patah hati di tempat lama

selamat malam, rekan2 FK :smiley:

Saya baru chatting dengan rekan Katolik…
kami hanya saling kenal di dunia maya. kebetulan kami dulu sama2 aktif di sebuah forum. :cheesy:
oh ya…sekilas info, saya sudah bercerai sejak tahun 2007. penyebabnya adalah ketidakcocokan visi dan misi yang berakhir hingga ke KDRT. kasus perceraian kami sudah saya daftarkan ke GK, tetapi belum ada perkembangan sama sekali :coolsmiley:
perceraian kami sudah resmi secara negara. mantan suami saat ini sudah menikah lagi, dan tinggal di luar pulau

nah…saat chatting tadi, saya mengemukakan kalau saya ingin pindah agama… dari Katolik ke Kristen Protestan aliran Calvinis (GKI)
sang rekan pun bertanya apa alasannya saya melakukan ini.
saya jawab saja bahwa alasan saya ada 2:

  1. sakit hati dengan tempat lama (karena proses anulasi yang tidak pernah ada ujungnya, karena di-cap pendosa berat sehingga tidak boleh menerima komuni selamanya, karena dipastikan masuk neraka :ashamed0004:)

  2. ingin memulai hidup baru → di lubuk hati yang paling dalam, saya masih menyimpan keinginan untuk memulai hidup baru bersama pria yang punya visi dan misi yang sama seperti saya…suatu hari nanti

dan inilah jawaban yang saya terima:

[i][b]lho kan memang begitu di katolik
kakakku saja sampai sekarang ditinggal istrinya , no problem
lelah itu manusiawi tho mbak he he
bahkan istri kakakku sdh menikah dgn eks Romo dan eks Romo tersebut telah meninggal
kakakku dari tahun 1995 ditinggal

GK memang jelas tdk ada solusi jika sdh ratum et consumatum tho
Yesus juga lebih parah sakitnya
bahkan para martir juga

bukankah yg kakakku lakukan itu yg benar mbak
kakakku sampai skrg juga kuat kok
krn memang hrs begitu
freewill mbak yg harus kembali ditata
mengapa sampai depresi dsb dst dll

minimal kalau ada yg benar kok pilih yg keliru
wah itu hebat sekali …5 tahun bukan waktu yg sedikit
mengapa gak diteruskan saja
5 tahun sanggup kok
kenapa gak diteruskan kalau itu yg benar
malah pilih yg salah?[/b][/i]

:ashamed0004: :ashamed0004: :’( :’( ;D ;D
oalahhhhhhh…
campur aduk rasanya baca tulisan itu…takjub, pedih, plus pengen ketawa campur nangis…hehehehe

apa rekan2 FK ada yang pernah mengalami pergumulan seperti saya saat ini? apa pemikiran saya salah?
sakit rasanya harus tunduk pada ajaran yang terlalu berat dijalani (setidaknya ini pengalaman pribadi)…
lebih baik pergi ke tempat baru daripada terus2an patah hati di tempat lama :’(
mohon sharing dan masukan dari rekan2… :angel:

note: no offense, tidak ada maksud untuk mendiskreditkan aliran apapun…murni ingin bercerita tentang pergumulan saya saat ini

pendapat saya sih… jalankanlah yang sis pahami, yakini dan percayai… TUHAN tidak seketat itu kok… yang terpenting cuma 2… kasihilah TUHAN, dam kasihilah sesama… mengasihi TUHAN sama dengan mengasihi sesama… jadi selama tidak menyakiti sesama… dan juga diri sendiri… TUHAN masih berkenan… TUHAN lebih mementingkan ibadah sejati dari keikhlasan hati… melebihi aturan ceremonial… dan ibadah sejati itu adalah mengasihi sesama dalam bentuk nyata (perbuatan baik)… dengan penuh belas kasih dan kerelaan …

Semoga dapat membantu yahhh…
TUHAN YESUS memberkati…

terimakasih atas sarannya
iya nih…saya juga mulai berpikir begitu. cuma kadang ragu…apa konsep Tuhan seperti yang kita pahami sudah betul ?

