pandangan tentang Tuhan dan agama....

Shalom
Disini saya kira banyak HT atau orang orang yang punya iman besar. Saya ada pertanyaan yang dipertanyakan banyak orang dan adalah salah satu penyebab dari banyak orang meninggalkan Tuhan. Jangankan jemaat, HT aja saya yakin banyak yang pergi karena hal ini.

  1. Tuhan maha kuasa, kenapa didalam banyak kejadian Tuhan sama sekali ga mau tunjukan kemaha kuasaanNya padahal orang2 tersebut adalah orang percaya, sudah berdoa, melakukan hal yang baik, menjauhi kejahatan rohani dan sebisa mungkin kejahatan jasmani (dalam arti bahkan mungkin lebih baik dari HT dan pelayan kebanyakan), perpuluhan sudah, persembahan iya, rajin kegereja, percaya sungguh - sungguh, bahkan selalu membela nama Tuhan dalam setiap kesempatan yang ada meskipun kenyataan hidupnya sendiri hampir selalu kesusahan dan ga pernah bener2 merasakan hidup enak seperti orang yang lebih jahat dari dia baik orang percaya maupun ga percaya. Nah kenapa bisa Tuhan melakukan itu terhadap orang yang mau taat sementara mengucurkan hujan yang sangat lebat terhadap yang jahat?

  2. Salahkah kalau dia meragukan Tuhan itu ada?? Karena dari semua yang sudh dia lakukan, Tuhan hanya diam saja. Tuhan “diuntungkan” oleh perbuatan dia tapi Tuhan ga peduli penderitaan dia. Jangan bicara waktu Tuhan karena seperti yang saya sudah katakan, “hampir seluruh hidupnya hanya penuh dengan yg ga enak aja”.

  3. Tuhan itu kan penuh janji, bahkan untuk yg melakukan kejahatan aja Dia didalam alkitab masih memberikan yang baik, baca kejadian pada banyak raja lalim israel, mereka masih panjang kekuasaannya dll, dan Dia sendiri mengatakan bahwa orang yang taat pasti akan Dia perhatikan. Salahkah orang yang bertanya ini kalau dia memiliki pikiran “semua itu omongkosong”? Sedangkan didalam kehidupan dia, bahkan dukun pun lebih berkuasa dari Tuhan, dewa “jemblung” itu aja masih lebih memperhatikan penyembahnya??

  4. Apakah jiwa orang itu memang ga berharga buat Tuhan??? Kalau begitu jiwa siapa yang berharga?? HT yang menyelewengkan perpuluhan?? Konglomerat yang menginjak - injak rakyat kecil? Orang kaya yang jadi pelayan gereja hanya cari hormat?? Karena faktanya :::berkat dan perhatian Tuhan hanya buat orang2 fasik ini lho, :::: hayo, kalau mau obyektif, iya apa iya!!!

  5. Orang akan katakan, ““imanmu ga ada, kamu itu ga mengandalkan Tuhan, kamu itu mengeluh aja bisanya”, hey… Anda tidak merasakan apa yang dirasakan orang2 dengan pertanyaan ini, HT mudah mengatakan itu apalagi kalau dari gereja kaya, tapi coba kalau diperhadapkan kesituasi orang2 ini, berani gak?? Yakin kamu lebih kuat dari mereka??? Kalau memang yakin, bagaimana kalau salah satu HT berdoa meminta sama Tuhan mengalami hal yang sama dengan mereka dan mengalami nya seumur dia sudah hidup sampai saat ini, “”“katakanlah misal 50 tahun atau 30 tahun””",… Coba se, bisa gak kemudian mengatakan masalah iman???

  6. Gereja sangat fokus dengan ""janji - janji - dan janji lagi sementara ga pernah datang apapun juga, hanya diberikan “makan untuk mempertahankan hidup saja”, sementara janji - janji "“super muluk” dari HT didukung FT selalu berkumandang dengan megah digedung gereja yang megah, tanpa ada yang peduli, jemaat yang dibawah sudah “mulet- mulet” kayak cacing kepanasan. Coba bayangin, kamu datang keafrika yang busung lapar, kemudian kamu bawa makanan enak buat mereka, “”"tapi cuman kamu —iming2 aja mereka—, bisa pulang mayat kamu aja udah syukur tuh!!!, lalu salahkah kalau pandangannya gereja ““sudah ga ada isi””??? Hanya janji kosong belaka… Salahkah kalau kemudian dia atau mereka ini memandang hal yang sama tentang Tuhan???

