Paulus munafik ?

Yang ada di pengertian saya, kronologinya kira2 kayak gini :

DULUAN :
A. Paulus menyatakan Petrus bersalah karena Petrus itu munafik.
Event munafiknya adalah : sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat.

BLAKANGAN :
B. Paulus sendiri melakukan penyunatan terhadap Timotius karena orang-orang Yahudi di daerah itu.


IMO, event A dan B bisa dikatakan mirip.
Yang A, kalo nggak ada kalangan orang2 bersunat datang, Petrus gak pindah meja.
Yang B, kalo nggak ada orang2 Yahudi di drh tsb, Paulus nggak nyunatin Timotius.
Dengan demikian, Petrus munafik di point A - Paulus munafik di point B.


Terus terang saya nggak tau apakah kronologi “blakangan” dan “duluan” saya diatas bener ato kagak.
Anyway kalo itu terbalik (yg duluan terjadi adalah yang B, yang A blakangan) atopun kagak, imo Paulus itu “parah”.

Kalo saya terbalik :
Sudah munafik nyunatin Timotius, eh malah blakangan tereakin Petrus itu munafik.
Ibarat maling tereak maling.

Kalo saya nggak terbalik :
sudah tereakin Petrus itu munafik, eh dia sendiri blakangan berbuat munafik.


Kalimat yg Paulus tujukan ke Petrus :
“Kalau Saudara sebagai orang Yahudi sudah hidup seperti orang bukan Yahudi, mengapa Saudara sekarang mau memaksa orang-orang lain hidup seperti orang Yahudi?”

IMO, kalimat yg sama bisa diajukan ke Paulus :
Eh Paulus, lu sebagai orang Yahudi udah idup spt orang bukan Yahudi. Terus kenape juga elu jadi maksa Timotius idup spt orang Yahudi dengan nyunatin die ? Munafik lu… :smiley:


Nah… bagi yang keberatan, dipersilahken… :char11:

:slight_smile:
salam.

menurut saya ada beda kondisi :
A. Petrus munafik ditengah2 sesama jemaat Kristus, yakni antara jemaat bersunat dan jemaat tidak bersunat.
B. Paulus meminta Timotius di sunat ditengah2 masyarakat yahudi yang belum semuanya menerima Kristus karena ibunya Tim adalah seorang Yahudi.

sementara itu yg terlihat oleh saya. :smiley:

Semua tergantung motivasi hati Oda

Petrus duduk bersama orang2 Yahudi yang waktu itu masih dianggap “terhormat”, ketika orang yang ngga bersunat/kurang terhormat datang, Petrus sengaja menghindarinya karena takut, paling logis karena takut dicemooh oleh orang2 terhormat itu karena bergaul bersama orang2 yang kurang terhormat

maka Paulus jelas2 menulis Petrus salah saat itu
motivasinya Petrus untuk mempertahankan hormat dari sesama manusia

Nah kalo motivasinya Paulus menyunat Timotius adalah murni untuk memenangkan orang2 yahudi yang ada disitu dan itu memang kehendak Tuhan ya itu okelah
lain halnya kalo Paulus menyuruh Timotius bersunat untuk menghormati orang2 yahudi

so motivasi itu penting
ga sekedar tindakannya

saya disunat koq
murni karena alasan kesehatan
kalo saya disunat dengan motivasi supaya masuk sorga atau supaya kelihatan lebih “Yahudi” ya saya salah dihadapan Tuhan

as simple as that
jadi ngga segampang melihat tindakan "kulit luar"nya orang lalu kita bilang itu salah

betul. Sebelonnya juga saya nangkep mengenai perbedaan kondisi tsb, pluk. Namun… setelah selanjutnya ngebaca teguran Paulus ke Petrus, maka (imo) perbedaan sikon tsb gak ada sangkut pautnya. Oleh karena itu saya kutip teguran Paulus ke Petrus. Yang pada event Paulus nyunat Timotius, kalimat teguran itu “masuk” utk dilontarkan ke Paulus.

IMO, point-nya Paulus disitu :
kamu orang adalah orang Yahudi yg sudah idup gak spt orang Yahudi lagi. Lalu kenapa juga maksa orang2 non-Yahudi utk hidup spt org Yahudi ?

:slight_smile:
salam.

Lalu dari mana Paulus tau motivasi Petrus adalah gila hormat ?

ketika orang yang ngga bersunat/kurang terhormat datang, Petrus sengaja menghindarinya karena takut, paling logis [b]karena takut[/b] dicemooh oleh orang2 terhormat itu karena bergaul bersama orang2 yang kurang terhormat
tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat.