Masalahnya pemahaman di tempat lama sungguh berbeda… :happy0062: → terus terang pemahaman ini yang sungguh menyiksa.
kalau ingin komuni lagi, berarti harus rekonsiliasi (berdamai) dengan suami dan mencoba hidup bersama lagi
→ sampai sekarang saya masih belajar mengampuni diri sendiri dan mantan. itu saja sudah sulit, apalagi ingin hidup bersama. :huh: jangan deh… saya masih ingin hidup normal. tabiat orang sulit berubah. ngeri rasanya harus hidup bersama manusia temperamental (lagi)

atau…hidup selibat sampai meninggal (atau sampai anulasi di-ACC) →
saya belum sekaliber Paulus ;D ;D saya aktif bekerja, ikut pelayanan, punya hobi dan beberapa teman. tetapi tetap saja…rasanya SEPI, HAMPA. ada sosok yang hilang, dan akhirnya saya ingin mencari sosok ini :ashamed0004:

yah… semoga pemahaman baru ini berguna untuk perkembangan kerohanian saya…

Buat ibu Hello Kitty

Mohon maaf kalau agak kasar yah, terus terang saya agama Kristen Protestan tetapi dalam kasusnya anda saya lebih setuju pendapat rekan Katolik anda bahwa pernikahan hanya sekali sampai seumur hidup, kecuali cerai karena meninggal lain soal. Jadi jika ibu berharap dengan pindah agama ke Kristen Protestan anda dapat menikah kedua kalinya karena cerai hidup, saya rasa harapan itu hanya sia-sia karena dalam agama Protestan pun kalau gerejanya Alkitabiah tidak mungkin memberkati dan merestui pernikahan seperti itu (cerai hidup).

2. ingin memulai hidup baru --> di lubuk hati yang paling dalam, saya masih menyimpan keinginan untuk memulai hidup baru bersama pria yang punya visi dan misi yang sama seperti saya..suatu hari nanti

Ini manusiawi sekali sis. Tapi jangan lupa disamping faktor kemanusiaan kita harus perhatikan faktor utama yaitu Ketuhanan. Alkitab bilang “apa yang dipersatukan Tuhan tidak dapat diceraikan manusia”. Jika kita kekeh dengan keinginan kemanusiaan kita maka jadinya bisa bahaya…Taruh kata di Protestan tidak ada satu gerejapun yang merestui keinginan anda menikah dengan pemberkatan gereja, terus mau gimana? Apa anda kemudian akan pergi cari agama yang memang merestui kawin-cerai? Nah ini yang repot, karena nafsu manusia/daging ini tidak habis-habis. Kalau kita tidak dapat mengekang nafsu itu, maka kita sendiri yang akan hangus terbakar olehnya.

Untuk itulah sis mohon direnungkan kembali, jika anda mau pindah agama itu hak anda. Namun kalau mau pindah agama karena hal-hal seperti yang sis ceritakan diatas, rasanya itu bukan hal yang baik dan perlu direnungkan ulang.

Salam

@ Pak Budiman

terimakasih atas masukannya :smiley:
yup, saya akui keinginan duniawi memang masih sangat kuat dalam diri saya. padahal sudah 5 tahun ya…hahahaha… ;D
bukan hal mudah untuk hidup selibat bila kita pernah menjalani kehidupan yang berbeda 180 derajat
sebelumnya.

sesaat setelah bercerai, pikiran saya persis dengan Bapak…berusaha untuk mengikuti ajaran GK, terutama masalah “apa yang disatukan oleh Tuhan tidak boleh diceraikan manusia”.
tetapi penerapannya luar biasa susah. ada luka batin yang terus menyiksa setiap harinya, dan ada ruang kosong di hati yang terus menuntut keberadaan seseorang :ashamed0004:

Jadi jika ibu berharap dengan pindah agama ke Kristen Protestan anda dapat menikah kedua kalinya karena cerai hidup, saya rasa harapan itu hanya sia-sia karena dalam agama Protestan pun kalau gerejanya Alkitabiah tidak mungkin memberkati dan merestui pernikahan seperti itu (cerai hidup).

hal ini sudah saya tanyakan ke pihak gereja :slight_smile:
ternyata mereka menganggap saya tidak pernah menikah karena pernikahan terdahulu diberkati di GK (bukan di gereja mereka)
dengan demikian, status saya dianggap single lagi, jadi diperbolehkan menikah suatu hari nanti

mengenai konsep… tanyakanlah dalam hati anda… dan ketika berbuat baik… lihatlah senyum tulus bahagia mereka… bukankah anda melihat senyum TUHAN disana… rasakan dengan hati anda… sebab TUHAN ada disana…

Jangan mempersulit hidup dengan sesuatu yang rumit…

YESUS mengampuni dosa bukan saja dosa jaman lampau tetapi juga dosa anda yang akan datang (kalau bertobat), jadi intinya kalau anda ingin memulai hidup baru, mulailah dengan penuh keyakinan bahwa YESUS hanya YESUS yang mencintai anda, bukan manusia.