  7. Fakta gereja pada umumnya, kalau orang biasa atau lagi kesusahan dan orang itu tergolong orang biasa aja, maka 3 menit doa disediakan bagi mereka oleh HT dan kalau orang kaya yang mengatakan kesusahannya maka 5000 jam pun siap waktu doa HT buat mereka, ada yang menyangkal??

Maaf, kalau ada yang tersinggung, maaf, kalau saya tidak menujukan maaf saya pada yang merasa melakukan itu. Saya hanya minta maaf pada mereka yang memiliki pertanyaan yang sama dengan apa yang saya angkat, saya kira ini pertanyaan sangat krusial sekali, bukan mau melemahkan, tapi mau memanusiakan diri kita sendiri, kita yang punya pertanyaan yang sama dengan ini, tidak selayaknya hidup dalam tekanan sendiri. Tuhan kita seharusnya sama dengan yang konglomerat dan orang kaya punya, sangat logik dan manusia kalau kita pertanyakan ini bukan?, masalah lemah, banyak orang dengan pertanyaan yang sama sebenarnya sudah sangat lelah dengan semua ini. Bahkan saya yakin banyak yang sampai mati masih membawa pertanyaan yang sama. Apa artinya mati dengan "“mulut mengaku Tuhan tapi hati meragukan Dia”?? Itu sia sia belka. Sudah sepantasnya kalau HT, harus memiliki jawaban atas semua ini, karena mereka kerja buat Tuhan, mengaku wakil Tuhan, selalu menggunakan nama Tuhan… Iya apa iya???

Shalom. Gbu all.

cup…cup…cup… udah jgn sedih lagi fren… nih tak kasih bunga biar senang ya… :love0072:
seharusnya pertanyaan anda bertahap, ga bisa langsung sebanyak itu fren… :happy0062:
jadi yg baca bingung, yg mau jawab juga bingung deh… :char11:

Perenungan yg mendalam.

Bro Jonathan, saya sudah jelas bukan pendeta dan bukan seorang berstatus hamba Tuhan.
Saya jemaat biasa saja.

Ketika saya mbaca tulisan Bro, ada ingatan yg muncul di pikiran saya.


Saya ajak Bro utk mbaca sendiri apa yg tertulis di Kitab Wahyu antara pasal 1 - 3, yaitu Surat Kristus pada 7 jemaat.

Mungkin di salah satu surat itu ada surat yg Kristus tujukan pd Bro atau pada mreka yg mngalami apa yg Bro kisahkan di atas.

Skadar mbantu, saya tuliskan permasalahan ke-7 jemaat yg disurati Tuhan Yesus :

1. Efesus :

Kondisi :

  • Tekun dan berjerih lelah dalam melayani pekerjaan Tuhan
  • Sabar dan menderita dalam nama Tuhan
  • Tidak mengenal lelah
  • Jauh dari ‘kasih semula’

Respon Tuhan :

  • Menegur mreka karena jatuh dari ‘kasih semula’

Janji Tuhan :

  • Mencabut hadiratNya dari mreka jika mreka tidak bertobat

Reward Tuhan :

  • Siapa yg menang akan makan dari Pohon Kehidupan di Firdaus kelak

2. Smirna :

Kondisi :

  • Susah dan miskin
  • Kenyang akan fitnahan

Respon Tuhan :

  • Memuji, menghibur dan menabahkan mreka

Janji Tuhan :

  • Mreka akan dicobai Iblis dlm waktu dekat dan beroleh kesusahan

Reward Tuhan :

  • Siapa yg setia sampai mati pasti dibangkitkan

3. Pergamus

Kondisi :

  • Dianiaya
  • Beberapa mnganut ajaran Bileam dan Nikolaus

Respon Tuhan :

  • Memuji dan mencela karena timbulnya pengajaran sesat

Janji Tuhan :