IMO, nggak jelas APA yg menyebabkan Petrus takut akan saudara2 yg bersunat.
Mungkin ya takutnya itu takut dicemooh oleh orang2 bersunat yang baru dateng tsb (Yakobus and the gang) spt yg henhen pendapati, namun (imo) mungkin juga ada perihal lain yg tidak diketahui.

Anyway, pabila emang bener munafik-nya Petrus yang Paulus maksudkan adalah : [si Petrus sok carmuk di hadapan orang2 bersunat (Yakobus and the gang) yg pada baru dateng itu, gila hormat, gengsian] maka saya mau tau, kronologi event membaptis Kornelius itu kapan ? Sebelon ato sesudah event Petrus munafik tsb ya ?

bersambung

Saya berpendapat, sebelum… dan (imo) kalo emang bener sebelon, ini aneh, dan bisa dibilang Petrus itu “parah”. Alesan saya, karena seyogyanya event Petrus membaptis Kornelius itu :

  1. Udah diketahui Yakobus and the gang diketika gang ini dateng ke Antiokia dimana Petrus yg lagi makan semeja dgn orang2 tidak bersunat jadi ngejauhin mereka gara2 Yakobus and the gang dateng. Dengan demikian, (kalo emang bener yg Paulus nyatakan bhw Petrus ketakutan sama gang Yakobus) seyogyanya tidak ada yang perlu Petrus takuti. Oleh karena itu saya berpendapat Petrus itu “parah”, karena ternyata dia takut sama Yakobus and the gang sementara padahal Yakobus and the gang juga udah tau bhw Petrus nge-baptis orang nggak bersunat (Kornelius) dan duduk makan bersama mereka, orang2 ga bersunat.

  2. Petrus sudah ngalamin sendiri di datengin malaikat, dimana dia sendiri akhirnya jadi tau bhw adalah tidak mengapa duduk makan bersama dengan orang tidak bersunat. Kenapa juga jadinya dia ketakutan dgn berpindah tempat duduk ketika Yakobus and the gang dateng ? Oleh karena itu saya berpendapat Petrus itu “parah”.


Untuk menghindari Petrus “parah”, maka saya berpendapat :
Yakobus and the gang belon tau bhw Petrus didatengin malaikat lalu membaptis Kornelius, dimana sikon-nya Yakobus and the gang adalah kelompok yg ngotot bhw non-Yahudi harus disunat kalo mao masuk Kristen. So, menjauhnya Petrus dari orang2 bersunat saat itu (imo) mungkin bisa disebabkan Petrus nggak mao ada keributan, bukan perihal dirinya ketakutan, cari muka atopun gila hormat.


Event yg terjadi gak lama setelah pembaptisan Kornelius :
Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia. Kata mereka: “Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka.”

Tidak tertulis bhw saat kalimat ayat tsb dilontarkan, Yakobus juga ada disitu.
Dengan demikian saya rasa “aman” utk berpendapat bhw Yakobus and the gang belon tau bhw Petrus ngebaptis Kornelius. So, ijo diatas :char11:.

maka Paulus jelas2 menulis Petrus salah saat itu motivasinya Petrus untuk [b]mempertahankan hormat dari sesama manusia[/b]
IMO, kita kurang input utk bisa tau secara pasti bhw motivasi Petrus menjauhi orang2 tidak-bersunat adalah yang ungu. Input yang ada hanya berupa : ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat.

Kalo emang bener yg henhen pendapati ungu diatas, demikianlah juga ungu yg ada di benak Paulus : “si Petrus ni gila hormat, cari muka, dlsb” sehingga Paulus menegur Petrus DAN event pembaptisan Kornelius sudah duluan terjadi, maka Petrus itu ya emang “parah” :char11:. Dan hal ini doesn’t make sense.

Nah kalo motivasinya Paulus menyunat Timotius adalah murni untuk memenangkan orang2 yahudi yang ada disitu dan itu memang kehendak Tuhan ya itu okelah
Tidak dijelaskan motivasi Paulus menyunat Timotius. Input yang ada hanya berupa : Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.
lain halnya kalo Paulus menyuruh Timotius bersunat untuk menghormati orang2 yahudi
Tidak jelas motivasi Paulus. Apakah itu karena utk menghormati orang2 Yahudi, apakah agar orang2 Yahudi menghormati dia, apakah agar mememenangkan orang2 Yahudi yg ada disitu, apakah karena Paulus ketakutan karena banyak orang2 Yahudi disitu. Input-nya kurang.

