Pdt. Stephen Tong tidak sola scriptura (menurut Pdt Budi Asali)

PEMBAHASAN AJARAN PDT. STEPHEN TONG
BERKENAAN DENGAN
KESELAMATAN SEORANG FILOSOF CINA.

Pendahuluan:

Penayangan beberapa cuplikan dari VCD Pdt. Stephen Tong berjudul ‘falsafah Asia’, yaitu VCD no 7 dan no 10, yang antara lain mengajarkan:
· ketidak-pastian Pdt. Stephen Tong berkenaan dengan selamat atau tidaknya seorang filosof Cina.
· anggapan Pdt. Stephen Tong bahwa filosof Cina itu baik.
· pengharapan Pdt. Stephen Tong untuk bertemu dengan filosof Cina itu di surga, dan pengharapannya supaya orang ‘seperti begini’ diterima oleh Tuhan di surga.
· penggunaan Kis 10:35 untuk menunjukkan bahwa sebelum seseorang diselamatkan, kebajikannya bisa diterima oleh Tuhan.
· bahwa orang Kristen dan hamba-hamba Tuhan harus belajar dari ajaran filosof Cina itu untuk membantu mereka menjadi orang-orang Kristen yang lebih bertanggung jawab.
· bahwa ajaran filosof Cina itu merupakan respons manusia terhadap wahyu umum dari Allah.

Catatan: supaya tidak menyinggung para pengikut dari filosof Cina itu maka saya tidak mencantumkan namanya.

Pembahasan ajaran Pdt. Stephen Tong ini.

Pada saat ditanya tentang keselamatan seorang filosof Cina tertentu, Pdt. Stephen Tong memang tidak mengatakan bahwa filosof Cina itu selamat, tetapi:

  1. Pdt. Stephen Tong menunjukkan ketidak-pastian; dan menurut saya ini sudahlah merupakan ajaran sesat.
    Jangan kira seseorang baru sesat kalau ia mengatakan bahwa orang yang tidak percaya pasti masuk surga. Menurut saya, tidak memastikan orang yang tidak percaya masuk neraka, sudah termasuk ajaran sesat.
    Sama saja, dalam persoalan keilahian Kristus. Apakah seseorang baru dianggap sesat kalau seseorang menegaskan bahwa Kristus bukan Allah? Apakah ia tidak sesat kalau ‘hanya’ mengatakan bahwa Kristus belum tentu adalah Allah?

dst…

  1. Pdt. Stephen Tong mengatakan: “kalau diselamatkan, bagaimana diselamatkan tanpa mendengar Injil. Kalau tidak diselamatkan, kasihan ya, orang begini baik”.
    Kata-kata bahwa ‘filosof Cina itu baik’ bertentangan dengan:

a) Doktrin Total Depravity (= Kebejatan Total) yang merupakan ajaran Reformed.
Doktrin ini juga sering disebut dengan istilah Total Inability (= Ketidak-mampuan Total).
Doktrin ini jelas menekankan bahwa manusia di luar Kristus / yang belum beriman, tidak mungkin bisa berbuat baik sama sekali.

dst…

  1. Keselamatan filosof Cina itu terserah Tuhan.
    Kata-kata seperti ini kelihatannya saleh, tetapi sebetulnya salah! Apakah terserah Tuhan untuk menentukan filosof Cina itu selamat atau tidak? Kalau dalam kenyataannya filosof Cina itu memang tidak percaya sampai mati, apakah keselamatannya terserah Tuhan? Bisakah Tuhan memasukkan dia ke surga kalau dia tidak percaya? Ingat, bahwa Tuhan tidak bisa melakukan apapun menentang firmanNya sendiri.
    Firman yang mana? Ro 2:12 - “Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat”.

dst…

  1. Pdt. Stephen Tong berharap untuk bertemu dengan filosof Cina itu di surga, atau ia berharap supaya filosof Cina itu diterima oleh Tuhan. Tetapi ia lalu menambahkan bahwa hal itu Tuhan yang tetapkan, bukan dia yang tetapkan.

a) Mengharapkan untuk bertemu dengan filosof Cina itu di surga, atau mengharapkan supaya filosof Cina itu diterima oleh Tuhan, kelihatannya penuh kasih, tetapi sebetulnya sama dengan mengatakan ‘saya berharap Firman Tuhan salah’.
Penerapan: hal yang sama terjadi kalau saudara mengharapkan seseorang yang mati tanpa Kristus untuk diterima oleh Tuhan / masuk surga. Atau kalau saudara berdoa supaya seseorang yang mati tanpa Kristus itu bisa masuk surga. Ini sama dengan mengharapkan / berdoa supaya Firman Tuhan salah.

