumber daya yang (seolah-lah) terbatas.

Bagi kalian semua (terutama saya) yang sangat merindukan terwujudnya janji Tuhan, saya katakan :

Selamat datang di Padang Gurunmu.

Tidak ada satupun pahlawan iman di alkitab yang berhasil meraih janji Allah tanpa melewati padang gurun.

Di padang gurun, kita tidak merasakan adanya hadirat Allah yang berlimpah, tapi kita tetap harus mencari wajahNya.

Di padang gurun, kita tidak merasakan kegerakan kasih yang kuat di dalam hati, tapi kita tetap harus melakukan perbuatan kasih.

Di padang gurun, sedikit sekali rekan yang bisa berdiri bersama-sama kita ketika kita kesulitan, tapi kita tetap harus kuat.

Di padang gurun, kita kelelahan harus menghadapi beragam permasalahan, tapi kita tetap harus menguatkan orang lain dengan tidak menyerah or bersungut2.

Di padang gurun, janji-janjiNya seolah sangat sulit didapat, tapi kita tetap harus beriman.

Di padang gurun, terkadang Tuhan tidak banyak campur tangan.
Untuk mereka yang merasa kuat, ini Tuhan lakukan bukan agar kita bisa semakin kuat, tetapi untuk justru menyadarkan bahwa kita tidak kuat. Untuk merobohkan setiap gunung yang dibangun di hati.
Untuk mereka yang merasa tidak kuat, ini Tuhan lakukan agar kita belajar dan menyadari bahwa kita haruslah kuat. Untuk menimbun setiap lembah yang dibangun di hati.

Dari pengalaman hidup, gue berpendapat bahwa bukan hadirat Tuhan yang mendewasakan kita. Hadirat Tuhan memang memberikan kita kekuatan dan kesegaran. Tapi padang gurunlah yang membuat kita dewasa. Padang gurun membuat kita menyadari kekurangan kita, untuk kemudian kita bertindak mengatasinya bersama dia.

Bagi yang sedang kecanduan hadirat Tuhan,
Nikmatilah sepuasnya sebelum kamu masuk padang gurun.

Bagi yang sedang berada di padang gurun,
Miliki sikap hati yang bertobat dan berusahalah semakin keras untuk mencari hadirat Tuhan.
Buatlah mata air mengalir di padang gurunmu.

Cabang akan menerima kehidupan dari pokok anggur (hadirat Tuhan) dan proses pembersihan dari Sang Pengusaha (padang gurun) agar banyak berbuah.

Hope I can bless you…


:afro: :afro:…
"DURI DALAM DAGINGKU…
coz JC… :slight_smile:

[i]DEFINISI PADANG GURUN

Padang gurun yang harus dilewati setiap orang percaya dengan jelas diuraikan sbb :

“Dan mereka tidak lagi bertanya : Di manakah TUHAN yang menuntun kita keluar dari tanah Mesir; yang memimpin kita di padang gurun, di tanah yang tandus dan yang lekak-lekuk, di tanah yang sangat kering dan gelap, di tanah yang tidak dilintasi orang dan yang tidak didiami manusia?”
(Yeremia 2:6)

  1. Tanah yang tandus : beberapa terjemahan bahasa Inggris memakai kata “wilderness” yang berasal dari bahasa Inggris kuno widdeoren yang berarti tanah tanpa petunjuk jalan, tanah penuh binatang liar. Dalam proses padang gurun seseorang akan dibawa dalam situasi dan kondisi yang tidak bersahabat, tidak bisa dikendalikan (Wild = liar), tidak tahu harus melangkah ke mana, melakukan apa untuk keluar dari masalahnya. Tempat asing tanpa petunjuk arah akan membuat kebingungan dan ketidak tahuan akan apa yang harus dilakukan.

  2. Lekak-lekuk : KJV memakai kata desert and pits (gurun pasir dan lubang-lubang yang dalam). Pada saat seseorang dibawa ke suasana padang gurun, ia akan dibawa kepada kehidupan yang tidak bisa menabur/ menanam sesuatu, biasanya apa pun yang dikerjakan untuk mencoba keluar dari masalah akan tetap gagal, karena belum waktunya Tuhan membukakan pintu.