YESUS mengampuni dosa anda, melupakan kesalahan anda dan tidak pernah mengingat aib anda, tetapi manusia, walau bergelar pedeta atau serentet gelar teologia, tidak mudah mengampuni dan tidak mudah melupakan kesalahan orang lain, bahkan setelah bertobat sekalipun, mereka tetap memperhitungkan kesalahan anda.

Jika anda ingin memulai lembaran baru, mulailah datang kehadirat Allah, mulailah mengenal pribadi KRISTUS dan mendekatlah kepadaNya, bukan memulai dengan mencari gereja baru. Sampai kapanpun anda tetap kertas lusuh dengan coretan-coretan kotor. Hanya Yesus, ingat hanya Yesus, bukan manusia yang dapat memberikan anda lembar kertas putih bersih yang siap anda tulis kisah anda bersama Kristus.

sebenarnya saya sudah melakukan pertobatan sejak tahun 2007 yang lalu. dengan segenap hati, saya berusaha memperbaiki hidup. Saya mulai belajar menempatkan Yesus sebagai poros utama.
misalnya dengan mulai ikut kegiatan gereja, aktif dalam pelayanan, rutin doa rosario (sampai puyeng), plus devosi kepada Santa Faustina. doa rosario dan devosi tersebut kini sudah saya tinggalkan karena terlalu ribet dan melelahkan. ingin bertemu Tuhan saja kok harus mampir ke “pos” lain dulu?
saya tetap menghormati Bunda Maria dan para kudus lainnya. bagaimanapun mereka punya teladan hidup yang patut diikuti. akan tetapi, saya memilih untuk langsung masuk ke hadirat Tuhan, tanpa melalui “pos perhentian” dulu.

pencarian gereja baru memang saya lakukan dalam kelemahan saya sebagai manusia biasa…
kelemahan saya sebagai wanita yang (merasa) memerlukan kehadiran pria sebagai pelengkap. :ashamed0004:

saran Bapak akan tetap saya renungkan dan pertimbangkan. :angel:
terimakasih sarannya, Pak Krispus… :coolsmiley:

punya anak??

muda foya2, tua kaya raya, mati masuk sorga<—maksudnya gimana sis?

oh ya skrg umurnya brp???

2007 sampai sekrang kau hidup masih terasa kosong anda masih belum menemukan pribadi YESUS. Carilah terus, pasti Tuhan akan menyatakan diriNya kepada anda.

Tentang pendamping, saya bisa maklumi jika anda membutuhkannya. Berdoalah dan biarlah Tuhan memimpin sehingga anda dapat menemukan pasangan yang ideal buat hidup anda. Tuhan mengasihi anda…

Oya,… dia ga jauh dari kamu.

GBU

kayaknya gak nyambung bro, sory :2funny:

@Krispus

2007 sampai sekrang kau hidup masih terasa kosong anda masih belum menemukan pribadi YESUS. Carilah terus, pasti Tuhan akan menyatakan diriNya kepada anda.

saya masih dalam proses terus mencari…buat saya, pencarian Yesus memang harus dilakukan setiap hari, tanpa jemu :coolsmiley:
btw, kalau bertemu beneran, berarti saya sudah masuk surga dong? hehehehe…
terimakasih sudah mengingatkan… :happy0062:

Tentang pendamping, saya bisa maklumi jika anda membutuhkannya. Berdoalah dan biarlah Tuhan memimpin sehingga anda dapat menemukan pasangan yang ideal buat hidup anda. Tuhan mengasihi anda...

Oya,… dia ga jauh dari kamu.

Dia disini maksudnya siapa? calon pendamping?
saat ini saya dekat dengan seorang pria Kristen…kami dalam taraf penjajakan. terus terang saya tidak mau gegabah alias buru2 menikah lagi. lebih baik saya menyandang status janda agak lama, daripada status menikah tetapi menikahi orang yang tidak tepat (lagi) :ashamed0004:

Bertemu pakai tanda kutip, bukan bertemu secara fisik. Maksudnya anda benar-benar menemukan sosok Allah yang anda kenal dengan baik, sehingga saat anda duduk, berdiri, makan, tidur, bertemu orang, atau apapun anda tahu apa yang menyenangkanNya dan apa yang menjadi kehendakNya. Anda tahu bilamana Ia sedih tentang anda, bilamana Ia merasa senang dengan karya anda dan sebagainya. Saat itu hidup anda benar-benar akan diubahkan (sekali lagi bukan secara fisik ganti penampilan) menjadi manusia baru yang jelas menapak langkahnya.