dst…

  1. Pdt. Stephen Tong membuka peluang diberikannya wahyu khusus dan / atau anugerah khusus kepada filosof Cina itu.

a) Yang perlu dipertanyakan adalah: mengapa gerangan Pdt. Stephen Tong membuka peluang ini bagi filosof Cina itu, padahal ia tidak mempunyai bukti apapun untuk hal ini? Apakah ia membuka peluang yang sama untuk orang-orang lain? Kalau untuk filosof Cina tertentu itu ia membuka peluang, tetapi untuk orang-orang lain tidak, apa alasannya untuk membedakan filosof Cina itu dari orang-orang lain? Karena ia baik / lebih baik dari orang-orang yang lain? Kalau demikian, lagi-lagi ini menjurus pada keselamatan karena perbuatan baik, dan ini adalah ajaran sesat!

dst…

-bersambung-

-lanjutan-

  1. Pdt. Stephen Tong membandingkan Kornelius dengan filosof Cina itu.
    Ia mengutip Kis 10:35 (ia tidak menyebut ayatnya, tetapi yang ia maksudkan pasti Kis 10:35, tidak ada yang lain), yang ia kutip secara serampangan, dan mengatakan bahwa ada orang yang menganggap ayat itu merupakan dasar bahwa orang seperti filosof Cina itu bisa diselamatkan. Ia memang tak mempercayai hal itu, tetapi ia tetap menegaskan bahwa ayat itu menunjukkan bahwa sebelum Kornelius diselamatkan, kebajikannya sudah diterima oleh Tuhan. Secara implicit, ia memaksudkan bahwa sekalipun filosof Cina itu tak percaya, bisa saja kebaikannya / kebajikannya diterima oleh Tuhan.

Kis 10:35 (versi Pdt. Stephen Tong): “ternyata semua orang yang baik di dunia diterima oleh Tuhan”.
Kis 10:35 - “Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepadaNya”.

dst…

  1. Hal terakhir yang akan saya soroti hanya secara singkat adalah kata-kata Pdt. Stephen Tong bahwa orang-orang Kristen dan hamba-hamba Tuhan harus mempelajari ajaran filosof Cina itu, karena ini bisa membentuk mereka menjadi orang-orang Kristen yang lebih bertanggung jawab.
    Catatan: di sini saya bahas singkat, tetapi nanti akan saya bahas secara mendetail.

Terus terang, saya menganggap pernyataan ini sebagai suatu penghinaan terhadap Kitab Suci / Alkitab kita. Bagaimana mungkin, orang Kristen yang sudah memiliki Firman Tuhan yang lengkap dalam Alkitab,

dst…

Kesimpulan.

Kalau dalam ajaran yang lalu, yang sudah kita bahas, Pdt. Stephen Tong bertentangan dengan SOLA FIDE / GRATIA, maka saya berpendapat bahwa di sini ia bertentangan dengan SOLA SCRIPTURA!
Bagaimana sikap Pdt. Stephen Tong terhadap Wah 22:18-19?
Wah 22:18-19 - “(18) Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: ‘Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. (19) Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.’”.

Barnes’ Notes: “The reference here is to the book of Revelation only - for at that time the books that now constitute what we call the Bible were not collected into a single volume. This passage, therefore, should not be adduced as referring to the whole of the sacred Scriptures. Still, the principle is one that is thus applicable; for it is obvious that no one has a right to change any part of a revelation which God makes to man; to presume to add to it, or to take from it, or in any way to modify it” (= Keterangan ini hanya bagi kitab Wahyu saja - karena pada saat itu kitab-kitab yang sekarang membentuk apa yang kita sebut Alkitab belum dikumpulkan ke dalam satu kitab / buku. Karena itu, text ini tidak boleh dikemukakan sebagai menunjuk pada seluruh Kitab Suci yang kudus. Tetapi tetap prinsip ini adalah prinsip yang bisa diterapkan seperti itu; karena adalah jelas bahwa tak seorangpun mempunyai hak untuk mengubah bagian manapun dari suatu wahyu yang Allah buat bagi manusia; berani menambah kepadanya, atau mengurangi darinya, atau dengan cara apapun memodifikasinya).

http://www.golgotaministry.org/Stephen%20Tong%20dan%20filusuf%20Cina.htm

Ya namanya juga pengharapan seorang manusia toh mas.

