PANDANGAN YANG TIDAK BENAR TENTANG ALLAH

IN ESSENTIALS,…………… UNITY !
IN NON ESSENTIALS,……. LIBERTY !
IN ALL THINGS,…………… LOVE !

PANDANGAN YANG SALAH TENTANG ALLAH

Kita dilahirkan untuk mencari makna,diciptakan untuk haus akan hal hal rohani,dan dibalik itu semua adalah PENCARIAN KITA AKAN ALLAH.

PENGKOTBAH 3:11 : Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Allah menanamkan sense of religion (kekekalan) didalam setiap hati manusia,sehingga kepuasan jiwa dan kebahagiaan tertinggi bagi manusia hanya bisa dicapai kalau dia mengenal Allah penciptanya dengan benar.

Johannes Calvin pernah mengatakan bahwa anda tidak akan dapat mengenali diri dengan benar tanpa mengenal Allah terlebih dahulu. Kita ini adalah buatan tangan Allah,citra Allah ada didalam diri kita karena kita diciptakan menurut peta dan teladan Nya,tetapi citra ini tidak pernah sekalipun bisa membuat manusia menjadi Allah,yaitu menentukan sendiri mana yang baik dan mana yang jahat,mana yang benar dan mana yang salah.

Hanya ada dua macam pandangan manusia tentang Allah :

  1. Dari bawah keatas yaitu usaha pengenalan akan Allah yang bertitik tolak dari logika,emosi,penalaran,pengalaman,naluri,ilusi,mistik,kreativitas manusia,tradisi dll. Cara ini dikenal dengan istilah Antroposentris.

  2. Dari atas kebawah yaitu mengenal Allah berdasarkan apa yang Dia nyatakan kepada kita mengenai diri Nya melalui wahyu umum dan wahyu khusus. Cara ini dikenal dengan Teosentris.

CIRI CIRI PENGENALAN SECARA ANTROPOSENTRIS :

• Lebih menyukai ilusi tentang Allah yang lebih aman sehinga tanpa kita sadari kita telah mereduksi Allah agar mencapai proporsi yang lebih dapat kita kelola dan terima secara nalar. Mempunyai gagasan tentang Allah berdasarkan keinginan dan kepentingan diri sendiri,golongan sendiri maupun gereja sendiri.

• Usaha manusia dengan akal sehatnya untuk memahami Allah selalu akan berakhir dengan penciptaan berhala berhala. Calvin pernah mengatakan bahwa “pikiran manusia adalah pabrik berhala.”

• Membentuk suatu gagasan mental tentang Allah yang tidak mirip Allah yang benar benar ada. Penyembahan berhala memberikan kehormatan kepada opini opini kita sendiri tentang Allah,yang dibentuk sesuai dengan apa yang kita sukai.

• Menciptakan suatu gagasan tentang Allah menurut kehendak dan preferensi manusia,sehingga mereduksi keberadaan Allah menjadi proporsi yang dapat diatur sesuai keinginan dan pikiran mereka. Pikiran saya adalah gereja saya !

• Menginginkan Allah yang lebih toleran kepada manusia,kurang menuntut,lebih tidak menghakimi,sehingga mereduksi Allah dari sifat sifatnya yang absolut. Mereka berpikir bahwa mereka lebih berhak memilih Allah menurut konsep mereka,bukan Allah yang memilih manusia.

• Menginginkan Allah yang tidak akan turut campur didalam pusat kehidupan manusia. Nietzsche mewakili pandangan Atheist mengatakan Allah sudah mati,bukan karena dia memang yakin bahwa Allah sudah mati melainkan dilandasi oleh hasrat yang menyala-nyala didalam diri manusia yang menginginkan Allah tidak turut campur didalam kebebasan mereka berbuat dosa.

• Allah diperlakukan sebagai barang komoditi ibarat makanan didalam kantin. Saya akan mencari Allah yang sesuai dengan selera saya dan kepuasan saya. Saya tidak menghakimi orang lain yang memilih menu (pandangan) yang berbeda dengan saya,tetapi saya menentukan sendiri pilihan pilihan saya,membentuk suatu konsep tentang Allah yang benar benar paling tepat bagi saya.

BELAJARKAH KITA DARI AYUB UNTUK MENYEMBAH ALLAH TANPA MAMPU MENYELIDIKI PIKIRAN ALLAH,TANPA MAMPU MENGETAHUI MISTERI YANG TERSEMBUNYI DARI YANG MAHA KUASA,MELAINKAN DUDUK DIDALAM DEBU DAN ABU DIHADAPAN KEBENARAN ALLAH YANG BERDAULAT ?

MAZMUR 115:3 -8

Allah kita di sorga;
Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya!
Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia,
mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata,
mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat,
mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar,
mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium,
mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba,
mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan,
dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya.
Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya,
dan semua orang yang percaya kepadanya

SESUNGGUHNYA MEMPUNYAI PANDANGAN TENTANG ALLAH YANG TIDAK BENAR SUDAH MERUPAKAN PENYEMBAHAN BERHALA !