  • Memerangi jemaat yg tidak bertobat

Reward Tuhan :

  • Siapa yg menang akan mendapat batu putih

4. Tiatira

Kondisi :

  • Menghasilkan banyak pekerjaan bagi Tuhan
  • Memiliki kasih, ketekunan dan iman
  • Timbul ajaran sesat dari Izebel

Respon Tuhan :

  • Memuji skaligus mcela karena timbulnya ajaran sesat

Janji Tuhan :

  • Membuat sakit Izebel dan mmatikan anak-anaknya jika tidak btobat
  • Mbalaskan kpd stiap orang ssuai perbuatannya
  • Tidak mnanggungkan beban lain bagi yg hidup benar

Reward Tuhan :

  • Siapa yg memegang ajaran benar sampai akhir akan dbrikan kuasa atas bangsa-bangsa

5. Sardis

Kondisi :

  • Tidur dan hampir mati
  • Tidak ada pekerjaannya yg sempurna
  • Beberapa orang tidak mcemarkan pakaiannya

Respon Tuhan :

  • Mencela dan mpringatkan dengan keras agar bertobat

Janji Tuhan :

  • Datang spt pencuri jika tidak btobat

Reward Tuhan :

  • Yang tidak mcemarkan pakaiannya akan dikenakan pakaian putih dan tidak akan dihapus dari Kitab Kehidupan

6. Filadelfia

Kondisi :

  • Kekuatan tidak seberapa tetapi menuruti firman
  • Tekun menantikan Tuhan
  • Di ambang kedatangan utusan Iblis

Respon Tuhan :

  • Memuji mreka

Janji Tuhan :

  • Mempermalukan musuh mreka
  • Mlindungi mreka di hari pcobaan

Reward Tuhan :

  • Bagi yg setia akan menjadi sokoguru di Bait Suci Sorgawi

7. Laodikia

Kondisi :

  • Suam-suam kuku
  • Kaya dan merasa kaya pdhl di hadapan Tuhan miskin, buta dan telanjang

Respon Tuhan :

  • Mencela, menasihati dan mpringatkan untuk btobat

Janji Tuhan :

  • Memuntahkan meka bila tidak btobat

Reward Tuhan :

  • Duduk bersama-sama di tahta Tuhan bagi yg menang

Bro silakan perhatikan hal-hal di atas dan mmriksanya dg mbaca ayat-ayatnya.

Saya punya bbrp ptanyaan :

  1. Apakah janji Tuhan pd tiap jemaat itu sama?

  2. Apakah cara Tuhan mperkenalkan Diri pd tiap-tiap jemaat itu sama?

  3. Apakah reward Tuhan sifatnya selalu pemulihan, kelimpahan dan perlindungan saat hidup di dunia?

  4. Apakah jemaat Smirna bisa protes karena tidak mdapat janji Tuhan yg sama dan tidak dperlakukan sama dg jemaat Filadelfia?

  5. Apakah Tuhan yg Bro pahami sudah sama dg Tuhan yg Bro baca di ketujuh surat tsb?


Saya tidak sedang mnggurui atau ngajar.
Saya hanya mnambahkan perenungan yg Bro lakukan.

Hanya Bro yg bisa mjawab dg memuaskan apa yg Bro telah renungkan.

@don
Perpoin bisa kali…

@slip
Jawaban anda menurut saya sangat baik sekali dipandang dari sisi penguatan. Tetapi apa yang diungkapkan kepada ketujuh jemaat menurut saya adalah sebuah peringatan memang bagi keadaan pribadi maupun organisasi. Nah pertanyaan saya justru itu kan? Tidakkah secara organisasi sekarang ini banyak yang melakukan itu?? Pertanyaannya, kenapa Tuhan diam?
Apakah karena dihukum saat nanti mati??? Siapa yang bisa jamin?
Kalau masalah dimuntahkan, sepanjang sejarah alkitab sangat jelas bagaimana Tuhan “memuntahkan” orang israel dan tidak terjadi satu dua kali, pertanyaannya, kenapa sekarang diam??
Apakah ini kesedihan saya? Ya, bukan hanya secara pribadi dan pandangan organisasi, tetapi cobalah jemaat, atau mereka yang ada ditempat seperti “forum ini”, jangan hanya “rebutan doktrin”, toh siapa sih yang tahu doktrin nya bener 100 persen??
Kenapa ga membicara kan yang real dan memperbaiki masing2 diri…