Yesus aja begitu koq.

Mat_26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Pengharapan pendeta Stephen Tong untuk bertemuu filsuf China itu di Sorga, namun toh semuanya diserahkan pada kehendak Tuhan.
Sama kasusnya seperti Yesus di taman Getsemani, bukan…
Jadi sah-sah saja, dan Alkitabiah

GBU

Jika dulu Belanda mengadu domba raja-raja di nusantara, sehingga tidak ada persatuan dan kesatuan yang membuat Belanda bisa tetap menjajah negeri kita, juga dipakai oleh Iblis atau lebih tepat Belanda belajar dari Iblis untuk memecah belah umat Tuhan sehingga Tubuh Kristus tidak utuh dan tidak terbentuk kesatuan iman, kasih dan pengharapan.

Hari ini saya melihat sabung ayam ala Kristen…

Sebelum Yesus datang membawa keselamatan didalam iman, orang-orang dibenarkan karena perbuatannya. Memang tidak seorangpun dibenarkan (berhasil dibenarkan) karena melakukan hukum Taurat, tetapi bukan berarti tidak ada kebenaran didalam hukum Taurat. Adam sampai jaman sebelum Yesus lahir, mati dalam dosa mereka dan apakah Allah menyatakan “salah sendiri tidak mau percaya kepada Yesus” Belum lagi orang dibelahan dunia lain, “siapa peduli” kata Allah

???

Allah yang kita sembah dan kenal tidak seperti demikian. Hanya ego manusia dan kekuasaan agama yang membuat pernyataan keselamatan hanya ada didalam agama XYZ aja.

Yesus datang kedunia untuk menghapus dosa dunia bukan dosa orang Israel. Yesus datang bukan untuk membuka jalan keselamatan lewat agama Kristen/Katholik, tetapi lewat diriNya, lewat iman kepada Kebenaran.

Kembali sebelum jaman Yesus, mereka yang mati akan dihakimi oleh Allah dan penghakimanNya itu adil, bukan semena-mena dan memimak seperti partai pemilu. Mereka yang pada jaman lampau mengajarkan kebenaran dan mendidik manusia kepada kebaikan, adalah orang-orang diluar Israel yang dipakai Allah untuk mengenalkan hukumNya kepada manusia. Keselamatan mereka itu urusan Allah bukan urusan kita.

Yohanes 21:21-22
Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” Jawab Yesus: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.”

Kuasailah diri pada batas-batas iman kita, pada batas-batas pengertian kita.
Bukan sesuatu yang hina mengakui kalau kita tidak mengerti akan sesuatu hal, karena kita mengerti tentang Kerajan Allah bukan dengan penertian kita tetapi dianugrahi oleh Bapa.

si bruce mulai mau mengobok obok persatuan Kristen Protestan dengan meminjam tangan orang lain

hehehehe

payah kamu bruce.

Kenapa memangnya? Ada yang tidak sependapat?
Argument dong, malah curhat, gimana sih?

emang filsof itu ngajarin apa sihhh…??? ^^

Mungkin yang dimaksud Konghucu kali ya?
Kebetulan Dr.Tong memang etnis cina dan kelahiran sana juga.
Jadi beliau pasti memang sudah kenal dengan ajaran Konghucu.

:happy0062:

taktik bruce ngga laku, apa kaga ada yang bisa ngomong ya??? he he …

itu bukan karangan loh… kisah nyata :slight_smile:

si tong emang begitu , paling ngga sampe 20 taon bubar …

posting bruce, paul, bejo & Dya yang hanya OOT dan ad hominem dihapus

selanjutnya bila ditemukan member yang hanya membuat onar akan ditindak tegas!