Anyway, (imo) kalimat yang Paulus lontarkan ke Petrus tsb - tetep pas utk dilontarkan balik ke diri Paulus :char11:

jadi ngga segampang melihat tindakan "kulit luar"nya orang lalu kita bilang itu salah
Lah, Paulus dengan gampang bilang ke orang lain bhw Petrus salah, padahal cuma ngliat Petrus menjauh dari orang2 tidak bersunat diketika golongan bersunat datang (Yakobus and the gang). Saat itu Paulus tau ato kagak bhw Petrus ngebaptis Kornelius ? Paulus tau ato kagak bhw Petrus ngalamin persilisihan dgn golongan bersunat setelah event Kornelius ?

IMO,
kalo Paulus tau - sekarang jadinya terbalik karena (imo) nggak seyogyanya Paulus bilang Petrus munafik.

Kalo Paulus nggak tau, ya nggak heran Paulus langsung jebret berpendapat bhw si Petrus gila hormat/carmuk shg dia tereak Petrus itu munafik, karena Paulus saat itu cuma tau kulit luar-nya aja. :char11:

:slight_smile:
salam

Karena dia menuliskan demikian
yang kita percaya itu adalah hasil inspirasi ROH KUDUS dan ngga mungkin salah

jelas2 dia menuliskan Petrus salah dan munafik
sama saja ketika kita baca Musa salah ya salah, ngga bisa jadi benar dengan alasan apapun, kita percaya yang tertulis itu apa adanya

mungkin dia saat itu menegor Petrus dan Petrus mengakui kesalahannya kan bisa juga

emg ngga jelas
tapi yang paling mungkin adalah itu

apapun alasannya itu

yang jelas Paulus menulis Petrus salah dan munafik

silahkan anda karang2 alasan sendiri asal ngga melampaui yang jelas tertulis

ngga perlu repot2 mikir seperti itu
lagipula semestinya jelas event Kornelius itu udah terjadi (semestinya ya)

namun itu NGGA MENJAMIN Petrus ngga bisa salah lagi
lha wong Musa yang udah ketemu muka dengan muka sama Tuhan aja masih bisa salah koq

logika jangan kebablasan sampe melampaui apa yang udah jelas tertulis

ini tuh sama aja kayak logikamu yang mumet itu berusaha mengartikan “binatang ular” di Kejadian itu bukan binatang ular
makanya repot kalo ngga mau percaya yang tertulis apa adanya
ujung2nya kamu bikin logika macam2 ngejelimet ujung2nya keluar kesimpulan yang menentang apa yang sudah jelas tertulis

ya gampang lah
dia kan menulis itu dituntun ROH KUDUS

ini segampang Musa menulis Adam dan Hawa diciptakan lalu makan buah terlarang koq :slight_smile:
padahal boro2 Musa udah lahir saat itu
itulah Oda, ikut Tuhan Yesus itu seperti itu

lagipula ya
ada kemungkinan dia sudah mendiskusikan hal itu kepada Petrus atau sudah menegor langsung Petrus dan Petrus mengakui salah
makanya dia berani menulis seperti itu, Petrus yang ngebaca tulisan dia saat itu apa protes? Tentunya tidak kalo emang itu benar

lha Paulus buka aib orang dong?
so what gitu loh?
Aibnya Daud aja kita semua tau koq, namun tetap dia adalah raja terbesar Israel dan orang yang berkenan kepada Tuhan

Kekristenan itu mengakui dosa dan ngga melakukannya lagi
bukannya ngga pernah salah atau ngga pernah jatuh dalam dosa
cuma Tuhan yang ngga pernah berdosa

nah kalo mau buat logika yang diluar tertulis itu harus seperti yang diatas, ujung2nya kesimpulannya itu ngga menentang apa yang sudah jelas tertulis
begitulah prinsipnya baca Alkitab

coba kita tengok cerita di Kis 5:1-11 tentang Ananias dan Safira,
menurut Oda bagaimana ceritanya Petrus bisa tahu hasil penjualan tanah hanya sebagian yang diserahkan ??

disitu tertulis “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus ?”
jelas Petrus taunya dari Roh Kudus.

dan demikian juga saya yakin Paulus tau isi hati Petrus tentunya dari Roh Kudus makanya ditegur.

pun halnya dengan keputusan menyunat Timotius gak ngasal sunat sono lu sebagai keturunan yahudi. :smiley:

Paulus munafik? harap dimaafkan. Petrus munafik tolong dimaafkan juga.
kalo jelek ya jangan ditiru

Maksud diskusi ini kemana ya?
saya kok belum melihat tujuan dan manfaat ke arah mana

Petrus munafik, itu tertulis lho, kalo Paulus, kurang tau…

Wow, kk Oda salut euy semua isi Alkitab diubek2 yh. Buat topik, saya nyimak aj dh tapi sedikit berpendapat nih, kalo belajarnya acak begitu bukannya ntar bakalan tambah bingung yh dgn isinya? kenapa ga runut aja dipelajarin dari Kejadian ampe Wahyu, minimal kan ibarat film ga bakalan missing satu scene pun. Anyway, cuma opini pribadi loh ya, no offense :wink:

Btw keep it up dh kk, moga didapat apa yg dicari yh. GBU :slight_smile:

mantaf kk oda… :afro:
nyimak dl ah… :happy0062:

setau gw ibunya timotius orang yahudi kok :slight_smile:

Ananias mendustai RK.
Berdasarkan input kalimat ayat terkait, konklusinya :
Petrus dikasih tau RK bhw Ananias berdusta.

dan demikian juga saya yakin [b]Paulus tau isi hati Petrus tentunya dari ROH KUDUS[/b] makanya ditegur.
IMO, bold adalah konklusi diatas konklusi, pluk :D. Alesan saya : di ungu kita ngambil konklusi oranye. Selanjutnya konklusi event "Paulus bilang Petrus munafik" kita rujuk ke oranye.

Sekarang gini,
X. jaman sekarang ada ato nggak orang Kristen yang pernah ngalamin dikasih tau sesuatu oleh RK ?

atau,

mungkin sudah duluan dibuat sebuah “hukum”, yakni :
Y. RK gak mungkin kasih tau “interpretasi” thdp ayat2 kalimat di Alkitab thdp orang2 jaman sekarang.

pun halnya dengan keputusan menyunat Timotius [b]gak ngasal sunat[/b] sono lu sebagai keturunan yahudi. :D
Pertanyaan-nya, kalimat di quote atas itu KARENA :

A. tidak ada input sebuah teguran di event penyunatan Timotius pada ayat terkait
Oleh sebab itulah konklusinya : Paulus gak ngasal sunat.

ataukah

B. Cipluk dikasih tau oleh RK bhw Paulus nyunat Timotius itu bold.
RK : “pluk, si Paulus itu gak ngasal sunat loh pluk

:slight_smile:
salam.

Maksud diskusi ini adalah mencoba kasih alternatif baru bahwa Petrus belon tentu munafik (dgn demikian berbuat salah) spt yang Paulus nyatakan di event terkait tsb.

Thread ini saya buat karena baca masukan member cinta di board Kristen. Dan secara begitu saja, masukan cinta menggelitik saya. Kenapa menggelitik ? Karena saya mikir :char11:.

saya kok belum melihat tujuan dan manfaat ke arah mana
Tidak ada manfaat secara langsung. Anyway, pabila pendapat saya "diakui", (imo) maka ayat yg lagi dibahas ini nggak bisa dipake lagi sbg senjata dari perdebatan mengenai supremasi Petrus :D.

:slight_smile:
salam.

Saya tidak tau mengenai hal tsb, tapi barusan baca di ayat sebelumnya… ya dikatakan demikian.

Anyway, dengan tidaknya di sunat si Timotius pada hari ke delapan setelah lahir, kira2 apa konklusinya ya kalo menurut thomas ?

Kalo menurut saya, konklusinya :
bayi Timotius “ngikut” bokapnya, orang Yunani. Gentile.
Oleh karena itu Timotius nggak disunat.

Yang menjadi pertanyaan :
KENAPA Paulus menyunat Timotius ?
Input kalimat yang ada adalah : Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.

Dengan demikian :
di sikon tidak ada orang2 Yahudi (orang2 bersunat) di daerah itu, maka Paulus tidak menyunatkan Timotius.

idem dgn event Petrus :
di sikon tidak ada/datengnya Yakobus and the gang (orang2 bersunat), maka Petrus tidak geser tempat.

:slight_smile:
salam.

pahami 1 hal simple ini dulu Oda

seluruh isi Alkitab itu (PL dan PB) kita percaya diinspirasi Roh Kudus semuanya, ngga perlu diperjelas lagi pake “kata2 roh kudus” dsb

sudah ada sidang (konsili) yang menetapkan hal ini dan ini diimani oleh orang Kristen diseluruh dunia

kalau hal ini tidak disepakati bakalan ngalor ngidul kemana2 ngga mungkin ketemu titik temu karena kamu berusaha mempersalahkan yang kita anggap sudah pasti benar

Yang tertulis :

  1. Paulus bilang Petrus itu salah
  2. Salahnya itu adalah Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat.
  3. Selanjutnya Paulus bilang itu perbuatan munafik.
  4. Terakhir dia menegur Petrus dengan kalimat : “Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?”

Tidak ada perihal gila-hormat / carmuk / nge-jilat, hen.
Ungu adalah konklusi.
Ato bagi beberapa orang mungkin bilang “RK ngasih tau saya bhw di event tsb Petrus lagi gila hormat” (Petrus mempertahankan hormat dari sesama manusia) —> jadi ini BUKAN konklusi, melainkan demikianlah yang RK katakan ke si pembaca.

jelas2 dia menuliskan Petrus salah dan [b]munafik[/b]
Dan apakah JELAS bhw [i]"itu so pasti RK yang ngebisikin Paulus bhw Petrus itu munafik"[/i] ?
sama saja ketika kita baca Musa salah ya salah, ngga bisa jadi benar dengan alasan apapun, kita percaya yang tertulis itu apa adanya
Lah.... saya kan bilang : oke, Petrus itu salah karena dia munafik.

Maka kesimpulan selanjutnya terkait event Timotius di sunat, Paulus juga salah karena dia munafik.

Orang laen ngebantah : Paulus tidak munafik di event ijo. Petrus munafik di event ayat terkait.
Saya bilang : event-nya tidak sama, tapi bekgron sikon event-nya sama. Kalo tidak sama, kalimat di point-4 diatas yg Paulus tujukan ke Petrus tidak “masuk” ketika dibalik ditujukan kembali ke Paulus di event ijo.

Paulus orang Yahudi.
Dan dia sudah hidup tidak seperti orang Yahudi.
Lalu begimana itu dia nyuruh Timotius orang gak bersunat, disunat ?

emg ngga jelas tapi [b]yang paling mungkin adalah itu[/b]
Menurut henhen yang paling mungkin adalah : Petrus gila hormat ---> [i]mempertahankan hormat dari sesama manusia[/i], yg henhen tulis.

Oleh karena itu saya coba ambil alternatif lain :
Saat dia menulis surat utk Galatia tsb, mungkinkah Paulus tidak tau bhw Petrus itu pernah ngalamin duduk makan bersama dgn orang2 tidak bersunat dan hal ini menyebabkan perselisihan tajam dimana Petrus ditegur orang2 bersunat ?

Saya berpendapat MUNGKIN.
Dengan demikian, baik Paulus dan Petrus di event Gal 2:11-14 —> dua duanya tidak punya kesalahan fatal.
Paulus ngambil konklusi “Petrus munafik” karena Paulus TIDAK TAU perihal Petrus di event Kornelius dan perselisihan tajam yg Petrus alami.

Di ayat 8, Paulus bilangnya begini : --karena Ia yang telah memberikan kekuatan kepada Petrus untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, Ia juga yang telah memberikan kekuatan kepadaku untuk orang-orang yang tidak bersunat.

apapun alasannya itu yang jelas Paulus menulis Petrus salah dan munafik
Ya. Dan hal itu dikatakan MUNGKIN dikarenakan : 1. RK ngebisikin Paulus bhw Petrus gila hormat (Petrus mempertahankan hormat dari sesama manusia). 2. Pembaca ngambil konklusinya spt biru. 3. RK ngebisikin pembaca bhw biru. 4. versi saya (pada asumsi event Kornelius duluan), Paulus tidak tau perihal coklat.
silahkan anda karang2 alasan sendiri asal ngga [b]melampaui yang jelas tertulis[/b]
Baik saya dan henhen JELAS melampaui yang tertulis. Karena baik point-2 dan point-4 tidak berdasarkan input kalimat yang ada.
namun itu[b] NGGA MENJAMIN[/b] Petrus ngga bisa salah lagi
Sekali lagi, yang henhen bilang sebut salah itu adalah berdasarkan konklusi henhen sendiri (biru). Sementara kalimat ayat tidak ada menjelaskan yg seperti biru. Yang ada cuma : [i]Petrus itu salah, munafik[/i].

Q : Event munafiknya apa/begimana ?
A : Gal 2:12
Q : kalimat Petrus ke Paulus berupa apa ?
A : Gal 2:14

Nah, sekarang masuk ato kagak kalo kalimat Paulus di Gal 2:14 ditujukan balik ke dirinya sendiri di event penyunatan Timotius ?

lha wong [b]Musa [/b]yang udah ketemu muka dengan muka sama Tuhan aja [b]masih bisa salah[/b] koq
Ya... dengan demikian Paulus juga masih bisa salah kan hen :D
logika jangan [b]kebablasan [/b]sampe melampaui apa yang udah jelas tertulis
sudah saya tulis sebelumnya, biru-mu itu juga sudah kebablasan, hen. Tidak ada tertulis bhw Petrus gila hormat. Kalimat yang ada : Petrus TAKUT akan saudara-saudara yang bersunat.

Sekarang, TAKUT-nya si Petrus itu apa ?
A. takut di hajar oleh sodara2 bersunat karena dirinya duduk makan semeja dgn orang2 tidak bersunat
B. takut di cemooh oleh sodara2 bersunat (Yakobus and the gang) karena ungu (versi henhen).
C. takut timbul keributan yang tidak perlu (versi saya).

Di point-B, tidak eksis “pemikiran” mengenai event yg sudah pernah dialami Petrus (Kornelius + perselisihan tajam).

Dilain sisi, di point-C saya melibatkannya… akibatnya saya berpendapat adalah doesn’t make sense Petrus itu ada di point-B.

Di sisi sebrang bilang : adalah hal wajar Petrus ada di point-B sekalipun dia sudah didatengin malaikat, ngalamin event Kornelius dan perselisihan tajam karena Musa aja udah ketemu Tuhan juga berbuat salah.

Dengan demikian saya bilang : adalah wajar Paulus itu munafik di event penyunatan Timotius.
Karena : dia sbg orang Yahudi yg sudah hidup tidak spt orang Yahudi, kenapa juga dia menyuruh orang tidak bersunat utk bersunat ?

ini tuh sama aja kayak logikamu yang mumet itu berusaha mengartikan "binatang ular" di Kejadian itu bukan binatang ular makanya repot kalo ngga mau percaya yang tertulis apa adanya
hahaha... yg tertulis apa adanya di Wahyu adalah : [b]ular tua[/b]. Percaya apa adanya, berangkat dari logikamu bhw ular di Eden adalah binatang ular, maka ular tua di Wahyu adalah binatang ular yang di Eden tsb yang telah menjadi tua :D.
ujung2nya kamu bikin logika macam2 ngejelimet ujung2nya keluar kesimpulan yang [b]menentang apa yang sudah jelas tertulis[/b]
bold, WRONG. Yang saya tentang adalah ke perihal yang tidak tertulis. Biru-mu TIDAK TERTULIS, hen.

Sekarang saya mao tau, di jaman sekarang… diketika ada orang Kristen menulis sesuatu berangkat dari input Alkitab, orang ybs ini mungkin ato kagak dituntun RK ?

Contoh misal :
“Petrus mempertahankan hormat dari sesama manusia” —> Petrus gila hormat yg henhen tulis tsb adalah tulisan henhen yang dituntun RK.

lagipula ya ada kemungkinan dia sudah mendiskusikan hal itu kepada Petrus atau sudah menegor langsung Petrus dan Petrus mengakui salah
Sayangnya tidak ada input di Gal 2:11-14 bhw Petrus mengakui kesalahan spt yang diutarakan oleh Paulus thdp dirinya.
makanya dia berani menulis seperti itu, [b]Petrus yang ngebaca tulisan dia saat itu apa protes?[/b] Tentunya tidak kalo emang itu benar
Tidak ada yang tau apakah Petrus ngebaca ato kagak tulisan Paulus tsb. Taroh kata Petrus ngebaca, berangkat dari patokan saya (point-C), maka make sense Petrus nggak protes. Dan make sense pula patokan henhen (point-B).
lha Paulus buka aib orang dong?
Dan tanpa Paulus sadari, dirinya membuka aib dirinya sendiri di event penyunatan Timotius.
ujung2nya kesimpulannya itu ngga menentang apa yang sudah jelas tertulis
Sekarang gini aja....

Paulus itu orang Yahudi yang sudah hidup tidak seperti orang Yahudi.
Q : Begimana pula itu ceritanya dia menyunat Timotius ?
A : jawabannya ada di ayat : karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.

Jawabannya BUKAN :
karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa ibunya adalah orang Yahudi.

:slight_smile:
salam.