Jujur, kita tidak ada yang sempurna, tapi jujur juga setan sudah masuk gereja, dan Tuhan sudah mulai diam dengan segala sesuatu. FT seringkali sudah tidak dibela Tuhan?!! Kenapa ga ada yang berfikir kesana??? Kenapa ga ada yang berusaha membalik semua itu? Apakah karena “”“khotbah selalu waktu sudah dekat”"?? Bukankah sudah dekat itu sudah waktunya membentuk jemaat yang solid secara iman??? Bukan berkutat janji kosong, kalau memang mengutarakan janji, maka sudah selayaknya ““gembala memastikan janji itu digenapi”, bukankah begitu??
Kalau memang sudah tahu sudah jaman akhir, kenapa berkutat pada pengelolaan oraganisasi gereja yang “semau sendiri dan sangat rentan penyelewngan””???

Jemaat kalau boleh jujur, sudah capek dengan semua itu, kalau anda gak percaya, diam - diam anda coba amati pembicaraan mereka baik terhadap gereja nya maupun gereja lain…
Apakah mereka hanya tidak taat otoritas?? Atau sebenarnya mereka pembangun otoritas dan pembangun “kuasa Tuhan didunia”???

Bro, menyatakan bahwa sesuatu yang Tuhan kehendaki “belum tentu” didunia ini, "“adalah sebuah pemahaman yang dipaksakan kalau kita memandang kepada apa yang sepanjang alkitab tulis.”
Sepanjang PL, ga perlu ditanya.
Sepanjang injil, apakah kata kata Yesus sendiri seperti “sorga didunia, apa yang kamu minta dalam namaKu akan Ku lakukan bagimu, iman sebiji sesawi memindahkan gunung,”… Dst. Dst… Apakah itu tidak ada artinya bagi beberapa orang???

Saya ga percaya itu…
Kalau buat saya, kasih mula - mula bukan berarti tidak manusiawi juga bro, paulus masih bisa membicarakan penderitaan dia, dan masih banyak lagi, seperti para murid juga…

Ada firman, maka siapa percaya harus “mengalaminya”. Nah disini peran gereja harus ada. Kalau memang belum terjadi maka gembala harus cari tahu kenapa… Itu baru pemimpin dan orang yang deket Tuhan, lha kalau ga ambil pusing terus gimana dombanya dong???
Orang seringkali menyatakan “kamu kehilangan kasih mula - mula, kamu kehilaangan iman, dst…”" Ketika seorang jemaat “protes” dan mereka semua berusaha menghindari pembicaraan - pembicaraan seperti itu karena “ga untung buat mereka malah liebih jadi beban”… Tapi apa bener begitu??
Apa bener orang yang mengeluarkan suara itu “kehilangan kasih”??? Sebagian tidak, sebagian --belum-- sampai mereka didorong pada puncak keraguan karena ketidak pedulian. Tetapi ketika semua sifat manusiawi itu diperlakukan dengan tepat, maka lihat 12 murid Yesus… Apakah mereka orang ““beriman yang tegar selama pemuridan??”” Tidak sama sekali. Tapi lihat bagaimana Yesus memberikan dan memperlakukan Firman dan sifat manusiawi mereka secara tepat. Hasilnya???.. Bisa dilihat sendiri.
Pertanyaan diatas adalah pertanyaan manusiawi. Semua melalui proses dan menurutku siapa berani melalui proses manusiawi maka dia justru akan menemukan Tuhan karena Tuhan tidak pernah “memalaikatkan” manusia. Tidak pernah menuntut kesempurnaan malaikat tetapi kesempurnaan manusia. Kalau Tuhan menuntut kemalaikatan manusia maka Yesus ga akan pernah disalib karena sia sia untuk menebus ciptaan yang mampu “berdiri dikakinya sendiri”.
Bukan hanya pertanyaan tetapi juga perenungan untuk semua, manusia adalah manusia. Kita pada titik tertentu butuh proses kecewa dst… Dan its ok, kalau tuntutan kesempurnaan yang anda ungkap diatas harus langsung dimiliki semua manusia atau mereka ga selamat, maka coba anda pikir, bisakah anda melakukan tuntutan itu??? Butuh kejujuran untuk menjawab. Dan tidak dibutuhkan jawaban lisan cukup dalam hati.