ouwww… kongfusianisme adalah filsafat dan ajarannya cukup bagus… menurut saya sih daripada sibuk menilai sesat atau tidak, lebih baik bila dari ajaran tersebut ada yang memang baik… mengapa tidak kita lakukan…??? sebab semua kebaikan berasal dari TUHAN…

mengenai keselamatan, memang betul terserah TUHAN… sebab penilaian akan jiwa hanya boleh dilakukan oleh pemilik jiwa tersebut yaitu TUHAN… mengenai selamat atau tidak itu wilayah TUHAN… sedikitpun kita tidak boleh atau tidak bisa melanggar wewenang tersebut untuk menetapkannya… jangan jauh2, untuk orang yang paling berdosa di dunia ini yang paling jahat… kita tetap tidak bisa menetapkan bahwa orang itu pasti dan harus ke neraka… sebab itu adalah wilayah TUHAN… dari pada mengucapkan kata2 kutukan… akan lebih baik ucapkan kata2 berkat… untuk siapapun… seperti :

stefanus berkata “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!”
Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Maklum mas, mas bruce ini belum bisa membedakan antara filsafat dan agama
Jadi harus dituntun pelan-pelan agar dia mengerti duduk masalahnya. Itu pun tergantung daya tangkap dia, belum tentu bisa loh jelasinnya :smiley:

GBU

INI TRIT PROVOKASI SI BRUCE

LOCK TRIT INI

Memang kalau menurut katolik sendiri gimana Bruce?
Apakah Konfusius akan masuk surga?
Apakah kebajikan seseorang diperhitungkan Tuhan?
Apakah boleh orang Kristen mempelajari dan mempraktekkan filsafat.

Kalau anda tidak sedang mencoba memprovokasi, tentunya anda punya pandangan sendiri mengenai topik ini dari sudut katolik.

Sehubungan dengan materi yang disampaikan oleh Pdt. Tong, di atas itu, saya lebih setuju dengan pendapatnya. Tetapi buka berdasarkan ucapan saya, pribadi, melainkan berdasarkan Lumen Gentium dari Konsili Vatican II.

  1. Finally, those who have not yet received the Gospel are related in various ways to the people of God.(18*) In the first place we must recall the people to whom the testament and the promises were given and from whom Christ was born according to the flesh.(125) On account of their fathers this people remains most dear to God, for God does not repent of the gifts He makes nor of the calls He issues.(126) But the plan of salvation also includes those who acknowledge the Creator. In the first place amongst these there are the Mohammedans, who, professing to hold the faith of Abraham, along with us adore the one and merciful God, who on the last day will judge mankind. Nor is God far distant from those who in shadows and images seek the unknown God, for it is He who gives to all men life and breath and all things,(127) and as Saviour wills that all men be saved.(128) Those also can attain to salvation who through no fault of their own do not know the Gospel of Christ or His Church, yet sincerely seek God and moved by grace strive by their deeds to do His will as it is known to them through the dictates of conscience.(19*) Nor does Divine Providence deny the helps necessary for salvation to those who, without blame on their part, have not yet arrived at an explicit knowledge of God and with His grace strive to live a good life. Whatever good or truth is found amongst them is looked upon by the Church as a preparation for the Gospel.(20*) She knows that it is given by Him who enlightens all men so that they may finally have life. But often men, deceived by the Evil One, have become vain in their reasonings and have exchanged the truth of God for a lie, serving the creature rather than the Creator.(129) Or some there are who, living and dying in this world without God, are exposed to final despair. Wherefore to promote the glory of God and procure the salvation of all of these, and mindful of the command of the Lord, “Preach the Gospel to every creature”,(130) the Church fosters the missions with care and attention.
Kalau anda tidak sedang mencoba memprovokasi, tentunya anda punya pandangan sendiri mengenai topik ini dari sudut katolik.

Dan hentikan omong kosong tidak bermanfaat seperti diatas itu. Jangan ikut-ikutan mereka yang tidak mampu berpikir tetapi cuma mangap, ok?

Syalom

Setahu saya doktrin Stephen Tong sangat bertentangan dengan kutipan anda.

Kutipan yang anda tulis mengajarkan keselamatan berdasarkan perbuatan. Sebuah pemikiran yang sangat ditentang oleh alkitab.

setahu saya sih, ST hanya mengajarkan, keselamatan karena IMAN, dan bukannya perbuatan.

Terus terang dari beberapa posting anda saya menangkap provokasi. Itu penilaian saya pribadi, BUKAN IKUT-IKUT SIAPA-SIAPA. Anda yang katolik membuka thread yang dari pertentangan Stephen Tong dan Budi Asali, aneh bukan?

Makanya saya menanyakan supaya bisa jelas maksud anda sebenarnya.
Dan jawaban anda bau-baunya gak niat mendiskusikan topik. Cuma copas doang. Salahkan kecurigaan saya?

