Pedoman2 Diskusi

bung ferrywar;
contoh satu saja pernyataan Anda yang inkonsisten:

pernyataan Anda:
[b]Ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan benar dengan jawaban sederhana semacam YA maupun TIDAK karena PERTANYAANNYA SALAH.
Untuk gampangnya saya beri contoh:

“Hakadosh, mengapa anda mencuri uang saya?”
Pertanyaan itu harus dijawab: "Karena… "
Kalau anda menjawab: “Lho siapa yang mencuri, uang saya lebih banyak daripada uang anda kok, buat apa saya mencuri uang anda?”.
Itu sudah jawaban yang SALAH, karena anda tidak menjawab pertanyaan MENGAPA.
Pertanyaannya salah, mestinya “APAKAH anda mencuri uang saya”.

Nah pertanyaan yang anda ajukan “APAKAH A bisa menyebabkan B?”
Tidak bisa dijawab YA atau TIDAK tanpa dikoreksi lebih dahulu pertanyaannya.
[/b]
pernyataan ini mengacu pertanyaan point 1.

padahal point 1 itu secara struktur identik dengan pont 3
lalu kenapa Anda bisa menjawab 3, dan mengklaim point 1 salah…

keduanya salah atau keduanya benar, itu konsisten.

Yah, menurut aqyu malah itu udeh simple banget, gak usah pake mikir banyak udeh bisa dipahami. Namanya ajah simple, tentunya kaga pake rumit… Tapi kadangkala bisa terjadi yang simple sulit dicerna, malah yang rumit yang gampang dicerna. ;D

saya mau bertanya pd anda…
kejadian alam yang terjadi pd aceh dan padang, tasik dan daer2 lainnya, apakah yang anda pikirkan secara logika???brati anda tidak percaya akan kuasa yang di luar logika?saya hanya kasian dengan apa yang terjadi dlm anda.
dan pertanyaan untuk anda yang paling point…alquran turun langsung kedunia…apakah itu masuk logika untuk anda anda???kalo anda mempercayainya berarti anda mempercayai ada kuasa di luar logika…
apa bila anda mempercayai bahwa dengan memakai logika menyelesaikan segalanya, saya percaya dengan ajaran anda bahwa pengajaran anda harus memakai logika bukan kepercayaan iman…
contoh :…gw boom ahhh buat musnahin orng kristen, gw pasti masuk sorga ko karena itukan jihad membela nabi muhamad…ga tau yaaaa klo itu sama aja dengan pembunuhan dan ga percaya atas kuasa Tuhan.nahhhh itu contoh pengajaran anda memakai logika.
ingin tau kuasa Tuhan yang sesungguhnya…tsunami n gempa…beribu2 orang Tuhan ambil secara mengenaskan secara singkat lebih dr boom…nah itu contoh bahwa apapun yang Tuhan buat tidak bisa kita pikirkan memakai logika.
sama halnya dengan kejadian2 atau nubuat2 Tuhan saat 2000thn yg lalu…tidak bisa bisa kita pikirkan secara logika,tetapi hanya iman dan Roh kudus saja akan kebenaran nubuat2 itu.

semoga ini menjadi pencerahan buat u…

maksudnya apa?

maksudnya apa?

kalau TUHAN menciptakan lingkaran, maka pi = 3.14 92 digit belakang koma saja)
lantas apakah TUHAN semena-mena merubahnya menjadi 100, itu namanya kacau…
paham kah?

itu iman

siapa yang bilang logika mengatasi TUHAN ?

tidak ada yang mempermasalahkan itu kawan…

point Anda apa? saya bingung

#1 dan #3 kan berbeda, bukan sama, apalagi identik.

Jawabanya cuma satu, saya bukan dua2 nya. Sdh habis, tapi klo ada pertanyaan tambahan ya pasti ada jawaban tambahan. Itu sih simple nya aja, tapi lumayan logic jg kan bro??hehehehe,…

bung ferry, strukturnya identik saya bilang, …

telitilah kawan, daripada kita mempermasalahkan “kekeliruan” Anda, lebih baik kita tunggu jawaban2 sodara2 yang mampir di post ini…
kiranya sudi menjawab 3 pertanyaan itu

pkirkan sendiri dan jabarkan sendiri…

tergantung seperti apa anda menggunakan simple logic itu,…
klo anda gunakan untuk memahami Tuhan,. selamat ya,… usaha anda tidak akan berhasil,. kenapa karena jelas Tuhan itu luar biasa,… begitu besar,. dan bekerja secara ajaib,…
dan selamat juga klo anda bisa menggunakan simple logic untuk mengenal Tuhan karena Tuhan yang anda kenal memiliki banyak keterbatasan sehingga bisa di pahami

itu iman? statement apa pula itu… mencelakakan orang lain disebut iman,. luar biasa sekali anda IMAN anda pasti begitu besar sampai bisa berpikir seperti itu

mas pur;
bisa dirunut jawabannya?

ini pertanyaannya, saudara Lukas telah memberi contoh yang bagus, atau lihatlah page 1 untuk resume sementara

  1. Apakah simple-logic bisa memecahkan masalah?
  2. Apa yang menyebabkan sesuatu yang simple bisa menjadi “mumet” ?
  3. Apakah ignorance juga salah satu gejala kenapa penyelesaian masalah menjadi tidak si-simple, yang diharapkan?

hm… bagaimanapun juga salah ya hehehe

1,. bisa (tidak 100%)
2,. mencari dari nilai yang tidak terhingga atau pun faktor x yang tidak terhitung atau di antisipasi
3,.mungkin,… karena di luar dari yang kita inginkan dan sulit untuk di terima
seperti 5 roti dan 2 ikan memberi makan 5000orang belum termasuk wanita dan anak anak,. secara jumlah nya ada 7 dan klo 1 roti di gigit dikit dikit termasuk ikannnya juga,… belum 50 orang udah habis…

kalau dirunut2 memang masalah itu simple-simple saja,
tetapi kalau kita memasuki pemecahan masalah, maka yang dikata simple, bisa menjadi “mumet

pertanyaannya:

  1. Apakah simple-logic bisa memecahkan masalah?
  2. Apa yang menyebabkan sesuatu yang simple bisa menjadi “mumet” ?
  3. Apakah ignorance juga salah satu gejala kenapa penyelesaian masalah menjadi tidak si-simple, yang diharapkan?

jawaban dari yang mampir:
ferry
1.relatif (tergantung metode)
2.Sederhana menjadi rumit bila yang dibahas bukan substansi masalah. Yang tidak substansial dibahas juga menjadi bahan bahasan yang makin lama makin banyak. Jadi selain secara kuantitas bertambah (banyak), secara kualitas juga bertambah (rumit). Maka substansi masalah hanya sedikit terbahas dibandingkan yang tidak substansial.
3.Ya
dengan alasan:
Ketidak-perdulian, ketidak-cermatan, kecerobohan, membuat masalah ditambah dengan yang tidak substansial itu

lukas:
1, bisa
2, dibuat dewek sama oknumnya.
3, ya

Cloud
1.relatif
2. mungkin motifasi…
3.relatif

SimpleLogic (masih belum menemukan jawaban, karena sibuk berargumen saja)

amosart2009 (masih belum menemukan jawaban, karena bingung atas pertanyaannya)

hakadosh:

  1. Tidak
    dengan alasan:
    karena simple-logic adalah suatu usaha yang harus ditempuh dengan cara memilah-milah masalah sampai kebagian paling sederhana. dan itu sudah tidak mungkin karena sumber masalah itu sendiri kadang bukan kita, kadang tidak bisa didapat secara objective…atau kemungkian sudah mati
  2. ketika orang beranggapan bahwa satu pertanyaan menjadi banyak makna, maka menjawab dengan mengambil “intepretasi” sendiri dan menjadikan itu patokan untuk pertannyaan tunggal tadi akan melahirkan masalah baru…
  3. Ya.

kezya (masih belum menemukan jawaban, karena takut atas nubuatan)

purwanto1988
1,. bisa (tidak 100%)
2,. mencari dari nilai yang tidak terhingga atau pun faktor x yang tidak terhitung atau di antisipasi
3,.mungkin,… karena di luar dari yang kita inginkan dan sulit untuk di terima
seperti 5 roti dan 2 ikan memberi makan 5000orang belum termasuk wanita dan anak anak,. secara jumlah nya ada 7 dan klo 1 roti di gigit dikit dikit termasuk ikannnya juga,… belum 50 orang udah habis…

Circular Reasoning, atau, Petitio Principii.
adalah suatu kesalahan logika di mana kesimpulan sudah ditentukan/dipaksa sesuai dengan premisnya:

Contoh:
A. saudara erusi melakukannya di Apakah Isa di Al-Qur’an sama dengan Yesus di Alkitab?

seperti disumpulkan saudara CosmicBoy demikian:
Poin 1 ==> Islam benar, Kristen salah.
Poin 2 ==> Semua diskusi harus kembali ke Poin 1.
Ngerti ngga nih???
Jadi, sama ada Isa atau Yesus, itu harus kembali ke Poin 1.
Sama ada Yesus Tuhan atau Nabi, itu harus ke Poin 1.
Sama ada Al-Quran benar atau Al-Kitab, itu harus ke Poin 1.

B. alice juga sering melakukannya:
(saya lupa postnya dimana)
tetapi kira2 begini:

alice: “Allah pastilah ada.”
ferry: “Koq tahu.”
alice: “FT berkata demikian.”
ferry: “Apa dasarnya saya percaya FT?”
alice: “Karena FT adalah karangan Tuhan”

kenalilah jenis fallacy ini, dengan demikian kita tahu, pikirannya atau kemungkinan debatnya hanya kekeliruan belaka.

tetapi cara alice/erusi bisa digunakan, jika ia berduskusi dengan sesama orang yang berkeyakinan sama dengan alice/erusi

@ all

semua topik yang berhubungan dengan pedoman dalam berdiskusi akan saya gabungkan disini

GBU