Sekian dulu,Shalom.

bagus sekali perenungannya bro…

mendalam dan kokoh

:slight_smile:
GBU

Ini tulisan yg sangat baik dan mohon setiap kita renungkan.

Tuhan memberkati.

KITA DITUNTUT UNTUK PERCAYA,MEMBERITAKAN,DAN MENGAJARKAN KEBENARAN YANG DIKATAKAN ALKITAB. KITA BUKAN DITUNTUT UNTUK PERCAYA,MEMBERITAKAN,DAN MENGAJARKAN KEBENARAN YANG KITA INGIN SUPAYA DIKATAKAN OLEH ALKITAB

TQ kepada respon dari rekan seiman !

2 TAWARIKH 20:12 : Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka ? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.

Yang selalu menjadi kebutuhan manusia adalah senantiasa menujukan mata kita kepada Allah. Semakin jelas visi kita tentang Dia,semakin kuat pula motivasi kita untuk percaya,taat dan menyembah kepada Nya.

Namun kepada Allah yang bagaimana kita percaya ? Dimanakah kita akan menemukan Dia ? Bagaimana kita mengetahui bahwa kita telah menemukan Dia ?

• Apakah Allah telah menjadi seperti suatu kanvas dimana setiap orang bebas untuk melukiskan gambarnya sendiri tentang Allah ? Subjektivitas akan menjadi suatu bahaya yang besar didalam penafsiran secara pribadi. Orang orang percaya bebas untuk menemukan kebenaran Firman Tuhan,tetapi mereka tidak bebas untuk menghasilkan kebenaran mereka sendiri.
• Apakah Allah menurut konsep pribadi kita ? Ada beraneka-ragam konsep manusia tentang Allah seperti beragamnya barang barang yang dijual di Mall. Setiap agama dan Budaya memiliki konsep tentang Allah nya sendiri (The Ultimate Truth).
• Apakah konsep konsep tentang Allah harus kita ciptakan sendiri menurut apa yg kita rasa nyaman,sesuai dengan ajaran Posmo? Man creates its own reality. Saya adalah otoritas tertinggi dari hidup saya !
• Apakah kita percaya kepada Allah yang diciptakan oleh pikiran kita,atau kepada Allah yang menciptakan pikiran kita ?
• Apakah gagasan saya tentang Allah adalah benar karena semata-mata saya,atau gereja saya yang memikirkannya ?
• Apakah Allah yang benar adalah Dia yang senantiasa mengikuti keinginan saya,yang memberikan saya jaminan kesuksesan,kesehatan dan kekayaan ?
• Ataukah Allah seperti konsep Pantheisme ? Allah yang tidak melakukan apa apa,tidak menuntut apa apa,Ia ada jika saya membutuhkannya,seperti mengambil makanan dari dalam lemari ?
• Ataukah Allah menurut konsep Atheisme yang bisa mati sehingga dalam suatu dunia tanpa Allah yang transenden,kata kejahatan sama sekali tidak mempunyai arti ? Moralitas telah kehilangan makna !

CARA MENGENAL ALLAH YANG BENAR :

• Kita harus mendapat pengetahuan kita tentang Allah hanya dari Firman Nya yang tertulis didalam Alkitab,dan bukan dari preferensi atau pengalaman pribadi,itu hanya sebagai konfirmasi saja.
• Kita dapat mengetahui tentang Allah sejauh Allah menyatakan diri-Nya kepada kita. Akan selalu ada hal hal tentang Allah yang berada diluar jangkauan pemikiran kita. Tidak ada seorangpun yang dapat memiliki pengetahuan yang tuntas tentang Allah. Tetapi ini tidaklah berarti bahwa manusia tidak dapat mengetahui apa apa yang penting diketahuinya tentang Allah.
• Ada bagian dari pengetahuan tentang Allah yang tetap tersembunyi dari kemampuan pikiran kita. Kita hanya dapat berpikir didalam batasan dan terang yang Allah telah nyatakan kepada kita. Yang terbatas tidak dapat menangkap yang tidak terbatas.

Ulangan 29:29 Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini.

• Lebih merendahkan hati dan penyangkalan diri,karena semakin banyak kita mengenal Dia,semakin kita menyadari bahwa masih banyak yang belum kita ketahui. Misteri keagungan Allah yang Maha Besar tidak mungkin bisa kita masukkan semua kedalam pikiran kita yang terbatas,tercipta dan sudah kena polusi dosa pula.
• Semakin jelas kita mengenal Allah,maka semakin jelas pula kita mengenal diri kita sendiri dan dunia ciptaan Allah dimana kita hidup.
• Pengetahuan yang sejati tentang Allah akan selalu memimpin kepada penyembahan. Tempat kita adalah tersungkur dihadapan Dia dengan hati yang terangkat didalam penyembahan.

NYANYIAN MAZMUR : Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.

KEBUTUHAN EMOSIONAL MANUSIA YANG EGOIS SERING MENDAPAT KEDUDUKAN YANG LEBIH PENTING KETIMBANG KEBUTUHAN ROHANINYA AKAN KEBENARAN.

Sekian dulu,Shalom.