Saya bukan penata kata kata yang bagus, jadi semoga bisa dipahami apa yang saya maksudkan.

Terimakasih bro, @slip.

Shalom. Gbu

Bro Jonathan,

Saat ini tidak ada Gereja yg sempurna dan tidak ada hamba Tuhan yg sempurna.
Mungkin juga slama kita hidup di dunia, Gereja dan hamba Tuhan tidak akan sempurna (hanya jika ada kesatuan Gereja dan kesatuan hamba Tuhan, maka kita bisa mcapai ksempurnaan krn kita semua adalah Satu dalam Tubuh Kristus).

Tp saya bisa pastikan kpd Bro bhw Tuhan saat ini sedang bekerja.

Mungkin Ia tidak bkerja sbgmn pmikiran kita, tp Ia bekerja.


Suatu waktu saya pernah merenung sambil beraktivitas.
Lalu terdengar suatu suara :

Kelak di akhir jaman nanti, kamu pilih mana, mau jadi PENUAI atau kamu mau jadi yg DITUAI?

Plihan buat kita scr pribadi hanya akan ada 2 kelak.

Banyak orang yang tahu Firman Tuhan tetapi sedikit yang tahu Kebenaran dan KekuatanNya.

Banyak orang yang berseru kepada Tuhan, Tuhan, Tuhan bukankah banyak yang melakukan mujizat demi namaMu, dan melayani demi namaMu, tetapi sedikit yang diterima Tuhan, mengapa ? Karena Elohim melihat hati dan imanmu.

Jangan kecut dan tawar hati melihat sekelilingmu, pandanglah Yahshua Hamasiakh dan engkau akan selamat.
Keselamatan didapat secara pribadi dan bukan kolektif.

Kalau kau lihat Hamba Tuhan yang berbuat tidak semestinya anggap saja dia penjual Firman (Hamba Uang) bukan Hamba Tuhan, ambil yang baik, buang yang jelek.

Menurut saya, semua itu terjadi oleh karena yang difirmankan-Nya ini:

Hos. 4:6 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal ALLAH; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran ALLAH-mu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

Sebab, agama (“gereja”) tidak menjadikan manusia mengenal TUHAN, ALLAH maupun Tuhan, Allah [Yoh.16:3 (baik Bapa maupun Anak)]

Salam,

Daridulu sih mau comment disini, hanya pas udah masuk bingung mau comment apa hehehe…

Mzm. 34:19 Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;

Mungkin saya mulai dengan ayat di atas…

Kita melihat banyak orang benar yang mengalami kesukaran. Memang, setelah kita menjadi Kristen persoalan tidak akan langsung lenyap begitu saja. Justru, kesukaran dirasa bertambah banyak. Sudah banyak contoh orang2 yang menjadi Kristen malah mengalami banyak kesukaran. Tapi, kalau mereka mengandalkan Tuhan PASTI ada jalan keluar. Terlalu klise yaaa… :slight_smile: Tapi memang seperti itulah kenyataannya.

Terus, kenapa kita melihat di sekitar banyak orang benar (seperti) ditinggalkan Tuhan ?

Yesaya 59:1-2 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Seperti penjelasan ayat di atas, Tuhan sebenarnya mau menolong kita. Masalahnya, kita adalah manusia yang berdosa dan keras kepala. Sejauh kita mau sadar dan bertobat, pertolongan itu PASTI datang. Kita sering melihat orang2 yang (kita rasa) berbuat kebenaran, (seolah2) ditinggalkan Tuhan. Kenapa Tuhan membiarkan itu terjadi ? Mata manusia berbeda dengan mata Tuhan, karena Dia melihat hati bukan sekedar kebaikan yang tampak dari luar.