“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.”
( Wahyu 3:7)

Di padang gurun juga ada pendisiplinan ilahi akan kesalahan-kesalahan yang dibuat. Pits = lubang yang sempit dan dalam. Ketika Tuhan berurusan dengan seseorang, kesalahan-kesalahan yang dahulu tidak menimbulkan akibat yang berat akan membawa akibat yang fatal bahkan sampai bertahun-tahun, agar untuk selanjutnya melangkah dengan hati-hati. Yusuf karena bocor mulut kepada saudara-saudaranya, ia menceritakan mimipinya yang merupakan janji dan rencana Tuhan dalam hidupnya. Akibatnya ia dijual oleh kakak-kakaknya.

  1. Tanah yang sangat kering : di padang gurun pemeliharaan sepenuh dari Tuhan saja yang sanggup membuat orang bertahan. Tanah yang kering, tanpa aliran sungai, sehingga hanya akan bergantung pada hujan saja. Di tanah yang kering pengharapan umat diarahkan kepada Dia yang sanggup melakukan segala sesuatu, sehingga mereka akan mengalami pemeliharaan yang ajaib dan tidak kecewa lagi karena berharap pada manusia.

  2. Gelap (shadow of death) : ancaman binatang-binatang berbisa, ancaman kelaparan, kehausan dan kematian mengintai. Tetapi di padang gurunlah pemeliharaan yang ajaib terjadi. Setiap hari Tuhan mengirim manna sebagai makanan, bahkan ketika kurang air, Ia membelah bukit batu untuk memberi minum umat-Nya.

  3. Tanah yang tidak dilintasi orang : kesunyian, kesendirian, perasaan terasing karena tidak ada seorang pun yang mengerti, akan menimpa anak-anak-Nya yang sedang Ia proses. Orang-orang hanya akan menerka, mengira, dan memberi komentar-komentar. Rencana-Nya adalah menjadikan anak-anak-Nya terang bagi dunia. Tetapi sebelumnya akan diproses dalam gelap. Artinya :

bagi yang diproses : mereka tidak bisa melihat atau mengerti proses yang mereka sedang lalui. Karena di dalam gelap tangan Tuhan sedang bekerja tidak kelihatan. Mereka bisa salah paham bahwa semua yang dialami karena iblis yang mengacaukan hidup mereka. Atau ada kutuk, dosa yang membuat mereka perlu didisiplin Tuhan. Jangan mencari penyebabnya, lebih baik diam dalam penyerahan diri.

bagi orang lain di sekitarnya : tidak bisa melihat, hanya akan menerka, mengira, meraba-raba apa yang sedang terjadi tanpa ada kejelasan apa yang sedang sebenarnya terjadi. Sehingga komentar ataupun jawaban kadang keliru. Tuduhan, penghakiman, biasanya gampang meluncur dari orang lain.

Ketika seseorang dibawa ke dalam suasana padang gurun, keinginan untuk mengerti semua yang terjadi dan keinginan untuk dimengerti orang lain, akan menghambat kemajuan langkah untuk segera menyeberangi Yordan masuk ke dalam kegenapan perjanjian. Hanya Tuhan yang sanggup mengerti kita sepenuhnya. 
  1. Tanah yang tidak didiami manusia : tidak ada orang yang dengan sadar mau tinggal di padang gurun, dan sebagian besar berusaha menghindarinya. Usaha untuk keluar dari padang gurun dengan cepat hanya menghambat pekerjaan Tuhan untuk mengukir di loh hati umat-Nya akan hukum-hukum-Nya. Ingatlah di padang gurunlah Tuhan memberikan hukum-hukum-Nya. Justru dalam tinggal tenang dan percaya kita kuat.

“Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Maha Kudus, Allah Israel : “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan.”
(Yesaya 30:15)

Di dalam Perjanjian Baru juga disebutkan tentang padang gurun. Yohanes Pembabtis dibawa Tuhan ke padang gurun dalam masa persiapan pelayanannya, sebelum ia tampil untuk memberitakan pertobatan dan menyiapkan jalan bagi Mesias. Tuhan Yesus juga sebelum pelayanan-Nya dibawa ke padang gurun untuk menghadapi ujian-ujian dan keluar dari padang gurun untuk memulai pelayanan yang dahsyat dan penuh kuasa.
Padang gurun seringkali dipakai Tuhan sebagai proses pemurnian, pembentukan, dan persiapan pekerjaan Tuhan yang akan Dia kerjakan di dalam kita maupun melalui kita. 

dikutip dari “Keluar Dari Padang Gurun” Ev. Asen Suhendra [/i]

Keknya banyak yang gagal deh dalam ujian ini… ^^

Thank’s and Amin.

Useful Posting :slight_smile: