Pedang [Luk 22:35-39]

Syalom!

Percakapan ttg pedang ini terjadi di malam hari setelah selesai makan Paskah bersama, sebelum mereka naik ke taman Getsemani, ke tempat mereka biasa beristirahat setiap ke luar-masuk Yerusalem melalui Gerbang Timur. Anak Manusia akan pergi spt yg telah ditetapkan, bw Dia akan mempersembahkan nyawa-Nya, menumpahkan darah-Nya, sbg penggenapan kasih-Nya kpd manusia, utk mati akibat hukum dosa, yakni semua dosa kita yg dipikulnya.

Yesus berkata kpd mereka:
“Ketika Aku mengutus kamu dgn tiada membawa
pundi2, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa2?”

Jawab mereka:
“Suatupun tidak.”

Kata-Nya kpd mereka:
“Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi2, hendaklah ia membawanya,
demikian juga yg mempunyai bekal; dan siapa yg tidak mempunyainya hendaklah
ia menjual jubahnya dan membeli pedang. Sebab Aku berkata kpd kamu, bw nas
Kitab Suci ini hrs digenapi pd-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak2. Sebab
apa yg tertulis tentang Aku sedang digenapi.”

Kata mereka:
“Tuhan, ini dua pedang.”

Jawab-Nya:
“Sudah cukup.”

Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa
Ia menuju Bukit Zaitun. Murid2-Nya juga mengikuti Dia.

Kitatau bw firman-Nya selalu dikiaskan sbg pedang, a.l:
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dr pd pedang bermata dua manapun;
ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum;
ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. [Ibr 4:12]

Jangan kamu menyangka, bw Aku datang utk membawa damai di atas bumi;
Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. [Mat 10:34]

Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kpd Maria, ibu Anak itu:
“Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan
banyak orang di Israel dan utk menjadi suatu tanda yg menimbulkan perbantahan
– dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri --,
spy menjadi nyata pikiran hati banyak org.” [Luk 2:34-35]

Pertanyaannya:

  1. Mengapa kali ini Yesus menyuruh beli pedang beneran?
  2. Mengapa pedang itu se-konyong2 ada dua dan cukup?
  3. Apa inti pengajaran Yesus dr kasus pedang ini?
    Pertanyaan dll dpt timbul dr diskusi kita.

Wah, pertanyaan sulit.

Mohon ijin menyimak, ya?

Damai selalu tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Silahkan, Bro!
Kita hanya menduga2 saja
Berlatih fokus thp setiap perkataan-Nya

Salam Damai!

Atau ganti saja dulu pertanyaannya dgn:
Apakah sungguh2 Yesus menyuruh murid-Nya membeli pedang di malam hari?
Aku kurang tahu apakah pedang, senjata tajam itu bebas di jual-belikan
Di jaman merdeka saja selalu ada razia senjata tajam
Ini di jaman penjajahan dan jelang hari raya.

Salam Damai!

Atau apakah Ay.36 itu ecek2 Yesus?

Kata-Nya:
Siapa yg punya celengan bawalah
Siapa yg punya bekal bawa juga lah
Yg kere jual jubahnya dan beli pedang

Salam Damai!

Mengapa pedang beneran? ya karena yang mau menangkap Yesus setelah malam itu adalah orang-orang beneran. Yesus tau akan ditangkap dan ada penggenapan firman yang harus terjadi, sudah jelas disebutkan disana alasan Yesus tergambar dengan kata “sebab”. Yesus harus terhitung sebagai pemberontak, orang kalau pakai pentungan saja itu kalau jaman sekarang mungkin masih disebut “demo”, bawa pentungan. Tapi kalau sudah bawa senjata (jaman itu pedang) ya pasti disebut pemberontak. Tujuanya supaya Yesus disejajarkan dengan para pemberontak oleh mereka yang menangkapNya.

Dua pedang cukup karena hanya untuk memutus satu telinga saja (Matius 26:51-56 ; Lukas 22:49-50). Dua pedang sudah cukup memutus satu telinga, kemudian sah Yesus disebut pemberontak karena murdinya menghunus pedang.

Pelajaran dari kasus ini: perintah Tuhan itu akan disesuaikan Tuhan dengan manfaat dan waktu dari terjadinya sebuah kejadian. Jadi bukan karena Yesus plin-plan, kemarin bilang A sekarang bilang B. Awalnya Yesus mengajarkan kalau mengikut Yesus tidak usah membawa bekal apapun, tetapi Yesus mengatakan hal lain malam itu, karena Yesus tau dirinya akan ditangkap dan murid-muridnya akan melarikan diri, dalam melarikan diri Yesus sudah tau bahwa murid-muridNya akan butuh bekal dalam pelarianya. Maka yesus menyuruh murid-muridnya membawa bekal. dan untuk pedang eperti sudah Nidus tulis diatas, pedang adalah untuk penggenapan potong telinga supaya disebut pemberontak agar Firman digenapi.

Tq, Bro!

Jadi pedang beneran itu utk tanda pemberontakan (thp pemerintah/Yahudi?)
Pundi2 dan bekal utk persiapan murid2-Nya melarikan diri (kecuali Yohanes?)
Satu belum dikomenin, pedang itu sekonyong2 ada dua, menurutmu dr mana

Salam Damai!

Memberontak kepada Roma, karena Roma yang mengusai Yahudi waktu itu.
Jadi imam-imam besar itu adalah antek-antek Roma.

Ada 3 jawaban untuk menjelaskan darimana pedang itu berasal :

  1. Jawaban bercanda
  • Kita tahu Yesus mampu merubah batu menjadi roti, jika tidak iblis tidak akan mencobaiNya
  • Kita tahu Yesus pernah merubah air menjadi anggur
  • Kita juga tau Yesus pernah menyuruh muridnya mengeluarkan koin dari mulut ikan saat ditagih pajak
    Jadi mungkin Yesus merubah anggur menjadi pedang atau roti menjadi pedang malam itu. Atau malah mengeluarkan pedang dari perut domba guling, karena mereka sedang makan domba paskah yang disembelih siang harinya. Tapi mungkin memang begitu kejadianya.
  1. Jawaban mendramatisir
    Ini akan terasa seperti cerita sinetron komedi, tapi mungkin juga terjadi. Dikisahkan Yudas Iskariot sudah menghianati Yesus sebelum malam itu. Sebelumnya ia bertemu dengan imam-imam kepala untuk berdiskusi tentang bagaimana menyerahkan Yesus. Tentunya dalam diskusi itu digali panjang lebar tentang seberapa kekuatan “gerombolan Yesus”. Mungkin imam-imam kepala itu kaget juga, karena dari grombolan itu ternyata tidak ada satupun membawa senjata, jadi di-peta-kan-lah “gerombolan yesus” adalah belasan orang yang tidak membawa sejata. Maka imam-imam kepala membekali Yudas dengan 2 pedang sebagai alat untuk menghianati Yesus. Mengapa 2 pedang bukan 1? karena mungkin mereka (imam-imam) berpikir Yudas iskariot juga bisa mengajak 1 orang murid Yesus lagi untuk menghianatiNya. Tetapi naas sewaktu perjamuan malam itu malah 2 pedang itu ketahuan oleh murid-murid ada di ruangan itu, murid-murid mungkin tidak tahu bagaimana pedang itu ada disana, kecuali Yudas. Yudas juga memilih diam saja ketimbang dirinya malah ketahuan membawa pedang. Kemudian inilah ceritanya yang kita tahu di taman Getsemani Yesus bertanya kepada Yudas : “dengan ciuman kamu menyerahkan aku?”, kalau cerita ini benar berarti Yesus dengan bahasa lain sedang menyindir Yudas “Lho mana pedangmu Yudas, kok dengan ciuman kamu serahkan aku?”. Dalam hati Yudas bergumam “waduh ternyata Yesus sudah tahu 2 pedang itu milik’ku yang rencananya kupakai malam ini”

  2. Jawaban yang agak logis
    Ruangan yang dipakai oleh mereka (Yesus dan murid-muridnya) adalah rumah orang, bisa dilihat dari ceritanya Yesus menyuruh muridnya ke kota mengikuti orang yang membawa kendi air sampai masuk ke sebuah rumah (Lukas 22:10-12). Di rumah itulah mereka makan malam paskah, tidak dijelaskan siapa tuan dari ruman ini, tapi kalau dari perkataan Yesus sendiri bahwa untuk perjamuan itu dikatakan “sudah lengkap” (ayat ke 12). Darisini Yesus sudah tau di ruangan itu memang sudah lengkap, termasuk pedang yang akan dipakai sudah ada di ruangan itu. Jadi yang mempersiapkan pedang itu adalah yang empunya rumah atau milik si empunya rumah, jadilah ke-dua pedang itu dibeli oleh Petrus dan Yohanes untuk merespon perintah Tuhan dan karena memang sudah ada di ruangan itu.

Mengapa Nidus meyakini Petrus dan Yohanes yang membawa pedang?

  • Karena Petrus adalah orang yang keras dan memang yang disebutkan menghunus pedangnya malam itu untuk memotong telinga hamba imam besar adalah Petrus. Terbukti Petrus adalah salah satu murid yang tetap mengikuti Yesus setelah malam itu, dia membawa pedang dan tidak membawa bekal, jadi ia tidak melarikan diri keluar kota. Sehingga ia juga dikisahkan menyangkal Yesus 3 kali karena ditanyai orang-orang saat mengikuti Yesus di dalam kota.
  • Yohanes saudara Yakobus kemungkinan adalah murid lain yang mengikut Yesus, karena memang ada 2 pedang malam itu dan 2 orang murid yang tetap mengikut Yesus walaupun dari jauh (Yoh 18:15). Mengapa Yohanes? karena Yohanes adalah orang yang masih muda adik Yakobus anak-anak Zebedeus. Diperkirakan kemungkinan besar penulis kitab Yohanes adalah Yohanes sendiri. Menurut Nidus betul, karena yang tau cerita ada 2 orang murid yang tetap mengikut Yesus secara gamblang adalah di kitab Yohanes. Jadi kemungkinan Yohanes sendiri yang disebut “murid lain” selain Petrus yang tetap mengikut Yesus malam itu, karena tau lebih detail tentang cerita bagian ini.
  • Dan karena Petrus dan Yohanes lah yang kemudian di Kisah Para Rasul adalah dua orang murid Yesus yang paling terkenal berani untuk menghadapi imam-imam dan mahkamah agama. Dan juga mereka berdua-lah yang sangat dikenal sebagai murid Yesus. Bisajadi karena cerita bahwa hanya mereka berdua (Petrus dan Yohanes) yang disebutkan pernah tetap mengikut Yesus saat Yesus ditangkap dan cerita itu terkenal/tersebar diantara penduduk Yerusalem.

Tapi Pilatus tidak menemukan kesalahan-Nya
Dan pedang itu tak menjadi masalah hukum
Malkhus yg kupingnya putus tidak mengadu
Dan kitatau Pilatus cuci tangan dr perkara

Salam Damai!


Heheh! Bisa jadi ada nemu pedang dr perut domba, ya.
Dgn canda mungkin itu yg paling kena, nemu pisau yg berasa pedang
Dgn mukjizat janggal, sebab yg ajaib selalu ada penjelasannya dan peruntukannya

Kurasa bukan Yesus yg memerlukan pedang beneran
Kali2 Petrus sudah beli diem2 utk jaga diri dan membela kawan
Dia sudah mencium bau darah dan spt ketar-ketir masuk ke Yerusalem
" Simon, Simon, …", kata Yesus! (Ay.31)

Salam Canda!

Sudah ada yg bisa kau tinjau, Bro?
Atau ada pertanyaan2 yg mukin muskil
Sebab kita belajar mendekati yg tak tercatat
Dgn data yg minim tapi dgn ekspresi2 yg kaya

Salam Damai!

Belum.
Kalo ada yang ingin kuketahui lebih lanjut, akan kutanyakan.

Damai selalu tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.


Kitatau memang,
Para Imam sudah geregetan ingin membunuh Yesus
Sebaliknya para Yahudi murid2 Yesus ingin segera merdeka

Dialog Yesus dgn kaum Farisi selalu bentok tak sejalan memandang Allah
Petrus pun, yg taat hk.haram-halal pernah berkata kpd Yesus: [Mat 15:12]
“Engkau tahu, perkataan-Mu telah menjadi batu sandungan bagi org2 Farisi?”

Kemudian saat Yesus menyatakan hrs ke Yerusalem utk menderita hingga dibunuh,
Petrus pun ngeri, lalu menarik lengan Yesus ke samping meyakinkan-Nya, katanya:
“Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu tdk akan menimpa Engkau.”

Yesus berpaling kpd Petrus dan berkata:
“Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku,
Sebab engkau bukan memikirkan apa yg dipikirkan Allah,
Melainkan apa yg selalu dipikirkan manusia.” [Mat 16:21-23]

Petrus terdiam, tapi pasti berpikir keras utk keselamatan semua
Aku yakin sejak saat itu Petrus dkk. ketar-ketir ke Yerusalem
Lalu Yudas Iskariot mengkalkulasi rancangan adu-domba

Kayaknya Petrus setuju rancangan jitu Yudas utk cari dana beli senjata
Kalkulasi mereka, Mesias pasti menang membela agar Israel merdeka
Saat itu hanya Petrus yg tau globalnya, Yudas Iskariot menditelkannya
Yudas org yg patut dipercaya, sebab itu dia diangkat jadi bendahara

Spt yg @NIDUS sinyalir, Yudas dan Imam2 diskusi panjang lebar
Yudas minta dana pemberontakan, diberi dana 12 pedang dibeli 2
Kalkulasinya, dgn 2 ikan Yesus bisa gandakan utk 5000 org murid
Bikin pedang lebih gampang dr pd bikin ikan yg gak pernah renang
“Man tav!”, pikirnya.

Yudas paling rajin mencatat dan mengkalkulasi apa2, pun kedahsyatan Mesias, Raja
Kemapanan bendahara mudah tergoda dan bisa melihat peluang “mempolitisasi” Yesus
Petrus pun mungkin diapung2-kan-nya, cocok jadi Panglimun, dia jadi Menkew nantinya.

Setelah makan Paskah bersama,
Murid2 berharap Mesias memulihkan Israel spt membalik telapak tangan
Bertengkar siapa yg lebih besar dr antara mereka dan siapa yg cocok jadi…
Lalu Yudas bergegas pergi dgn bayang2, Yesus menggenapi rancangannya
Tinggalah Petrus yg mengetahui dua pedang ada tersedia, tapi ia pucat pasi

Kurasa itu sebab Yesus berkata: “Simon, Simon”, (Ay.31), sebelum anjuran beli pedang
Simon Petrus mencoba membalikkan keadaan, akan tetapi Yesus tahu Simon masih kecut
Setelah Yesus menyuruh beli pedang malam itu juga, sekonyong2 dua pedang ada, dan cukup

Petrus bangga, darahnya kembali mengalir normal ber-seri2
Semua murid lega, mereka flash back: 2-ikan bisa cukup, koq, utk ribuan org
“Mari kita kemon!” Mereka percaya diri menanti saat-Nya tiba di taman Getsemani

Alkitab Hari Ini - 27 Juni 2020
Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya,
Pujilah Dia sesuai dgn kebesaran-Nya yg hebat! - Mazmur 150:2

Salam Damai!

Dgn anjuran Yesus utk membeli pedang
Petrus spontan punya gambaran ttg rancangan jitu itu
Spt pasti akan terjadi “riot” seturut ide Yudas Iska riot
Mesias akan memulihkan Israel spt membalik telapak

Tapi kini terpikir, bw firman adalah “pedang”
Menjual jubah sama dgn telanjang
Malulah awak, ya, kan?

Kata Yesus kpd mereka:
"Siapa yg mempunyai pundi2, bawalah
Siapa yg mempunyai bekal bawa juga;
Siapa yg tak mempunyainya hendaklah
ia menjual jubah dan membeli pedang.

Mudah kutangkap jika hrs bawa uang dan bekal
Tapi menjual jubah utk membeli pedang itu pelik
Mengapa jubah yg dijual, atau apa makna jubah?

Alkitab Hari Ini - 28 Juni 2020
Melainkan dgn darah yg mahal, yaitu darah Kristus yg sama spt
darah anak domba yg tak bernoda dan tak bercacat. - 1 Pet 1:19

Salam Damai!


Ya, Yesus tahu ada pedang, tapi bukan disediakan oleh org itu.
Aku kurang sepakat jika pedang itu disediakan oleh/utk Yesus
Tak pernah Ia mengajarkan “riot”, melainkan hanya kebenaran

Benar, Yesus pasti tahu ada pedang yg di-sembunyi2-kan oleh murid-Nya
Spy nongol, maka anjuran-Nya muskil : “jual-jubah-beli-pedang-malam-malam”
Petrus tdk ambil pusing bagaimananya , malah ia riang pedang “riot” spt digenapi

Itu sebabnya se-konyong2 dua pedang nimbul kepermukaan dan cukup, kata-Nya
Sebab mereka ingin segera merdeka memulihkan Israel dr penjajahan selama 600-an thn
Mereka miskin terus menuju kebas-muka diduduki Babel-Ashyur-Yunani-Romawi, bergantian

Aplikasinya saat subuh itu:
Yg berkilau keluar adalah hanya satu pedang yg terus di-pegang2 Petrus
Satu lagi entah siapa yg pegang2, tapi mudah dicari siapa yg spt tegang2 spt Petrus
Mungkin pedang itu sedang terselip di belakang punggung Tomas? Natanael?? Yakobus???

Kali SOP-nya adalah Petrus yg pertama menabuh pedang, lalu “??” yg mencak2 “riot”
Tapi saat Yesus baru berfirman, “Akulah Dia”, mereka langsung rubuh, Petrus bengong
Jadi pedang Petrus cuman terkait kuping Malkhus hingga putus, tapi dipulihkan Yesus pula
Petrus bengong lagi dan malu2 kucing, pedang “??” tak terpancing, malah kali ter-kencing2

Pedang Yesus tetaplah firman-Nya, lalu berkata kpd Petrus: “Sarungkan pedangmu itu, Bro!”
Siapa make pedang, binasa oleh pedang. Apa kau pikir Aku tak dpt minta kpd Bapa-Ku,
Agar Ia segera mengirim lebih dr 12-pasukan malaikat membantu Aku?

Petrus kecewa, pancingan kekerasan nggak kena, “riot” jitu tak terjadi
Pedang itu bagai cukup fungsinya sbg penghantar nyalinya yg maximum
Tiga langkan kemudian pedang itu dibuang, ikut2 Yesus dr belakang jauh

Petrus gigit jari dan ketar-ketir dan terpaksa menyangkal Yesus tiga kali
Siapa yg memaksa? Ya, Iblis yg sudah menuntutnya dr tadi. [Luk 22:31]
Jadi begitulah menurutku, Bro Nidus, mendekat-dekati yg tak tercatat itu
Mungkin hal bagus utk melatih jiwa mendekat kpd Allah yg tak kelihatan

Salam Damai!

Aku ragu jika Yohanes aktiv dlm persekongkolan “riot” rancangan Yodas Iskariot itu
Memang Yakobus dan Yohanes, anak2 Zebedeus pernah berkata kpd Yesus:
“Kami harap spy Engkau mengabulkan suatu permintaan kami!
Perkenankanlah kami duduk dlm kemuliaan-Mu kelak,
Satu di sebelah kanan-Mu satu di sebelah kiri-Mu.”

Mungkin keinginan mereka itu dimotivasi oleh ibunya juga
Ibu anak2 Zebedeus itu pun pernah sujud meminta kpd Yesus, agar
Memberi perintah, spy kedua anak2-nya boleh menjabat dlm Kerajaan-Nya nanti
Yg seorang duduk di sebelah kanan Yesus dan yg seorang lagi di sebelah kiri-Nya

Tapi semua mereka belum mengerti apa yg mereka minta
Yesus paparkan semua dan apa yg akan yg segera terjadi
Tapi Yudas Iskariot mempolitisir situasi keinginan duniawi

Gara2 rancangan Iskariot yg “jitu” itu, lalu [Ay.24]
Terjadilah juga pertengkaran di antara murid2 Yesus,
Siapakah yg dpt dianggap terbesar di antara mereka.

Sebelumnya pun terdengar suara mayoritas Yahudi menyambut Yesus
Yesus di-puji2, “Hosana Anak Daud! Hosana di tempat yg mahatinggi!”
Setelah terlihat gagal, teriakan mereka berubah drastis, “Salibkan Dia!”

Petrus paling ketakutan dan pasti gugur spt Iskariot andai tak didoakan
Demikian juga dgn semua murid2-Nya kabur, bahkan ada lari telanjang
Kecuali Yohanes, murid yg dikasihi-Nya, tdk ada takutnya sama sekali

Dia menuliskan [1Yoh 4:18]
Di dlm kasih tdk ada ketakutan:
Kasih yg sempurna melenyapkan ketakutan;
Sebab ketakutan mengandung hukuman dan
Barangsiapa takut, ia tak sempurna dlm kasih.

Yohanes murid termuda mati paling tua
Yohanes lah yg mencatat 7 perkataan salib itu
Yohanes lah yg menyaksikan penggenapan kasih-Nya
Maria pun dipercayakan kpd Yohanes utk diurus di rumahnya

Alkitab Hari Ini - 3 Juli 2020
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka,
sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yg berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan
engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. - Ulangan 31:6

Salam Damai!

izin menanggapi yak…
interpretasiku 2 pedang adalah Firman Allah, PL dan PB…

dan sungguh luar biasa jawaban Tuhan tersebut.

jawaban Tuhan Jesus adalah “Sudah Cukup”
memang Firman itu sudah cukup sebagai senjata untuk berperang melawan pencobaan, tipuan dunia ini, dan berkuasa untung menang dan amin mengalahkan dosa.

[b]Pertanyaannya:[/b] 1. Mengapa kali ini Yesus menyuruh beli pedang beneran?

kuyakin, Yesus tidak bermaksud untuk membeli pedang benaran,.
Firman Yesus tersebut sama dengan ketika Dia berkata, hati hatilah terhadap ragi orang Yahudi, tentu yang Tuhan Yesus maksud bukanlah ragi yang ada di roti… tetapi ajaran ajaran para orang Yahudi yang mengaku ahli kitab padahal sebenarnya tidak.

2. Mengapa pedang itu se-konyong2 ada dua dan cukup?

ya benar,
2 pedang, Firman itu PL dan PB memang cukup.

3. Apa inti pengajaran Yesus dr kasus pedang ini? Pertanyaan dll dpt timbul dr diskusi kita. ---[/color]

intinya adalah:
dalam peperangan rohani harus percaya Firman…
senjata Firman harus ada…
kalau tidak pakai pedang Firman, maka akan gagal dan kalah dalam perang rohani.

dan dalam perang Firman tidak cukup hanya sebilah pedang yaitu PB saja…
sama seperti Petrus yang hanya menggunakan sebilah pedang, pedang itu hanya mampu memutus telinga malkus tapi tidak dapat membuat menang dalam peperangan.

jadi tidak cukup sebilah pedang atau PB saja…
haruslah 2 pedang, yaitu PL dan PB senjata Firman…

yang berkuasa dan amin untuk membuat kita menang dalam peperangan peperangan hidup…

salam
TYM


Silahkan, Bro, biar ramai
@NIDUS belum ada respon
@SOTAR pun masih serasa, ok

interpretasiku 2 pedang adalah Firman Allah, PL dan PB…
dan sungguh luar biasa jawaban Tuhan tersebut.

Yes!
Itu sebab dikatakan firman Allah itu hidup
Jadi tidak ada istilah kadaluarsa atau basi

jawaban Tuhan Jesus adalah “Sudah Cukup”
memang Firman itu sudah cukup sebagai senjata untuk berperang melawan pencobaan, tipuan dunia ini, dan berkuasa untung menang dan amin mengalahkan dosa.

Yes!
Interpretasi kita kini hanya firman PL dan PB yg memerdekakan
Interpretasi Petrus mula2 hanya pedang yg hrs dikedepankan
Tanpa pedang mustahilh kerajaan Israel akan dpt dipulihkan

kuyakin, Yesus tidak bermaksud untuk membeli pedang benaran,.

Yes! Hari sudah malam
Menjual jubah beli pedang?
Hal mustahil pd malam Hari Raya

Firman Yesus tersebut sama dengan ketika Dia berkata, hati hatilah terhadap ragi orang Yahudi, tentu yang Tuhan Yesus maksud bukanlah ragi yang ada di roti… tetapi ajaran ajaran para orang Yahudi yang mengaku ahli kitab padahal sebenarnya tidak.

Yes!
Murid2 saat itu sangat sempit cakrawala pikirnya
Maka pedang yg di-sembunyi2 kan itu pun
Se-konyong2 nimbul dr persembunyian
Berharap spt ikan dpt digandakan

2 pedang, Firman itu PL dan PB memang cukup.

Yes!
Yg tampak berkilau hanya pedang Petrus, satu
Yg satu lagi tersembunyi entah dipegang siapa
Sesungguhnya firman itu satu dr PL hingga PB

intinya adalah:
dalam peperangan rohani harus percaya Firman…
senjata Firman harus ada…
kalau tidak pakai pedang Firman, maka akan gagal dan kalah dalam perang rohani.

Yes!
Good point, Bro!

dan dalam perang Firman tidak cukup hanya sebilah pedang yaitu PB saja…
sama seperti Petrus yang hanya menggunakan sebilah pedang, pedang itu hanya mampu memutus telinga malkus tapi tidak dapat membuat menang dalam peperangan.
jadi tidak cukup sebilah pedang atau PB saja…
haruslah 2 pedang, yaitu PL dan PB senjata Firman…
yang berkuasa dan amin untuk membuat kita menang dalam peperangan peperangan hidup…

Pedang yg keluar dr mulut-Nya membuat gerombolan itu rebah
Pedang yg dipegang2 Petrus dibatalkan, cuma dpt sepotong kuping
Dan kuping itu pun dipulihkan, jadi pedang itu malu2in kucing dibuang

Sebab, firman Allah itu hidup dan berkuasa,
dan lebih tajam dp pedang bermata dua mana pun.
Firman itu menusuk jauh sampai memisahkan jiwa dan roh,
antara sendi dan tulang sumsum, serta sanggup menilai pikiran
dan kehendak hati kita. [Ibr 4:12]

Alkitab Hari Ini - 6 Juli 2020
Sekalipun aku berjalan dlm lembah kekelaman,
aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku;
gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yg menghibur aku. - Maz 23:4

Salam Damai Lae!


Kurasa murid yg lari telanjang itu yg bawa pedang yg satu lagi
Tapi dibuangnya lalu lari saat Petrus menyarungkan pedangnya
Yohanes pasti tahu nama murid itu tapi tidak etis utk dituliskan
Dlm PL semua yg memalukan pun spt etis dituliskan para nabi

Dan karena Petrus dan Yohanes lah yang kemudian di Kisah Para Rasul adalah dua orang murid Yesus yang paling terkenal berani untuk menghadapi imam-imam dan mahkamah agama. Dan juga mereka berdua-lah yang sangat dikenal sebagai murid Yesus.

Itu terjadi setelah mereka menerima kuasa ROH KUDUS
Ketakutan mereka sirna, pengetahuan mereka bertambah
Iman mereka mendadak terbangun di dlm kebenaran-Nya
Dan Petrus menjadi mampu bicara dlm ragam bahasa asing

Bisajadi karena cerita bahwa hanya mereka berdua (Petrus dan Yohanes) yang disebutkan pernah tetap mengikut Yesus saat Yesus ditangkap dan cerita itu terkenal/tersebar diantara penduduk Yerusalem.

Petrus mencoba buktikan ucapannya, “Siap mati atau dipenjara bersama-Nya”
Tidak dpt kita sangkal, Petrus berperan aktif mencoba memulihkan kerajaan Israel
Keterlibatan Yohanes dlm persekongkolan “riot” paling kecil, spt sudah kutulis di atas

Kurasa pemulihan kerajaan Israel dr penderitaan di rindukan oleh semua Yahudi jelata
Semua murid2-Nya lebih mendukung Petrus sebab keterbatasan pengetahuan ttg kebenaran
Hal itu nyata terlihat lagi kecenderungan mereka ketika menjelang hari kenaikan Yesus Kristus

Selama 40-hari Yesus berulang menampakkan diri, bicara kpd mereka ttg Kerajaan Allah
Saat mereka di-wanti2 utk tetap tinggal di Yerusalem menantikan ROH KUDUS, “Petrus” belok:
“Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” Sedih memang, ya!

Tetapi setelah Pentakosta
Mereka memang ruarrr-biasa
Semua terbuka dlm kuasa-Nya
Kita pun kecipratan penceran-Nya

Alkitab Hari Ini - 9 Juli 2020
Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dlm nama Tuhan kita
Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita - Efesus 5:20

Salam Damai!

Shalom

  1. Perkataan Yesus selalu tergenapi. Pedang itu adalah alat untuk menggenapkan perkataan Yesus bahwa sebelum ayam berkokok Petrus telah menyangkal Yesus tiga kali. Bagaimanapun Petrus yang temperamental setelah bereaksi spontan memotong telinga imam itu lalu tersadar akan rasa bersalah dan ketakutan. Dan oleh ketakutan itu saat ada orang yang mengenali bahwa dia adalah salah satu murid Yesus maka Petrus menyangkalnya sampai.tiga kali.
  2. Juallah jubah dan beli 2 pedang.
    Kita harus rela kehilangan/melepaskan sesuatu (bisa diartikan: ego, kepentingan pribadi, kesombongan, kebiasaan buruk, karakter yang tidak baik dsb) lalu kenakan firmanNya (PL dan PB), percaya akan firmanNya dan aplikasikan dalam hidup kita.