Dia disini maksudnya siapa? calon pendamping? saat ini saya dekat dengan seorang pria Kristen..kami dalam taraf penjajakan. terus terang saya tidak mau gegabah alias buru2 menikah lagi. lebih baik saya menyandang status janda agak lama, daripada status menikah tetapi menikahi orang yang tidak tepat (lagi) :ashamed0004:

Itu cuman pesan Tuhan saja, pas lagi mau saya post, eh…
jadi saya tambahkan.

kayanya (harusnya) anda lebih tahu dari saya tentang teks itu

Ini mengherankan buat saya…Masa menikah secara Katolik tidak sah, lantas boleh menikah lagi? Terus gimana kalau orang menikah secara Islam atau Budha atau Hindu dst…Apakah dianggap juga tidak sah dan kalau ada masalah bisa menikah lagi ke dua, ke tiga dst ??

Salam

ya begitulah yang saya tangkap…
tentang agama lain, saya belum menanyakan karena tidak berkepentingan… :char11:

Wah kalau demikian hati-hati sis, banyak gereja “gurem” yang karena mencari anggota gereja baru bahkan menabrak aturan-aturan yang lazim dan tentu saja gereja demikian itu tidak lagi berpedoman pada Alkitab… :slight_smile:

Salam

:afro: Setuju, karena itu kenyataan.

Sis Kitty, saya dapat merasakan kepahitan kamu, dan itu sangat menyakitkan, hanya WAKTULAH yang dapat mengobatimu dan HANYA TUHAN YESUS dan PENGHIBUR kita Allah Roh Kudus yang dapat meringankan kamu.

Teruslah berdoa dan minta kekuatan dari Tuhan untuk mengatasi kepedihan kamu.

Kalau kita mendapat panggilan kudus Tuhan untuk bertobat melalui Firman Tuhan,kita telah dipisahkan dari dunia yang berdosa, berbalik ke Tuhan.

Membuat kita mencari cari tempat untuk mendengar Firman Tuhan yang merupakan makanan Rohani bagi kita.

Soal perkawinan, gumulin dengan Tuhan, karena itu adalah pribadi kamu harus taat pada Tuhan.

Semoga berguna.

ok, Bu Rita…terimakasih atas saran dan penguatannya
saya sudah jauh lebih kuat daripada 5 tahun yang lalu :ashamed0004: (Puji Tuhan)
tentang pernikahan, saya masih terus gumulkan dengan Tuhan. saya sadar ini adalah kelemahan daging yang sangat manusiawi.

hmmm… kadang terbersit 2 pilihan dalam pikiran saya…

  1. hidup selibat, cemberut, sakit2an, malas berkarya dalam pelayanan (maklum…selibat sebenarnya bukan panggilan hidup, saya terpaksa menjalani)
    ntar kalau ditanya Yesus pas pengadilan terakhir, “kamu ngapain aja selama hidup?”
    saya jawab, “ya SELIBAT…SELIBAT DOANG” :rolleye0014:

atau…

  1. hidup berpasangan (dengan orang yang tepat), lebih sering tersenyum, sehat, giat berkarya dalam pelayanan

ntar kalau ditanya Yesus pas pengadilan terakhir, “kamu ngapain aja selama hidup?”
saya jawab, “saya menikah lagi, Tuhan…saya bahagia dan kebahagiaan itu terpancar dalam pelayanan saya sehari-hari” :smiley:

hmmm…saya kok merasa pilihan no.2 “lebih masuk akal” buat saya… :ashamed0004:
memang yang paling benar adalah hidup selibat dan tetap bahagia…serta makin rajin melayani sesama
tapi pilihan ini terus terang saja…saya tidak sanggup menjalani… :’(

ya jika sudah mendapat jawaban nomor 2 lakukanlah, jangan pusing2 lagi ;D carilah pasangan bunda sampai dapat, yang baik terutama yang “jujur” ya bunda, karena kejujuran itu mahal d forum ini… eh… di jaman ini maksud saya ;D ;D ;D ;D