Paus-Desak-Gencatan-Senjata-di-Libya

Paus Desak Gencatan Senjata di Libya

Internasional / Minggu, 27 Maret 2011 21:45 WIB

Metrotvnews.com, Vatikan: Paus Benediktus XVI menyerukan pembicaraan segera secara damai di Libya. Ia prihatin akan keselamatan warga di sana. Paus juga mendesak untuk rujuk di seluruh Timur Tengah.

“Saya menyampaikan imbauan tulus kepada badan antarbangsa dan mereka dengan tanggung jawab politik dan militer untuk segera melakukan pembicaraan, yang akan menghentikan penggunaan senjata,” katanya kepada jemaat di Vatikan, Ahad (27/3).

“Saat dihadapkan dengan berita yang lebih mengemparkan dari Libya, keprihatinan saya meningkat atas keselamatan dan keamanan penduduk, seperti ketakutan saya akan keadaan, yang berkembang akibat penggunaan senjata,” ujarnya.

“Pada saat ketegangan tertinggi, menjadi lebih mendesak untuk menggunakan setiap cara diplomatik dan mendukung tanda terlemah sekalipun dari keterbukaan dan kemauan rujuk dari semua pihak, yang terlibat,” tambahnya.

Dalam pidatonya itu, Sri Paus juga menyebut kerusuhan di seluruh wilayah tersebut. “Pikiran saya mengarah ke pihak berwenang dan warga Timur Tengah, tempat terjadi berbagai kekerasan bahwa jalan damai dan rujuk juga dapat dipilih untuk keberadaan bersama secara adil dan persaudaraan,” katanya.

Sesudah gerakan tentara antarbangsa untuk memberlakukan wilayah larangan terbang di Libya, Paus pada Ahad lalu mendesak pemimpin dunia menjamin keselamatan rakyat Libya dan menjamin bantuan kemanusiaan.

Harian resmi Vatikan, Osservatore Romano sebelumnya menyatakan Prancis tergesa-gesa melancarkan aksi tentara terhadap pemimpin Libya Moammar Khadafi. Juga mengatakan terdapat kebingungan besar dalam siasat itu.

Pendeta utama Gereja Katolik di Libya, Giovanni Innocenzo Martinelli, pada pekan lalu menyatakan pemberontakan itu adalah pemberontakan angkatan. “Bahkan jika keadaan ekonomi di Libya tidak merupakan salah satu yang terburuk, kaum muda mencari harapan pada masa mendatang,” kata Martinelli seperti dikutip kantor berita keagamaan Misna, yang melaporkan tentang dunia berkembang.

“Ada penekanan terhadap pengunjuk rasa, tapi harus dikatakan bahwa unjuk rasa itu juga sangat meledak-ledak,” ujar Martinelli.

Ia mengatakan masyarakat keagamaan di negara itu menghadapi masa sulit keguncangan: tingginya orang yang terluka dan adegan kekerasan.(Ant/BEY)

http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2011/03/27/46736/Paus-Desak-Gencatan-Senjata-di-Libya

siip
setuju dengan paus