Misalnya ada sebuah kisah nyata : Ada seorang pendeta yang terkenal, orangnya baik dan saleh. Pendeta tersebut terkena penyakit keras dan sangat menderita. Orang2 yang melihatnya sangat trenyuh dan merasa Tuhan tidak adil karena tidak mau menolongnya. Singkat cerita, pendeta ini meninggal.
Di saat pemakaman, di tengah2 istri, anak2, dan sanak keluarga menangisi kematian pendeta tersebut, datanglah seorang ibu2 muda membawa anak belasan tahun dan berkata : Itu papa nak …

Cerita di atas bukan hendak menghakimi seseorang (karena setiap manusia punya banyak kekurangan).
Tapi untuk menunjukkan bahwa seseorang yang kita anggap benar, belum tentu benar di mata Tuhan. Demikian juga kalau kita menganggap diri kita sudah benar, belum tentu benar di mata Tuhan. Tetap setia kerjakan bagianmu.

Salam.

@slip
Bro, saya sangat setuju dengan apa yang anda katakan. Semua itu benar menurut saya. Tetapi harus disadari bahwa pertanyaan2 seperti ini sebenarnya menghantui banyak orang tapi sangat jarang yang “berani” menyatakan karena takut “dihakimi”. Bukan karena merasa benar, tetapi seperti orang luka bukannya diobati malah dicocok dengan benda tajam.

Sebenarnya ini perenungan juga dan persiapan ketika kita menghadapi pertanyaan seperti ini dari orang lain.

@endang
Anda benar, tetapi bukan masalah melihat hamba Tuhan juga. Ini adalah sebuah “kritik membangun” kepada HT agar lebih mengerti jemaatnya. Bagaimanapun jemaat nya adalah manusia, yang tidak hanya “untuk dihakimi”, tetapi untuk “diarahkan, dan dibawa pada jalan yang sesuai kehendak Tuhan”.
Bukan hanya HT yang membawa janji Tuhan tapi juga “menyatakan kegenapan janji itu”.

Disanalah iman semakin terbentuk. Karena firman memang diimani tanpa melihat, tapi Firman bukan janji tanpa penggenapan. Setiap orang kristen “harus bisa” menggenapkan apa yang ditulis dialkitab sesuai kondisi masing2 dan setiap HT harus bisa “membawa pada kegenapan janji FT dalam kehidupan setiap jemaat”.

@zxcv
Nah itulah bro, segala sesuatu yang tidak baik ketika terjadi selalu poin utama yang diperhatikan selalu itu. Saya berusaha melhat dari sisi berbeda. Kenapa kita tidak menyediakan solusi dulu sebelum memberikan penghakiman?? Dalam artian gini, kita berikan sesuatu yang memberikan kedamaian dulu, kemudian kita tunjukan kesalahan, dan kemudian kita bantu untuk bisa tergenapi janji Tuhan dalam kehidupan orang itu. Kalau sekedar menunjukan kesalahan saja kemudian disuruh bertobat, kemudian “ditinggal”, bbelum tentu orang itu mampu mengerti apa yang harus dilakukan berikutnya.
Pertobatan itu penting bahkan utama, tapi “menunjukan kasih Tuhan kepada manusia berdosa bukankah lebih penting”"??

@milky
Thanks udah mampir.
Yup anda benar. Saya setuju. Tetapi semua itu butuh proses, proses itu berbeda tiap individu. Dan saya kira kita disini yang menurut pandangan saya, banyak yang sangat hebat dalam hal “teologi” kristen, sudah waktunya gak sekedar “rebutan kue teologi”, tetapi belajar juga menghadapi kenyataan dunia dan jemaat. Mulai belajar memahami psikologi jemaat juga, sehingga, ketika kita bersaksi kita tidak hanya menyatakan janji dan janji tapi kita bisa mewujudkan apa yang Tuhan janjikan dan membawa pertobatan tulus dan pengenalan yang benar akan Tuhan.
Pertanyaan - pertanyaan serta keluhan seperti itu bisa menjadi pandangan akan psikologi jemaat, dan saat ini pengetahuan ini menurut saya sangat penting sekali.
Terimakasih all buat semua komentnya. Shalom. Gbu.