[email protected]

Dari tulisan-tulisan yang anda sampiakan di “fk” ini…mengenai masalah PDT .STEPHEN THONG…yng membandingkan .dng Filsof china berdasarkan VCD no 7 dan no 10, sebetulnya anda muat disini dng tujuan bukan untuk menelanjangi pandangan si pdt. Stephen tong kan…???
Akan tetapi sebetulnya ada alasan penting lain yang anda simpan bukan…?? Hanya moment materi ini…??anda gunakan sebagai trigernya atau batu loncatan untuk masalah penting yang anda simpan dahulu bukan…??

Karena pandangan anda yang menelanjangi pandangan Stepen tong mengenai filsof china ini aneh dan unik…menurut saya. Seakan-akan anda merasa lebih pandai dan cerdas dari pdt. stephen tong dalam memandang masalah filsoh china tsb…hehehee…Atau boleh dibilang anda lebih berpengetahuan dalam hal masalah tsb…??
Tapi mohon maaf …itu asumsi saya saja ya [email protected]…!!!

Namun asumsi saya terhadap pandangan [email protected] dalam mengapresiasikan VCD no 7 dan no 10, tsb…jelas sekali, bahwa memang pada dasarnya [email protected] selalau melihat harfiahnya sebuah persoallan ( tidak terbiasa dalam melihat sesuatu yang sifatnya tersirat…dimana sebetulnya disitulah pesan itu ada untuk diketahui ).
Ya…artinya untuk menafsir sebuah ayat Firman Tuhan…pun…?? dikatakan sangatlah tabu sekali kan di kalangan umat KATOLI…?? .Ya…akhirnya sama juga disini, untuk memaksakan diri dalam menafsirkan isi VCD no 7 dan no 10…tsb kelihatan [email protected] tidak mampu.alias gagal total…
[email protected] .Hanya mampu memahami kulitnya saja ( yang tertulis / harfiahnya saja ). Ironis bukan…?? Tapi malah merasa benar dalam pandangannya dan menyuarakan pandangannya di trit ini…hehehehe…dan menyalahkan pdt.stephen tong…?? hahahahahaha…

[email protected]@bruce
Kalu anda mau jujur…maka isi yang tersirat dalam VCD no 7 dan no 10…menurut saya sbb :

1). Isinya adalah bahwa si pdt.stephen tong ingin memberi gambaran mengenai perbandingan paradigma / mind setting antara filksafat dng teologi Alkitab.

2). Isinya adalah bahwa kebenaran yang ada di ilmu filsafat pada intinya selalu bertanya-dan bertanya, tetapi teologi Alkitab selalu dapat menjawabnya apa itu kebenaran satu demi satu pertanyaan di filsafat tsb.

3). Isinya adalah mengajarkan kepada kita bahwa kebenaraan yang diagung-agungkan oleh filsoh china sekalipun tidak ada artinya sama sekali jika di bandingkan dng kebenaran teologi Alkitab.

4). Isinya adalah pdt stephen tong memberi tahu kepada kita bahwa Allah memiliki kedalatan-NYA sendiri dalam melihat baik dan benarnya yang dilakukan oleh simanusianya , walaupun melalui ilmu filsafat sekalipun…Jadi pengharapan yang diharapkan oleh si pdt. stephen…supaya para filsof tsb dapat masuk sorga dan bertemu dng dia.
Karena pada zaman penghakiman semua orang di hakimi oleh apa yang mereka perbuat dalam dunia ini, tapi bagi orang percaya sudah menjadi ahli waris kerajaan sorga tsb bukan…?? so proses penghakimannya pun sangat berbeda dng orang-orang di luar Kristus.

5). DLL…

Salam Damai…GBU

Saya sih tidak peduli apa yang ada pikirkan, benar atau salah pikira anda, toh anda sendii yang merasakannya.

Saya, post di FK adalah hak saya, betul? Jadi jangan protes.
Post saya tidak berupa fitnah, dan megada ada, tetapi ada sumbernya, betul?
Saya post sesuatu yang dapat menarik minat diskusi, sesuai tujuan forum ini, apakah saya salah?
Anda bertanya, dan sudah dijawab, mengenai pendapat anda, bukan urusan saya, betul?
Jika kemudian dari jawaban saya, anda tidak mau meneruskan diskusi, bukan urusan saya, betul?
Jadi, apa lagi?

:coolsmiley: